Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Pertarungan Berdarah
Tiga hari telah berlalu sejak pengumuman Su Yuhan mengguncang Aula Pelataran Dalam.
Puncak Hantu Kesunyian masih diselimuti ketenangan seperti biasa. Namun di balik kesunyian itu, Jian Chen telah menyiapkan jebakan untuk Shen Luo.
Sebagai putra Ketua Sekte, Jian Chen tahu ia tidak bisa membunuh Shen Luo secara terang-terangan. Pemuda itu kini berada di bawah perlindungan Su Yuhan. Jika mereka bentrok secara terbuka, konflik antarfaksi pasti tidak dapat dihindari.
Karena itu, Jian Chen memilih jalan yang lebih licik.
Dewan Penegak Hukum berada di bawah pengaruh ayahnya. Dengan alasan melakukan pemeriksaan, mereka bisa menekan Shen Luo tanpa meninggalkan jejak.
Selama semuanya dilakukan atas nama hukum sekte, siapa pun yang mencoba membela Shen Luo justru akan dianggap menghalangi penegakan hukum.
Sore itu, badai menggulung langit Sekte Bintang Jatuh. Hujan deras mengguyur pegunungan, sementara petir menggelegar di antara awan hitam.
Lima belas murid berjubah hitam mendaki Puncak Hantu Kesunyian.
Empat belas di antaranya berada di puncak Pengumpulan Qi Tingkat 9, sedangkan pemimpin mereka, Zhao Feng, telah mencapai Pembentukan Fondasi Awal. Di tangannya tergenggam sebuah surat perintah pemeriksaan yang dikeluarkan atas nama Dewan Penegak Hukum.
Namun, perintah yang sebenarnya jauh lebih kejam.
Lumpuhkan Shen Luo.
Jika ia melawan, gunakan hukum sekte sebagai alasan untuk menghancurkan kultivasinya.
Tak lama kemudian, rombongan itu tiba di halaman depan air terjun kering. Zhao Feng memandang tempat tersebut dengan jijik sebelum matanya tertuju pada beberapa pilar batu tua yang berdiri di antara rerumputan liar.
“Tempat seperti ini memang pantas menjadi sarang sampah.”
Ia mengangkat tangan dan menunjuk pilar-pilar tersebut.
“Hancurkan semuanya. Paksa dia keluar.”
Keempat belas murid segera bergerak. Pedang dan telapak tangan mereka menghantam pilar-pilar batu hingga retak dan runtuh satu demi satu. Pecahan batu berserakan di tengah hujan.
“Shen Luo!” teriak Zhao Feng. “Keluar dan terima pemeriksaan Dewan Penegak Hukum!”
Suaranya menggema di sepanjang puncak.
Di dalam Gua Bintang, Shen Luo perlahan membuka mata.
Ia telah mendengar semuanya.
Sembilan Akar di dalam Dantiannya berdenyut pelan, seolah ikut merasakan ancaman yang mendekat. Shen Luo bangkit dari altar, meraih pedang kayu yang terletak di sampingnya, lalu berjalan keluar dari gua.
Sesaat kemudian, sosok berjubah abu-abu muncul di tengah derasnya hujan.
Rambut dan pakaiannya segera basah, tetapi wajahnya tetap tenang. Tatapannya menyapu halaman sebelum berhenti pada pilar-pilar batu yang telah dihancurkan.
“Kalian merusak milikku.”
Suaranya tidak keras, tetapi terdengar jelas di tengah suara hujan.
Zhao Feng membuka gulungan perintah di tangannya.
“Dewan Penegak Hukum menerima laporan bahwa kau menyimpan teknik tubuh yang berhubungan dengan iblis terlarang. Serahkan pedangmu dan berlutut untuk diperiksa.”
Ia mengangkat pedangnya dan menunjuk Shen Luo.
“Jika kau melawan, kami berhak melumpuhkanmu.”
Shen Luo tidak langsung menjawab. Hanya dalam beberapa saat, ia sudah memahami maksud mereka.
Jika menyerah, mereka akan menghancurkan meridiannya dengan dalih penyegelan. Jika melawan, ia akan dicap sebagai murid yang menentang hukum sekte.
Jian Chen memang telah menyiapkan jebakan yang rapi.
Namun, bukannya takut, Shen Luo justru tersenyum tipis.
Mereka ingin menghancurkan meridianku dengan kedok hukum?
Jarinya perlahan mengencang di sekitar gagang pedang kayu.
Kalau begitu, mari kita lihat siapa yang lebih dulu kehilangan kultivasi.
Tatapan Zhao Feng langsung berubah dingin.
“Kau menolak pemeriksaan!” Pedangnya terhunus dengan suara nyaring. “Lumpuhkan dia!”
Keempat belas murid langsung menyerbu bersamaan. Pedang-pedang mereka menebas dari berbagai arah, membentuk formasi pengepungan dalam sekejap.
Namun, mereka telah memilih lawan yang salah.
Tubuh Shen Luo tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
Wusss!
Dengan Langkah Hantu Darah dan kekuatan tubuhnya, kecepatannya melampaui bayangan petir. Salah seorang murid baru sempat menyadari sesuatu ketika Shen Luo sudah muncul di sisinya.
Buk!
Sarung pedang kayu menghantam rusuknya dengan keras. Tulang-tulangnya patah dan tubuhnya terlempar hingga menghantam sebuah pilar batu.
“Pertama.”
Tiga murid lain langsung menyerang dari belakang.
Shen Luo berputar sambil mencabut pedang kayunya. Pedang itu bergerak dalam satu sapuan sederhana namun membawa Niat Pedang yang tajam.
Niat Pedang Bintang Jatuh: Menyapu Awan!
Trang! Trang! Trang!
Tiga pedang baja yang menghadangnya patah secara bersamaan. Serangan Shen Luo tidak berhenti sampai di sana. Ujung pedang kayunya terus melaju dan menghantam dada ketiga murid tersebut.
Bang! Bang! Bang!
Ketiganya terlempar ke belakang. Tubuh mereka menghantam tanah dengan keras, sementara Dantian mereka hancur seketika.
“Empat.”
Semuanya terjadi hanya dalam beberapa tarikan napas.
Wajah Zhao Feng berubah pucat.
Bagaimana mungkin?
Bukankah Shen Luo hanya berada di Pengumpulan Qi Tingkat 1?
“Jangan beri dia kesempatan!” Zhao Feng meraung. “Gunakan Formasi Jaring Bintang!”
Sepuluh murid yang tersisa segera berpencar dan mengambil posisi masing-masing. Qi mereka menyatu, membentuk sebuah jaring cahaya raksasa yang menekan dari atas.
Shen Luo mendongak.
“Formasi seperti ini juga berani digunakan di hadapanku?”
Ia menghentakkan kaki dan tubuhnya langsung melesat ke udara. Pedang kayu di tangannya menebas tepat ke pusat formasi.
Wusss!
Qi Suci meledak dari tubuhnya.
Jaring cahaya yang mengurungnya langsung robek. Formasi itu runtuh dalam sekejap, membuat sepuluh murid yang mempertahankannya memuntahkan darah secara bersamaan.
Namun sebelum mereka sempat pulih, Shen Luo telah turun di tengah-tengah mereka.
Serangannya terlalu cepat untuk diikuti mata.
Satu pukulan menghancurkan Dantian.
Satu tendangan meremukkan tulang.
Satu hantaman gagang pedang mematahkan rahang.
Jeritan memenuhi puncak gunung.
Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, keempat belas murid telah terkapar di atas tanah. Tidak satu pun dari mereka yang mampu mempertahankan kultivasinya.
“Empat belas.”
Shen Luo berdiri tenang di tengah hujan.
Kini hanya Zhao Feng yang tersisa.
Wajah Zhao Feng pucat pasi. Tangannya yang menggenggam pedang gemetar tanpa sadar.
“Kau berani menyerang penegak hukum?” suaranya bergetar. “Ketua Sekte tidak akan mengampunimu!”
Shen Luo berjalan perlahan mendekat.
“Kalian datang untuk menghancurkan kultivasiku.” Tatapannya semakin dingin. “Aku hanya membalasnya.”
Zhao Feng menggertakkan gigi.
Tidak ada jalan untuk mundur.
Ia meraung dan melepaskan seluruh kekuatan Pembentukan Fondasi Awalnya. Qi biru melonjak ke langit, mengguncang tirai hujan di sekelilingnya.
“Matilah kau!”
Zhao Feng menerjang dengan sekuat tenaga. Pedangnya melesat seperti petir dan mengunci ruang di sekitar Shen Luo, seolah tidak memberinya celah untuk menghindar.
Namun Shen Luo tetap berdiri di tempat.
Ia memasukkan pedang kayunya kembali ke dalam sarung, lalu mengepalkan tangan kanannya.
Saat pedang Zhao Feng hampir menebas kepalanya, Shen Luo melayangkan sebuah pukulan.
Boom!
Tinju dan pedang bertabrakan.
Gelombang Qi yang dahsyat menyapu seluruh halaman. Air hujan di sekitar mereka seakan terhempas oleh ledakan kekuatan tersebut.
Mata Zhao Feng melebar.
Pedangnya retak.
Retakan itu menyebar dari ujung bilah hingga ke gagangnya, lalu...
Krak!
Pedang tersebut pecah berkeping-keping.
Tinju Shen Luo terus melaju tanpa kehilangan momentum dan menghantam tepat ke Dantian Zhao Feng.
Boom!
Fondasi spiritualnya hancur seketika.
“Aaaargh!”
Zhao Feng memuntahkan darah dan tubuhnya jatuh ke dalam lumpur. Seluruh kultivasinya lenyap hanya dalam satu pukulan.
Pertarungan pun berakhir.
Di tengah hujan deras, Shen Luo berdiri tanpa luka berarti. Di sekelilingnya, lima belas murid Dewan Penegak Hukum terkapar dalam keadaan mengenaskan, sementara hujan terus membasuh darah yang mengalir di antara bebatuan.
Shen Luo perlahan mengangkat pandangan ke arah pusat sekte.
Tatapannya seakan menembus tirai hujan dan pegunungan, mencapai tempat Jian Chen berada.
“Ini baru permulaan, Tuan Muda Jian.”
Suaranya tetap tenang, bahkan tanpa sedikit pun amarah.
“Jika kau masih ingin mengirim orang, kirim lebih banyak.”
Ia berbalik dan berjalan meninggalkan halaman.
“Aku akan membuat Puncak Hantu Kesunyian menjadi kuburan mereka.”
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/