NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Random....

​Matahari pagi di hari Minggu memancarkan kilau keemasan yang menembus celah-celah pepohonan pinus di kompleks kediaman utama klan Uchiha. Angin musim gugur yang mulai mendingin berembus lembut, menyapu pelataran jalan berkerikil.

​Biasanya, jam delapan pagi di hari libur seperti ini adalah waktu paling hening di rumah utama. Tapi entah setan dari mana yang mendadak merasuki duo kembar Uchiha—Yoona dan Sasuke—pagi ini mereka berdua sudah nangkring anggun di area garasi!

​Penampilan Yoona pagi ini mengusung gaya sporty-chic yang amat sangat segar dan mahal.

​Yoona mengenakan V-neck Sweatshirt warna krem bergaris hitam di bagian kerah dan pinggang dari kolaborasi Adidas x Sporty & Rich yang membungkus santai tubuh rampingnya. Bawahannya dipadukan dengan celana pendek ketat Lululemon Align High-Rise Short 6" warna hitam pekat yang memamerkan kaki mulus jenjangnya. Kakinya dibungkus sepatu kets Adidas Forum Bold Shoes warna putih bersih dengan kaos kaki putih bertali merah. Rambut hitamnya dibiarkan terurai bebas tanpa kacamata hitam, memancarkan pesona Ice Queen yang begitu alami dan cantik.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Dan apa yang sedang dilakukan duo bocah kaya raya ini jam delapan pagi?

​Bukan joging atau sarapan... melainkan saling adu geber mesin mobil super di dalam garasi!

​BRUMMMMM-BLEARGH! BRUMMMMM!

​Raungan mesin V10 bertenaga 640 kuda milik Lamborghini Huracan Evo (Nero Nemesis) warna hitam doff milik Sasuke menggelegar dahsyat, menggetarkan kaca-kaca gedung garasi!

​Tak mau kalah, Yoona yang duduk di dalam kokpit Lamborghini Huracan Blue Metallic—mobil super hadiah langsung dari sang Ayah, Fugaku—langsung menekan pedal gasnya dalam-dalam!

​BLEEEEEARGH! BRUMMM-BRUMMMM!

​Lengkingan mesin V10 Huracan biru milik Yoona membalas raungan mobil Sasuke dengan suara yang kagak kalah memekakkan telinga!

​Kedua saudara kembar itu membuka kaca jendela mobil masing-masing, lalu meledak tertawa cengengesan dan cekikikan gajelas kayak dua bocah yang baru saja mendapatkan mainan baru.

​"AHAHAHA! Suara mobil gue lebih bulat, Na! Huracan Evo gue kagak ada lawan!" teriak Sasuke dari dalam mobilnya sambil memamerkan cengiran tebar pesona.

​"Dih! Halusinasi lu, Uke!" sahut Yoona sambil menjulurkan lidahnya. "Huracan biru gue hadiah dari Ayah jauh lebih nyaring dan mahal vibes-nya!"

​"Coba geber sekali lagi! Gue kagak denger!" tantang Sasuke sambil menaikkan RPM mesinnya.

​BRUMMMM-BRUMMMM-BLEARGH!

​Kerandoman duo kembar ini makin menjadi-jadi, membuat kepulan asap tipis dari knalpot titanium mereka membumbung indah di udara pagi garasi.

​Sementara duo kembar lagi asyik bikin polusi suara di garasi depan, suasana di ruang strategi rahasia sayap belakang kediaman utama terasa amat sangat serius dan dingin.

​Di balik pintu kayu tebal bernuansa tradisional, Shisui dan Hatake Kakashi sedang berdiri menghadap meja peta digital.

​Di depan mereka, sosok penguasa tertinggi klan Uchiha—Fugaku Uchiha—duduk anggun di atas kursi kayu dengan jubah hitamnya. The Shadow Leader yang pergerakannya kagak pernah tersentuh media publik itu mendengarkan laporan kedua eksekutor seniornya dengan raut wajah tegas dan mata kelam yang amat sangat berwibawa.

​"Jejak hacker itu sudah terkunci sepenuhnya di daratan Tiongkok, Ayah," panggil Shisui dengan suara beratnya yang tenang. "Sinyal proxy di kampus hanyalah topeng. Jika kita tidak meratakan markas utama mereka di sana, mereka akan terus mencoba meretas sistem keuangan Uchiha Group."

​Kakashi melangkah maju, menunduk hormat pada Fugaku. "Saya dan Shisui akan berangkat siang ini ke Tiongkok. Tim taktis dan jalur pengamanan dari klan sekutu di Shanghai sudah disiapkan."

​Fugaku mengangguk perlahan, menyeruput teh hijaunya dengan tenang. "Selesaikan dengan bersih. Jangan tinggalkan jejak yang bisa mencoreng nama Uchiha. Dan ingat... pastikan keselamatan Yoona tetap terjaga selama kamu pergi, Kakashi."

​"Baik, Tuan Fugaku," sahut Kakashi mantap.

​Rencana keberangkatan ini murni dirahasiakan penuh dari Yoona, Sasuke, dan yang lain. Hanya Fugaku dan beberapa pimpinan tinggi klan yang memegang informasi operasional bawah tanah ini.

​Siang harinya, jam menunjukkan pukul satu siang...

​Drama besar mendadak meledak di ruang tengah kediaman utama Uchiha!

​Yoona berdiri di depan selasar dengan muka cemberut maksimal, bibirnya maju beberapa senti, dan kedua tangannya bersedekah di dada. Raut wajah Ice Queen-nya mendadak luntur, berganti jadi mode anak kecil yang lagi ngambek parah!

​Di depannya, Hatake Kakashi berdiri tegap mengenakan kemeja taktis warna hitam, celana kargo gelap, dan jaket kulit pendek. Tas duffel militer warna hitam bertengger di bahu kekarnya. Masker kain hitamnya menutup separuh wajahnya, menyisakan tatapan mata kelam yang menatap sang putri.

​"Hah?! Ke Tiongkok?! Mau liburan kamu, Kakashi?!" cerceh Yoona dengan suara melengking ngambeknya. "Kok tiba-tiba banget?! Tadi pagi kamu nggak bilang apa-apa!"

​Kakashi menghembuskan napas pelan dari balik maskernya. Pria berusia 30 tahun itu harus berjuang keras menahan komuknya agar tidak meledak tertawa melihat tingkah Yoona. Ekspresi Yoona yang lagi ngambek sambil mendedangkan muka balita itu benar-benar terlihat amat sangat menggemaskan dan lucu di mata Kakashi!

​"Bukan liburan, Nuna," sahut Kakashi dengan suara serak beratnya yang sangat halus dan sabar. "Saya ada urusan pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan di sana."

​"Urusan apa?! Kok aku nggak boleh tahu?!" rengek Yoona makin menjadi-jadi, menghentakkan kakinya ke lantai kayu. "Nanti gua gimana cobaa?...."

​Trauma Yoona memang cukup beralasan. Setiap kali Kakashi kagak ada di sampingnya, Yoona itu bawaannya apes mulu! Kayak kejadian beberapa minggu lalu pas dia sok ide mau masak sendiri di dapur yang berujung hampir membakar wajan dan tangannya tergores pisau.

​Sebagai informasi, keluarga klan Uchiha itu nggak pernah memakai jasa pelayan atau asisten rumah tangga luar demi menjaga kerahasiaan klan Yakuza mereka! Seluruh urusan kebersihan dan perawatan rumah utama murni dikerjakan oleh anggota klan tingkat bawah yang setia—termasuk Yamato yang sering dipaksa ikut bantu-bantu. Untuk urusan makanan sehari-hari, keluarga Uchiha biasanya memesan langsung dari restoran-restoran berbintang langganan mereka.

​Kecuali... makanan untuk Yoona!

​Khusus makanan Yoona, Kakashi secara pribadi yang memegang kendali 100%! Dari mulai menyiapkan sarapan, meracik salad, sampai menyedotkan matcha latte se-liternya, Kakashi kagak pernah membiarkan orang lain menyentuh piring Yoona.

​"Kan bisa pesan dari resto langganan seperti biasanya, Nuna," puji Kakashi lembut, melangkah satu pijakan mendekati Yoona. "Lagipula, Yamato dan anggota klan yang lain bakal siap siaga dua puluh empat jam mengawal Nuna kalau mau ke kampus atau ke mall."

​"Cih..!" decak Yoona sambil memalingkan wajahnya yang merona merah. "Males banget!"

​PFTTT!

​Suara tawa tertahan mendadak pecah dari arah tangga.

​Sasuke melangkah turun sambil memegang mangkuk berisi camilan keripik kentang. Si kadal gurun ini dari tadi rupanya menontoni drama ngambek adiknya sambil menikmati camilan.

​"AHAHAHA! Sumpah ya, lucu banget ngeliat ada yang mau ditinggal pengasuhnya!" cengceng Sasuke tanpa dosa, mengunyah keripiknya. "Gimana tuh, Na? Nanti siapa yang mau bangunin lo jam enam pagi? Siapa yang mau melayani kerandoman lo? Wkwkwk!"

​Yoona seketika menoleh tajam, menatap Sasuke dengan tatapan membunuh! "DIEM LO, UKEE! GUA COLOK MATA LO YA!"

​"Aduh takuttt~" goda Sasuke makin menjadi-jadi, sengaja memanaskan suasana. Tapi di dalam hatinya, Sasuke sebenarnya sadar betul kalau dia sendiri juga kagak kalah pemalas dan kagak bisa apa-apa kalau nggak ada pengawal pribadinya. Cuma ya namanya saudara kembar, mumpung ada kesempatan, Yoona wajib dicengceng habis-habisan!

​Yoona mengabaikan Sasuke, kembali menatap Kakashi dengan raut muka pasrah yang masih cemberut berat.

​"Berapa hari kamu di Tiongkok?" tanya Yoona pelan, nadanya sangat halus dan penuh nada ketakutan terselubung.

​Kakashi menatap lurus ke dalam mata Yoona. Rasa sayang dan keinginan untuk melindungi gadis ini bergolak hangat di dadanya. Pria matang itu merundukkan tubuhnya sedikit, menjangkau telapak tangan Yoona dan mengelusnya dengan jemarinya yang kokoh.

​"Cuma dua hari, Nuna," bisik Kakashi sangat lembut. "Selasa malam saya sudah berdiri lagi di depan kamar Nuna. Janji."

​Yoona menatap genggaman tangan Kakashi, lalu menghembuskan napas panjang. Meskipun bibirnya masih dilipat cemberut, Yoona akhirnya mengangguk pelan.

​"Awas ya kalau telat semenit dari janji dua hari itu..." ancam Yoona berpura-pura galak, tapi jemari lentiknya balik membalas genggaman tangan Kakashi dengan erat. "Aku kunci pintu kamar dan kamu kagak boleh masuk seminggu!"

​Kakashi mengulum senyum hangat di balik maskernya. "Siap, Nuna. Janji dipatuhi."

​Satu jam kemudian...

​Sebuah helikopter taktis warna hitam tanpa logo melayang rendah di pelataran helipad pribadi milik klan Uchiha di area bukit belakang. Baling-baling raksasanya berputar kencang, menciptakan hembusan angin keras yang menerbangkan dedaunan kering.

​Shisui dan Kakashi melangkah tegap menuju tangga helikopter.

​Penampilan kedua pria dewasa ini telah sepenuhnya berubah ke mode pertempuran bawah tanah. Shisui mengenakan mantel panjang warna hitam pekat dengan kacamata taktis, sementara Kakashi membalut tubuh kekarnya dengan rompi anti-peluru tersembunyi dan sarung pistol di pinggangnya.

​Aura ramah milik Shisui dan aura pengawal hangat Kakashi mendadak luntur total—beralih menjadi aura dua eksekutor tertinggi Yakuza Uchiha yang amat sangat dingin, tajam, dan mematikan.

​Shisui menepuk bahu Kakashi sebelum naik ke pintu helikopter. "Sudah pamitan sama Princess?"

​"Sudah," sahut Kakashi datar, menatap layar ponselnya sejenak yang menampilkan pesan singkat dari Yoona: [Hati-hati. Awas kalau ada luka!]

​Kakashi menyunggingkan senyum tipisnya, menyimpan ponselnya ke dalam saku mantel, lalu menatap lurus ke arah cakrawala.

​"Jaringan peretas di Shanghai sudah siap dikepung," ujar Shisui sambil memasang headset komunikasi penerbangan. "Kita habiskan mereka sebelum hari Senin, biar saat Itachi audit kampus... semua ancaman di balik layar sudah bersih total."

​Kakashi menarik masker hitamnya naik menutupi rahangnya, memancarkan pendaran mata seorang serigala pemburu yang siap menerkam mangsa.

​"Mari kita selesaikan," bisik Kakashi dingin.

​SZZZT... BRUMMMMMM!

​Helikopter hitam itu melesat naik ke angkasa, membelah awan siang kota Tokyo, terbang melintasi samudera menuju daratan Tiongkok untuk memulai pembantaian rahasia klan musuh.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!