NovelToon NovelToon
DEWATA COSPLAYERS : BALI

DEWATA COSPLAYERS : BALI

Status: tamat
Genre:Action / Komedi / Drama / Tamat
Popularitas:51
Nilai: 5
Nama Author: INDKaeda00

Gemerlap pulau dewata ternyata menyimpan sisi kelam yang jarang tersorot di balik kemeriahan panggung pop culture dan berbagai event kreatif. Komunitas hobi yang tampak penuh warna ini sering kali diwarnai oleh berbagai kekacauan mendadak, mulai dari drama penyelenggara acara yang bermasalah, oknum penguntit yang meresahkan, hingga gesekan pelik antar-kelompok.

​Di tengah hiruk-pikuk tersebut, sekelompok orang biasa yang tidak memiliki pengaruh besar harus menjalani hari-hari penuh tantangan. Mereka bukan siapa-siapa di mata publik, melainkan sekadar individu yang berusaha menikmati hobi di tengah himpitan masalah pribadi masing-masing yang silih berganti.

​Setiap babak kehidupan mereka berjalan tanpa terikat pada satu tempat atau konflik tunggal, membawa mereka menghadapi berbagai kekacauan on the spot yang tak terduga. Perjalanan ini dipenuhi oleh campuran aksi, drama emosional, dan komedi segar yang menguji cara mereka bertahan di kerasnya dunia komunitas kreatif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INDKaeda00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Doubtful

Suatu hari, tepat di hari digelarnya event pop culture yang sudah dinantikan, suasana di dalam kamar seorang wanita tampak hening. Ia berdiri termenung di depan cermin besar, memandangi pantulan dirinya dengan sedikit keraguan sambil merapikan bagian terakhir dari kostum yang melekat di tubuhnya.

​Wanita itu menggigit bibirnya pelan, lalu bergumam seorang diri dengan nada cemas, "Bagaimana ya kalau nanti di sana aku ketemu sama orang itu lagi...? Mereka bahkan dengan sengaja melindungi orang seperti dia, seolah-olah tidak terjadi apa-apa."

​Ia menghela napas panjang, bahunya merosot turun menyadari kenyataan pahit tersebut. "Tapi... ya mau bagaimana lagi, tidak heran sih kalau mereka mati-matian melindunginya. Toh, dia bagian dari lingkaran dalam komunitas mereka, sedangkan aku... aku cuma orang luar yang numpang lewat."

​Di tengah lamunannya yang kelam, layar ponsel di atas meja rias mendadak menyala terang, menampilkan getaran notifikasi pesan masuk. Ia melirik sekilas ke arah layar dan melihat pesan dari temannya.

​Teman: "Dewi! Kamu jadi berangkat ke event jam berapa sekarang? Aku sudah siap di titik kumpul nih, jangan ngaret ya!"

​Melihat namanya dipanggil di dalam chat tersebut, Dewi mengusap wajahnya perlahan untuk mengusir rasa penat, lalu mulai mengetik balasan untuk segera bergegas menyusul temannya ke lokasi event.

Tak berselang lama, ponsel Dewi kembali bergetar menampilkan pesan susulan dari temannya yang seolah bisa membaca kegelisahan di hatinya.

​Teman: "Sudahlah, Dewi, jangan terlalu dipikirkan omongan atau kejadian itu. Kalaupun orang itu ada di sana, abaikan saja. Tenang saja, kan ada aku yang bakal nemenin kamu seharian!"

​Membaca pesan yang penuh dukungan itu, sudut bibir Dewi terangkat membentuk senyuman tulus yang menghapus sisa-sisa keraguannya. Hatinya yang tadinya terasa berat kini jauh lebih ringan.

​"Iya juga ya... buat apa aku pusingin mereka," gumam Dewi pelan.

​Ia langsung mengetik balasan singkat tanda setuju, lalu bergegas meraih tas perlengkapannya, mengecek ulang barang-barangnya, dan melangkah keluar dari kamar untuk segera berangkat menuju venue event.

Di sisi lain, Evelia sudah merapikan dan mempersiapkan semua perlengkapan kostum serta propertinya dengan teliti. Setelah semuanya siap, ia masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan kendaraannya membelah jalanan menuju lokasi event pop culture yang sudah ramai diperbincangkan.

​Di tengah perjalanan, sambil tetap fokus menyetir dengan satu tangan dan sebelah lagi menyambungkan ponsel ke sistem audio mobil, ia melakukan panggilan suara ke temannya, Helena, untuk memastikan beberapa hal teknis.

​Tak lama kemudian, sambungan telepon terangkat, dan suara Helena terdengar di seberang sana di tengah suara bising latar belakang yang cukup riuh.

​"Halo, Evelia? Ada apa nih tumben telepon pas lagi di jalan? Jangan bilang kamu tersesat?" tanya Helena langsung to the point.

​Evelia terkekeh pelan dari balik kemudi. "Enggaklah, aku masih hafal jalurnya. Cuma mau tanya, Helena, kamu tahu nggak persisnya lokasi booth atau tempat make-up kita di sana sebelah mana ya? Biar nanti begitu sampai aku nggak bingung nyarinya."

​"Oh, tempat make-up? Posisinya pas banget ada di dekat area panggung utama, sebelah kiri lorong tenant," jawab Helena menjelaskan. "Tapi kalau kamu mau buru-buru dandan sekarang, sabar dulu ya, karena sampai detik ini kursi make-up-nya masih dipakai sama peserta lain yang lagi commish."

​Mendengar penjelasan tersebut, Evelia mengangguk paham meski lawan bicaranya tidak melihatnya. "Ah, begitu ya... Oke deh kalau masih penuh, aku santai saja jalannya."

​"Sip, sip. Pokoknya hati-hati di jalan ya, jangan ngebut-ngebut!" pesan Helena sebelum mengakhiri pembicaraan.

​"Siap, thanks infonya!" balas Evelia, lalu ia langsung memutus sambungan telepon dan kembali fokus sepenuhnya menyetir mobil menuju lokasi event.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!