NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Keesokan harinya, roda kehidupan kembali berputar. Hari Senin telah tiba, dan Arumi bersiap kembali pada aktivitasnya mengajar di sekolah. Mengingat hari Senin biasanya dipenuhi kemacetan parah di ibu kota, Arumi sengaja bersiap dan berangkat jauh lebih pagi agar tidak kesiangan.

Namun sayangnya, semesta seolah sedang menguji kesabarannya. Langit Jakarta pagi itu diselimuti mendung hitam yang pekat. Baru setengah jalan menembus aspal jalanan, motor ojek online yang ditumpangi Arumi mendadak tersendat-sendat lalu mati total. Sialnya lagi, rintik hujan mulai turun membasahi bumi.

"Waduh, Maaf sekali, Bu Guru. Motor saya mendadak mogok, sepertinya harus dibawa ke bengkel terdekat. Ibu terpaksa saya turunkan di sini, tidak apa-apa ya?" ucap si abang ojek merasa bersalah sambil menuntun motornya ke tepi.

Arumi menghela napas panjang, mencoba menekan rasa frustrasinya. "Iya, Pak, tidak apa-apa. Terima kasih," ujarnya lesu.

Ia pun buru-buru berlari kecil mencari tempat berteduh di sebuah halte bus yang tak jauh dari sana. Sambil mendekap tasnya erat-erat, Arumi memperhatikan jarum jam tangannya dengan cemas. Jarak dari halte ini menuju SMP Chandrakanta masih terbilang cukup jauh, sementara rintik hujan perlahan berubah menjadi deras. "Aduh, pagi ini sial sekali. Sudah ojek mogok, cuaca juga tidak bersahabat. Bisa-bisa aku terlambat di hari Senin," gumamnya gelisah.

Di belahan jalan yang sama, sebuah mobil sedan mewah hitam bergerak perlahan membelah kemacetan. Di dalam kabin mobil, Zaky Tanuwijaya tampak jauh lebih segar dan bersemangat dari biasanya. Untuk kedua kalinya, ia bersedia meluangkan waktu demi mengantarkan sendiri kedua buah hatinya ke sekolah.

Saat mobil tersebut melintas di dekat halte bus, sepasang mata tajam Azzam dan Azzura menangkap siluet wanita berhijab yang sangat mereka kenal. Wali kelas mereka sedang berdiri sendirian dengan wajah cemas di bawah guyuran hujan.

"Papah... berhenti sejenak, Pah! Itu Bu Arumi!" seru Azzam tiba-tiba dari jok depan. "Ajak Bu Arumi ikut dengan kita saja, kasihan nanti dia bisa kehujanan dan telat!"

"Iya, Pah. Boleh kan kita ajak Bu Arumi bareng? Nggak apa-apa kan, Pah?" sambung Azzura dari jok belakang, seolah meminta persetujuan sang ayah.

Tentu saja, permintaan kedua anaknya ini laksana pucuk dicinta ulam pun tiba bagi Zaky. Di dalam hati, Zaky bersorak gembira.

"Tentu saja anak-anak. Mana mungkin Papah membiarkan guru kalian kesulitan di pinggir jalan, apalagi setelah Bu Arumi bersikap sangat baik dan perhatian pada kalian selama ini," jawab Zaky, tak mampu menyembunyikan senyuman lebarnya.

Melihat ekspresi wajah ayah mereka yang mendadak sangat ceria dan tidak biasa, jauh dari image dingin yang selama bertahun-tahun mereka lihat. Azzam dan Azzura spontan saling menatap heran. “Papah kenapa, sih? Aneh banget,” bisik Azzura lewat isyarat mata, yang hanya dibalas kedikan bahu oleh Azzam.

Zaky segera meminggirkan mobil mewahnya tepat di depan halte bus. Tanpa perlu diperintah, Azzam yang semula duduk di jok depan langsung bergerak gesit. Dengan penuh pengertian, ia merangkak pindah ke jok belakang lewat celah dalam kabin tanpa perlu membuka pintu mobil agar tidak basah kehujanan.

Sementara itu, Zaky mengambil payung besar dari bagasi dalam, membuka pintu kemudi, dan melangkah tegap menembus hujan deras menuju ke arah Arumi.

Arumi yang sedang menunduk cemas menatap jam tangan, mendadak melihat sepasang sepatu pantofel hitam mengilat berhenti tepat di depannya. Saat ia mendongak, wajah Zaky sudah berada di bawah naungan payung yang sama.

"Rum... Ayo ikut denganku. Kebetulan Azzam dan Azzura ada di dalam mobil, mereka yang memintaku untuk mengajakmu bareng," ujar Zaky lirih. Karena posisi mereka sedang tidak berada di hadapan kedua anaknya, Zaky langsung melepaskan bahasa formalnya. Ia masih berniat menyembunyikan hubungan masa lalu mereka dari si kembar.

Arumi terkejut setengah mati, matanya membelalak. "Z... Zaky...!"

Tanpa memberikan kesempatan bagi Arumi untuk menolak, Zaky dengan gerakan cepat namun lembut meraih pergelangan tangan Arumi, menuntunnya di bawah perlindungan payung yang ia pegang.

"Ayo ikut denganku, Rum. Lupakan sejenak masalah kita di masa lalu. Daripada kamu telat datang ke sekolah dan kehujanan di sini," bisik Zaky memberi alasan yang masuk akal.

Saat kulit telapak tangan Zaky kembali bersentuhan dengan pergelangan tangannya, Arumi merasakan seluruh tubuhnya meremang hebat. Jantungnya berdegup kencang secara abnormal. Ada rasa gugup yang luar biasa menjalar hingga ke dadanya. Ia ingin sekali menyentak dan melepaskan cengkeraman tangan itu, namun entah mengapa seluruh ototnya seolah terkunci, seakan ada magnet tak kasat mata di dalam genggaman Zaky yang menahannya untuk tetap patuh.

Zaky membukakan pintu depan mobil dengan sopan, membiarkan Arumi masuk terlebih dahulu sebelum ia menutupnya kembali dan berputar ke kursi kemudi.

Begitu Arumi duduk di jok depan yang empuk dan hangat karena pendingin ruangan, ia menoleh ke belakang. Di sana, Azzam dan Azzura sudah duduk rapi berdampingan, menyambutnya dengan senyuman yang jauh lebih ramah dari biasanya.

"Selamat pagi, Bu Guru!" sapa si kembar serempak.

Melihat sambutan hangat dari kedua muridnya, ketegangan di wajah Arumi perlahan mencair. Ia mengembangkan senyum lebar yang tulus, melupakan sejenak kecanggungannya berada di samping Zaky.

"Selamat pagi juga, anak-anak. Maaf ya, kalau Ibu sudah merepotkan kalian pagi-pagi begini," ucap Arumi merasa sungkan.

"Ish... merepotkan apa sih, Bu? Malah sama sekali tidak repot kok. Justru kami senang banget bisa membantu Ibu pagi ini!" jawab Azzura dengan nada bicara yang sangat manis.

Zaky yang baru saja kembali ke kursi kemudi hanya bisa mengulum senyumnya mendengar interaksi itu. Ia menghidupkan mesin, lalu perlahan mobil mewah itu kembali melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota Jakarta yang mulai diguyur hujan deras dan digenangi air. Di dalam kabin yang hangat itu, keheningan yang damai tercipta, perlahan-lahan mulai mengikis jarak dan benteng pertahanan yang selama belasan tahun memisahkan mereka.

*

*

Setibanya mobil mewah Zaky di area parkiran SMP Chandrakanta, hujan deras yang mengguyur Jakarta perlahan mereda, menyisakan rintik tipis dan aspal yang basah.

Zaky dengan sikap ksatria segera turun terlebih dahulu. Pria itu memutar, lalu membukakan pintu depan untuk Arumi. Begitu sosok Arumi melangkah keluar dari mobil sang donatur terbesar, seisi sekolah mendadak heboh. Semua mata tertuju ke arah mereka, terutama Roy dan jajaran staf guru wanita yang sedang berdiri di koridor.

"Wah, enggak salah nih Bu Arumi satu mobil dengan Pak Zaky? Mimpi apa dia semalam?" bisik salah satu guru wanita dengan nada iri yang kentara.

Sebelum spekulasi semakin liar, Azzam dan Azzura menyusul keluar dari pintu belakang secara bersamaan. Kehadiran si kembar langsung mematahkan prasangka buruk, meski rasa penasaran guru-guru tidak memudar begitu saja.

Sebelum bergegas masuk ke dalam gedung sekolah, Azzam dan Azzura berdiri rapi di depan ayah mereka.

"Kami masuk kelas dulu ya, Pah," ujar Azzura lembut.

Kedua remaja itu bergantian mencium punggung tangannya Zaky dengan takzim. Tak disangka, setelah itu keduanya langsung berbalik ke arah Arumi dan melakukan hal yang sama, yakni mencium punggung tangan sang wali kelas dengan penuh rasa hormat.

"Kami duluan, Bu Arumi!" seru Azzam yang langsung menarik tangan Azzura, berlari kencang menuju ruang kelas 7 C dan meninggalkan kedua orang dewasa itu dalam keheningan di area parkir.

Arumi meremas tali tasnya dengan gugup. Ia memaksakan diri menatap Zaky, meski debaran di dadanya masih belum sepenuhnya reda.

"Terima kasih banyak atas tumpangannya, Pak Zaky. Saya sangat menghargai bantuan Anda pagi ini," ucap Arumi dengan nada seformal mungkin.

Mendengar ucapan terima kasih itu, seulas senyum bahagia sempat merekah di wajah tampannya Zaky. Namun, senyuman itu langsung beku di detik berikutnya ketika Arumi melanjutkan kalimatnya dengan nada dingin dan menusuk.

"Tapi tolong... ini yang terakhir kalinya Anda membantu saya, Pak Zaky. Saya harap tidak akan ada lagi kejadian seperti ini di kemudian hari. Permisi," tegas Arumi tanpa memberikan celah bagi Zaky untuk mendebat.

Wanita itu langsung berbalik dan melangkah cepat meninggalkan Zaky sendirian di dekat mobilnya.

Zaky hanya bisa menghembuskan napas kasar, menatap punggung Arumi yang kian menjauh menyusuri koridor. Rasa nyeri kembali menjalar di dadanya, namun kali ini ia tidak membiarkan rasa kecewa itu menguasai dirinya. Zaky tahu betul meluluhkan hati Arumi yang telah terlanjur membeku akibat luka masa lalu tidak akan semudah membalikkan telapak tangan.

Namun, Zaky kini menyadari sesuatu. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh rencana. Kali ini ia memiliki senjata ampuh yang tidak akan pernah bisa dihindari oleh Arumi, yakni Azzam dan Azzura.

'Kau boleh menolak ku sekeras apa pun, Arumi. Tapi aku tahu, ketulusan hatimu sebagai seorang guru tidak akan pernah sanggup menolak permintaan anak-anakku,' batin Zaky penuh keyakinan.

Dengan tekad yang kian membaja, Zaky masuk kembali ke dalam mobilnya. Kali ini, ia bersumpah tidak akan menyerah begitu saja untuk merebut kembali hati Arumi, satu-satunya wanita yang selalu bertahta di hatinya hingga detik ini.

Bersambung...

1
neny
ayu kan pulkam,,mau ketemuan dmn emng zaky,,km mah telat pake bingit😬😬
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ayu gk pulkam kak, dia cuma nganter Arumi sampai teminal bus, soalnya dia kan kerja di salon
total 1 replies
Ayunda
dasar emaknya Zaki tuh nenek lampir
Patrick Khan
zaky br sadar klo ada ayu😁😁😁..nyok tanya jawab ke ayu. siap2 ayu ngajak taworan ngegas jawabnya🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tau aje 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!