NovelToon NovelToon
Istri Sang Iblis

Istri Sang Iblis

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Wanita perkasa / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ashly Garcia

Selama sepuluh tahun, Kayana Wiratama mengabdikan segalanya untuk satu pria. Ia menyusun setiap kontrak, memenangkan setiap pertempuran bisnis, dan mengubah "anak papa" bernama Kevin Santoso menjadi seorang raja korporat—hanya untuk dicampakkan, ditampar, dan dipermalukan di depan seluruh kalangan atas demi seorang perempuan berwajah malaikat. Malam itu, hati Kayana mati. Tapi seorang perempuan yang jatuh dari puncak selalu punya dua pilihan: hancur, atau bangkit sebagai sesuatu yang jauh lebih menakutkan.

Di balik topeng "tunangan terbuang" yang dikasihani semua orang, tersembunyi kebenaran yang tak seorang pun berani bayangkan: otak paling cemerlang di negeri ini, seorang perempuan dengan kecerdasan yang mengerikan dan masa lalu yang berdarah. Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Darian Adiwangsa—pria yang dijuluki "sang Iblis", penguasa dunia yang dingin, mematikan, dan tak tersentuh—dunia mulai berubah.

Di mata semua orang, Darian adalah momok yang membuat kota gemetar. Tapi di hadapan Kayana, iblis itu rela berlutut. "Cukup minta, dan seluruh dunia akan kuletakkan di kakimu." Semakin dalam Kayana terseret ke dalam kehidupannya, semakin banyak rahasia terkuak: pengkhianatan keluarga yang membesarkannya, sebuah "kecelakaan" yang menyembunyikan cinta masa kecil yang terlupakan, dan ingatan yang sengaja dirampas darinya.

Sementara para mantan dan pengkhianat menuai balasan setimpal satu per satu, Kayana harus memilih: terus melarikan diri dari masa lalunya, atau merebut kembali takhta, nama, dan hati yang pernah dirampas darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashly Garcia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Kayana telah mendengar segala macam rumor kelam dan menakutkan tentang Darian yang tersohor itu. Ia pria yang kejam tanpa ampun, yang tak akan berkedip sedikit pun untuk membunuh, menyiksa, dan memusnahkan warisan satu keluarga utuh yang telah hidup berabad-abad.

Kaitannya dengan dunia hitam adalah sesuatu yang mengerikan, yang tak boleh dipermainkan siapa pun. Satu gerakan pergelangan tangannya sudah cukup untuk membuat orang bertekuk lutut memohon ampun.

Ketika Karolina memberitahunya hal-hal yang bisa dilakukan kakaknya, Kayana bersiap menghadapi serangan paling telak. Ia mengira akan mendapat pukulan di kepala, percobaan pembunuhan, penurunan tajam saham Wiratama Corporation, atau terbangun di antah-berantah.

Tapi tak pernah dalam sejuta tahun ia menduga akan menerima kotak yang datang pagi ini. Pagi-pagi sekali, ia menerima sebuah kotak hitam dengan logo PN*A yang termasyhur. Ketika membukanya, jantungnya seolah jatuh ke perut.

Alih-alih bom, isinya sesuatu yang sama sekali berbeda. Terbaring di atas kain beludru adalah sebuah tas hitam yang nyaris tak terjangkau siapa pun, yang terjual seharga ratusan miliar. Punya uang bukan berarti seseorang bisa membeli tas ini. Hanya lima yang dibuat, dan semua pemiliknya anonim.

Kayana merasa kerongkongannya mengering di hadapan hadiah yang begitu mahal dan istimewa itu.

Mengangkat tas itu, ia membolak-baliknya dan menatapnya dengan bingung. Mengapa Darian mengirim tas, bukan bom?

Bukankah pria itu murka atas apa yang telah ia perbuat padanya? Mengapa ia begitu baik hingga mengirim hadiah, apalagi hadiah semahal ini?

Ia memeriksa label alamat pada kotak itu dan mengembuskan napas jengkel. Tentu saja, label pengirimnya kosong.

Sambil menggertakkan gigi, ia mengangkat ponsel untuk menelepon Karolina, dan pada dering kedua, sahabatnya menjawab.

"Kakakmu gila." Itulah kalimat pertama yang diucapkan Kayana.

"Hah?" Alis Karolina berkerut bingung. Ia sedang bersiap untuk sesi pemotretan lain, dan para penata sedang berusaha menata rambutnya.

"Dia mengirimiku tas PN*A Edisi Platinum," Kayana mendidih, menyisir rambutnya dengan sebelah tangan.

"Tunggu, dia memberimu itu?! Aku sudah memohon padanya untuk mendapatkannya selama sebulan terakhir!" Karolina ingin menggebrak meja saking kesalnya, tetapi seorang manikuris sedang menggarap tangannya yang lain.

Apa Darian benar-benar kakak kandungnya?

Ia sudah berkali-kali memohon tas itu, karena tahu koneksi kakaknya dengan mudah bisa mendapatkannya. Hanya tersisa satu di dunia dan ia sangat menginginkannya! Tapi Darian menolak mentah-mentah permintaannya, dengan alasan Karolina sudah cukup dimanja!

"Karo, apa kakakmu salah minum obat? Kukira dalam kotak itu ada semacam bom, bukan tas sialan ini." Kayana menatap tas di meja kopinya.

Cahaya matahari berkilau di atas tas cantik bertatah permata itu, membuatnya berkilat seperti bintang. Tentu, tas itu lebih dari sekadar indah dan para perempuan rela membunuh untuk mendapatkannya, tetapi Kayana tak akan menerimanya sebagai kompensasi.

Memangnya Darian pikir ia ini apa? Kasus amal?

Yang ia inginkan hanyalah permintaan maaf dari pria itu, bukan tas seharga ratusan miliar!

"Aku tak tahu kenapa dia juga mengirimimu itu. Sejujurnya, kukira telepon ini akan membawa kabar bahwa kau sedang di rumah sakit dalam keadaan 'misterius'." Karolina mengembuskan napas, memindahkan ponsel ke tangan lain agar si manikuris bisa menggarap tangan yang satunya.

"Aku senang kita sepemikiran. Aku sudah menyangka akan terbangun di tengah lautan, dikelilingi hiu dan ikan pemakan manusia."

"Nah, apa yang akan kaulakukan, Yana? Kau akan menyimpan tas itu, kan? Soalnya kalau tidak, aku kenal seorang gadis yang bakal senang sekali menerimanya sebagai hadiah ulang tahun dini..." Karolina menggantung ucapannya, suaranya tinggi dan penuh harap.

Kayana terkekeh. "Hadiah ulang tahun dini sepuluh bulan sebelumnya? Kurasa tidak." Ia merenung sambil bersedekap.

Karolina cemberut, meski Kayana tak bisa melihatnya.

"Lagipula, aku tak akan menyimpannya dan tak akan memberikannya padamu. Aku akan mengembalikannya," ucap Kayana dengan kilau tipis di matanya.

Karolina mengangkat alis penasaran. "Mengembalikannya? Bagaimana caranya?"

Bukan sembarang orang bisa dengan mudah menghubungi Darian. Bahkan para CEO perusahaan ternama lain kesulitan berkomunikasi dengannya. Untuk bisa menemuinya secara langsung, butuh berbulan-bulan pemesanan.

"Nah, aku sedang berpikir..."

"Ah, itu dia musaku! Sesi pemotretannya dimulai. Ayo, ayo, kita tak punya banyak waktu!" Sebuah suara berteriak dari telepon Karolina.

Kayana meringis dan menjauhkan ponsel sedikit dari telinganya.

Terdengar sedikit keributan di latar belakang, lalu Karolina bicara lagi. "Maaf sekali, Yana, tapi sesi pemotretannya akan segera dimulai. Aku janji akan menelepon balik begitu selesai."

"Tidak apa-apa. Jangan khawatir. Semoga sukses dengan pemotretannya, Karo!" ucap Kayana, memutar tubuh dengan anggukan kepala.

Pekan mode akan segera dimulai dan banyak perusahaan mendekati Karolina untuk sesi pemotretan. Agendanya padat, dan manajernya yang ketat tak mengizinkannya beristirahat.

Setelah menutup telepon, Kayana mengangkat ponselnya untuk mengirim pesan pada seorang kenalan lama. Senyum tipis nan pemalu mengembang di bibir Kayana saat ia memikirkan rencananya yang brilian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!