NovelToon NovelToon
Memendam Perasaanku Padanya

Memendam Perasaanku Padanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: my queen

Aurel adalah wanita yang kuat, pintar, ceria dan humoris
Dia berteman dengan siapa aja
Tapi dia gagal dalam percintaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my queen , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

"Kita makan malam disini aja semuanya. kita sudah lama gak berkumpul seperti ini," Seru mama pada kami semua.

"Ide bagus itu. Kita udah lama gak kumpul, kan? Lagian besok juga hari weekend, anak-anak kan pada libur. Bagaimana, semua setuju gak?" tanya Mommy lagi penuh harap, matanya beralih menatap Daddy, papa, Bang Edward, dan Kak Anita bergantian.

Daddy berdeham kecil, melirik ke arah Bang Edward dan Kak Anita yang masih duduk berdampingan. "Kami setuju-setuju aja sih. Tapi ada anak muda di sini juga, siapa tahu mereka ada acara di luar," sahut Daddy tenang, melemparkan keputusan itu pada pasangan di depannya.

Bang Edward tampak berpikir sejenak. Ia melirik ke arah Kak Anita yang berada di sampingnya, seolah meminta persetujuan lewat tatapan mata, sebelum akhirnya kembali menatap Daddy dan Mom dengan senyum tipis.

"Kami nggak ada acara di luar kok, Dad, Mom,papa dan mama. Malam ini kami luang, jadi kami ikut setuju untuk makan malam bersama di rumah," jawab Bang Edward mantap.

Kak Anita pun ikut mengangguk anggun, memperlihatkan senyum manisnya yang tampak begitu serasi di samping Bang Edward. "Iya, Om, Tante. Anita juga senang sekali bisa ikut makan malam dan berkumpul bersama keluarga di sini.

"Mendengar keputusan itu, hati Aurel kembali mencelos. Harapannya agar mereka menolak dan pergi keluar seketika pupus.

Berada di satu ruangan saja sudah membuat paru-parunya terasa menyempit, apalagi harus duduk berjam-jam di meja makan yang sama nanti. Aurel mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik saku baju, berusaha menahan debaran nyeri yang kembali menyerang dadanya.

"Wah, syukurlah kalau begitu. Berarti malam ini semuanya kumpul lengkap, ya," sahut Mama dengan nada riang, tanpa menyadari perang batin yang sedang berkecamuk hebat di dalam diri putri bungsunya.

"Tapi kan Shirin mau menginap di rumah Mom," sahut Aurel.

Apa yang dikatakan Aurel memang benar. Gadis itu berniat datang ke rumah mereka malam ini.

"Ya sudah, suruh Shirin ke sini saja, Sayang, biar kita makan bareng," ujar Mama.

"Emang boleh, Ma?" sahutku.

"Boleh donk sayang." Jawab mama Olivia

"Yaudah Aurel hubungi Shirin dulu ya!" pamit Aurel setengah berseru sembari melangkah begitu antusiasmenghubungi sahabatnya.

"Bagaimana sayang, Shirin nyari bisa datang." Tanya papa padaku

"Bisa pa,! Shirinnya sebentar lagi mau otw kesini". Jawabku dengan senang

Papa tersenyum lega mendengar jawaban itu, lalu melirik jam dinding di ruang tamu yang menunjukkan angka jam tujuh malam. "Baguslah kalau begitu, jadi kita bisa makan malam bersama.

Tidak sampai tiga puluh menit kemudian, suara klakson mobil terdengar dari depan pagar rumah. Aku langsung bangkit berdiri dengan riang. "itu pasti Shirin!" seruku

Begitu pintu rumah terbuka, wajah ceria Shirin langsung menyambutku dengan senyuman lebarnya yang khas. "Aureeel! Kangen banget!" serunya heboh, langsung menghambur memelukku seolah kami sudah tidak bertemu berbulan-bulan, padahal baru tadi siang kami berpisah di sekolah.

Aku tertawa renyah, membalas pelukannya tak kalah erat. "Sama! Yuk, langsung masuk, yang lain  udah nungguin di dalam."

Shirin melangkah masuk dengan santun namun penuh keakraban, melepaskan sepatunya lalu berjalan menuju ruang tengah dima semua orang pada ngumpul.

"Malam, Tante Olivia, Om Crish, Tante Zeline, Om!" sapa Shirin dengan suara riang, langsung menyalimi tangan kedua orang tuaku bergantian.

"Hai kk anita dan bg Edward"! Sapanya

"Kamu gak kesasarkan kesini"? Tanya bg Edward

"Gak kok". Sahutnya

"Gimana kalo kita BBQ an aja"! Seru mommy tiba-tiba

"Setuju" sahutku bareng shirin.

"Nah, pas banget itu! Yaudah kalau begitu kita buat persiapan aja di belakang yuk, dan Edward sama Anita belanja bahan aja," sahut Mommy tiba-tiba.

Mendengar instruksi itu, kami semua langsung mengangguk setuju. Rencana makan bersama ini mendadak berubah menjadi acara masak-masak yang seru.

Shirin langsung menggulung lengan bajunya dengan semangat, siap membantu di dapur belakang bersama Mama dan yang lainnya.

Sementara itu, Edward dan Anita yang baru saja bergabung di ruang tengah tampak saling berpandangan. Edward langsung meraih kunci mobilnya di atas meja dengan pasrah namun penuh senyum. "Siap, My! Tolong list belanjaannya dicatat ya, jangan sampai ada bumbu yang ketinggalan biar kita gak bolak-balik," ujar Edward bersiap berangkat bersama Anita untuk berburu bahan makanan.

Sementara kami para wanita mulai sibuk di area dapur belakang, para suami sudah mengambil alih area halaman. Di luar, suasana tidak kalah seru karena para suami lagi buat panggang api buat BBQ-an nanti malam.

Bagaimana kuliah kalian berdua, lancar?" tanya Mommy padaku dan Shirin sambil tangannya lincah memotong sayuran di meja dapur.

Mendengar pertanyaan itu, aku dan Shirin sempat saling lirik sebelum akhirnya tersenyum kompak. "Alhamdulillah lancar kok, My! Cuma ya gitu, tugas minggu ini lagi numpuk-numpuknya, makanya refreshing ke sini rasanya surga banget," jawabku jujur sambil mencuci selada.

Shirin ikut menyahut dengan nada riang khasnya, "Iya Tante, untung dosen minggu ini gak ada yang ngasih kuis mendadak. Jadi Shirin bisa kabur ke sini buat makan BBQ gratisan tanpa beban pikiran!" Ucapan Shirin langsung memicu tawa renyah Mommy dan juga mama Olivia  yang merasa gemas dengan kepolosan sahabatku itu.

"Makanya kalian cari pacar biar ada penyemangatnya di kampus," sahut Mommy sambil tersenyum menggoda, melirik kami berdua bergantian dengan tatapan jahil.

Mendengar itu, aku langsung menyenggol lengan Shirin yang seketika pipinya berubah merona merah. "Ihh Mommy gak tau aja! Kalo ada cowok yang selalu ngejar-ngejar Shirin di kampus," kataku sambil terkekeh geli, menikmati ekspresi panik sahabatku itu.

"Aurel, apaan sih! Jangan buka kartu dong!" protes Shirin setengah berbisik, wajahnya makin memerah menahan malu sementara tangannya sibuk mencubit pinggangku pelan agar aku berhenti bicara.

Mommy dan mama yang melihat interaksi kami langsung menghentikan kegiatan mereka dan menatap Shirin dengan mata berbinar penasaran. "Wah, benaran itu, Shirin? Siapa cowoknya? Anak jurusan mana?" tanya Mommy bertubi-tubi, langsung bersemangat menggoda Shirin yang semakin salah tingkah.

Iya benar Rin, anak mana? Apa orangnya ganteng dan pintar?" tanya Mama olivia ikut menimpung pembicaraan dengan mata berbinar penasaran, yang membuat Shirin makin salah tingkah.

Wajah Shirin seketika memerah sempurna sampai ke telinga. Ia mendadak menjadi sangat sibuk mengaduk saus BBQ di depannya, berusaha menghindari tatapan menginterogasi dari Mama dan Mommy.

"A-aduh, Tante Zeline, Tante Olivia... gak kok, Aurel cuma ngada-ngada aja itu!" elak Shirin terbata-bata, memegang pipinya yang terasa panas.

Aku yang melihat pemandangan itu makin tertawa puas di sudut dapur. "Tuh kan, Ma, My, liat deh mukanya Shirin langsung kayak kepiting rebus! Berarti beneran ganteng!" godaku lagi tanpa ampun, membuat Shirin melotot tajam ke arahku sambil mencibir gemas.

Kami semua tertawa melihat kepanikan shirin.

Tapi tiba-tiba...

1
falea sezi
cewek gatel aurel🤣 kayak gka ada cwek. lain aja
falea sezi
aurel g tau malu🤣 di tolak lu ngarep move on neng maaf g suka cwek menye ngemis ngemis cinta😒
falea sezi
🤣🤣 Reyhan maju reyy q dukung jangan hiraukan Edward di vampir sok ngatur
falea sezi
🤣 Edward saudara bukan kok ngatur uda urus aja pcr tercinta lu ngapain. ngurus aurel😒 biar aurel pergi jauh aja minimal. keluar negri gt cwek. kok menye
falea sezi
kenapa malah bahas figuran peran utama siapa aneh author nya🤣
falea sezi
mending pindah tempat kuliah aja aurel yg jauh 😒 biar gk sakit hati
falea sezi
move on donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!