NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Malam berangsur-angsur larut, membawa serta keheningan yang menenangkan ke seluruh penjuru Kota Qing. Di dalam Paviliun Damai, sisa-sisa kehangatan dari mangkuk mi kuah terakhir masih terasa di udara.

Murong Chen, setelah menghabiskan makanannya dengan penuh rasa syukur, pamit untuk beristirahat di kamar paviliun bagian belakang, meninggalkan Jiang Yui dan Bai Ling menikmati sisa malam berdua di dekat jendela terbuka.

Cahaya rembulan memantul di permukaan meja kayu, menyinari sampul buku berikat giok yang tertutup rapi “Riwayat Jodoh Semesta”.

Buku itu kini telah merangkum jutaan kisah, mulai dari pertengkaran konyol para dewa agung di dimensi tertinggi hingga kisah cinta sederhana para petani di kaki gunung Kota Qing.

Jiang Yui menopang dagunya dengan tangan kanan, matanya menatap lekat ke luar jendela, menikmati bagaimana gemerlap bintang-bintang di angkasa raya berputar pelan dalam ritme yang sangat teratur.

Tidak ada lagi alarm sistem yang berbunyi nyaring, tidak ada lagi tugas mendadak untuk merapikan kekacauan kosmik, dan yang paling penting, tidak ada lagi kutukan menjengkelkan yang mengejar masa depannya.

Bai Ling, yang duduk di sampingnya, menuangkan sisa air teh hangat ke dalam cangkir Jiang Yui. "Kau tahu, Jiang Yui," ucap Bai Ling lembut, memecah keheningan malam.

"Kadang-kadang aku masih merasa semua ini seperti mimpi. Dari seorang pangeran yang dianggap sebelah mata dan terpuruk di sudut istana, hingga menjadi sosok yang dihormati oleh seluruh entitas di sembilan dimensi."

Jiang Yui menoleh, tersenyum hangat.

Ia meraih cangkir tehnya, lalu menggenggam jemari Bai Ling dengan tangan yang bebas.

"Bukan mimpi, Bai Ling. Ini kenyataan yang kita bangun sendiri," jawab Jiang Yui tenang.

 "Dan tahu apa bagian terbaik dari semua ini? Kita tidak perlu lagi bertarung melawan takdir. Kita adalah takdir itu sendiri—atau setidaknya, kita membiarkan takdir berjalan apa adanya dengan sedikit sentuhan humor dan secangkir teh."

Bai Ling tertawa kecil, suara tawa yang begitu merdu dan menenangkan di telinga Jiang Yui.

 "Kau dan humor konyolmu itu tidak pernah berubah, bahkan setelah menjadi penguasa kosmik."

"Tentu saja," balas Jiang Yui dengan alis terangkat jenaka.

"Kalau hidup ini terlalu serius, nanti kita cepat tua. Lihat wajahku ini? Berkat rajin minum teh dan tidak mudah stres memikirkan urusan orang lain, aku bahkan terlihat lebih muda daripada saat umurku baru dua puluh tahun."

"Dasar narsis," ejek Bai Ling, meski rona hangat jelas terpancar di pipinya.

Di luar kedai, angin malam berembus pelan, menerbangkan kelopak-kelopak bunga persik dari pekarangan belakang. Suasana di Kota Qing begitu damai, seolah-olah seluruh alam semesta ikut beristirahat bersama mereka.

Namun, kedamaian abadi ini bukanlah akhir dari sebuah kehidupan, melainkan awal dari babak baru yang tenang dan penuh makna.

 Bagi Jiang Yui, petualangan terbesar bukanlah merentangkan kekuasaan melintasi galaksi tanpa batas, melainkan menemukan tempat di mana hatinya bisa berlabuh sepenuhnya.

Dan tempat itu ada di sini di pelukan wanita yang dicintainya, dikelilingi oleh sahabat-sahabat sejati, di sebuah kedai teh sederhana yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya.

Hari berganti, dan fajar perlahan mulai menyingsing di ufuk timur Kota Qing.

 Garis-garis cahaya keemasan pertama menembus celah-celah jendela kedai, menyapu debu-debu halus di atas meja dan membangunkan dunia dari tidur malamnya.

Jiang Yui berdiri dari kursinya, merenggangkan otot-ototnya sejenak, lalu melangkah ke pintu depan kedai.

Ia membuka daun pintu lebar-lebar, membiarkan udara pagi yang segar dan sejuk menyeruak masuk ke dalam ruangan.

Di kejauhan, burung-burung mulai berkicau riang menyambut pagi. Orang-orang mulai terlihat beraktivitas di jalanan kota yang asri.

Bai Ling berdiri di belakangnya, merapikan jubah putih Jiang Yui dengan gerakan penuh perhatian.

"Pagi yang indah, Yang Mulia."

Jiang Yui tersenyum lebar, menghirup udara pagi dalam-dalam.

Ia menoleh ke arah plakat kayu tua di atas pintu kedai yang bertuliskan “Paviliun Damai”, lalu mengangguk puas.

"Ya, pagi yang sangat indah, Bai Ling," ucap Jiang Yui mantap.

"Mari kita buka kedai. Siapa tahu hari ini ada dewa galaksi nyasar yang mau mampir sekadar minum teh dan minta nasihat asmara."

Keduanya tertawa bersama, menyambut hari baru dengan senyuman paling tulus.

Di bawah naungan langit yang membentang luas, kisah sang legenda abadi berlanjut dalam kehangatan hidup yang sesungguhnya sederhana, damai, dan penuh cinta yang abadi selamanya.

Sinar mentari pagi yang hangat kini telah sepenuhnya membasahi jalanan berbatu di Kota Qing. Aktivitas warga berjalan dengan riang dan teratur, menciptakan harmoni kehidupan fana yang begitu menenangkan setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan kosmik.

Di dalam Paviliun Damai, aroma pekat daun teh hijau bercampur harumnya kue kukus tradisional baru saja memenuhi udara.

Jiang Yui, yang mengenakan jubah putih santai, sibuk menyusun cangkir-cangkir giok di atas meja kayu panjang, sementara Bai Ling merapikan vas bunga persik segar di sudut ruangan.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki berisik terdengar dari arah luar.

Pintu kedai terdorong terbuka dengan agak kasar, memunculkan sosok Murong Chen yang datang dengan napas terengah-engah, membawa segepok gulungan dokumen melingkar di bawah ketiaknya.

"Paman Jiang! Bibi Bai! Gawat!" seru Murong Chen dengan wajah panik, langsung menjatuhkan diri ke kursi kayu terdekat tanpa sabar.

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!