NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akun Baru Daus 24.

POV Elsa.

Layar bioskop yang raksasa itu sedang memantulkan kilatan cahaya dari trailer film horor yang sebentar lagi diputar.

Suara sound system menggelegar, menggetarkan dada siapa saja yang duduk di dalam studio teater tiga.

Namun, bagi Elsa, getaran paling hebat justru berasal dari benda pipih berlogo apel digigit yang telentang di atas pangkuannya.

Ponsel Sherly yang dititipkan padanya mendadak menyala.

Sebuah notifikasi pop-up muncul di baris paling atas, membelah kegelapan dengan cahaya putih yang neon.

Hanya bertahan tiga detik sebelum menghilang, tapi waktu sesingkat itu sudah cukup bagi netra Elsa untuk menangkap sederet huruf yang sangat akrab di kepalanya.

mohammad.firdaus_ menyukai cerita Anda.

Jantung Elsa rasanya seperti berhenti berdetak satu ketukan.

Seluruh kebisingan di dalam studio bioskop—suara tawa Sherly di sebelahnya, kunyahan popcorn, hingga obrolan penonton lain—mendadak senyap. Terdengar seperti dengingan panjang yang menyakitkan di telinganya.

Daus?

Nama itu mencuat lagi. Nama yang selama beberapa minggu ini coba dia kubur dalam-dalam di bawah tumpukan kesibukan baru dan tawa-tawa yang dipaksakan.

Elsa tahu persis itu akun pribadi milik sang Ketua OSIS. Bukan akun humas, bukan pula akun samaran.

Elsa termenung. Pikirannya berputar cepat. Ini malam minggu. Seorang Firdaus yang jadwalnya lebih padat dari menteri pendidikan, yang waktunya selalu habis untuk mengoreksi proposal pensi atau menuruti tuntutan tanpa akhir dari ayahnya, sedang apa di jam segini? Mengapa jemarinya tersesat di unggahan sahabatnya?

"Kenapa, Sa? Popcorn-nya kurang asin?"

Sebuah suara bariton yang berat dan sedikit serak memutus lamunan Elsa.

Aris menundukkan kepala, mendekatkan wajahnya ke arah Elsa agar suaranya tidak tenggelam oleh audio bioskop.

Tatapan cowok itu lurus, teduh, dan penuh perhatian yang tak menuntut.

Tangan Aris yang besar masih bertengger santai di sandaran kursi Elsa, menjaga jarak yang sopan namun terasa begitu melindungi.

Elsa mengerjap, buru-buru membalikkan ponsel Sherly agar layarnya menghadap ke bawah. Dia memaksakan seulas senyum, tipis sekali. "Nggak kok, Ris. Ini... cuma silau aja sama layarnya."

Aris tidak bodoh. Dia menangkap perubahan raut wajah Elsa yang mendadak pias.

Dia juga sempat melihat sekilas pantulan cahaya dari notifikasi tadi.

Namun, Aris memilih untuk tidak mendesak. Cowok itu hanya tersenyum maklum, lalu meraih jemari Elsa yang terasa sedingin es di atas pangkuan, menggenggamnya longgar seolah menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya yang kapalan akibat sering memegang stang motor.

"Kalau filmnya ngebosenin atau lo capek, bilang ya. Kita bisa keluar kapan aja," bisik Aris lagi, tepat di dekat telinga Elsa.

Sentuhan hangat Aris malam itu terasa nyata. Sangat nyata.

Berbeda jauh dengan bayang-bayang masa lalu yang selalu terasa seperti mengejar fatamorgana. Bersama Aris, Elsa tidak perlu berpura-pura menjadi cewek pintar kelas unggulan yang serba sempurna hanya untuk bersanding dengan Daus. Bersama Aris, dia hanya perlu menjadi Elsa.

**

POV Daus.

Sementara itu, di sudut kota yang berbeda, di dalam kamar yang pengap oleh rasa bersalah, Firdaus merasa seperti sedang dieksekusi mati.

Cowok itu berjalan mondar-mandir di atas karpet kamarnya dengan langkah gusar.

Ponselnya digenggam erat sampai buku-buku jarinya memutih.

Dia terus-menerus menekan tombol kunci layar, membuka Instagram, lalu menutupnya lagi dalam siklus yang menyiksa.

"Bego, Daus! Bego banget!" umpatnya pada diri sendiri.

Dia tahu, unlike yang dia lakukan dua detik setelah kejadian tidak akan menghapus jejak digital itu jika Sherly atau Elsa sedang menatap layar.

Rasa gengsinya yang setinggi langit runtuh seketika. Hancur berkeeping-keping. Bayangan bahwa Elsa akan menertawakannya, atau yang lebih buruk, mengasihaninya sebagai mantan cegil obsesi yang terus mengejarnya namun kali ini sudah benar-benar taubat— Hal itu membuat ulu hati Firdaus dihantam rasa ngilu yang luar biasa.

Dia ingin mengirim pesan. Tapi ke mana? Nomornya diblokir. Instagram Elsa pun sudah tidak bisa dia gapai dari akun utamanya.

Maka, dengan sisa-sisa harga diri yang sudah terkikis habis, Firdaus melakukan hal paling patetis yang pernah dia lakukan seumur hidupnya. Dia membuat sebuah akun Instagram baru. Tanpa foto profil. Tanpa biodata. Hanya nama pengguna acak yang tidak menunjukkan identitasnya sama sekali.

Melalui akun bodong itu, Firdaus mencari nama Elsa. Ketemu.

Jari Firdaus gemetar saat menekan tombol biru bertuliskan Ikuti. Dia berharap dengan akun asing ini, dia setidaknya bisa melihat potongan-potongan hidup Elsa yang kini sudah tidak lagi melibatkan dirinya. Dia menunggu di depan layar, berharap ada keajaiban berupa notifikasi bahwa permintaannya diterima.

**

POV Elsa.

Di dalam bioskop yang temaram, Elsa merasakan ponsel di tas kecilnya bergetar.

Dia merogoh tasnya, membuka layar ponsel pribadinya sendiri.

Ada permintaan ikuti dari sebuah akun baru tanpa foto profil.

Akun yang baru dibuat beberapa menit lalu, terlihat dari jumlah pengikutnya yang masih nol.

Elsa tertegun sejenak. Naluri kewanitaannya langsung bekerja. Ditambah kejadian like dari Firdaus di akun Sherly beberapa menit lalu, Elsa tidak perlu menjadi detektif untuk tahu siapa orang di balik akun kosong ini.

Itu Firdaus.

Cowok yang dulu selalu mengabaikan pesan panjangnya. Cowok yang dulu menganggap kehadirannya di depan ruang OSIS sebagai gangguan reputasi. Cowok yang bahkan tidak pernah punya waktu untuk sekadar menemaninya membeli es krim karena alasan "sibuk belajar untuk masa depan."

Kini, cowok yang sama sedang mengemis akses masuk ke hidupnya lewat sebuah akun palsu.

Dada Elsa bergemuruh.

Rasa sakit dari penolakan-penolakan masa lalu mendadak bangkit, menggores luka lama yang baru saja mengering.

Rasa ingin tahu sempat terbersit, namun rasa lelahnya jauh lebih besar.

Dengan gerakan tangan yang tenang namun tegas, Elsa menggeser layar. Dia tidak menerima permintaan itu.

Dia juga tidak memblokirnya. Dia hanya... membiarkannya menggantung.

Mengabaikannya sama sekali, seolah akun itu hanya sebutir debu yang tidak sengaja menempel di layarnya.

Dia tidak melakukan follow back. Tidak akan pernah lagi.

Elsa memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu menutup ritsletingnya dengan rapat.

Mengunci rapat-rapat pula lembaran masa lalu yang pernah membuatnya hancur.

Sementara di seberang sana, Firdaus menatap layar ponselnya yang tetap bergeming.

Angka permintaan mengikuti itu tidak berubah warna. Tetap abu-abu.

......................

...****************...

Tbc,

1
Clara
Damn kata”nya elsa nyelekit mampus lu daus
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!