Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.
Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.
"Jangan menyesal setelah aku pergi."
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Disa ... Ini punya kamu?"
Disa tak punya pilihan lain selain menganggukkan kepalanya. Ia tak mungkin berbohong seperti waktu tidak sengaja bertemu Cakra, Yuni, dan Risa tempo hari. Tidak ada Vina di sampingnya kali ini. Disa sendirian.
"Iya, Pa, itu milik Disa," jawabnya.
Hadrian, yang tidak sengaja saling bertubrukan dengan Disa itu, membelalak tidak percaya. Hasil USG di tangannya sudah cukup menjelaskan segalanya.
"Kamu hamil, Dis? Ini anak Cakra, kan? Cucu papa?" cecar Hadrian.
Lagi, Disa mengangguk. "Iya, Pa. Disa lagi hamil anak Mas Cakra. Kalau bukan cucu papa, siapa lagi?"
"Ya ampun, Disa .... " Hadrian nyaris kehilangan keseimbangan tubuhnya andai saja ia tidak berpegangan pada tembok, kemudian duduk di salah satu kursi.
"Cakra tau semua ini?" tanyanya, menatap lekat sang mantan menantunya.
"Enggak, Pa," Disa menggeleng. "Mas Cakra nggak tau. Malam itu, Disa mau memberitahukan kehamilan Disa sama Mas Cakra. Papa tau, kan, dua tahun kami bersabar menunggu kehadirannya, tapi ... Mas Cakra malah bawa Risa ke rumah dan bilang kalau mereka diam-diam sudah menikah siri. Bahkan Mas Cakra juga sudah menghamili Risa."
"Ya Allah .... " Hadrian mendesah berat. Kertas hasil USG itu ia kembalikan kepada Disa. "Terus kamu memilih untuk menyembunyikan kehamilan kamu dan tetap bercerai dengan Cakra?"
"Iya, Pa."
Hadrian memejamkan kedua matanya sesaat. Baru sekarang ia paham mengapa Disa meminta untuk langsung ditalak tiga. Sebab Disa tidak mau memberi kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya untuk Cakra.
"Kenapa kamu nggak jujur dari awal, Dis? Jujur sama Cakra, jujur sama papa dan mama, papa yakin Cakra nggak akan mau mempertahankan Risa. Dia pasti akan melepas Risa setelah tau kamu hamil."
Disa menghela napas pendek. Dia pernah memikirkan rencana itu untuk membuat Risa merasa kalah, tetapi Cakra terlalu sulit untuk melepas Risa sekarang juga. Cakra bersedia menceraikan Risa tetapi setelah kelahiran bayinya. Disa bukan istri nabi yang bisa sesabar itu berbagi suami dalam waktu yang lama.
"Disa nggak bisa, Pa. Mas Cakra udah mengkhianati Disa. Hati Disa itu ... Berat kalau harus tetap bersama dia. Rasanya sakit. Hubungan aku dan Mas Cakra ke depannya pasti nggak akan mudah, karena masalah ini pasti akan terus diungkit-ungkit," tutur Disa memberi alasan.
Hadrian mencoba mengerti. Siapa pun pasti akan merasa sakit dan kecewa saat cintanya dikhianati. Apalagi Disa yang tidak hanya diam-diam ditusuk dari belakang oleh orang-orang kepercayaannya, ia juga dibohongi, dibuang. Seolah luka tusukan saja tidak cukup sakit bagi Disa, hingga Cakra dan Risa menaburkan garam di luka menganga itu.
"Kalau Cakra tau ... Dia pasti akan marah, kecewa, nyesel." Hadrian memijit pelipisnya.
"Belum tentu, Pa. Mas Cakra kan sebentar lagi juga akan mendapatkan anak dari Risa. Pa ... Disa minta papa jangan ceritakan semua ini sama Mas Cakra. Biar dia tau dengan sendirinya."
"Iya, Dis." Hadrian mengangguk seraya menepuk bahu Disa. "Kamu berati harus jaga diri baik-baik ya, ingat ada kehidupan baru di rahim kamu. Ngomong-ngomong gimana keadaan dia di dalam sana? Sehat? Apa udah kelihatan? Cewek atau cowok?"
Disa tersenyum. Hadrian pasti akan senang jika mendengar ini.
"Belum kelihatan jelas jenis kelaminnya, Pa, masih terlalu muda. Tapi alhamdulillah mereka sehat."
"Mereka?" Hadrian menatap Disa penuh tanya dengan kening yang berlipat-lipat.
"Iya. Disa hamil kembar."
"Masha Allah! Alhamdulillah Disa....."
Siapa yang tidak senang saat tahu ia akan mendapatkan cucu kembar? Hadrian tak bisa membayangkan seandainya Cakra tahu semua ini.
*
Di sisi lain, ada Cakra dan Risa yang sedang dalam perjalanan menuju toko perhiasan. Sama seperti Disa, mereka juga baru saja melakukan USG di salah satu rumah sakit terkenal dengan dokter kandungan terbaik di kotanya.
Cakra senang saat tahu janin dalam kandungan Risa tumbuh sesuai dengan usianya. Jenis kelaminnya sudah terlihat karena usia kandungan Risa lebih tua dibanding Disa. Perkiraannya perempuan, sehat dan aktif bergerak di dalam perut.
Itulah sebabnya Cakra langsung mengajak Risa ke toko perhiasan untuk membelikan perhiasan yang Risa inginkan.
"Mas ... Mas yakin mau jalan berdua sama aku di mall? Nanti kalau ada orang yang mengenali Mas gimana? Bukannya Mas nggak mau ya orang-orang tau hubungan kita?" tanya Risa.
Ini bisa menjadi celah agar mereka tidak jadi membeli perhiasan. Supaya Cakra memberikan uangnya saja kepada Risa.
"Nggak apa-apa," sahut Cakra. "Kita bisa pakai masker. Nggak akan ada yang bisa mengenali kita."
Risa tersenyum tipis. Tidak berani memprotes, hanya bisa menurut. Mereka berdua memakai Hoodie dan masker ketika turun dari mobil. Kemudian memasuki toko perhiasan terkenal yang ada di mall.
"Kamu minta dibeliin apa? Cincin? Gelang? Kalung?"
"Eum ... Aku mau kalung, Mas."
"Pilih, mau yang mana?" Cakra bertanya seraya mengusap perut Risa yang sudah kelihatan membuncit. Seolah ingin menegaskan, Cakra mampu dan bersedia memberikan apa pun yang istrinya mau karena Risa sudah berhasil mewujudkan keinginannya untuk memiliki anak.
Sebelum memilih, Risa bertanya-tanya tentang perhiasan dan terutama tentang harganya. Ia harus memilih yang harganya lima puluh jutaan atau lebih. Hingga akhirnya ia memilih salah satu kalung yang terlihat mewah dan berkilau.
"Yang ini, Mas."
Cakra turuti semua kemauan Risa. Ia membayar sesuai harga, hingga kini kalung itu sudah ada di genggaman tangan Risa.
"Suka?"
"Iya, Mas, suka banget. Terima kasih ya."
"Terima kasih juga karena kamu udah hamil anak aku."
Cakra memperlakukan Risa bagaikan sedang menjaga berlian paling berharga. Saat berjalan, Cakra menggandeng tangannya atau sesekali sambil melingkarkan tangannya di pinggang Risa. Saat akan masuk ke dalam mobil, Cakra membukakan pintu untuk Risa. Memastikan wanita itu tetap aman dan nyaman di mana pun.
Diperlakukan seperti ini membuat Risa merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Ternyata benar apa yang pernah Disa katakan. Cakra adalah sosok suami yang sangat perhatian dan selalu siaga. Sikapnya teramat manis.
Sayang sekali ... Disa tidak bisa melihat secara langsung bagaimana Cakra memperlakukan Risa. Risa tidak bisa pamer karena Disa sudah memblokir nomornya.
Esok harinya, Risa bertemu dengan Andre di suatu tempat yang dipastikan aman.
"Aku gak bisa ngasih uang. Aku kasih kamu kalung ini, jual sendiri. Harganya lebih dari lima puluh juta," tutur Risa. Ia tunjukkan kalung itu di hadapan Andre.
"Nggak masalah, yang penting bakalan jadi uang." Andre hendak meraih kalung itu, namun Risa sigap menjauhkannya.
"Hapus dulu semua foto sama video kita dulu!" ancam Risa.
Andre mendesah, kedua bola matanya berputar malas. Ia merogoh ponselnya, kemudian di hadapan Risa ia menghapus semua foto dan video dirinya saat sedang bergumul bersama Risa.
"Padahal dulu kita sama-sama menikmati, kamu juga hot banget. Kok bisa sih kamu lebih milih cowok lain ketimbang aku? Punya aku sama suami kamu lebih gedean mana?"
Pertanyaan apa itu? Tidak penting! Risa melotot marah.
"Udah aku hapus semua," kata Andre setelah selesai menghapus semua foto dan video itu.
Barulah setelah itu, Risa menyerahkan kalungnya kepada Andre. "Jangan ancam-ancam aku lagi! Dan jangan ganggu hidup aku lagi!"
Kalung di tangannya itu Andre cium. "Mana bisa? Kamu bawa anak aku, mana bisa aku gak ganggu kamu?"
"Andre!" Risa membelalak. "Dia bukan anak kamu! Dia anak aku sama Mas Cakra!"
Andre menarik sudut bibirnya. Ia menarik pinggang Risa, kemudian mengusap perutnya.
"Masa sih? Jangan menyangkal gitu lah, Sa. By the way, dia laki-laki atau perempuan?"
Andre terus mengusap perut buncit itu.
...****************...
lanjut g pake lama
pokonya jngn sampe disa celaka
AYO TAKBIR
biarin kebalik ke risa
risa aja tuh ya dibikin keguguran
biar g ba punya anak
kalau berkenan follow ig aku ya @jalur_langitbiru13
makasih.
kritik, saran, dan ulasannya juga ditunggu 🫰