Aira, siswi pindahan dari Surabaya yang mampu mengaduk-aduk hati Rafka. Cowok berandal itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sial memang saat cewek incarannya ternyata saudara kembar musuh bebuyutannya. Semakin rumit karena Aira menaruh hati pada kakak laki-laki Rafka.
Mampukah Rafka memperjuangkan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Aira buru-buru mendorong Rafka yang sedang lengah sampai cowok tampan itu jatuh tersungkur. Sang gadis berlarian buru-buru membuka pintu.
"Iya, Bi. Nanti kita nyusul," kata Aira setelah membuka pintu.
"Ya, sudah kalau gitu bibi permisi dulu, Non."
"Iya Bi. Makasih ya."
Rafka yang sedari tadi bengong karena didorong Aira, kini mendekati istrinya itu. Ia mendekap wanitanya itu dari belakang dengan mesra.
"Kita lanjut yang tadi ya, Ay," bisiknya. Lalu, Rafka membalik tubuh Aira.
"Apanya?" tanya Aira sambil senyum-senyum. Sebenarnya ia sangat tahu maksud pembicaraan Rafka, hanya saja ia terlanjur malu untuk mengatakan iya.
Tanpa banyak basa-basi, Rafka langsung mendaratkan ciuman di bibir Aira. Mula-mula hanya saling menempel, lama-lama Aira membuka mulut dan Rafka langsung menyesap bibir bawah Aira. Rasa manis itu membuat Rafka takjub, ia menyesap dan terus menyesap.
Sampai tiba-tiba suara pintu terbuka membuat ciuman mereka terlepas. Pintu yang terbuka itu pintu kamar Abi dan pemiliknya baru saja keluar. Untung saja ciuman Aira dan Rafka sudah terlepas.
"Ngapain kalian bengong di sini? Nggak mau makan?" tanya Abi.
"Iya ini, mau turun Bi." Aira yang menjawab dengan sedikit gugup.
"Hem, kalian juga cepetan turun!" Abi berlalu lebih dulu, menuju tangga yang menghubungkan lantai kamar mereka dengan lantai bawah.
Rafka menatap Aira dengan senyum, sedangkan Aira memilih menunduk menyembunyikan senyum sekaligus menghindari tatapan suaminya yang baru saja mencuri ciuman pertamanya.
"Cie malu-malu, udah yuk makan, nanti senyum-senyum terus pipi kamu kram loh!" Rafka menggandeng tangan Aira.
"Apa sih Raf, siapa yang senyum-senyum?" elaknya. Aira menurut dan mengikuti langkah Rafka yang menuntunnya sampai ke tangga.
*
*
*
Hari kelulusan telah tiba, Rafka si bocah berandalan itu membuat kehebohan di sekolah, karena tiba-tiba namanya berada di urutan rangking sepuluh jumlah nilai ujian tertinggi dalam satu sekolah, sementara Aira mendapat urutan kelima.
Beberapa murid berkumpul di depan mading untuk melihat nilai mereka. Rafka sendiri sampai bengong melihat namanya. Berkali-kali ia mengucek mata untuk memastikan penglihatannya tidak bermasalah.
"Wah, lo pakek ilmu apa Raf, bisa tiba-tiba meroket masuk sepuluh besar?" tanya Deni sambil menatap temannya dengan kagum.
"Nggak tau, seinget gue ada beberapa soal yang nggak gue ngerti maksudnya. Gue jawab A aja semuanya, karena di otak gue cuma ada Aira," jawab Rafka dengan entengnya.
Rendi yang masih mencari urutan namanya hanya milirik sekilas Rafka dan Deni.
"Kampret lo, emang A itu Aira, bisa aja Abidin noh, tukang kebon." Deni menunjuk tukang kebun sekolah yang kebetulan tengah bersih-bersih tak jauh dari mereka.
Rafka terkekeh, lalu berkata, "Gue udah sama Aira, lo aja sama Abidin, si jomblo akut."
"Ora sudi!" jawab Deni.
"Ren, gimana lulus nggak?" tanya Rafka yang kini beralih pada sahabatnya yang masih sibuk dengan deretan tulisan di dinding.
"Ya lulus lah, semua juga lulus kan, tapi nilai gue datar banget." Rendi mundur dari papan mading, diikuti Deni dan Rafka yang juga ikut mundur.
"Berapa nilai lo?" tanya Rafka dan Deni kompak.
"Sembilan semua nggak ada yang sepuluh."
Rafka dan Deni kompak menoyor kepala Rendi. "Satu jurusan KR yang dapat paling bagus elo be*go," ucap Deni.
Saat Rafka, Rendi, dan Deni masih asik tertawa bahagia karena lulus. Aira, Keila dan Vanya lewat di hadapan Rafka, membuat cowok berambut pirang itu mengamati istrinya yang hanya memberi salam lewat senyum terindahnya. Gadis itu tetap berjalan bersama teman-temannya, disusul beberapa teman sekelas Aira yang juga ingin melihat hasil ujian mereka.
"Raf, lo udah nikah, tapi lihat binik lo masih kayak gitu, lo beneran bucin apa gimana sih?" tanya Deni penasaran saat melihat Rafka hanya senyum salah tingkah saat melihat Aira.
"Gue jadi bayangin muka si kambing pas buka baju Aira, itu muka pasti beneran kayak kambing congek, be*go-be*go gimana gitu," Rendi menyahut diiringi suara tawa yang menggelegar, dan Deni pun ikut tertawa.
"Gue belum pernah buka baju dia, masih utuh."
"What?" Rendi dan Deni berteriak bersamaan.
🦋🦋🦋🦋
Mas Rafka masih perjaka kok, aku masih belum rela kalau stok perjaka menipis 😅😅😅😅
Maaf terlambat, lagi sibuk cari obat dan suplemen 🥲🥲🥲 biar bisa update lagi, Istri Big Boss aja aku belum bisa nyentuh naskahnya 😅😅😅 Mohon maaf ya, bukannya males, tapi susah bagi waktunya buat hari ini 🥲 Semoga tetep sabar nunggu ya 😘😘😘