NovelToon NovelToon
MENUNGGU

MENUNGGU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:517.9k
Nilai: 5
Nama Author: Payung Hujan

⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.

Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang yang sama?

Rea masuk ke kamar tamu yang ditempati Keland, ada seorang asisten laki-laki yang memang biasa mengurusi Kelan disana, ia baru saja membawa pakain bersih untuk Kelan dan juga air hangat untuk membersihkan tubuh laki-laki itu.

"Pak, biar saya aja yang bereskan..."

"Susah non, mas Keland lagi mabuk susah untuk dibersihkan, ibu saja pernah tidak sengaja dipukul oleh tangan mas Keland yang terus gerak-gerak."

"Bisa kok dia masih kenal saya artinya ga terlalu mabuk, saya sudah pernah melakukannya, ayo sini buruan gantian, dokternya mau datang juga kan."

"Yakin non?"

"Iya pak, sudah bapak tenang aja."

"Yaudah hati-hati ya non." Dengan ragu lelaki kepala 4 yang biasa menangani Kelandru dan sering menjadi asistennya itu akhirnya keluar.

Rea mulai menarik tangan Kelan yang bertelungkup itu, "Awas aku mau tidur..."

"Ganti pakaian dulu, kau dari mana saja. Kenapa kau sangat berantakan."

"Gadis kurang gizi, itu kau?" Kelan sedikit mengangkar tubuhnya berusaha membuka matanya yang berat itu. "Semua ini karenamu."

"Kenapa aku kau yang membuat semua kekacauan." Rea tidak berhenti melepaskan kancing kemeja Keland.

"Kau... semua memang salahmu!" Kelandru terus saja meracau dengan bibirnya yang menyeringai.

"Kau dan dia penyebabnya bukan aku!" Rea kekeh tidak mau disalahkan, tidak peduli Keland berbicara meracau dan tidak sadar.

Rea sudah membuka seluruh pakaian Kelan menyisahkan hanya sebuah celana boxer dalaaman lelaki itu, lalu mulai mengusap tubuhnya dengan kain hangat kering.

Tubuh Kelan terlonjak mendapatkan sentuhan air, "Panas..." Racau Keland lagi.

"Hanya sedikit, kau dari mana saja? Kenapa suka sekali membuat orang lain khawatir, maksudku orang tua dan keluargamu."

"Badanku tidak enak, aku mau tidur...."

"Tunggu di bersihkan dulu setelah itu memakai baju..."

"Nanti saja aku mau tidur, kepalaku seperti akan pecah-- ayo tidur, sudah malam!" Keland berbalik badan menarik Rea.

"Keland!"

"Sebentar aja."

Ia semakin menaik Rea yang sudah di posisi tidak nyaman separuh tubuhnya yang duduk dipeluk laki-laki itu.

"Kelandru lepasin aku!"

"Kepalaku sakit--" Kelan enggan melepaskan malah nyaman memeluk Rea. "Ayo tidur matikan lampunya." Kelandru meraih wajah Rea lalu ia usap.

Kembali terulang hari dimana laki-laki ini demam dan minta tidur dipelukan Rea. Rea merasa kasihan menatap wajahnya yang memejam, dia tampak tidak menyebalkan jika tidur. Rea pun menurut, mulai merebahkan dirinya disebelah Kelan, lalu menarik sebuah selimut menutup sebagian tubuh Keland yang terbuka.

Rea menatapi wajah yang terlelap nyaman memeluknya itu, sejujurnya Keland tidak terlalu buruk, dia juga tidak jadi membuat hubungannya dengan Sania hancur, malah Rea sendiri yang muak dan menentang Sania.

"Kau dari mana semalam? Kau yang membuat banyak bekas di leherku bukan?"

Rea bertanya pada makhluk yang tidur itu, lalu mengulum senyum mengingat lelaki ini pernah seperti ini sebelumnya, lalu tiba-tiba paginya dia sehat menariknya ke air lalu menggendongnya untuk melihat ikan-ikan cantik.

"Kau menyebalkan," Mainkan Rea bulu mata lentik Keland, "Kau ingin membalas dendammu kepada Sania? Ayo aku bantu-- setelah itu ceraikan aku, kau tahu aku masih punya banyak mimpi yang ingin kuraih, aku anak satu-satunya yang kedua orang tuaku punya bagaimana bisa aku tidak menjadi apa-apa."

Kelandru tidak lagi meracau, ia tidur dengan tenang seperti bertemu pawangnya, hingga tidak lama Rea yang memang tukang tidur saat menemukan bantal dan tempat merebahkan badan yang pas pasti tertidur.

***

2 jam berlalu, dokter keluarga yang biasa menangangani anggota keluarga Kelandru datang. Fenita masuk ke kamar tamu dimana Kelandru berada itu, seketika wanita paruh baya itu terkesiap, Kelandru masih belum berganti pakaian malah sekarang tidur memeluk Rea yang bertubuh kecil itu.

"Oh Tuhan. Dokter tunggu jangan masuk dulu!" Fenita panik, beruntung dia yang lebih dulu membuka pintu dan masuk kedalam. Fenita kembali menutup pintu dan berjalan menghampiri keduanya.

"Reaa, Kelandru! Reaaa...."

Keland terjaga ia menggeliat sembari mengusap kepalanya. "Hemm ma?"

"Keland itu dokter yang akan memeriksa kamu datang, Rea yang mau bersihkan kamu kok jadi ikutan tidur."

Kelandru melihat Rea yang tertidur sangat pulas, ia sedikit lebih waras setelah tidur, "Dokter memeriksa aku untuk apa?" Tanya Keland masih memicingkan matanya.

"Kamu demam, coba sini mama periksa!" Fenita memeriksa dahi putranya, "Ah masih masih hangat tapi sudah berkeringat, pakai baju kamu dokter akan memeriksa."

"Hemm diluar aja ma," Keland tidak tega membangunkan Rea, apa lagi membuat orang lain melihat dia tidur seperti itu.

"Ya sudah ayo turun hati-hati."

Di luar sana Keland diperiksa oleh dokter itu, Keland demam sebab kurang tidur dan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, dia juga diminta mengurangi menghisap rokok, tapi bukan Keland jika tidak mengudarakan asap rokoknya.

"Dokter saya mau tanya, apakah tidur sebuah penyakit?"

"Teori dari mana itu? Makhuk hidup tentunya membutuhkan tidur."

"Jika tidur bisa hingga 24 jam lalu setiap bersandar tidur, apakah itu juga benar?"

"Kau membahas siapa? Kekasihmu itu bukan urusanmu mau dia tidur satu abad atau sewindu bahkan hingga manusia bangkit bersama dari alam kubur juga bukan urusanmu."

"Menantu mu, itu Reana lihat dia tidur sepanjang hari ma." Kelandru memijat kepalanya yang masih terasa pusing karena alkohol yang di konsumsinya.

"Reaa?"

"Bukan aku yang sering menyiksanya disana tapi dia, menghilang seharian ternyata tidur di bawah kolong resort."

"Hemm, mama lebih suka kau tersiksa oleh Reana ketimbang dia, ya sudah sana kembali beristirahat."

"Dimana Sagara?"

"Kenapa mencari dia?"

"Tidak ada."

"Ada apa Kelandru, kenapa kau mengata-ngatainya tadi dengan mengatakan gay, pria jelek dan segala hal, apa masalahmu dengannya?"

"Tidak ada, sudahlah aku akan tidur lagi."

"Sagara tempo hari pernah cerita dia menyukai seorang gadis anak dari seorang bidan di kota Semarang kalau nggak salah, huh mama harap itu bukan orang yang sama."

Kelandru yang akan berlalu seketika berbalik badan, "Apa?"

"Apa? Pergi sana istirahat." Fenita mengibas kipasnya pergi dari sana.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
bagus ceritanya 😍
RithaMartinE
semangat Rea 🤗🤗
RithaMartinE
kurang ajar emng si keland 🤣🤣
Praba Tini LA
terimakasih cerita bagusnya.
dee
keren ceritanya.. gemessss sama Kelan..
Laily
jangan d.hapus dong kak payung 😔
Abdul Hamid Rasyid Dly
Mbak ceritanya bagus lho
adakah karya author yg lain
Yulia Aziz
lhoooo.... kok langsung tamat 😌
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
Nadira Anggraini
untung q dah baca...pdhl cerita na bgus ..konflikna ringan dan yg pasti semgat wt otorna...semoga da karya baru lain.na dri otor teteh payung hujan...lovu😗
Nadira Anggraini
aduch...ternyata reana borok (tibo ngorok)...
Nadira Anggraini
butuh bantuan kak? q siap kok wakilin para readers wat ngomelin si kalandru...sedia 24jam..😁
Wiwin Cibby
happy ending
love kak
LenidewiLestari
jangan di hapus kak, ini critanya bagus lho.. semangat
Atun TuchiZhama
happy ending 😘😘
Umi Ningsih Mujung
❤️❤️
epyi⸙ᵍᵏ
ehh udah tamat☹️
Atun TuchiZhama
hahaha gol
Atun TuchiZhama
Ah sedappp 😂😂
Atun TuchiZhama
hihihi kesian kamu keland 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!