NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Serius

Indy dan Zidan telentang bersebelahan. Keduanya benar-benar mabuk. Tanpa diduga, Indy tiba-tiba melepas jaketnya.

"Kenapa kau mau saling adu lagi? Mau lepas-lepasan baju, hah?! Siapa takut?" Zidan mendadak melepas sweaternya dan kini dia tampak bertelanjang dada.

"Adu lagi? Oke!" Indy lantas melepas bajunya. Dia terlihat hanya mengenakan branya. Karena begitu mabuk, dirinya menjatuhkan diri ke ranjang.

Zidan terpaku menatap Indy. Dia merasa gadis itu terlihat begitu seksi dan lebih cantik saat berpenampilan begitu. Hingga akhirnya Zidan memposisikan dirinya ke atas badan Indy. Dia cium bibir ranum gadis tersebut.

Indi sama sekali tak melawan, sentuhan Zidan justru membuat perutnya merasakan kupu-kupu yang beterbangan. Alhasil dia balas ciuman Zidan. Mereka pun berciuman dengan panas.

Di sisi lain. Nathan dan Nabila berjalan bersama. Berlin di malam hari terasa berbeda, lebih sunyi, lebih jujur. Setelah meninggalkan klub, Nathan dan Nabila memilih berjalan kaki, menyusuri jalanan yang masih basah oleh sisa hujan sore. Lampu-lampu kota memantul di aspal, menciptakan kilau keemasan yang lembut.

Nabila menarik napas panjang. “Aku jarang keluar malam begini… tanpa pengawalan ketat, tanpa jadwal.”

Nathan meliriknya sambil tersenyum. “Dan tanpa kamera.”

“Dan tanpa kamera,” ulang Nabila, lalu terkekeh kecil. “Rasanya seperti mencuri waktu.”

Mereka berhenti di depan Brandenburg Gate yang berdiri megah diterangi cahaya lampu. Malam membuat bangunan itu tampak lebih intim, seolah hanya milik mereka berdua. Nathan berdiri di samping Nabila, menjaga jarak sopan namun terasa dekat.

“Kau dingin?” tanya Nathan.

“Sedikit.”

Tanpa banyak kata, Nathan melepas jaketnya dan menyampirkannya ke bahu Nabila. Sentuhan singkat itu membuat Nabila terdiam sesaat.

“Terima kasih,” ucapnya pelan.

Mereka berdiri memandangi gerbang itu, berbagi keheningan yang nyaman. Angin malam berhembus pelan.

“Aku sering datang ke tempat-tempat indah,” kata Nabila akhirnya. “Tapi rasanya selalu sama. Kosong.”

Nathan menoleh. “Malam ini?”

Nabila tersenyum tipis. “Malam ini berbeda.”

Mereka melanjutkan langkah menuju tepi Sungai Spree. Air mengalir tenang, memantulkan cahaya kota yang berkilau. Nathan bersandar di pagar besi, Nabila di sampingnya.

“Boleh aku jujur?” tanya Nathan.

“Boleh.”

“Aku takut perasaan ini,” katanya lirih. “Bukan karena kau… tapi karena aku merasa hidup lagi.”

Nabila menatap air sungai. “Aku juga takut,” akunya. “Aku sudah terlalu lama mati rasa.”

Nathan menoleh, menatap wajah Nabila yang diterangi cahaya lampu jalan. “Sumpah! Jantungku dari tadi jedag jedug dari tadi kayak gendang yang ditabuh," ungkapnya.

Nabila terkekeh geli. "Sekarang kau agak berlebihan. Tolong sadarkan dirimu kalau ini adalah kenyataan!" balasnya.

Nathan tertawa kecil. "Oke, oke."

Tak ada yang berkata lebih jauh. Nathan perlahan mengulurkan tangannya. Nabila ragu sepersekian detik, lalu menyambutnya. Jari-jari mereka saling mengait, hangat di tengah dinginnya malam Berlin. Mereka berjalan memasuki Tiergarten yang tenang. Lampu taman menyala temaram, dedaunan bergoyang pelan. Langkah mereka seirama, seolah tak ingin malam ini cepat berakhir.

“Kalau aku boleh berharap,” ujar Nathan pelan, “aku ingin lebih banyak malam seperti ini. Sederhana.”

Nabila tersenyum, menoleh padanya. “Aku juga.”

Mereka berhenti di bangku taman. Duduk berdampingan, bahu bersentuhan. Nabila menyandarkan kepala sesaat, lalu kembali tegak, gerakan kecil yang tak luput dari perhatian Nathan.

“Terima kasih sudah mengajakku pergi,” kata Nabila.

“Terima kasih sudah datang,” balas Nathan. “Dan mempercayaiku.”

Waktu berlalu tanpa terasa. Saat jam mendekati dini hari, mereka akhirnya berjalan kembali ke hotel. Di depan pintu, mereka berhenti.

“Malam ini… akan aku ingat,” ujar Nabila.

Nathan tersenyum hangat. “Aku juga.”

"Tak mau menciumku?" tukas Nabila.

"Aku akan buktikan kalau cintaku padamu itu tidak hanya karena nafsu," sahut Nathan.

"Kau sepertinya sangat serius? Kalau begitu, kau juga harus siap meninggalkan tunanganmu bukan?" Nabila menyelidik.

"Ya, itulah bagian tersulitnya." Nathan mendengus kasar.

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!