NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Lucas keluar dari ballroom hotel dengan langkah ringan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, suasana hatinya sedikit membaik. Seminar yang berlangsung selama tiga hari akhirnya selesai.

Pria itu melonggarkan dasinya sambil berjalan menyusuri koridor hotel yang dipenuhi peserta lain. Beberapa orang menyapanya. Lucas membalas dengan senyum tipis dan anggukan santai. Namun di balik ketenangan itu, pikirannya masih dipenuhi satu hal, Astrid. Lebih tepatnya, gugatan cerai yang diam-diam diajukan istrinya.

Malam sebelumnya Lucas hampir tidak bisa tidur setelah mendapatkan kepastian bahwa Astrid benar-benar menggugatnya melalui William. Awalnya ia sangat marah, tetapi setelah berpikir semalaman, Lucas mulai menyusun rencana baru. Ia tidak percaya Astrid benar-benar ingin meninggalkannya.

Menurutnya, semua ini hanya bentuk pemberontakan sesaat. Astrid pasti sedang marah atau kecewa. Dan seperti biasanya, emosi itulah yang membuat wanita itu bertindak gegabah.

Lucas bahkan sempat tersenyum saat mengingatnya. "Astrid tetap Astrid," gumamnya sambil menekan tombol lift.

Dalam pikiran Lucas, istrinya itu masih sama seperti dulu. Terlalu lembut dan mudah percaya. Sehingga mudah dipengaruhi perasaan. Ia yakin begitu dirinya pulang nanti, semuanya masih bisa diperbaiki. Tidak, lebih tepatnya masih bisa dia kendalikan.

Pintu lift terbuka, Lucas masuk sambil mengeluarkan ponselnya. Belum ada kabar terbaru dari Marta. Ia yakin ibunya sudah mendatangi rumah Astrid hari ini.

Kalau ada satu orang yang mampu membuat Astrid merasa bersalah, orang itu adalah Marta. Lucas bahkan bisa membayangkan bagaimana ibunya akan menekan Astrid. Mengingatkan tentang kewajiban sebagai istri. Menyalahkan keputusan bercerai dan membuat Astrid kembali ragu.

Begitu keraguan itu muncul, Lucas akan masuk untuk mengambil alih keadaan. Seperti yang selalu ia lakukan selama bertahun-tahun.

Pintu lift kembali terbuka di lantai dasar. Lucas melangkah keluar. Senyumnya semakin lebar. Begitu urusan gugatan selesai, fokusnya akan kembali pada target yang jauh lebih besar, aset-aset milik Astrid, termasuk rumah besar tempat tinggal mereka saat ini.

Seluruh kekayaan Astrid yang selama ini belum berhasil ia kuasai sepenuhnya. Ia sudah terlalu dekat untuk gagal sekarang. Karena itu ia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan rencananya, termasuk Astrid. Atau siapa pun yang mencoba berdiri untuk menggalangi jalannya.

Lucas keluar dari lobi hotel sambil memasukkan ponselnya ke saku jas. Sinar matahari sore menyambutnya.

Area depan hotel terlihat ramai oleh kendaraan yang datang dan pergi. Beberapa tamu lalu-lalang membawa koper. Semuanya tampak normal. Sampai empat orang pria mendekatinya dari arah yang berbeda.

Langkah Lucas melambat. Keningnya langsung berkerut.

Salah satu pria itu mengeluarkan kartu identitas. "Dokter Lucas Romano?"

Lucas mengangguk pelan. "Iya."

Pria itu menatapnya tanpa senyum. "Kami dari kepolisian."

Entah mengapa, jantung Lucas mendadak berdegup lebih keras. Namun, ia masih berusaha terlihat tenang.

"Ada apa?"

Pria itu mengeluarkan sebuah map. Kemudian memperlihatkan surat resmi di hadapannya.

"Kami memiliki surat perintah untuk membawa Anda ke kantor polisi terkait dugaan tindak pidana penggelapan dana dan pencucian uang."

Waktu seolah berhenti. Lucas membeku. Senyum yang tadi masih tersisa langsung menghilang dari wajahnya.

"Apa?!" Suara itu keluar nyaris berbisik.

Di sekeliling mereka, beberapa orang mulai menoleh. Bisik-bisik pelan terdengar dari berbagai arah.

Lucas merasakan darahnya turun seketika. Ia benar-benar merasa takut. Karena ini bukan sesuatu yang bisa ia manipulasi dengan kata-kata. Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun selalu berada di atas kendali permainan, Lucas merasakan bagaimana rasanya menjadi pihak yang diburu.

Sementara itu di kota Meganpolis, Marta masih terduduk di ruang tamu rumahnya seorang diri ketika ponselnya yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar.

Ruangan yang sejak tadi sunyi mendadak dipenuhi suara dering yang terdengar nyaring.

Wanita itu yang masih memikirkan pertengkarannya dengan Astrid beberapa jam lalu langsung menoleh. Keningnya berkerut sesaat. Namun, begitu melihat nama yang muncul di layar, tubuhnya refleks menegak.

Lucas. Jantungnya langsung berdebar tidak nyaman.

Dengan cepat Marta meraih ponsel itu lalu menerima panggilan. "Lucas?" panggilnya buru-buru. "Ada apa?"

Namun, suara yang terdengar dari seberang telepon membuat Marta langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tidak ada nada santai seperti biasanya, suara tenang yang selalu membuatnya yakin bahwa putranya mampu mengatasi segala masalah.

"Mama, bantu aku!" Suara Lucas terdengar kasar, tegang, dan dipenuhi kemarahan yang sedang berusaha ditahannya.

Marta langsung duduk semakin tegak. Tangannya tanpa sadar mencengkeram ponsel lebih erat.

"Ada apa?" tanya Marta lagi. "Kamu kenapa?"

Di ujung sana terdengar suara yang cukup ramai. Beberapa percakapan samar yang tidak jelas. Suasananya sama sekali tidak terdengar seperti hotel atau ruang seminar.

Marta mulai merasa gelisah. "Kamu di mana?"

Beberapa detik berlalu sebelum Lucas menjawab. "Aku di kantor polisi."

Kalimat itu membuat darah Marta seolah berhenti mengalir. Wajahnya langsung pucat. Tubuhnya membeku di tempat.

"Apa?" suara wanita paruh baya itu nyaris melonjak. Ia sampai berdiri dari sofa karena terlalu terkejut.

"Kantor polisi? Kenapa kamu di kantor polisi?"

Tangan Marta mulai gemetar.

Di seberang sana, Lucas mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Ia berdiri di sudut ruang pemeriksaan sambil menahan emosi yang terus mendidih di dalam dada.

"Polisi menangkapku saat aku keluar dari hotel."

Mata Marta langsung membelalak. "Menangkap kamu?" ulangnya tidak percaya.

"Iya."

"Tapi kenapa?"

Lucas mengembuskan napas kasar. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Ini salah paham."

Marta merasakan dadanya semakin sesak. "Salah paham bagaimana?"

1
Sri Yekti
cerita ini kayaknya menarik.
👍👍👍
Sri Yekti
👍👍👍 Aku suka....endingnya semua bahagia.
Terima ksh thor.....🙏🙏
Sri Yekti
Mereka bertemu kembali stl 13th. akankah cinta mereka bersemi kembali?
Sri Yekti
Cinta mmg membingungkan.
Dulu Ariana bingung, mengapa Noel menjauh.
Kini noel sendiri yg kelabakan.
Sri Yekti
Langkahmu msh panjang Ariana....g usah kau pikirkan cowok dulu.
fokus pd cita² besarmu
Sri Yekti
thor....bukankah wkt itu Noel masih kecil....mungkinkah ank seusia 3th sdh bs tau sifat orng dewasa....
yg bnr dong....atau mungkin ia mendengar sifat lucas dr org tuanya?
Sri Yekti
masa lalu ttp masa lalu Noel.....mungkin kembaranmu sdh takdirnya tiada.
dr juga manusia, tempat salah dan lupa.
Sri Yekti
Wadhuh...kl kayak gini yg salah siapa?
😄😄😄 ruweeet thor....
Sri Yekti
Cari tau dong Noel....bagaimana kehidupan Ariana dulu ktk masih hdp bersama ayah kandungnya.
Pasti kamu akn berpikir lain utk menilai kepribadian Ariana
Sri Yekti
nah...nah...bagimana Noel? masihkah kamu mencintai Ariana, stl tau bhw Ariana adalah putrinya Lucas?
lanjut thor.....
Sri Yekti
lagi² hanya bisa bilang kasihan..
Lucas menuai hasil perbuatannya dulu.
Sri Yekti
Kasihan si Lucas, bahkan pintu pagarpun tak dibuka.Hingga ia tak bs memeluk putrinya. mdh²an ia bs hidup layak dgn uang peninggalan ibunya
Sri Yekti
akankah Noel ttp menyayangi Ariana bila tau bhw org yg menyebabkan kematian saudaranya adalah ayah Aruana?
Lanjut thor ......
Sri Yekti
Apa yg akn dilakukan lucas pd keluarga Astrid?
Sri Yekti
Mungkinkah Ariana mengenal ayah kandungnya?
Lanjut thor....
Sri Yekti
Eh...tau² Ariana dah dewasa.
Astrid dan mateo dah punya ank 2.
Sri Yekti
slmt ya.... Mateo, Astrid....atas kelahiran putra kalian....👍👍👍
Netty Netty
syafakillah thorr
Ila Lee
kesan asid trauma masa lalu
Sri Yekti
Ariana mau melahirkan rupanya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!