Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
" Gu- gus, sa- sa-ya ta- u, sam-pean ba- baik, to-tolong ni- kahi, Naj- ma Gus, sa- ya ti-tip anak sa-ya".
" ibuuu" Najma tidak mengerti lagi tentang permintaan sang ibu, padahal Najma dan Gus Kai tidak saling mengenal , bahkan dirinya baru bertemu .
Tapi Gus Kai, banyak dengar cerita tentang sepupunya yaitu Razan, tapi melihat Bu Asih entah kenapa, Gus Kai merasa kasian dan bisa jadi itu adalah permintaan terakhir bu asih.
Entah mengapa hatinya tergerak untuk mengiyakan permintaan Bu Asih, Gus Kai menatap Najma sekilas, Gadis malang, wajahnya terlihat kusam dan tidaj terurus, namun kecantikannya tidak memudar dan bandanya terlihat kurus kering.
" Baik, saya akan menikahi ibu, tapi saya minta waktu lima menit untuk menghubungi umi dan Abi saya, untuk meminta doa restu" jawab Gus Kai yang kemudian keluar dari kamar Bu Asih.
semua orang di sana terkejut dengan jawaban Gus Kai, termasuk Najma, bahkan Najma sama sekali tidak tau Gus Kai dan bagaimana orangnya, teman- temannya sebenarnya banyak yang membicarakan soal Gus Kai, namun Najma sama sekali tidak kepo dengannya.
Najma kemudian mengusap air matanya dengan kasar dan menyusul Gus kai yang sedang mencoba untuk menghubungi kedua orang tuanya.
" Gus, saya minta maaf sebelumnya, tapi tolong jangan bercanda Gus, saya enggak mau ibu saya kecewa gus" ujar Najma.
" Siapa yang bercanda? saya serius, saya pantang menelan ucapan saya lagi, dan yang saya ucapan di depan ibu mu tadi, saya enggak main- main" balas Gus Kai sedikit menjauh karena Umi Siti sudah mengakat panggilan dari dirinya.
Najma semakin frustasi dengan ucapan Gus Kai,ia melihat Gus Kai yang mencoba menjelaskan apa yang terjadi sekarang.
" Ya... umi, kai paham, kai akan berusaha untuk membimbingnya " jawaban Kai saat sedang telfon kedua orang tuanya, yang di dengar oleh najma.
Kepala Najma semakin berdenyut dan otaknya di paksa bekerja keras untuk menyusun semua yang terjadi.
Tidak berapa lama Gus Kai kembali, "Saya akan nikahin kamu, karena saya tidak pernah main- main dengan ucapan saya" ucap Gus Kai tegas dan lantang,lalu kembali masuk ke kamar Bu Asih.
Dimana Bu Asih seperti sudah pasrah dengan hidupnya, namun ia tidak mau meninggalkan putrinya sendirian.
" Bu dengar saya, saya akan menikahi putri ibu, hari ini juga, namun karena mendadak kami akan nikah siri terlebih dahulu dan dengan mahar seadanya" ucap Gus Kai pada Bu Asih.
Bu Asih terlihat tersenyum mendengar ucapan Gus Kai, namun berbeda dengan bu Asih, Nyai Ida seakan tidak terima, karena ia berniat menjodohkan Najma dengan putra keduanya.
" Bi.... ini gimana? apa kita cegah Kai bi?" bisik Nyai Ida.
" Jangan, mungkin memang Najma bukan jodoh Razan, kita tidak bisa mencegah Kai, karena kita juga belom mengikat Najma, bahkan kita juga belum bilang ke bu Asih,baru obrolan antar kita" jawab Kiyai Idris yang memberi pengertian pada sang istri.
Sedangkan di Jakarta,Umi Siti sedang menemani abi Ibrahim mengisi pengajian di salah satu majelis di Jakarta.
beliau belom memberitahu suaminya tentang putranya, sudah pasti umi siti terkejut, bagaimana tidak jika putranya yang tiba- tiba meminta restu untuk menikah dengan wanita yang tidak mereka kenal.
Namun ia juga tidak bisa melarang putranya,karena Sang putra telah berjanji pada ibu gadis tersebut, yang bisa beliau lakukan adalah mendoakan untuk kebahagian sang putra dan menantunya.
Fokus Nyai Siti kini terbelah, setelah mendapatkan telfon dari Gus kai, Nyai Siti selalu menunggu kabar dari putranya dan juga adiknya yang dimana tadi sempat menghubunginya.
" Bu Nyai , baik - baik saja?" tanya Salah satu panitia yang mendampingi umi Siti.
Panitia tersebut melihat umi Siti yang banyak melamun, setelah menerima telfon dan beberapa kali umi Siti tidak menyimak saat di ajak berbicara.
...****************...
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur". suara itu begitu lantang, terdengar di ruang tamu ndalem.
Kini ruang tamu ndalem cukup ramai dengan adanya rt, rw dan beberapa pengajar putra, untuk menjadi saksi pernikahan dua orang yang baru saja bertemu dan tidak mengenal satu sama lain.
Bu Asih yang terbaring lemas di sofa ndalem kiyai idris, kini tersenyum melihat seorang pria yang ia kagumi karena ketampanan dan kebaikannya kini menjadi menantunya.
Sedangkan Najma yang kini memakai baju gamis dan sedikit di rias, tampak cantik walau matanya sembab dan sayu.
Najma mendekat ke arah Gus Kai dan mencium tangan pria di depannya yang kini sudah sah, menjadi suaminya.
Najma merasakan benda kenyal menempel di dahinya walau singkat,namun nampu membuat dirinya menjadi jantungnya berhenti sejenak.
Tidak lama Najma menarik kembali tangannya dan mendongakan kepalanya, ketika Nyai Ida berteriak nama ibunya.
" Bu... Bu Asih bangun bu" teriak Nyai Ida yang setia menemani bu Asih di sampingnya.
Najma langsung lari ke arah ibunya,begitu pula dengan Gus Kai, Gus Kai langsung memeriksa ibu mertuannya ,dengan cepat ia menggendong mertuanya untuk di bawa ke rumah sakit.
" Pak lek minta tolong ambulans atau mobil , sekarang" teriak Gus Kai.
Suasana ruang tamu ndalem kiyai Idris kini menjadi riuh, suara tangis Najma menggema memanggil ibunya yang kini sedang berada di gendongan suaminya.
" Gus, tolong ibu saya gus" ujar Najma memohon pada suaminya.
" Dek... tolong bantu mbak mu dek" pinta Gus Kai pada sang adik.
Balqis dan Billa kemudian membantu Najma untuk berdiri, tangis Najma kian kencang kala melihat sang ibu di tidurkan di brankar, saat ambulans tiba.
Sebenarnya Gus Kai sudah menduga ini terjadi, makanya ia juga meminta pada sepupunya untuk menyiapkan ambulans dan benar saja setelah Gus Kai menjabat Penghulu, Gus Kai dapat melihat sorotan mata mertuanya berbeda.
Yahh.... pernikahan Gus Kai dan Najma memang sah di mata agama dan Negara, karena Najma tidak memiliki wali dan apabila nikah siri itu sama saja pernikahan mereka tidak sah.
Dengan relasi dan bantuan dari kiyai Ibrahim, akhirnya pihak KUA bisa menerima permohonan nikah yang mendadak demi memenuhi permintaan terakhir bu asih.
" Ayo naik" ujar Gus Kai yang sudah berada di ambulans pada sang istri.
Gus kai mengulurkan tanganya ke arah istrinya, Najma dengan tenaga yang tersisa karena sedari sore hingga kini dia terus menangis.
Saat Najma masuk, pintu ambulans mulai di tutup dan suara sirine mulai berbunyi berbarengan dengan mobil ambulans yang jalan.
Gus Kai melihat ke arah ponselnya dan melihat jam, jam menunjukan pukul delapan malam, memang ia melaksanakan akad setelah isya, karena banyak juga yang harus di persiapankan, karena memang serba mendadak.
" Kamu harus siap untuk apa yang terjadi nanti, tapi yang kamu perlu tau, saya akan selalu di samping kamu"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂