NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:130.3k
Nilai: 5
Nama Author: mom alfi

Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"

"Enggak!"

"Kakak nyebelin!"

"Bodo!"

Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?

Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.

Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.

Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.

Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?

Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.

Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.

Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Seorang gadis tidak kuasa menahan air matanya saat melihat seorang ibu yang saat ini duduk termenung di sebuah bangku taman.

Seorang Suster yang menyadari kedatangan gadis itu pun sedikit mundur, suster menghampiri lalu menyapa.

"Bagaimana kondisi Mama mba?" tanya sang gadis kepada suster itu.

"Seperti yang nona lihat, kondisinya masih sama." ucap sang Suster sembari menatap punggung wanita paruh baya yang berjarak beberapa meter di depanya.

Gadis itu menghapus air matanya lalu berjalan pelan menuju wanita yang ia panggil mama.

"Assalamualaikum Ma.." ucapnya seraya berjongkok di hadapan wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik, kulit putih, alis tebal serta hidung mancung, mengingatkan gadis itu kepada seseorang.

Wanita itu tidak bergeming, pandanganya masih lurus menatap hamparan rumput dan bunga-bunga yang sedang bermekaran cantik.

"Na pulang Ma, Na kangen Mama." ucap Gadis itu tidak lagi bisa membendung air matanya.

Bagaimana ia bisa tahan untuk tidak menangis, ketika seorang ibu yang telah melahirkanya justru tidak sedikitpun mengenalinya.

"Na pulang.." lagi ucap gadis itu dengan suara bergetar.

Sang wanita yang dipanggil mama pun bergeming, memandang gadis yang saat ini berlutut di hadapanya. "Kamu pulang?.." lirihnya dengan bibir yang sedikit tertarik keatas, membentuk senyuman tipis.

Wanita itu membelai kepala sang gadis. "Kamu pulang?.."

"Iya Ma.. Na pulang. Ini Na, anak Mama." sang gadis semakin menangis tergugu dan memeluk mamanya.

Wanita itupun ikut menangis. "Dirga.." ujarnya sembari meraba pipi sang gadis.

"Ini Na Ma.. bukan Kak Dirga. Na juga anak mama."

"Dirga.." lagi wanita itu memanggil nama yang sama.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pulang kerumah orang tuanya, Binar dan Surya disambut dengan senyum lebar oleh Bunda. Wanita paruh baya itu memeluk erat putrinya seakan habis ditinggalkan selama bertahun-tahun lamanya.

"Gak ada kalian, rumah jadi sepi tau gak? apa lagi ayah tuh.. ngurusin kerjaanya...terus. Bunda jadi gak ada temen ngobrol." adu bunda saat Binar baru sampai di depan pintu.

"Ya elah Bun.. cuma dua hari doang Binar gak pulang, Bunda uda kaya abis ditinggal dua tahun aja."

"Iya tuh, bunda kamu emang lebay." ucap ayah yang berjalan dari arah belakang. Binar dan Surya langsung bergantian menyalimi tangan ayahnya.

"Kalian sehat-sehat aja kan? bunda kalian tuh.. bawel banget, khawatir sama kalian. Takut kalian gak makan." ayah berbicara sambil melirik bunda yang berdiri disampingnya. Sedangkan bunda yang merasa diledek hanya mendengus kesal.

"Binar kan uda gede Bun.. kalo laper ya pasti makan. Lagian kan ada mas Surya yang masakin Binar. Jadi Binar gak perlu takut kelaperan."

"Iya sih.. tapi kamu juga ya harus belajar masak Dek, kasian suami kamu. Dia pasti pingin ngerasain masakan istrinya juga."

"Hehehe.. iya deh Bun. Kapan-kapan Binar belajar masak ya."

"Kapan-kapan nya itu sampe kapan?.."

"Hehehe.. iya-iya Bun... secepetnya."

Hari sudah menjelang sore saat Binar tidak mendapati Surya disampingnya. Beberapa jam yang lalu keduanya sedang tidur siang bersama, namun saat Binar terbangun, wanita itu sudah tidak mendapati suaminya disana.

"Kemana mas Surya?" lirih Binar sembari meregangkan otot-ototnya.

Perlahan telapak kaki itu menapaki lantai marmer yang dingin, wanita dengan setelan piyama berwarna merah jambu itu mencari-cari keberadaan suaminya.

"Mas.." teriaknya memanggil Surya.

Berkali-kali memanggil namun tidak ada jawaban, kamar mandi kosong dan pintunya pun terbuka. Binar ganti berjalan ke arah balkon. Sekilas ia mendengar seseorang sedang berbicara disana.

Binar sengaja tidak bersuara karena ia memiliki rencana untuk mengagetkan sang suami.

"Maaf Bi.. Surya tidak bisa menikahinya." begitu kalimat yang didengar oleh Binar dari mulut Surya.

Seketika Binar menghentikan langkahnya. 'Bi..? Menikah? Siapa? Mas Surya tidak bisa menikahi siapa?' batin Binar terus bertanya.

Merasakan pergerakan di belakangnya, Surya buru-buru mengahiri obrolan dan mematikan sambungan telepon. Pria itu menoleh dan mendapati Binar sudah berdiri memaku di belakangnya.

"Sayang.. kamu sudah bangun?" tanya Surya.

Binar menatap suaminya sejenak lalu mengangguk. "Iya, aku panggil-panggil tapi Mas gak denger. Jadi aku cariin kesini." ucapnya dengan wajah yang dibuat senormal mungkin. Binar berpura-pura tidak mendengar apapun yang dibicarakan Surya di telephon.

"O.. kamu sudah lama disini?" lagi Surya bertanya.

"Tidak.. baru saja saat Mas selesai nelpon. Memangnya Mas lagi telponan sama siapa?"

"Oh.. itu, sama pengurus panti."

'Pengurus panti, nyuruh mas Surya untuk menikah?' batin Binar.

1
Muna Junaidi
😍😍😍😍
Yeti martini
sangat suka❤️
Bunda Salma
ceritanya sangat menarik ...
Nani Evan
baru baca karena baru lewat😁
Siti Rambe
sangat menarik dan tidak membosankan
Sri Handayani
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍
Ummi kalsum
🤣🤣🤣🤣🤣
Ummi kalsum
sabar binar...,,😘
anin aja
kereeeen
anin aja
novelnya bagus
Nuranita
keren nih kata mutiarax......dalem bnget...izin thor copy paste y
Nuranita
aq org sby lo...senengx ketemu novel yg nyritain ttg kota sby.....smngat thor💪💪💪💪💪💪💪💪💪
vi
karya mu bagus
vi
karya mu bagus thor.... aq suka
amount
MashaaAllah... calon suami idaman sekalihhh si bang Surya ini😂
amount
Binar dan Surya bukan saudara kandung yach?
Khairu Nnisa
nama Surya mengingatkan ku pada Surya Manurung
Fitri Ayu: Boleh ktwa gk si
total 1 replies
Khairu Nnisa
aaa menarik ceritanya lanjut
✨정국✨
pengen rasanya klo nikah kyk gini🥺
Alfi Zia: Amin...
total 1 replies
Dewi Fuzi
bagus saya suka alur ceritanya 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!