"Oh My God!! Pasti aku bermimpi, siapa pria tampan itu? Kenapa mukanya mirip sekali dengan aktor idolaku, Luhan?"
"Sebaiknya jaga matamu, Cinta Su!!"
"Doakan saja semoga hatiku tidak goyah, lagipula siapa yang bisa menolak seorang Tuan Muda dari keluarga kaya raya, apalagi wajahnya sangat tampan dan mirip idolaku, Luhan. Bukankah kita sebanding, apalagi banyak yang mengatakan jika aku mirip dengan Jessica Jung!!"
Cinta adalah putri bungsu dari keluarga "Su" sejak kecil dia jatuh cinta pada seniornya yang bernama Steven, namun kedatangan pria tampan dari keluarga Qin menggoyahkan perasaan Cinta untuk sang senior.
Cinta terjerat pesona dan kelembutan si Tuan Muda yang terkenal dingin dan arogan. Mampukah Cinta mempertahankan perasaannya pada Steven, atau justru dia benar-benar berpaling pada Aiden?
Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salju Pertama
Bulan Desember...
Adalah bulan yang sangat menyenangkan. Salju turun dengan menampakkan kristal-kristal putihnya yang indah.
Kebanyakan orang pasti akan menghabiskan waktunya di rumah, menghangatkan diri mereka masing-masing, atau bersantai dan menikmati teh hangat di depan perapian. Tapi tak sedikit pula yang memilih berada di luar rumah untuk menunggu datangnya salju pertama.
Tap...
Cinta menghentikan langkahnya saat melihat sebuah benda putih bak kapas namun terasa dingin bila disentuh jatuh di permukaan kulitnya.
Kemudian dia mendongak, ribuan bahkan jutaan benda yang sama terlihat berjatuhan dari langit malam yang gelap. Salju pertama turun dengan anggunnya.
Membuat warga kota yang hidup di negara 4 musim berbondong-bondong menyambutnya, dengan berdiri di bawah langit sambil menadahkan kedua tangannya.
Musim dingin, adalah salah satu musim yang paling Cinta tunggu kedatangannya selain musim semi. Karena musim dingin selalu meninggalkan banyak cerita untuknya, baik itu sedih maupun bahagia. Dan di musim dingin pula dia dilahirkan ke dunia.
Cinta menoleh saat merasakan sesuatu yang hangat jatuh di atas bahu kecilnya. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat sosok tampan yang berdiri menjulang di belakangnya.
"Kak Ai. Lihatlah, salju perta sudah turun. Bukanlah sangat indah?" Ucap Cinta pada sosok tampan itu.
"Ya," jawabnya singkat.
Aiden memeluk Cinta dari belakang, mencoba menyalurkan rasa hangat melalui dekapannya. Dia tau jika wanitanya ini sangatlah kedinginan, mengingat jika pakaian yang dia kenakan sangat kontras dengan udara malam ini.
"Kaka Ai, kau tau, ini adalah musim dingin terindah yang pernah aku lewati dalam hidupku. Karena di musim ini aku tidak hanya sendiri, tapi ada kau yang menemaniku."
"Begitu pun dengan musim-musim yang akan datang. Aku akan selalu bersamamu dan memelukmu seperti ini, sampai kita sama-sama menua nanti."
Cinta melepaskan pelukan Aiden. Kemudian dia berbalik. Posisinya dan sang suami kini saling berhadapan. Wanita itu mengalungkan kedua lengannya pada leher suaminya. Bibirnya bergerak menuju bibir Aiden lalu menyatukannya.
Bibir mereka saling mel*mat dan memagut selama beberapa saat. Tangan Aiden memeluk pinggang ramping Cinta, sedangkan tangan satu lagi menelan tengkuknya dan memperdalam ciuman mereka.
Mereka berciuman di bawah untaian salju yang turun malam ini. Dan hal ini merupakan salah satu impian Cinta sejak lama. Berciuman dengan pasangannya ketika salju pertama turun. Dan di tahun ini dia bisa mewujudkan salah satu impiannya tersebut.
"Kak Ai, ayo kita ke sana. Sepertinya kembang apinya sudah mau di mulai." Ucap Cinta sesaat setelah Aiden melepaskan tautan bibirnya.
Setiap awal musim dingin tiba. Di kota selalu diadakan festival kembang api untuk menyambut musim yang datang setiap bulan Desember tersebut.
Dan inilah salah satu alasan kenapa Cinta ngotot mengajak Aiden untuk makan malam di luar. Dia tau jika Salju pertama akan turun.
Letupan kembang api mulai menghiasi langit malam. Membuat para warga bersorak gembira menyambut datangnya musim dingin, tak terkecuali Cinta.
Wanita muda itu terlihat begitu antusias, dia ikut menari dan berteriak bersama warga yang lain. Sedangkan Aiden memilih diam dan menyaksikan dari kejauhan.
"Kak Ai, kemari lah. Ayo kita menari dan bernyanyi bersama." Ajak Cinta membujuk. Aiden menggeleng. Dia menolak ajakan istri tercintanya ini.
"Kau saja."
Cinta mendecih dan menatap sebal suaminya ini. "Kak Ai tidak asik. Sudahlah!!" Kemudian dia meninggalkan Aiden begitu saja.
Salah satu warga menyerahkan sebuah mic pada Cinta dan meminta wanita itu untuk bernyanyi.
Awalnya Cinta ragu, tapi akhirnya dia mau juga. Dan lagu yang Cinta pilih adalah lagu berbahasa China berjudul A Little Happiness, yang kemudian Cinta nyanyikan dalam versi Inggris. (Kalau penasaran suara Cinta. Riders bisa dengerin salah satu lagunya Jessica Jung ya)
I hear the rain dripping onto the green grass field
I hear the far away sound of the school bell signaling end of class
Semua orang seketika bungkam saat suara lembut Cinta mengalun indah di telinga mereka. Membuat suasana di sana hening seketika, semua orang terbuai oleh suara Cinta. Termasuk Aiden.
Semenjak mengenal Cinta dan hidup bersamanya, ini pertama kalinya Aiden mendengar suara wanita itu ketika sedang bernyanyi. Dan Aiden tidak menyangka jika istrinya memiliki suara seindah itu.
People naturally forget,
Who it is in the wind and rain, always silently watching over them from the original place
As it turns out, you are the fortune that I want the most to keep
Bait demi bait Cinta nyanyikan dengan penuh perasaan. Membuat semua orang terhanyut dan terbuai oleh suara indahnya.
Cinta memang memiliki suara yang lembut dan indah, tidak salah jika dia di juluki sebagai Angel Voice ketika masih sekolah dulu. Bahkan suaranya tetap stabil untuk mencapai nada tinggi sekalipun.
And meet your destiny
She will be so fortunate.
Semua orang bertepuk tangan setelah Cinta menyelesaikan lagunya. Dengan malu wanita itu menghampiri Aiden yang menatap bangga padanya. Sepasang Biner nya bahkan masih menunjukkan kekaguman.
"Kak Ai, berhenti menatapku seperti itu. Kau membuatku malu."
"Kenapa kau tidak pernah bilang jika memiliki suara yang begitu indah?" Ucap Aiden masih dengan tatapan yang sama.
"Bakat bukan untuk dipamerkan, lagipula apa bagusnya memiliki suara yang indah jika hanya menjadi penyanyi kamar mandi."
"Kenapa kau tidak mencoba membuat album saja? Aku bisa membantumu,"
Cinta menggeleng. "Aku tidak mau, menjadi Artis dan terkenal itu sangat mengerikan. Lebih baik menjadi anak kuliahan dan istri yang baik saja."
Aiden tersenyum lebar. Jari-jari besarnya mengacak rambut panjang Cinta. "Baiklah terserah kau saja. Sudah larut malam, ayo kita pulang." Cinta mengangguk. Wanita itu memeluk lengan suaminya, dan keduanya segera meninggalkan kerumunan.
-
Steven turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah balkon kamarnya. Tidak ada yang salah pada tubuhnya, dia baik-baik saja. Dia tidak mengalami cidera yang serius apalagi sampai patah tulang.
Semua adalah permainan yang dirancang sendiri oleh Steven, untuk menarik perhatian Cinta. Dia berharap Cinta mau peduli dan kemudian menjenguknya. Tapi semua tidak seperti yang dia bayangkan.
Bagus Steven tidak jadi terjun bebas ke bawah, karena jika ia benar-benar melakukannya. Pasti Steven akan rugi besar.
Demi melancarkan rencananya, dia mengatur sebuah skenario yang sangat luar biasa. Bahkan luka dan memar yang ada di tubuhnya dia ciptakan sendiri, kemudian Steven turun dengan menggunakan tali kemudian berbaring di tanah seolah-olah dia terjatuh.
"Sial, harus dengan cara apa lagi supaya Cinta mau peduli padaku. Aiden Qin kau memang brengsek, jika bukan karena dirimu, pasti Cinta dan aku sekarang sudah hidup bahagia!!"
Steven menyeringai tajam. "Lihat saja, aku pasti akan mendapatkan Cinta dan memisahkan mu darinya. Karena Steven tidak pernah gagal!!"
-
Bersambung.