Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 31
Rio tidak menjawab pertanyaan sang atasan satu pun. Rio langsung bekerja tanpa mengindahkan keadaan kantor saat ini. Dolly yang ribut terus sejak kedatangannya tidak dihiraukan. Rio tetap mengerjakan program inventori walaupun Dolly memberondong pertanyaan.
Dolly yang merasa diabaikan oleh karyawannya, akhirnya meninggalkan ruangan Rio. Dia memanggil Cecil untuk ke kantor, karena pak Edward meminta Dolly untuk mengajari Cecil mengurus perusahaan.
Satu jam sebelum jam istirahat, Cecil datang dengan membawa bekal makan siang.
"Ada apa sih, Bang? Cecil ada tugas kuliah banyak. Cecil ke sini juga gak bis bantu Abang juga," protes Cecil begitu masuk ke ruangan Dolly.
"Lo mau belajar tentang sistem informasi nggak? Lho perhatikan saja Rio kerja, kalau tidak tahu Lo tanya ke dia!" sahut Dolly dengan pandangan mata ke laporan pembukuan bulan lalu.
"Memang dia mau ngajarin? Cecil aja serem lihat dia. Berasa di kutub Utara. Brrr... dingin!"
Cecil meletakkan bekal yang tadi dibawanya ke meja. Kemudian duduk di sofa sembari membuka tas ranselnya dan mengeluarkan buku.
"Cecil numpang belajar ya, Bang!" ucap Cecil cuek seraya menunduk mulai mengerjakan tugas kuliahnya.
Maksud hati meminta bantuan adiknya agar menghilangkan kekesalan Rio, malah sang adik menumpang tempat belajar.
Hhh...
Dolly kembali menekuni laporan pembukuan yang tadi diperiksanya. Setengah jam kemudian, dia melihat ke arah adiknya yang masih mengerjakan tugas. Dolly pun berdiri dan meninggalkan adiknya seorang diri di ruangan.
Dolly mendatangi kubikel Theaa.
"T, kamu jam istirahat nanti pulang atau makan di sini?" tanya Dolly sambil bersandar pada dinding kubikel ruangan Theaa.
"Saya bawa bekal, Pak! Input data saja baru dapat seminggu, kalau saya pulang kerjaan nggak akan berkurang, Pak," jawab Theaa yang berisikan keluhan.
"Sudah! Sudah! Malah curhat kamu. Saya tanya apa jawabnya apa!" murka Dolly karena kesal.
"Makanya jangan ganggu orang lagi bekerja! Jadi atasan kok kerjaannya tiap hari gangguin bawahan yang lagi kerja," gumam Theaa lirih tetapi masih bisa didengar oleh sang atasan.
"Apa Lo bilang? Gue belum bu*deg!" Dolly semakin murka mendengar gumaman staf inventori itu.
Tujuan Dolly ingin dekat dengan para karyawan, malah selalu berujung dirinya yang kena marah karyawannya. Dolly ingin bisa membaur dengan para karyawan, agar tahu apa yang menjadi kendala dan keluhan karyawan selama bekerja di perusahaan yang dipimpinnya. Akan tetapi, dia malah sering kena amuk karyawan yang berkompeten. Berbeda dengan mereka yang hasil kerjanya biasa saja, mereka akan senang jika didekati dan diajak ngobrol.
Sebenarnya Theaa mau diajak ngobrol, hanya saja di saat dia sibuk kerja, dia tidak mau diganggu siapapun juga. Pembawaan Theaa yang humble tapi galak membuat para karyawan laki-laki penasaran, begitu juga dengan Dolly.
Kepandaian Theaa dalam bekerja dan memecahkan masalah dalam bekerja, memberi nilai plus padanya. Bahkan pak Edward sudah pernah memberi bonus gaji yang besar atas prestasi kerjanya.
"T, nanti kamu ajak Rio makan bersama! Dia juga bawa bekal," ucap Rio sembari meninggalkan ruangan itu.
"Baik, Pak," jawab Theaa dengan pandangan mata fokus pada layar monitor dan berkas di tangannya.
*
*
*
"Maaf, Pak. Bapak sudah makan belum?" tanya Theaa pada Rio setelah dipersilakan masuk oleh Rio.
"Belum. Kenapa?" sahut Rio masih tetap mengetikkan sesuatu di keyboard laptopnya.
"Saya kebetulan membawa makanan lebih. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sekalian membahas program inventori tentunya," jawab Theaa sambil tersenyum ramah.
"Sebentar lagi, aku selesaikan dulu ini. Dikit lagi kelar!"
Theaa langsung berbalik kembali ke mejanya untuk mengambil bekal makan siang. Lalu kembali lagi ke ruangan Rio. Dia sengaja membuka lebar-lebar pintu ruangan itu, agar tidak terjadi fitnah.
Theaa langsung membuka tutup bekal yang dibawanya. Menyajikan di atas meja kerja Rio, yang sebelumnya masih tampak rapi sejak pagi. Di ruangan Rio hanya ada dua meja, yaitu meja kerja dan meja komputer.
"Istirahat dulu, Pak! Sudah lewat jam makan siang," tegur Theaa karena sejak tadi Rio masih sibuk, mengetikkan sesuatu yang tidak dipahaminya.
Akhirnya Rio menekan enter sebelum keluar dari aplikasi. Kemudian menutup laptopnya, lalu mengeluarkan bekal makan siang yang berisi masakan bunda Sonya.
Mereka tampak makan bersama, saling bertukar lauk. Sesekali diselingi membahas program inventori yang baru saja dikerjakan oleh Rio. Theaa membandingkan program yang lama dengan yang baru. Keduanya sama-sama eror, akan tetapi masing-masing program memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
"Sekedar masukan saja, Pak. Semoga program yang baru nanti akan mempermudah pekerjaan bagian inventori. Apalagi sebentar lagi saya mau resign, saya tidak mau inventori memiliki masalah saat saya tinggalkan nanti," ucap Theaa mengakhiri percakapan mereka siang itu.
"Haa, dia juga mau resign? Sebenarnya ada masalah apa kok dia mengundurkan diri? Apa masalah pekerjaan yang selalu gotong royong saja? Ahh, tidak mungkin aku menanyakan alasan dia resign, terlalu pribadi!"
*
*
*
Lho, Theaa mau resign. Apa kira-kira yang menyebabkan dia mau resign ya🤔🤔🤔
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..