Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Hari ini babang tampan Dave begitu semangat untuk menemui mantan mertuanya papa Bram dan mama Rita, untuk meminta persetujuan kembali Alena sebagai istrinya.
Kalau dulu Dave terima beres tinggal menikah semua yang urus Daddy James dan mommy Jean, tetapi tidak untuk sekarang ini.
Dave harus membayar harga dan kerja keras sendiri untuk meyakinkan papa Bram dan mama Rita untuk setuju dengan keputusannya.
Dave harus menjadi lelaki dewasa yang bertanggung jawab untuk setiap keputusan yang sudah di ambilnya.
Hari ini mereka berdua Dave dan Alena siap untuk bertemu papa Bram dan mama Rita.
Orang tua Dave sengaja membiarkan anaknya untuk menghadap orang tua Alena sendiri untuk melihat sejauh mana usaha anak mereka untuk untuk memperjuangkan membangun rumah tangganya kembali.
Dave sudah siap berangkat menuju apartemen Alena, mereka berdua janjian berangkat berdua menuju ke kediaman orang tua Alena.
Di depan lobby Dave sudah melihat wanita idaman hatinya sudah menunggu.
Mobil Dave berhenti tepat di depan lobby apartemen, dan dengan segera Alena membuka pintu mobil dan masuk duduk di samping Dave.
"Udah siap kamu dengan segala pertanyaan papa dan mama aku?" Alena memulai obrolan.
"Iya harus siap dengan segala konsekuensinya, nanti kamu bantuin aku buat ngomong ya, biar papa mama kamu yakin sama maksud dan tujuan aku" jawab Dave sambil mengacak rambut Alena.
"Kenapa harus aku yang bantu? kamu dong yang berjuang biar jadi super hero gitu" kata Alena Sambil terkekeh.
"Aku yang ngomong tapi kamu bantuin dong sayang.
Masa Abang Dave berjuang sendirian" Dave balik meledek.
"Abang yang cinta ya Abang yang perjuangin dong, atau adek cari orang lain yang siap berjuang" Alena balas meledek.
"Hush...jangan dong nanti Abang jadi merana di tinggal adek tersayang" celoteh Dave yang membuat mereka tertawa bersama.
"Siap dek, lautan aja Abang seberangi demi adek tersayang, apa sih yang gak Abang lakukan buat adek" lanjutnya sambil terkekeh.
"Gombal" sungut Alena
"Dulu aja adek di buang" kata Alena sambil mencebik bibir bawahnya.
"Yang dulu jangan di inget lagi dong sayang, kita lupakan aja.
Sekarang kita melihat kedepan, masa lalu hanya jadi pengalaman untuk menata masa depan lebih baik" pinta Dave sambil salah tingkah.
"Tapi aku belum amnesia loh, mana bisa langsung lupa" balas Alena.
"Amit-amit dah sayang...buang jauh-jauh masa mau amnesia?
Udah jangan bahas yang lalu-lalu kalau cuma bikin sedih, kita bahas masa depan aja" Sambung Dave.
Setelah melajukan mobilnya menerobos kemacetan ibu kota yang punya sejuta masalah lalu lintas akhirnya mereka sampai di kediamannya orang tua Alena.
Di sana mama rempong yang tak lain adalah mama Rita sudah menunggu kedatangan keduanya.
sedangkan papa Bram sedang asik dengan laptop di depannya.
"Halo mama, sudah nungguin anak tersayang datang ya" sapa Alena sambil berjalan memeluk dan mencium pipi mamanya.
"Iya, mama udah gak sabaran pengen ketemu kamu, pengen cium dan meluk anak kesayangan mama" balas mamanya sambil memeluk erat dan mencium anak perempuannya itu.
"Mama kangen banget, sepi di rumah sendirian kalau papa kerja. kamu sama Abang bryan jarang datang jenguk mama" lanjut mama dengan muka sebel.
"Hai ma...apa kabar?" Sapa Dave sambil mengulurkan tangannya untuk salaman.
"Kabar baik, lama mama gak pernah ketemu. kabar kamu baik-baik aja Dave?" sahut mama Rita sambil membalas salam Dave.
"Ayo masuk, papa ada di dalam" lanjut mama Rita.
Mereka masuk ke dalam rumah di sana duduk papa Bram sedang menatap laptop di depannya, tetapi wajahnya tidak terlihat ramah.
Tidak seperti biasanya papa Bram menyambut orang yang datang bertamu.
Bersambung dulu...ikutin cerita selanjutnya tetap di sini jangan beranjak dulu...hehehe
******************
Jangan lupa dukung aku dengan like, komen, ❤️ jadikan novel ini favorit.
sumbangin point kalian dengan cara vote aku ya...makasih 🙏🙏🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2