NovelToon NovelToon
Jodoh Untuk Abang

Jodoh Untuk Abang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!!
Membaca novel ini bisa menyebabkan diabetes akut saking manisnya, juga penuh kebaperan dan ke uwuwan yang hakiki. Jadi disarankan untuk nggak terlalu menghayati.

Arya dan ketiga adik perempuannya menjadi yatim piyatu di usia mereka yang sangat muda. Pria itu bahkan harus menjadi tulang punggung sekaligus orang tua bagi mereka bahkan ketika dirinyapun masih membutuhkan perlindungan.

Namun waktu dan pengalaman membuatnya kuat dan terbiasa mandiri. Menjadi pelindung bagi ketika adik perempuan, menjaga mereka dari apapun yang terjadi.
Dia selalu mengutamakan kepentingan keluarganya, mendorong adik-adiknya untuk menggapai cita-cita dan kehidupan yang lebih baik. Hingga Arya melupakan dirinya sendiri, bahkan di usianya yang semakin matang dia enggan untuk memikirkan kehidupan pribadinya.

Keberadaan Vania yang selalu terlibat dalam segala urusan keluarga membuatnya terbiasa. Walaupun perselisihan sering terjadi diantara mereka berdua, karena perbedaan usia dan kepribadian, namun nyatanya malah semakin menumbuhkan benih-benih cinta dihati keduanya.

Tapi apakah perbedaan usia itu akan menghalangi mereka untuk bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Raja

🌺

🌺

Melly tertegun selepas kepergian Harlan bersama Raja, setelah Vania menjawabnya dengan alasan meminta waktu, dan mendengarkan putrinya itu berbicara panjang lebar mengenai dirinya dan perjodohan yang telah mengikatnya sejak usia dini.

Dan perempuan itu terkejut ketika mengetahui fakta bahwa anak gadisnya itu telah menjalin hubungan dengan pria lain.

"Vania, ... kenapa kamu tidak membicarakannya kepada ibu?" dia buka suara.

"Aku mencoba. Hari ini aku mau bicara, tapi ibu sudah membuat keputusan sebelah pihak."

"Lalu apa yang harus ibu lakukan? pak Harlan pasti kecewa jika kita membatalkan perjodohan ini, ...

Vania menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi. Pikirannya jelas terasa kalut, dan dia tak tahu apa yang harus dilakukan, sementara Arya telah pergi meninggalkannya, mengingkari janji yang diucapkannya sore tadi sebelum pertemuan yang tak diduga tersebut.

"Kamu mau kemana?" dia bertanya saat gadis itu bangkit.

"Aku mau nemuin bang Arya, dia udah janji mau melakukan sesuatu soal ini." jawabnya, yang kemudian segera pergi mengendarai motor maticnya membelah jalanan kota yang mulai ramai pada hampir malam itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rumah berlantai dua itu tampak sepi dengan cahaya temaram di teras. Namun mobil yang terparkir di pekarangan menunjukan bahwa penghuninya ada di dalam sana.

Dia turun untuk memeriksa pintu pagar setinggi dada orang dewasa itu yang ternyata tidak terkunci. Lalu masuk dengan mendorong motor maticnya yang kemudian dia parkirkan di dekat mobil.

"Abang?" Vania mengetuk pintu.

Tak ada jawaban.

"Abang? buka pintunya, aku mau bicara!" ucapnya lagi.

Masih tak ada yang menjawab.

"Abang?" dia setengah berteriak. Sedetik kemudian pintu dibuka dari dalam, dan wajah Aryalah yang muncul pertama kali.

"Aku ... mau bicara." katanya dengan suara lemah.

Arya menghembuskan napas berat, kemudian dia membuka pintu lebar-lebar.

Vania masuk ketika pria itu berbalik, melangkah menuju tempat duduk ditengah ruangan.

"Abang malah pergi ..." Vania memulai pembicaraan. "Abang bilang mau melakukan sesuatu, mau bicara sama ibu. Tapi abang malah pergi?"

"Itu ... Pak Harlan." Arya buka suara.

"Memang." Vania dengan wajah memelas.

"Pak Harlan dan Raja." ucap Arya sambil menjatuhkan tubuh tingginya di sofa.

"Iy, terus masalahnya apa?" Vania duduk disampingnya.

"Raja yang mereka jodohkan dengan kamu."

Vania mendengus, kini dia mulai tidak menyukai kata-kata itu.

"Pak Harlan itu atasan abang, dan Raja adalah anaknya."

"Aku tahu itu, terus masalahnya dimana?"

Arya terdiam.

"Bang?"

"Dia, ... atasan abang, dan sudah membantu abang melakukan banyak hal. Terlebih lagi Raja ...

"Omong kosong! abang nggak ada bedanya sama ibu. Selalu memikirkan orang lain dari pada kepentingan sendiri."

"Apa kamu tega membuat orang terdekatmu merasa kecewa?" Arya berujar.

"Kecewa karena kita memiliki pilihan sendiri?" Vania menegakan tubuhnya.

Arya kembali terdiam.

"Bang ...

"Abang harus memikirkan cara yang tepat untuk berbicara kepada Pak Harlan."

"Abang mau bicara sama Om Harlan?" Vania yang matanya mulai berbinar.

Pria itu mengangguk.

"Aku ikut." Vania berdiri.

"Tidak usah, ... biar abang saja." Arya mendongak.

"Tapi aku harus mejelaskan sesuatu sama Om Harlan, takutnya nanti dia salah faham sama abang."

"Tidak usah. Pak Harlan bukan orang seperti itu. Dia adalah orang paling pengertian yang abang kenal." Arya pun berdiri.

"Abang yakin?"

Dia mengangguk.

"Sekarang, pulanglah. Sudah malam." Arya melirik jendela, dimana suasana sudah menggelap diluar sana.

"Abang ngusir?" Vania mendongak.

"Bukan ngusir, kamu memang harus pulang. Masa mau menginap disini?" Arya sedikit terkekeh melihat ekspresi gadis di depannya.

"Ng ...

"Pulang sana!" ulang pria itu.

Vania masih terdiam.

"Vania, ... pulang!"

"Huh! dasar nggak peka. Punya pacar gini amat ya?" gadis itu bersungut-sungut. Namun tak urung juga dia menurut, keluar dari rumah itu, dan kembali mengendarai motornya untuk pulang seperti yang di perintahkan Arya.

🌺

🌺

Pria itu berjalan menuju ke ruangannya dilantai atas gedung, dia berhenti saat bertemu dengan Cindy di lorong setelah lift.

"Pak?"

"Ya, hari ini saya ...

"Ada Pak Harlan dan Pak Raja, di ruang sebelah ruangan bapak."

"Oh ya?"

"Hari ini Pak Raja memutuskan untuk bekerja disini." lanjut Cindy.

"Benarkah?"

"Iya Pak. Mereka belum memberi tahu bapak?"

"Belum." Arya menggelengkan kepala.

"Kebetulan, sebentar lagi ada rapat dadakan. Mungkin akan ada pengumuman juga."

"Hmm ...

"Saya siapkan semuanya dulu pak." Cindy berpamitan.

"Baik."

Dan arya berjalan ke ruangan yang ditunjuk oleh perempuan itu. Dimana Harlan dan Raja berada, dari kejauhan saja sudah terdengar suara mereka yang tengah bercakap-cakap.

"Tidak ada hubunganya dengan ini, Raja!"

"Omongan Papa tuh udah basi, selalu beralasan. Kenapa kalau misal aku mau disini? Apa karena ada dia? Papa takut aku merebut hak anak emas Papa?" suara Raja terdengar bercampur amarah.

"Jaga ucapanmu! kalau ada orang lain yang mendengar bisa menyebabkan kesalah fahaman." Harlan menjawab.

"Emang faktanya begitu kok. Dia kan memang anak emas Papa? lebih dari anak kandung Papa sendiri. Atau jangan-jangan, dia juga anak Papa ya? dari perempuan lain sebelum Mama?"

"Raja! kenapa semakin hari ucapanmu semain ngelantur saja?" Harlan berteriak.

"Ya gimana nggak ngelantur? sikap Papa juga semakin hari semakin ngelantur? nganggap orang lain kayak anak sendiri, sementara anak kandung sendiri diperlakukan kayak orang lain."

"Dari segi mana Papa memperlakukanmu seperti orang lain? kamu mendapat semua fasilitas yang Papa punya, segalanya kamu nikmati tanpa pengecualian. Kamu memiliki semua kemudahan yang tidak orang lain miliki. Sementara dia ...

"Alah, ... omongan Papa selalu kayak gitu! dia mungkin bisa saja merebut Papa dari aku, dan aku nggak akan peduli lagi. Tapi untuk yang satu ini, aku nggak akan membiarkan dia merebutnya juga. Nggak mungkin! udah cukup kasih sayang Papa yang dia rebut."

"Tidak ada yang merebut kasih sayang Papa darimu, kamu sendiri yang selalu menjauh!"

"Ya, setelah aku tahu siapa orangnya yang selama ini merebut perhatian dan kasih sayang Papa dari aku dan Mama. Aku menjauh, karena tahu ada orang lain disana, yang menjadi prioritas Papa, selain aku dan Mama."

Arya menempelkan punggungnya pada dinding di sebelah pintu yang sedikit terbuka. Dengan kepala yang menengadah keatas, menatap langit-langit lorong dengan pikirannya yang melayang entah kemana.

Kesalahfahaman masih saja terus menjadi duri dalam hubungan ayah dan anak itu, ditambah kini, keberadaan Vania diantara mereka yang memperburuk keadaan.

Seperti yang diucapkan Raja, tentang dirinya sebagai tersangka yang telah merebut segala hal, dan kini ditambah lagi dengan masalah Vania yang sudah dipastikan juga akan menjadi masalah tambahan yang akan semakin membuat Raja salah faham.

Pria muda itu memang tak bisa menerima kenyataan setelah dia mengetahui kedekatan antara dirinya dan Harlan, yang memang telah melakukan banyak hal untuknya. Memberikan banyak kesempatan yang tidak bisa didapat dengan cara biasa.

Ditengah kesulitan hidup yang menghimpit Arya waktu itu, sosok Harlan menjadi penerang dan menuntunnya kepada jalan kemudahan. Memberinya kesempatan untuk meraih pendidikan lebih disaat dirinya masih sebagai pegawai rendahan, dan mebantu apa yang perlu dia bantu. Meski Arya kerap kali menolak, namun Harlan dengan gigih memberikan bantuan untuk keluarga yang sudah tak memiliki orang tua itu. Membuat dia mampu mencapai segala hal yang didapatkannya kini. Hingga berhasil mengantarkan ketiga adiknya, pada kehidupan yang lebih baik.

Namun Raja menganggapnya sebagai tindakan diluar akal sehat, dan malah membuat kesimpulan jika sang ayah telah melakukan hal buruk dibelakang ibunya.

Arya hampir saja meninggalka tempat itu ketika dua pria di dalam ruangan keluar dengan tergesa.

"Arya?" suara Harlan yang pertama menyapa.

"Pak?" Arya mengangguk.

"Dih, panjang umur bener? baru di omongin?" Raja mencibir.

"Raja!" Harlan menghentikan kalimat yang mungkin saja akan keluar dari mulutnya.

"Selamat Bang, dapat dukungan penuh dari Papa tercinta." Raja mendekat. "Tapi jangan seneng dulu, aku kesini juga lagi bawa misi." dia bersedekap di depan Arya. Lebih seperti tengah menantang pria yang tingginya hampir sama dengannya itu.

"Mulai hari ini sebagian aku ambil alih. Tapi tenang, Abang masih aman di posisi semula, yang penting jangan mengusik aku." katanya, kemudian pergi.

🌺

🌺

🌺

Bersambung ...

Apa lagi ini?

cuma mau ngingetin, kalau abis baca itu minimal klik like, soalnya itu berpengaruh buat otor. satu eps bisa lebih dari 10k yang baca tapi yang like kurang dari dua ribu lho. asli, like dan komen itu bisa ningkatin popularitas dan mood otor dalam menulis. Dan nambah pendapatan juga, kan bacanya gratis. 😬

so, like dan komennya ditunggu banget ya gaess.

lope lope segudang.😘😘💖

meet Kak Raja

1
NeNaNa Zeyeng
keren seperti buku2 yg lainnya /Smile/
Nova Yuliati
keren ceritanya
Nayy
halalin adek baaaaaangggg 😍
Nayy
laaah aku kan juga ikut senyum bang😍
Ruwi Yah
luar biasa
Ulil Baba
kok ngono bentuk e,,Iyo Van 🤣🤣🤣
Bastian Sipahutar
keren ceritanya
makasih thor
Bastian Sipahutar
tegang aku
Bastian Sipahutar
thor..ah
kenapa
Bastian Sipahutar
luar biasa/Drool/
Bastian Sipahutar
pas lg di kasur..ikut guling guling jg bacanya sambil senymum senyum
keren thor
May Keisya
Vania nurut aja ma suami😂
May Keisya
tau aja🤣
aroem
bagus
Laili Dwi Agustina
semua poin cerita bagus realed Ama kehidupan sehari-hari /Smile/
Laili Dwi Agustina
ada sekuel untuk novelnya abidzar gak??
Dwisur
Alena g pengertian ya drmu
Dwisur
selamat sukses buang bang Arya kamandanu
Dwisur
semangat ya bang Arya , orang baik akan sll mendapatkan kemudahan dari Allah
Dwisur
raja sok banget kamu yaa, jelas cakepan babang Arya lah, Vania lanjut perjuangan kan bang Arya kamandanu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!