Sedang proses pembenaran naskah, isi, dan cerita. Sedang revisi bersekala besar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sea starlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gertakan Kasih
Anna dan Jasmine tiba di restoran dan memilih sebuah meja kosong barang-barang mereka letakkan di dua kursi dari perlengkapan tempat duduk,mereka duduk sedikit tertawa mengingat kejadian yang mereka alami waktu tadi tapi itu tidak penting.
" Pelayan.!" Anna mengangkat tangan memberi isyarat memanggil karyawan.
Kasih yang tengah berada di meja yang tak begitu jauh dari mereka segera menghampiri untuk melayani,ketika sampai mendekati pemilik suara betapa terkejutnya ia saat melihat dua penyihir ada di sana begitu juga dengan mereka.
Ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan mereka disini,Cukup di rumah saja kami bertemu..;;Batin kasih.
Kasih berjalan perlahan menahan nafas jantung nya berdebar tatkala menatap dua musuh yang tengah tersenyum ledek,dia akan aman karena di situ adalah wilayah nya jadi dua penyihir pasti tidak akan macam-macam.
Kasih menahan pandangan ke bawah ia menyodorkan sebuah book menu. "Mau pesan apa nyonya.?" menu itu di taruh di meja.
Sebelum memesan Anna ingin bermusyawarah dulu. "Wihhh,ternyata kamu bekerja disini aku kira kerja di kantoran.?" Menatap rendah kearah Kasih.
"Wek,Wek,Wek,kakak lupa ya dia kan hanya lulusan SMA mana mungkin bisa kerja di kantor,paling juga cuma bisa jadi OG." ikutan meledek seperti kakaknya.
Anna melipat tangan ke meja menatap Kasih lagi. "Iya iya kamu benar banget,heh Kasih percuma kamu kerja disini kalau ujung-ujungnya tetap menjadi pembantu lebih baik bekerja di rumah Wing seperti dulu, Bukankah gajinya lebih mahal dari gaji kamu sebulan di sini.?" meneruskan Ledekan atau hinaan dari nya.
Kasih merasa panas dengan ucapan mereka rasanya ingin sekali menghajar dua manusia payah itu di sana selagi mereka di luar rumah,tapi ia meredam emosi demi menjaga kehormatan ya walaupun dia bukan orang yang terhormat tapi bagi dirinya ia memiliki sebuah kehormatan yang harus di jaga.
"Baiklah nyonya nyonya muda.!" Menenangkan diri sebelum berbicara lagi. "Kalian mau pesan apa.?" bertanya dengan tatapan tajam ia bagikan dengan dua orang itu.
Anna tersenyum licik lalu meraih book menu yang di berikan oleh Kasih. "Pesanan nya, Beef burguignon, Cassoulet,Escargot, Ratatouille, Croissant,Coq au Vin,Bouillabaise, dengan Citreon presse dingin nya dua." sepakat dengan berapa banyak pesanan.
Gila mereka pesan banyak sekali,itu perut isinya cacing atau buaya.?;; Kasih menggeleng kepala terheran-heran akan dua penyihir.
Sebelum pergi Kasih mencatat semua pesanan agar tak lupa nantinya,ia menyimpan note kecil di dalam saku celana lalu meraih kembali book menu.
"Baiklah mohon menunggu.!" mengakhiri kata lalu berjalan menuju dapur.
Berapa porsi makanan yang di pesan kira-kira habis gak ya,padahal tubuh mereka kecil mungil tapi makannya banyak.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Makanan datang.!
Anna dan Jasmine masih terkekeh di tempat, Kasih mengangkut makanan dari trolly ke meja pesanan ia menata rapi semua itu keatas meja,aroma-aroma dari setiap makanan bercampur enak menusuk hidung hingga menarik nafsu.
Kasih mengucapkan kata. "Selamat menikmati." dan memilih pergi ingin melanjutkan tugas lainnya.
"Kasih kemarilah.!" Anna memanggil Kasih saat ia sudah setengah jalan Kasih pun menoleh kebelakang. "Ada apa.?" bertanya ingin tau takutnya ada yang salah dengan pesanan.
"Duduk disini temanin kami makan." Anna mengambil tas dari kursi kosong lalu merapikan kursi agar di tempati.
Kasih menurut duduk di sebelah Anna,ia menatap Anna dan Jasmine makan seperti orang rakus,gayanya saja yang anggun tapi makannya seperti monyet bahkan monyet lebih rapi daripada mereka.
"Kau sudah makan.?" Anna menawar sambil memakan sepotong paha ayam di tangannya.
Glek' Kasih menelan ludah. "Sudah nyonya." ia mengangguk fokus menyaksikan orang itu makan.
" Aaagghh."
Anna dan Jasmine bersendawa serentak merasa kenyang saat perut sudah terisi penuh,sekian fokus memperhatikan hingga Kasih tak sadar bahwa acara makan-makan telah selesai.
Anna mengilap bibir mungil menggunakan tissue agar tak terlihat kotor. "Berapa.?" ia menatap Kasih ingin mendengar.
Kasih menghitung semua jumlah harga menggunakan kalkulator kecil spesial untuk karyawan. "Satu juta sekian." Kasih memberikan sebuah bill yang otomatis tercetak saat menghitung uang dari mesin kalkulator.
Anna mengambil bill tersebut dan mengecek uang dari dompet yang sudah ia keluarkan dari tas,ia berbisik sebentar dengan Jasmine tiba-tiba mereka tersenyum sendiri.
Mereka pun berdiri berbarengan. "Emm Kasih, sebenarnya uang kami habis." Menggigit bibir seperti orang kesusahan. "Lalu.?" Kasih sedikit tak percaya.
"Bisa gak kamu bayarin dulu.?" meminta seperti orang tak bersalah. "Iya Kasih Kitakan saudara ya Itung-itung sedekah toh kamu nanti dapat pahala lebih loh." Jasmine pula yang ikut-ikutan.
Kasih mengeraskan rahang melihat tingkah aneh dua ipar nya. "Tapi masalahnya aku gak punya uang Kan aku belum ada satu bulan bekerja."enjelaskan apa adanya.
"Ya kamu kan bisa hutang dulu,katakan dengan bos kamu untuk potong gaji saja." Jasmine terus merayu Kasih.
"Kasih ingat ya,tanpa keluarga Wing kamu tidak akan bisa bertahan dan kami anggota resmi dari keluarga Wing,kami menantu dan kamu hanya pembantu jadi berbaik hati lah dengan kami atau tidak kau akan kena hukuman." Anna mengancam Kasih dengan ucapan yang seketika langsung mengingatkan Kasih pada tempatnya.
"Jadi kalian tidak mau bayar.?" mereka hanya menggeleng kepala saat Kasih bertanya. "Kalian fikir aku bodoh,? padahal kalian punya uang lebih dan harusnya kalian bayar karena aku tak punya uang untuk menombok makanan kalian."
Anna tergelak sebentar. "Kamu songong banget ya,kau ingin kami lapor pada mama mertua hingga kamu akan diusir nanti." Mengancam dengan nama mama mertua.
Kasih tertunduk berdiri di sisi meja kian emosinya membara seperti api yang di siram bensin merasa terhina,membunuh satu orang hukumannya tetap sama saja kan dengan membunuh dua orang sekaligus Kasih menghela nafas sejenak dan tersenyum.
"Kalian fikir aku bodoh." berteriak keras kepada dua penyihir.
"Prangg." Kasih memukul permukaan meja dengan kuat hingga mengejutkan para manusia yang ada di dalam restoran termasuk dua penyihir.
Emosi sudah tak dapat di tahan ia sudah tak tau menahu lagi dengan resiko melawan dua penyihir,Anna dan Jasmine bukannya takut atau apa tapi malah semakin marah dengan Kasih.
"Hey ada apa dengan mu.?" Anna menatap sekeliling saat mata sudah tertuju pada mereka ia memenangkan Kasih tidak enak juga membuat keributan di muka umum.
"Baiklah kami akan bayar." Anna mengeluarkan uang dari dompet ia menjadi dalam sekejap.
Anna menyerahkan beberapa uang lembar merah kepada Kasih,gertakannya berhasil membuat mereka takut dan mengeluarkan uang yang telah di sembunyikan,Kasih mengambil uang itu tanpa memberikan kembalian sepertinya Anna juga tak membutuhkan balikan,mereka pun bergegas pergi tak mau membuat keributan takutnya nanti akan menjadi masalah bisa menyangkut nama keluarga.
Saat mereka pergi Kasih merasa malu telah meninggikan suara akibat meluapkan kemarahannya pada Anna dan Jasmine,ia menunduk minta maaf pada pengunjung lanjut membereskan semua sisa-sisa makanan.
BERSAMBUNG