NovelToon NovelToon
Bukan Benih Suami

Bukan Benih Suami

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Selingkuh / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Moena Elsa

Meyra Melati adalah istri dari Reynand, seorang manager perusahaan swasta yang besar.
Menjadi seorang manager mengharuskan dirinya untuk mengikuti segala kegiatan yang ada di kantor. setiap rapat internal tak ada yang boleh dilewatkan olehnya.
Hingga suatu hari, perusahaan tempat Meyra bekerja mengadakan pesta ulang tahun perusahaan. So pasti, Meyra pun ada ada di sana.
Tepat tengah malam Meyra merasakan pening yang luar biasa.
Saat sadar didapatinya, dirinya polos bertelanjang dada dan berada di ranjang yang sama dengan sang bos.
Apa yang terjadi? Bagaimana jika suamiku tahu? Saat pikiran sedang berkecamuk, sang bos terbangun.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? No one knows.
Stay tune di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

"Yuk, balik!" ajak Leo beranjak dari duduk.

"Loh???"

"Katanya mau balik, takut Rafa sama Rafi rewel," bilang Leo.

Meyra mengikuti langkah Leo menuju mobil. Bahkan Leo membukakan pintu mobil untuknya.

So sweeet. Tapi sayang suami orang. Batin Meyra.

Mereka saling diam dalam perjalanan balik ke kafe.

"Aku harap kamu mempertimbangkan yang aku ucapkan tadi Mey," kata Leo saat mobil sudah terparkir di depan gerbang kafe.

"Maaf tuan Leo, aku tidak mau jadi duri rumah tangga orang. Dan satu hal yang perlu anda pastikan, aku bahagia dengan hidupku sekarang," tandas Meyra.

"Hhhmmm...," Leo menjeda ucapannya.

"Aku juga punya hak atas hidup Rafa dan Rafi. Bagaimanapun kamu tak bisa mengingkarinya. Ada darah Armando dalam tubuh mereka," ucap Leo.

Tak tahu lagi jalan untuk membujuk Meyra.

"Lantas? Apa tuan berniat merebutnya? Tak akan aku biarkan tuan," Meyra menatap tajam ke arah sang bos.

"Aku tak akan merebutnya. Asal....," kembali Leo menjeda ucapannya.

"Asal apa?" seru Meyra.

"Asal kamu mau aku nikahin," kata Leo serius.

"Sory, gue nggak mau," balas Leo.

"Nggak mau jadi yang kedua? Itu kan maksud kamu?" Leo sengaja mengajak debat wanita yang teguh pendiriannya itu.

"Tuan, aku masih bisa bersikap sopan kali ini. Tapi kalau anda terus saja memaksa, aku akan teriak," kata Meyra sambil bersiap membuka kaca mobil.

"Ha...ha..." Leo terbahak membuat Meyra melotot ke arahnya.

"Kafe kamu sepi saat ini, aku yakin tak kan ada yang menolong kamu," kata Leo terkekeh.

"Ada Satria sama Melanie," tukas Meyra.

"Satria? Dia itu pengawal aku," jelas Leo semakin membuat Meyra tak percaya. Orang-orang Leo berkeliaran di sekelilingnya.

"Jangan bengong gitu, intinya aku ingin menjaga kalian," imbuh Leo membuat Meyra tak berkutik.

Bagaimana bisa dirinya tak tahu akan hal itu.

Meyra turun begitu saja meninggalkan mobil Leo yang masih terparkir.

"Satria... Sus....," panggil Meyra lantang saat memasuki kafe.

Dilihatnya Satria menggaruk kepala sambil senyum-senyum.

"Kenapa? Merasa ketangkep basah lo sekarang? Bos kamu sudah ngaku semua," kata Meyra ketus.

Jengkel dengan Satria yang sudah dianggap bagai adiknya sendiri.

Satria yang begitu cekatan membantunya di pantry untuk menyiapkan pesanan untuk pengunjung kafe.

"Maafin aku kak, aku hanya...," ucap Satria terpotong karena sanggahan Meyra.

"Hanya apa? Ingin menjaga aku sama kembar?" lanjut Meyra sengit. Dan Satria pun mengangguk.

"Sat, gue kecewa sama lo," kata Meyra lirih.

Melanie yang berada di balik meja kasir hanya bisa terbengong. Tak tahu apa yang terjadi.

Melanie menyenggol bahu Satria, setelah Meyra berlalu pergi menuju kamar Rafa dan Rafi.

Tak lama Leo masuk ke dalam kafe.

"Tuan," sapa Satria dengan menunduk hormat.

"Makasih, lo sudah menjalankan tugas dengan baik," Leo menepuk bahu Satria. Melanie semakin bingung dibuatnya.

Sementara Meyra berdiri tertegun melihat Sus Rini yang ikutan tertidur dengan memeluk kedua bayi yang belum genap setahun itu.

Sus Rini terjingkat kaget melihat Meyra telah berdiri di samping tempat tidur.

"Nyo... Nyonya," kata Sus Rini gugup.

"Makasih, sudah menjaga Rafa dan Rafi selama ini," kata Meyra.

"Nyonya...," panggil Sus Rini.

"Aku sudah tahu semua Sus," ucap Meyra.

"Maafkan aku nyonya," ucap tulus sus Rini.

Meyra menghela nafas panjang. Entah apa yang akan diucapkan untuk baby sitternya itu. Meyra sangat percaya pada sus Rini selama ini.

"Sus, untuk beberapa hari ini nggak usah masuk dulu dech," kata Meyra.

"Ta...tapi nyonya," perkataan Meyra berasa pengusiran kepada sus Rini.

Satria masuk tanpa mengetuk pintu.

"Nyonya...," usaha Satria untuk meminta maaf pada bos.

"Sebaiknya kalian berdua nggak usah muncul lagi di hadapanku. Aku kecewa sama kalian berdua," kata Meyra dengan rasa gundah.

"Maafkan kami nyonya," tukas Sus Rini.

"Ada apa sih ini? Kenapa aku sendiri yang nggak paham yach?" Melanie ikutan masuk ke ruangan itu, padahal dia sendiri masih loading atas apa yang terjadi.

"Mel, apa kamu sanggup nemanin Rafa dan Rafi untuk gantiin Sus Rini?" tanya Meyra.

"Hah? Aku nggak salah dengar?" pertegas Melanie.

"Enggak," ucap Meyra tegas.

Satria dan Sus Rini terdiam.

"Kak Satria dan Sus mau kemana?" selidik Melanie.

Mereka bertiga saling pandang.

Tangan Meyra bergerak, sebagai instruksi untuk mereka bertiga agar keluar dari sana.

Meyra menaruh pantatnya di kursi samping ranjang sang anak. Kembali Meyra menarik nafas panjang.

Begitu lama Leo mengawasi dirinya, bisa-bisa sejak kedua anaknya dalam kandungan.

Diraihnya ponsel yang tergeletak begitu saja di atas nakas.

Dia buka. Dilihatnya panggilan puluhan kali dari Reynand. Leo juga nampak di sana.

Meyra buka pesan satu persatu.

'Meyra, jangan buat aku cemas. Di mana kamu seharian ini?' tanya Reynand dalam salah satu pesannya.

'Mey, aku serius akan ucapanku beberapa hari yang lalu. Aku akan mengasihi Rafa dan Rafi seperti anakku sendiri. Itu janjiku padamu,' lanjut Reynand dalam pesan.

Bahkan ada juga pesan Dirga masuk.

'Mey, Reynand tak bisa jauh darimu. Sekali lagi aku akan mengalah untuknya,' ketik Dirga.

Meyra mengernyitkan alis. "Aneh nih orang," gumam Meyra mengomentari pesan dari Dirga.

"Pintar cari simpati," Meyra menyunggingkan senyum.

Sementara itu tak ada pesan satupun dari Leo, hanya ada beberapa panggilan tak terjawab.

Meyra merebahkan tubuhnya di samping kedua anaknya yang tertidur pulas. Mereka tak bergeming saat terjadi obrolan tadi. Hanya sesekali saja menggeliat.

.

Leo dihadang oleh Adnan saat kembali ke perusahaan.

Adnan bertepuk tangan menyambut Leo, membuat Leo menghentikan langkah.

"Tindakan lo terlalu membahayakan Meyra bos," celetuk Adnan.

"Apa maksud lo?" kata Leo.

"Ternyata, bos sudah bertindak sejauh itu tanpa aku tahu," ucap Adnan dengan muka masam.

"Tidak semua lo harus tahu Adnan," balas Leo.

"Masalahnya adalah bos sudah memerintahkan aku untuk menyelidiki Meyra. Tapi nyatanya bos sudah tahu semua. Perintah macam apa itu?" kata Adnan dengan muka masam.

Ponsel Leo berdering, saat dirinya akan menjelaskan ke Adnan.

Leo menaruh jari telunjuk di depan mulut agar Adnan diam.

"Siapa?" kepo Adnan.

"Nih," Leo menunjukkan layar ponsel ke dekat mata Adnan.

"Halo," kata Leo mengawali sambungan telepon.

"Sayang, perut aku mulas banget nih. Sepertinya aku mau melahirkan," kata Alea terdengar seperti menahan rasa sakit.

"Dimana kamu sekarang?" tanya Leo dengan ketus.

"Di lokasi syuting," sebut Alea.

"Suruh aja asisten kamu ngantar, kita ketemu di rumah sakit," perintah Leo.

"Iya sayang," kata Alea sok manja.

Panggilan terputus.

"Saatnya kamu beraksi Adnan," tegas Leo dan Adnan mengangguk sopan.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading.

1
ayu cantik
seru
moenaelsa: thengkiyu kak
total 1 replies
Netty Indriani
bikin nagih.. thanks thor,, terus semangat berkarya
moenaelsa: makasih kak... silahkan lihat karya yg lain
total 1 replies
tulus kesawen
Adnan asisten lemot
tulus kesawen
bos kq ga peka.. hrsnya selidiki meyra hamil anak sp
nox's
aku sangat menikmati kisah ini,asyik/Angry//Drool/
moenaelsa: makasih kakak /Heart/
total 1 replies
Yuliana Tunru
Luar biasa
Nety Dina Andriyani
3 th berlalu berarti kembar umur 4 th knp blm bs bicara kakak
ruly
saya heran knp byk novel yg membenarkan perselingkuhan apakah emang novel ndak ada yg memberikan pesan moral. yg baik
Shifa Burhan: fakta
karena novelis itu rata2 wanita maka ini yang terjadi
jika novel bertema suami selingkuh maka mereka akan laknat habis habisan perselingkuhan suami itu
tapi jika novel bertema istri (pemeran utama wanita/sudut pandang novelis itu) maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk membela dan membenarkan perselingkuhan itu

yang artinya novel bukan membenarkan perselingkuhan tapi novel2 wanita akan melaknat suami selingkuh tapi mereka akan membela dan membenarkan jika posisi mereka yang selingkuh dengan kata lain dari novel2 ini kita bisa lihat sifat asli author yang tidak bermoral dan munafik
total 2 replies
Nicky Nick
meyra sembuh gnti alea yg gila
Shifa Burhan: hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh
total 1 replies
Nicky Nick
cakeeeep thor👍
Nicky Nick
haduuh mlah ktmu ulat bulu.. 🙃
Nicky Nick
reynand pura2 gila.. gila beneran looh
Nicky Nick
meyra cari masalah aja
Nicky Nick
mantaaaf thoor
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Nicky Nick
cakeeep thoor
Nicky Nick
met berbahagia
Nicky Nick
meyra ayo dong buka hatimu..
Nicky Nick
alea percaya diri bgt mo dpt gono gini dr leo
Shifa Burhan
najis lihat novel yang membela dan membenarkan sebuah perselingkuhan dan tukang selingkuh berakhir bahagia

atau apakah novelis tukang selingk.. juga

karena fakta hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh

sampai disini pahamkan
G.Lo: Shifa Burhan...bukan kah sering orang bilang tulisan sebuah novel adalah cermin penulis itu sendiri...karena tokoh utama itu penulis sendiri...menjijikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!