NovelToon NovelToon
Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahkontrak / Berondong / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pratiwi Devyara

Ini adalah lanjutan dan Berondong Bayaran, CEO Cantik Bagian pertama.

Setelah memilih melanjutkan pernikahan dan merobek kontrak yang pernah mereka buat. Keenan Arka Adrian yang berusia 22 tahun, serta istrinya Amanda Marcelia Louise yang kini telah berusia 32 tahun. Mereka sepakat menjalani biduk rumah tangga ditengah segala perbedaan yang ada.

Mampukah mereka mempertahankan rumah tangga yang telah dibangun dengan susah payah tersebut?. (Jangan lupa baca bagian pertamanya di "Berondong Bayaran, CEO Cantik)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Iklan

"Ka, mau iklan nggak?"

Mbak Arni menawari Arka di suatu siang. Saat itu Arka masih bekerja di kantor dan belum lagi mendapatkan istirahat makan siang.

"Iklan apaan mbak?" tanya Arka.

"Mie instan." jawab mbak Arni.

"Mereka butuh empat talent dan baru dapat tiga. Mau nggak?" lanjut wanita itu.

"Kalau nggak mau gue kasih Dion atau Robert." tambahnya lagi.

"Mau, mau." jawab Arka.

"Eh, budget berapa tapi?" tanya pemuda itu.

"Dua belas juta." ujar mbak Arni.

"Oh, oke."

"Deal ya, Ka. Mau gue bilangin nih ke orangnya. Jangan berubah pikiran."

"Iya, kapan sih gue pernah kayak gitu?" tukas Arka.

"Hehe, gue takut aja kayak yang lain. Kadang anak manajemen ini nyebelin. Yang gue suka cuma elo, Rio sama Robert. Kalian kalau dikasih job, budget berapa aja diambil. Jadinya gue seneng." ujar mbak Arni lagi.

"Yang penting ada duitnya, mau cuma lima ratus ribu juga gue ambil. Maklum bapak-bapak, mikirin tabungan pendidikan anak." ucap Arka.

"Hahaha, tapi nggak apa-apa sih, Ka. Namanya rejeki, jangan kebanyakan nolak. Nanti rejeki nggak mau datang lagi." ujar mbak Arni.

"Iya mbak."

"Ya udah, gue kabarin ke orangnya dulu ya."

"Iya mbak, thank you."

"Sama-sama."

Chat tersebut disudahi oleh mbak Arni. Segera wanita itu mengabarkan pada pihak yang bersangkutan, bahwa Arka mau menjadi talent dari produk mereka. Sementara Arka kini lanjut bekerja.

***

"Ka, ngonten."

Rio mengirim sebuah pesan horor yang amat dihindari serta di takuti oleh Arka. Sebab bilamana panggilan itu telah berkumandang, tidak ada yang dapat menolak.

Jika ditolak, Rio akan menggunakan jurus ngambek seribu bayangan. Ia akan menghilang, memblokir kontak dan tak akan mau bicara pada Arka selama tiga atau empat minggu.

Tetapi bila panggilan itu dipenuhi, akan ada saja idenya yang membuat Arka menjadi kesusahan. Ibarat buah simalakama, dituruti masuk jurang, tak dituruti hanyut di sungai. Semuanya jadi serba salah.

"Lo nggak istirahat dulu emangnya?. Nggak sayang dinding lambung?. tanya Arka.

"Minggu lalu lo makan Carolina Reaper, Ri. Walau cuma seujung gigitan. Ntar kalau lo tiba-tiba koit gara-gara makan pedes mulu gimana?"

"Ini nggak pedes, Ka. Ngereview makanan yang ratingnya buruk."

"Hah?. Maksud lo?"

"Itu yang jual makanan, ada ratingnya kan biasanya di google."

"Iya." jawab Arka.

"Nah kita akan mereview. Seburuk apa sih rasa itu makanan." ujar Rio lagi.

"Oh, oke." jawab Arka.

"Gue mah yang penting jangan pedes banget." lanjut pria itu.

"Iya, kali ini nggak. Gue janji." ujar Rio lagi.

Maka setelah pulang kerja, Arka menyambangi kosan Rio. Mereka memesan makanan dengan rating rendah atau buruk itu dari sana. Dengan menggunakan ojek online.

Ada cukup banyak jenis makanan yang di pesan. Mulai dari makanan ringan hingga berat, manis hingga asin dan sedikit pedas.

"Hai gaes it's me Rio Salim and welcome back di mukbang with Riri. Kali ini seperti biasa gue ditemani Keenan Arka dan kita akan mereview makanan dengan rating terendah."

Mereka diam sejenak untuk jeda intro.

"Nah tadi kita udah beli kan Ka, makanannya."

Rio bertanya pada Arka, agar di dalam video tersebut terdapat interaksi.

"Ya, kita udah beli beberapa dan semuanya itu ratingnya rendah. Kita akan lihat seberapa buruk sih rasa makanan ini. Atau sebenarnya enak, cuma yang beli sengaja memberi nilai buruk karena iseng." ujar Arka.

"Sangat kurang kerjaan ya, bro. Persis netizen." Rio menimpali.

"Dan mungkin aja yang beli dan memberi rating buruk itu memang adalah netizen." ujar Arka.

Ia dan Rio kini tertawa-tawa.

"Oke gaes untuk yang pertama, kita mau mereview corn dog choco ovomaltine." ujar Rio.

Ia dan Arka sudah memegang dua kotak berisi corn dog rasa coklat, yang mereka beli dari salah satu outlet.

"Corn dog ini ratingnya cuma satu koma gaes. Coba kita baca komentarnya dulu ya."

"Parah banget harusnya bilang dong kalau ukurannya segede otongnya anak bayi. Jangan kasih gambar gede terus di iming-imingi harga murah. Orang jadi ketipu."

Rio dan Arka saling bertatapan sambil menahan senyum.

"Ini tadi kita beli berapa, Ka?" tanya Rio.

"Lima ribu." jawab Arka.

"Coba kita buka ya." ujar Rio lagi.

"Sama-sama dong bukanya." tukas Arka.

"Oke, satu, dua, tiga."

Keduanya diam, lalu mereka sama-sama terpingkal-pingkal. Sebab corn dog tersebut berbeda ukuran dengan yang ada di dalam gambar. Bila di gambar ukuranya normal, seperti Korean corn dog pada umumnya.

Tapi setelah dibuka ukurannya sebesar sosis yang harga seribuan. Arka dan Rio tak henti-hentinya tertawa.

"Pantas aja lima ribu." ujar Rio.

"Segede spidol permanen" lanjutnya lagi.

"Oke kita akan coba rasanya." ucap Arka

Mereka pun mulai memakan corn dog tersebut secara bersama-sama pula.

"Biasa aja." Arka memberikan pendapat.

"Iya, nggak yang gimana-gimana." Rio menimpali.

"Cenderung enak ya, Ka?" tanya nya kemudian.

"Iya, cuma mungkin pelanggan kecewa sama ukuranya kali ya." Arka berkata dan mereka berdua kembali cekikikan.

"Ini enak loh." ujar Rio.

"Mungkin yang beli lagi kepengen banget corn dog kan. Biasa beli harga berapa sih biasanya?" tanya Arka.

"Enam belas ribu sampai dua puluh ribu ke atas lah." jawab Rio.

"Nah, biasa harga segitu tau-tau dapat yang harga lima ribu. Mungkin si calon pembeli ini antusias banget." ujar Arka lagi.

"Yoi, ekspektasinya tinggi tuh pasti." tukas Rio.

"Belum lagi gambarnya emang agak menipu." timpal Arka.

"Pas datang..." lanjutnya kemudian.

Ia mengangkat corn dog tersebut dan memperlihatkannya ke kamera.

"Pas datang segini gaes." ujar Arka.

Ia dan Rio kembali tertawa. Sebenarnya bentuk corn dog itu biasa saja, hanya saja imajinasi mereka yang luar biasa. Keduanya sama-sama memikirkan hal lucu ketika melihat corn dog coklat dengan ukuran kecil tersebut.

"Jadi gaes kesimpulannya. Rating makanan ini buruk bukan karena rasanya. Tapi pembeli merasa tertipu ukurannya." ujar Rio.

"Iya, disini juga rata-rata yang mengulas perihal ukuran." timpal Arka.

"Tapi gini loh, dengan lima ribu lo ngarep ukuran segede apa?" Rio kemudian bertanya kepada kamera.

"Tapi pedagangnya juga salah, Ri. Harusnya dia kasih foto yang real. Karena pembeli kadang logikanya nggak jalan juga."

Kedua sahabat itu kembali tertawa-tawa.

"Oke, next." ucap Rio.

Mereka pun mereview makanan yang kedua. Yakni seblak dengan rating yang juga rendah. Pada makanan kedua ini Arka dan Rio cukup serius, karena menyangkut soal rasa.

Rasanya yang hambar dan agak aneh menurut mereka berdua. Lalu mereka menyampaikan hal tersebut kepada subscriber Rio dengan jujur.

"Oke next."

Mereka mereview yang lain lagi, dan ini juga perihal rasa. Makanan yang kali ini rasanya lebih amburadul dari yang kedua. Namun disela-sela pembuatan video tersebut, Arka dan Rio tetap masih bisa tertawa-tawa. Selalu ada saja yang bisa mereka jadikan bahan bercandaan.

1
kalea rizuky
ini uda end kah
mamah wangda
💪💪💪
shesil
baru kemaren aq cerita ke suami: ada author bagus, tema novelnya ga pasaran, bahasanya juga enak tp sayang udh lama ga update². Moga² gapapa soalnya dia survivor cancer
Daaaan...sekarang author favorit aq update lagi. Senangnyaaa....Sehat² terus ya, kakak Dev...we love you 😍😍😍
Tri Soen: Alhamdulillah terobati kangennya baca novel ini tapj sayang si kembar belum muncul ...slalu sehat dan tetap semangat nulis novel nya ya 💪🤗
total 2 replies
Risma Wati
gmana kabarx dek devyara???semoga sehat dan panjang umur,d mudahkan oleh Allah dlm berkarya🙏
Devyara (IG : oh_ya_ra): Hai kak, long time no see. Aku baik-baik aja, semoga kakak juga baik-baik aja ya disana..
total 1 replies
Evitha Junaedy
cieeeeee Rianti..
Evitha Junaedy
akhirnya up jg mksih🙏
Sulfia Nuriawati
kpn up lg nih thot dr thn² kmrn g tamat² karna jrng up, jd crta nya gmn? gantung gini
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya bunda, ini lagi mula menyelesaikan satu persatu
total 1 replies
Fia11
up lagi kak dev 😍😍😍
Fia11
pokoknya ditunggu up selanjutnya 😘😘😘
Sulfia Nuriawati
blm end kan? tp udah tahunan g up lg kmn ni thor??? gmn ni crta pdhal bgs lho, d tggu y up nya
Laili Dwi Agustina
KAPAN UP LAGI
Lilik Rudiati
Alhamdulillah up lagi
Laili Dwi Agustina
sehatkah devyara??gimana kabarnya??
Laili Dwi Agustina
sehatkah devyara??gimana kabarnya??
Yuliana Purnomo
Alhamdulillah Thor,, Akir nya up juga,, thanks 🙏
Devia
satu tahun baru update kak
sehat sehat kak author
Opi Sofiyanti
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
La Rue
kangen si kembar
Syarifah Komsiyah
berapa kali bulan purnama thor menghilang, tp tak apalah semoga sehat, lancar rejeqinya, lancar upnya. sampai lupa ceritanya, lanjuuuutttt
Nurul Istiqomah
menunggu update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!