Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.
Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.
Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.
Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.
Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 : Sebuah janji
Akhirnya Serah menyelesaikan tulisannya yang kemudian langsung ia serahkan kepada Edward dan meminta pria itu untuk memberikannya kepada Oliver sekaligus membantu menjelaskan dan memberikannya arahan apabila adik satu-satunya itu kesulitan dalam memahami.
"Apa ada lagi, Yang mulia?" Tanya pria itu memastikan.
"Tidak, tapi pastikan Oliver benar-benar memahami semuanya," balas Serah lebih menekankan ke arah pangeran muda itu agar dapat di beri arahan dan mengerti.
"Tentu, Yang mulia. Saya permisi dulu," balas Edward yang kemudian ia keluar sambil membawa buku catatan itu.
.
.
Sementara itu para gadis-gadis sedang menikmati indahnya kerajaan kecil milik Serah dari bagian atas istana yang ternyata memiliki rooftop dan dikelilingi oleh bunga Bougenville dan burung-burung merpati berterbangan di sekitar. Juga hembusan angin yang menerbangkan sedikit pakaian mereka dan membuat rambut mereka sedikit berantakan.
Mereka semua terpana dengan pemandangan yang ditawarkan oleh keindahan alam Regina yang bisa langsung terlihat dari atas.
"Woaah..., ini menakjubkan...!" Rose adalah orang pertama yang berucap takjub. Mata biru gadis itu berbinar.
Gadis-gadis lain memutar tubuh sambil tertawa riang, bahkan Helena pun seperti melupakan kejadian yang sebelumnya.
"Lihat, pemandangan dari sini sangat indah!" Gadis itu menunjuk ke arah hamparan rumah para penduduk juga perbukitan yang ada di sekitar kerajaan Regina.
Mary dan Rose berlari menghampiri ikut melihat ke arah yang ditunjuk oleh Helena. Mereka seakan lupa akan pertengkaran yang terjadi sebelumnya.
Di saat mereka lagi seru-serunya menikmati pemandangan dan angin yang semakin bertiup lebih kencang, Serah terlihat datang dari kejauhan. Cristine langsung memberi kode agar ketiganya menjaga sikap.
Serah berjalan dengan anggun mendekati para gadis yang langsung disambut dengan hormat.
"Yang mulia, Serah," ucap mereka bersamaan dan membungkuk, begitu pun Florentina.
Serah hanya tersenyum lalu bertanya, "bagaimana? Kalian suka?" Ujarnya yang langsung disambut dengan senyuman lebar dari keempatnya.
"Indah sekali, Yang mulia," jawab Cristine diikuti oleh anggukan kepala dari yang lain.
Kemudian Sarah berjalan, melangkah ke depan dan menatap pemandangan negerinya dengan begitu lamat, seakan ia sedang mencoba untuk merekam pemandangan itu dalam ingatannya lebih lama.
"Baiklah, selesai ini kalian harus bersiap, kita akan kembali ke Mathilda besok pagi," ujarnya yang kembali membalikkan badannya lalu kemudian berjalan pergi.
.
.
Suasana pagi itu langit masih kelabu tapi kereta kuda Serah sudah menanti, bersiap untuk melaju.
Dua kereta itu menunggu di depan gerbang istana hingga langkah-langkah kaki terdengar dari arah dalam istana.
Serah, berjalan ke arah halaman istana bersama empat orang gadis menuju ke arah gerbang istana dengan ditemani oleh Oliver dan Edward. Para pengawal langsung membungkuk saat melihat kedatangannya.
"Yang mulia, silahkan!" Pengawal kereta kuda itu membukakan pintu untuk Serah.
"Cristine, kau naiklah dulu," ucapnya yang langsung dibalas oleh anggukan kepala. Kemudian Serah berbalik ke belakang dan tersenyum. "Aku titip Regina pada kalian dan tolong jaga rahasia ini," ucapnya kepada kedua orang itu penuh rasa kepercayaan penuh.
"Anda bisa mempercayai kami dan yang lain, jangan khawatir," balas Edward dengan penuh tanggung-jawab dan meletakkan tangannya di dada sebagai simbol keyakinan.
"Kak, jaga diri baik-baik!" Oliver yang sedari-tadi tak tahan harus melihat kakaknya harus kembali pergi langsung memberi pelukan.
"Oliver, berjanjilah padaku untuk banyak belajar dan ikuti arahan dari Tuan Edward, ya?" Wanita itu melepaskan pelukannya lalu melirik ke arah Edward.
"Aku janji, Kak!" Balas pemuda itu dengan mantap.
Akhirnya Serah pun beranjak. Ia menaiki kereta kudanya yang sudah menunggu. Dari dalam Serah pun melambaikan tangan sebagai salam perpisahan terakhir.
Dua kereta itu pun akhirnya melaju dengan kereta yang dinaiki oleh Serah dan Cristine melaju lebih dulu, baru disusul oleh kereta kedua dengan Mary, Rose dan Helena di dalamnya. Akhirnya, mereka harus kembali ke Mathilda. Bagi Serah ini berat, tapi ia yakin dalam waktu dekat, ia pasti akan pulang kembali ke Regina.
.
.
Di sisi lain Grenseal yang juga berada di dalam perjalanan pulang menuju Duncan terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Apa ada yang mengganggu pikiran anda, Yang mulia?" Tanya Carles yang menyadari Raja muda mereka sedari-tadi tampak tak fokus.
"Aku hanya berpikir kalau Louis pasti tak akan tinggal diam..., entah kenapa aku merasa pria itu pasti akan melakukan sesuatu untuk menggagalkan semuanya...," ucapnya penuh kewaspadaan. Dia yakin pria ambisius itu pasti akan bergerak, cepat atau lambat.
"Apa mungkin dia akan mencoba untuk melakukan sabotase?" Carles langsung menduga dengan wajah panik kalau sampai apa yang dipikirkannya tepat, maka....
"Kalau begitu kita harus siapkan pasukan untuk berjaga!" Sambar Mikael dengan cepat.
"Mereka tidak mungkin asal menyerang dan melakukan tindakan gegabah seperti itu," timpal Andreas sebagai orang tertua akhirnya bersuara.
"Aku setuju pendapatmu," ucap Grenseal. Louis bukan orang yang bodoh. Dia gak mungkin menyerang masih memakai atribut kerajaannya sendiri. Pasti ada kamuflase. yang akan dilakukannya.
"Kita tidak bisa menempatkan prajurit dengan atribut," ujar Grenseal tiba-tiba.
"Maksud anda, para prajurit harus menyamar?" Carles menatap penasaran.
"Ya, karena kalau sampai mereka tau pihak Duncan bersiaga, itu pasti bakal menimbulkan kecurigaan...," jawabnya. Pandangannya kini terpaku ke arah jalur jalan yang sedang dilewatinya.
"Kalau begitu setelah sampai di istana, saya akan mengatur para prajurit untuk ditempatkan di lokasi perlintasan dengan menyamar jadi penduduk biasa," balas Andreas dengan cepat. Otak pria itu seketika langsung menyusun rencananya sebelum diberikan perintah oleh Grenseal.
"Aku serahkan kepadamu, Tuan Andreas." Grenseal hanya tersenyum kecil, tampak puas dengan kesigapan Andreas.
.
.
Pada tempat yang berbeda Serah pun mulai meninggalkan kita Regina. Dapat terlihat jelas wanita itu masih sangat merindukan kerajaan kecilnya. Matanya berkaca-kaca saat kereta kudanya sudah keluar dari gerbang pusat kota.
"Yang mulia...." Cristine yang peka langsung menggenggam tangan Serah yang sedang bertumpu pada pangkuannya.
"Ah, aku hanya sedikit merasa sentimentil...," ucapnya seraya tersenyum tipis.
"Tidak apa, nanti pasti anda bisa pulang kembali kemari," balas Cristine yang kini menggenggam kedua-tangan Serah untuk memberikannya dukungan.
"Ya..., terimakasih, Lady Cristine...." Serah pun menepuk kedua tangan Cristine dan tersenyum hangat.
Ia pun kembali memandang ke arah Luar jendela memandangi suasana sekitar. Ia tak bisa membayangkan kalau suatu saat Susana damai Regina yang seperti ini harus dirusak oleh tangan Louis atau pun Grenseal yang menginginkan peperangan demi keinginan masing-masing.
"Regina..., aku akan melindungi kalian semua, tidak ada satu pun yang dapat merusak atau menghancurkan kerajaan ini, aku janji...," ucapnya dalam hati mengikrarkan sebuah sumpah. Tanpa sadar tangannya terkepal kencang.
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib