Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Bantuin Mila merapihkan baju-baju yang akan dibawa ke Balikpapan karena selama satu tahun Farhan akan tinggal jauh dari istrinya karena pekerjaan disana lagi banyak, membuat dirinya harus memprioritaskan pekerjaan disana dari pada pekerjaan yang ada di kantornya, melihat obat-obatan yang disiapkan Mila untuk dibawa Farhan selama kerja jauh dari rumah.
"Apa aku boleh ke Balikpapan Mas jika Mas libur kerja?" tanya Mila pelan karena tahu suaminya lebih banyak sibuk sendiri dengan laptopnya.
"Kalo kamu tidak bosan aku tinggal tidak masalah sayang, aku sengaja tidak ajak kamu takut kamu bosan di apartemen sendirian seharian, karena aku beneran super sibuk disana dan lihat jadwal kerja aku saja kerja dari pagi sampai malam jam delapan termasuk melihat proyek yang lagi berjalan disana." ucap Farhan sambil sibuk memperhatikan laptopnya setelah selesai melihat kotak obat yang disiapkan Mila.
"Masa bosan temani suami kerja Mas, kan ada hari Sabtu dan Minggu kita bisa jalan-jalan menikmati kota Balikpapan Mas." lanjut Mila sengaja karena jujur rindu diajak jalan bareng Farhan, semenjak menikah Farhan sama sekali tidak pernah ajak jalan berdua bahkan hari libur pun dipakai untuk bekerja tanpa mengenal istirahat sama sekali.
"Lihat nanti sayang." lanjut Farhan tidak janji.
Kesibukannya membuat dirinya tidak berani janji ajak jalan takutnya tidak jadi akhirnya membuat perempuan yang dicintainya sedih karena batal diajak jalan berdua.
Jawaban yang sama diberikan Farhan, dikira perjalan jauh membuat Farhan bisa meluangkan waktu liburan bersama tapi ternyata sama saja suaminya sulit diajak jalan bersama.
Selesai bantuin suaminya merapihkan barang bawaannya, Mila memilih jalan ke dapur untuk membuat kue dari pada berlama-lama didalam kamar karena diabaikan suami yang sibuk sendiri tanpa peduli akan kehadiran dirinya.
**
Mengambil kesempatan masuk kedalam kamar Farhan setelah melihat Mila jalan menuju dapur, membuat Gendis berusaha menghasut Farhan untuk larang Mila jualan karena cuman membuat malu keluarga karena temen-temennya yang melihat Mila jualan memberikan respon negatif melihat kegiatan adik iparnya setiap hari.
"Mau sampai kapan perempuan kampung itu tinggal disini, lima bulan gue dan yang lain nahan malu loh denger protes jelek dari temen gue, mereka bilang masa istri Bos besar jualan kue keliling memangnya Farhan tidak memberikan nafkah apa buat istrinya, apa lo tidak malu Farhan dengernya?" tanya Gendis kesal melihat adiknya tidak ada marah sama sekali sama istrinya.
"Saya sibuk kerja Kak, tidak ada waktu untuk urusan-urusan tidak penting seperti itu, saya sudah bilang sama Mila, dia bilang nafkah yang saya berikan cukup dan dia jualan keliling soalnya bosan seharian dirumah dan sudah biasa jualan, biar lah Kak selagi halal kenapa tidak coba dan tidak minta sama Kakak juga kan atau saya kasih ruko saja supaya Mila punya toko sendiri dan tidak usah keliling lagi supaya kalian tidak merasa malu?" tanya Farhan kasih solusi dari masalah yang ada.
"Buang-buang uang saja beli ruko mahal, cukup suruh istri kamu dirumah saja dan nikmati fasilitas yang ada dan kalo bosan dirumah bisa bantuin Bibi merapihkan rumah atau mengurus tanaman didepan kan sama saja kegiatan juga kan." lanjut Gendis sengaja secara tidak langsung, memperlakukan adik iparnya seperti Bik Sumini.
"Dua pembantu cukup tidak usah istri saya bantuin, masa suami majikan tapi istri kerjain pekerjaan rumah dengan alasan supaya bosan, jangan merendahkan istri saya dengan alasan bosan dan saya akan bahas soal buka ruko sama Mila tidak ada yang punya hak suruh istri saya jadi ART dirumah ini dengan alasan bosan mengerti!" tegas Farhan mengerti maksud Kakaknya itu, sedih dan kesal sampai sekarang saudaranya tidak bisa terima kehadiran Mila sebagai pasangan hidupnya.
Sejujurnya ingin sekali melihat Mila bisa akrab dan dekat sama Gendis Kakak perempuan satu-satunya, kemana-mana bareng dan punya hobi bareng tidak seperti sekarang ada saja alasan Kakaknya supaya istrinya tidak betah dirumah walaupun alasan supaya tidak bosan dirumah, dengan suruh Mila bantuin merapihkan rumah lama-lama membuat Mila menyerah dan meninggalkan rumahnya.
Kesal mendengar adiknya mengerti maksudnya suruh Mila bantuin Bibi merapihkan rumah, merasa gagal bujuk adiknya akhirnya Gendis memilih meninggalkan kamarnya Farhan karena merasa percuma bujuk adiknya.
**
Prihatin melihat rumah tangga Mila dan Farhan lima bulan menikah tapi belum dikarunia anak sama sekali, membuat Bik Sumini membuat ramuan supaya majikannya bisa memiliki anak.
"Maaf Nyonya diminum dua kali pagi dan sebelum tidur, semoga berhasil iya Nyonya." ucap Bik Sumini memberikan botol isi ramuan ke Mila.
"Terimakasih niat baiknya Bik tapi maaf, Farhan saja ini mau ke Balikpapan selama satu tahun dan kita LDR, akan sulit mendapatkan anak Bik, insya allah tahun depan kita bahas punya anaknya Bik." ucap Mila pelan, tidak mungkin kasih tahu rahasia rumah tangga ke orang lain. Sejujurnya sedih karena sampai saat ini tidak mendapatkan anak sama sekali, bagaimana mau memiliki bahkan Farhan jika sudah tidur susah dibangunkan dan tidak pernah bermesraan sama sekali setiap malam selalu terasa hambar.
Sedih niat baiknya ditolak majikannya membuat Bik Sumini langsung membuang botol isi ramuan buatannya kedalam kantong sampah, berharap majikannya bisa dikaruniai anak supaya rumah majikannya bisa ramai dengan kehadiran anak.
**
Periksa kondisi mobil dan langsung jalan menuju Mila yang masukin koper miliknya kedalam mobil.
"Kalo ada apa-apa jangan sungkan minta tolong ke Bibi, ingat iya sayang kamu itu majikan dirumah ini tidak pantas merapihkan rumah dan halaman rumah ini, jika kamu mau ke dapur cukup bikin kue yang buat dijual, jika Kakak-Kakak suruh kamu masak atau lainnya tolak saja ingat kamu sama seperti mereka oke." ucap Farhan faham ketiga Kakaknya akan melakukan apapun supaya Mila tidak betah dirumah.
"Siap sayang tenang saja, iya sudah hati-hati dijalan iya sayang dan jika sudah sampai di balikpapan kabaran iya dan insya allah aku akan kesana setiap jum'at dan senin pagi akan kembali kesini oke." ucap Mila berusaha tenang dan mengerti akan kesibukan suaminya.
"Jangan buang-buang uang dengan setiap minggu ke Balikpapan cukup sebulan sekali saja, memangnya tiket pesawat murah apa membuat kamu mudah bulak balik seperti itu jangan boros jadi perempuan dan sadar diri." tolak Gendis tidak setuju jika Mila setiap minggu ke Balikpapan.
"Tenang saya pakai uang sendiri jangan takut begitu, suami istri punya hak untuk ketemu walaupun suaminya sibuk bekerja." lanjut Mila sedikit kesal, ada saja alasan Kakak Iparnya supaya dirinya tidak memakai uang pemberian Farhan.
"Boleh sayang jika kamu tidak bosan disana boleh kok, aku bekerja untuk diberikan untuk istri dan saudara-saudara aku, mereka mendapatkan hak sebagai saudara maka kamu juga mendapatkan hak sebagai istri yang punya hak lebih mendapatkan nafkah dari aku." lanjut Farhan langsung mencium kening Mila sambil lirik sinis melihat Gendis.
Sejujurnya penasaran apa istrinya memakai nafkah yang diberikan atau tidak, tapi niatnya selalu dibatalkan takut istrinya tersinggung membuat Farhan memilih diam apa lagi tahu kegiatan istrinya yang jualan pasti memiliki penghasilan sendiri dan takut istrinya tersinggung dan salah faham.
Puas ngobrol sama Mila membuat Farhan langsung masuk kedalam mobil dan perlahan melajukan mobilnya, meninggalkan halaman rumah menuju bandara.
Senyum manis melihat Kakak Iparnya terlihat kesal mendengar ucapan Farhan tadi, membuat Mila langsung jalan masuk kedalam rumah duluan sebelum Kakak Iparnya bikin masalah lagi.
Bahagia melihat Farhan pergi apa lagi tahu selama satu tahun Farhan tidak akan dirumah, membuat Gendis mulai merencanakan untuk membuat Mila tidak betah dirumah dan meninggalkan Farhan untuk selamanya.