NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Zaky menatap Arumi yang masih terdiam dengan tatapan sayu. Ia menghembuskan napasnya perlahan, menyadari bahwa ia tidak boleh bersikap egois. Pria itu mengerti dan tahu persis jika Arumi membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menerima semua kenyataan ini. Luka yang wanita itu rasakan di masa lalu terlampau perih dan menyakitkan untuk disembuhkan dalam hitungan menit.

Sebelum beranjak berdiri, Zaky mengulurkan tangannya perlahan. Dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh penghormatan, ia mengusap puncak kepala Arumi yang terbalut hijab.

'Ingin rasanya aku mengecup keningmu seperti dulu, Rum,' bisik Zaky dalam hatinya.

Namun, Zaky tahu diri dan sangat menghormati batasan itu. Arumi yang sekarang bukanlah gadis polos belasan tahun lalu, kini wanita itu telah menutup auratnya dengan sempurna, membuat Zaky tidak bisa sembarangan menyentuhnya. Di mata Zaky, hijab itu justru membuat aura kecantikan Arumi semakin terpancar hebat. Gadis manja dan lugu yang ia kenal dulu kini telah bermetamorfosis menjadi sosok wanita yang begitu tegar, mandiri, dan dewasa. Waktu dua belas tahun telah mengubah kepribadian Arumi secara drastis, dan Zaky mengagumi perubahan itu.

"Aku pamit pulang dulu, Rum. Jaga kesehatanmu, minum obatnya, dan jangan banyak pikiran," ujar Zaky lembut sembari melempar senyum hangat terakhirnya. Ia pun melangkah keluar kamar.

Begitu deru mesin Lamborghini putih milik Zaky terdengar menjauh dan menghilang dari gang, Arumi seketika menghembuskan napasnya dengan sangat lega. Beban berat yang menghimpit dadanya selama belasan tahun mendadak sirna. Rasa pusing akibat flu di kepalanya bahkan seolah menghilang begitu saja, digantikan oleh senyuman lebar yang terukir di bibirnya.

Melihat situasi sudah benar-benar aman, Ayu yang sedari tadi berjaga di teras depan langsung bergegas masuk dan berlari kecil menuju kamar Arumi.

"Rum! Kamu tidak apa-apa? Dia tidak macam-macam kan?" tanya Ayu bertubi-tubi dengan wajah cemas.

Arumi menoleh, raut wajahnya yang semula pucat kini tampak tiba-tiba berseri-seri. "Alhamdulillah tidak apa-apa, Mbak Yu..."

Ayu memicingkan matanya, menatap perubahan drastis pada wajah sahabatnya itu lalu berkacak pinggang. "Wah... sepertinya Pak Zaky itu obat yang paling mujarab buat kamu ya, Rum? Langsung segar bugar begitu! Kalau kamu sebenarnya masih suka sama dia, kenapa enggak balikan saja sih, Rum? Kurang apa lagi coba Pak Zaky?" ujar Ayu terlihat sangat antusias.

Arumi mengalihkan pandangannya ke arah jendela, senyumnya perlahan memudar berganti helaan napas yang berat.

"Keadaannya tidak semudah itu, Mbak Yu. Saat ini terlalu banyak rintangan yang harus kami hadapi jika aku dan Zaky memutuskan untuk kembali bersama. Terutama soal restu dari ibunya, dan yang paling berat... Azzam serta Azzura."

Ayu mengernyitkan keningnya, tampak heran. "Loh, bukankah kedua remaja kembar itu sangat menyukaimu sebagai guru mereka, Rum?"

"Suka sebagai guru itu belum tentu mereka bisa menerima kehadiranku sebagai ibu tiri mereka, Mbak Yu," jawab Arumi dengan nada getir. "Situasinya sudah tidak seperti dulu lagi. Terlalu tinggi tembok penghalang di antara aku dan Zaky sekarang. Aku tidak bisa melangkah terlalu jauh bersamanya, meskipun... meskipun kami dulunya memang saling mencintai."

"Lantas, apakah kamu sudah tidak mencintai Pak Zaky lagi, Rum? Jujurlah dengan perasaanmu sendiri, tidak baik dipendam terlalu lama, nanti jadi penyakit," ujar Ayu mencoba memperingatkan dengan lembut.

"Entahlah, Mbak Yu... Aku masih bingung. Antara rasa cinta dan benci itu rasanya berjalan beriringan di hatiku. Tapi... entah kenapa, setelah Zaky menceritakan semuanya tadi, semua kebenaran tentang kelakuan Citra... rasa benci yang kupelihara bertahun-tahun ini mulai terkikis," aku Arumi jujur.

"Terus, bagaimana sebenarnya perasaan dalam antara kamu ke Pak Zaky, Rum? Coba lihat aku," desak Ayu lagi, ingin memancing kejujuran sahabatnya.

Pertanyaan Ayu barusan runtuh memecah pertahanan terakhir Arumi. Arumi mendadak menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan detik berikutnya, bahunya terguncang hebat. Ia menangis tersedu-sedu, menumpahkan segala emosi yang bergejolak di dadanya.

"Aku... aku masih sangat mencintainya, Mbak Yu!" tangis Arumi pecah di balik sela-sela jarinya. "Dia adalah cinta pertamaku yang begitu sulit untuk aku lupakan... tapi di sisi lain, dia juga pria yang sangat aku benci selama ini karena kupikir dia telah mengkhianati dan menyakitiku."

Melihat sahabatnya menangis sejadi-jadinya, Ayu langsung duduk di kasur dan membawa Arumi ke dalam pelukannya. Ia mengusap punggung Arumi dengan penuh kasih sayang, mencoba menenangkannya.

"Rum, dengarkan aku," bisik Ayu di telinga Arumi setelah tangisan wanita itu sedikit mereda. "Tidak baik menyimpan rasa benci dan dendam terlalu lama di dalam hati. Bukankah barusan kamu sendiri yang bilang kalau Pak Zaky sudah menjelaskan semuanya padamu? Dia tidak bersalah, dia juga korban dari kelakuan Citra."

Ayu melepaskan pelukannya sebentar, memegang kedua bahu Arumi dan menatap matanya lekat-lekat.

"Sekarang, jika kamu memang masih mencintainya, jangan pernah kamu menyiksa dirimu sendiri lagi, Rum. Kejar kebahagiaanmu jika memang Pak Zaky adalah satu-satunya pria yang bisa membahagiakanmu. Buang sifat egomu, Rum. Jadikan peristiwa masa lalu kalian sebagai pelajaran berharga di kemudian hari."

Ayu tersenyum tipis, mengingat bagaimana tatapan mata sang CEO tadi. "Aku pun, saat melihat bagaimana cara Pak Zaky menatapmu tadi sebelum masuk ke kamar ini... dia terlihat begitu sangat mencintaimu, Rum. Sebuah cinta yang begitu besar dan sudah tak terbendung lagi. Jadi menurut saranku, pertimbangkanlah kembali hubungan kalian. Jangan pernah membohongi perasaanmu lagi, Arumi."

Ayu menatap Arumi yang perlahan mulai berhenti menangis. Ada rasa bersalah yang mendadak menyelinap di benaknya. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu memasang wajah meringis pelan.

"Rum... tapi sebelum itu, aku mau minta maaf ya," ujar Ayu dengan suara pelan dan nada kikuk.

Arumi mengusap sisa air mata di pipinya, lalu mengernyitkan keningnya bingung. "Minta maaf untuk apa, Mbak Yu?"

"Itu... sebenarnya tadi aku sempat tidak sengaja menguping percakapan kalian dari luar," aku Ayu jujur sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. "Habisnya pintunya kan sengaja dibuka lebar, dan suara Pak Zaky pas lagi emosional tadi lumayan kedengaran sampai teras. Maaf ya, Rum, aku tidak bermaksud lancang."

Mendengar pengakuan itu, Arumi sempat menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menghela napas pendek. Namun, tidak ada guratan amarah sama sekali di wajah cantiknya. Wanita itu justru meraih tangan Ayu dan menggenggamnya hangat.

"Tidak apa-apa, Mbak Yu. Aku tidak marah sama sekali," ucap Arumi dengan senyuman tulus yang kini menghiasi bibirnya. Raut wajahnya tampak jauh lebih tenang. "Aku justru mau berterima kasih banyak sama kamu. Terima kasih karena sudah menjadi sahabat yang sangat perhatian, sudah mau merawat ku saat sakit, dan selalu memberikan nasihat yang baik untukku. Aku tidak tahu harus bagaimana kalau tidak ada kamu di sini."

Ayu langsung tersenyum lega dan kembali memeluk Arumi singkat. "Sama-sama, Rum. Kan kita sudah janji untuk saling jaga di perantauan ini."

*

*

Sementara itu, di belahan jalanan ibu kota yang mulai lengang setelah guyuran hujan, sebuah Lamborghini putih melaju dengan kecepatan sedang menuju kawasan perumahan elite.

Di balik kemudi, Zaky terus saja menyunggingkan senyuman lebar. Wajahnya yang biasa dingin dan kaku kini tampak begitu cerah dan berseri-seri. Beban rahasia yang teramat besar, yang selama dua belas tahun ini menjerat lehernya dan menghimpit dadanya, akhirnya sudah berhasil ia luruhkan sepenuhnya di hadapan Arumi.

Zaky merasa seolah terlahir kembali. Ia sangat berharap hubungannya dengan Arumi bisa segera membaik dan kembali seperti dulu kala. Janji suci yang sempat terputus untuk menikahi gadis itu dan menjadikannya Nyonya Tanuwijaya yang sah kini kembali berkobar di dalam jiwanya. Zaky bertekad di dalam hati, kali ini ia akan berjuang habis-habisan demi memenangkan kembali hati Arumi dan memperjuangkan kebahagiaan mereka berdua, tanpa memperdulikan rintangan apa pun yang akan menghadang di depan.

Pria itu sangat yakin, sedalam apa pun luka yang pernah dirasakan Arumi, getaran cinta itu belum sepenuhnya padam.

"Rum... dari tatapan matamu yang gugup dan berkaca-kaca tadi, aku tahu... aku bisa melihat dengan jelas bahwa masih ada cinta yang tersimpan rapat di dalam hatimu untukku," ucap Zaky lirih pada kesunyian kabin mobil, sementara senyum bahagianya tak kunjung pudar.

Zaky mencengkeram setir mobilnya dengan penuh tekad yang membaja. "Aku berjanji, Rum. Aku akan segera menikahimu, membahagiakanmu, dan membayar semua air mata yang tumpah selama dua belas tahun ini dengan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia. Tunggu aku, Rum."

Bersambung...

1
neny
ayu kan pulkam,,mau ketemuan dmn emng zaky,,km mah telat pake bingit😬😬
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ayu gk pulkam kak, dia cuma nganter Arumi sampai teminal bus, soalnya dia kan kerja di salon
total 1 replies
Ayunda
dasar emaknya Zaki tuh nenek lampir
Patrick Khan
zaky br sadar klo ada ayu😁😁😁..nyok tanya jawab ke ayu. siap2 ayu ngajak taworan ngegas jawabnya🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tau aje 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!