NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:508k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Lucas keluar dari ballroom hotel dengan langkah ringan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, suasana hatinya sedikit membaik. Seminar yang berlangsung selama tiga hari akhirnya selesai.

Pria itu melonggarkan dasinya sambil berjalan menyusuri koridor hotel yang dipenuhi peserta lain. Beberapa orang menyapanya. Lucas membalas dengan senyum tipis dan anggukan santai. Namun di balik ketenangan itu, pikirannya masih dipenuhi satu hal, Astrid. Lebih tepatnya, gugatan cerai yang diam-diam diajukan istrinya.

Malam sebelumnya Lucas hampir tidak bisa tidur setelah mendapatkan kepastian bahwa Astrid benar-benar menggugatnya melalui William. Awalnya ia sangat marah, tetapi setelah berpikir semalaman, Lucas mulai menyusun rencana baru. Ia tidak percaya Astrid benar-benar ingin meninggalkannya.

Menurutnya, semua ini hanya bentuk pemberontakan sesaat. Astrid pasti sedang marah atau kecewa. Dan seperti biasanya, emosi itulah yang membuat wanita itu bertindak gegabah.

Lucas bahkan sempat tersenyum saat mengingatnya. "Astrid tetap Astrid," gumamnya sambil menekan tombol lift.

Dalam pikiran Lucas, istrinya itu masih sama seperti dulu. Terlalu lembut dan mudah percaya. Sehingga mudah dipengaruhi perasaan. Ia yakin begitu dirinya pulang nanti, semuanya masih bisa diperbaiki. Tidak, lebih tepatnya masih bisa dia kendalikan.

Pintu lift terbuka, Lucas masuk sambil mengeluarkan ponselnya. Belum ada kabar terbaru dari Marta. Ia yakin ibunya sudah mendatangi rumah Astrid hari ini.

Kalau ada satu orang yang mampu membuat Astrid merasa bersalah, orang itu adalah Marta. Lucas bahkan bisa membayangkan bagaimana ibunya akan menekan Astrid. Mengingatkan tentang kewajiban sebagai istri. Menyalahkan keputusan bercerai dan membuat Astrid kembali ragu.

Begitu keraguan itu muncul, Lucas akan masuk untuk mengambil alih keadaan. Seperti yang selalu ia lakukan selama bertahun-tahun.

Pintu lift kembali terbuka di lantai dasar. Lucas melangkah keluar. Senyumnya semakin lebar. Begitu urusan gugatan selesai, fokusnya akan kembali pada target yang jauh lebih besar, aset-aset milik Astrid, termasuk rumah besar tempat tinggal mereka saat ini.

Seluruh kekayaan Astrid yang selama ini belum berhasil ia kuasai sepenuhnya. Ia sudah terlalu dekat untuk gagal sekarang. Karena itu ia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan rencananya, termasuk Astrid. Atau siapa pun yang mencoba berdiri untuk menggalangi jalannya.

Lucas keluar dari lobi hotel sambil memasukkan ponselnya ke saku jas. Sinar matahari sore menyambutnya.

Area depan hotel terlihat ramai oleh kendaraan yang datang dan pergi. Beberapa tamu lalu-lalang membawa koper. Semuanya tampak normal. Sampai empat orang pria mendekatinya dari arah yang berbeda.

Langkah Lucas melambat. Keningnya langsung berkerut.

Salah satu pria itu mengeluarkan kartu identitas. "Dokter Lucas Romano?"

Lucas mengangguk pelan. "Iya."

Pria itu menatapnya tanpa senyum. "Kami dari kepolisian."

Entah mengapa, jantung Lucas mendadak berdegup lebih keras. Namun, ia masih berusaha terlihat tenang.

"Ada apa?"

Pria itu mengeluarkan sebuah map. Kemudian memperlihatkan surat resmi di hadapannya.

"Kami memiliki surat perintah untuk membawa Anda ke kantor polisi terkait dugaan tindak pidana penggelapan dana dan pencucian uang."

Waktu seolah berhenti. Lucas membeku. Senyum yang tadi masih tersisa langsung menghilang dari wajahnya.

"Apa?!" Suara itu keluar nyaris berbisik.

Di sekeliling mereka, beberapa orang mulai menoleh. Bisik-bisik pelan terdengar dari berbagai arah.

Lucas merasakan darahnya turun seketika. Ia benar-benar merasa takut. Karena ini bukan sesuatu yang bisa ia manipulasi dengan kata-kata. Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun selalu berada di atas kendali permainan, Lucas merasakan bagaimana rasanya menjadi pihak yang diburu.

Sementara itu di kota Meganpolis, Marta masih terduduk di ruang tamu rumahnya seorang diri ketika ponselnya yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar.

Ruangan yang sejak tadi sunyi mendadak dipenuhi suara dering yang terdengar nyaring.

Wanita itu yang masih memikirkan pertengkarannya dengan Astrid beberapa jam lalu langsung menoleh. Keningnya berkerut sesaat. Namun, begitu melihat nama yang muncul di layar, tubuhnya refleks menegak.

Lucas. Jantungnya langsung berdebar tidak nyaman.

Dengan cepat Marta meraih ponsel itu lalu menerima panggilan. "Lucas?" panggilnya buru-buru. "Ada apa?"

Namun, suara yang terdengar dari seberang telepon membuat Marta langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tidak ada nada santai seperti biasanya, suara tenang yang selalu membuatnya yakin bahwa putranya mampu mengatasi segala masalah.

"Mama, bantu aku!" Suara Lucas terdengar kasar, tegang, dan dipenuhi kemarahan yang sedang berusaha ditahannya.

Marta langsung duduk semakin tegak. Tangannya tanpa sadar mencengkeram ponsel lebih erat.

"Ada apa?" tanya Marta lagi. "Kamu kenapa?"

Di ujung sana terdengar suara yang cukup ramai. Beberapa percakapan samar yang tidak jelas. Suasananya sama sekali tidak terdengar seperti hotel atau ruang seminar.

Marta mulai merasa gelisah. "Kamu di mana?"

Beberapa detik berlalu sebelum Lucas menjawab. "Aku di kantor polisi."

Kalimat itu membuat darah Marta seolah berhenti mengalir. Wajahnya langsung pucat. Tubuhnya membeku di tempat.

"Apa?" suara wanita paruh baya itu nyaris melonjak. Ia sampai berdiri dari sofa karena terlalu terkejut.

"Kantor polisi? Kenapa kamu di kantor polisi?"

Tangan Marta mulai gemetar.

Di seberang sana, Lucas mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Ia berdiri di sudut ruang pemeriksaan sambil menahan emosi yang terus mendidih di dalam dada.

"Polisi menangkapku saat aku keluar dari hotel."

Mata Marta langsung membelalak. "Menangkap kamu?" ulangnya tidak percaya.

"Iya."

"Tapi kenapa?"

Lucas mengembuskan napas kasar. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Ini salah paham."

Marta merasakan dadanya semakin sesak. "Salah paham bagaimana?"

1
Felycia Fernandez
RIP Lucas
Felycia Fernandez
berarti Ariana sudah 31 tahun ya
Priskha
biyuh bnr2 suami durhakim....
Aditya hp/ bunda Lia
kalo jodoh gak kemana itulah Ariana dan Noel akhirnya mereka kembali bersama ... happy ending makasih Thor tetap semangat dan sehat selalu 🫰🫰
Setyo Budi Ningsih
aku tau namamu udah lama thoor tapi aku baru baca 2 novel karya mu keren buat cerita perempuan yg tidak selalu diam saat disakiti. banyak perempuan bisa bangkit saat terpuruk. semoga lancar barokah rejeki nya dan selalu yg terbaik cerita2 mu🫰❤️👍
Momcia
Mateo..lama2 jd buah matoalah..
Erni Kusumawati
cerita kak Author yg satu ini mmg selalu cantik dan menarik.Di setiap ceritanya selalu tersimpan dan tersurat makan tth hidup dan pesan moral yg selalu penuh makna.Seperti kisah Astrid dan Ariana seberapa pun besarnya luka kita tidak akan dpt menghapus bekasnya hanya bisa ikhlas menerima sebagai ujian kehidupan.Dan jangan pernah menggenggam kebencian terlalu dalam Krn rasa benci itu laksana bara yg kita genggam,lama2 bara itu akan membakar dan menyakiti tangan kita sendiri.
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Eni Istiarsi
terimakasih untuk kisah mengharukan ini. tetep sehat tetep semangat untuk menghasilkan karya2 baru lainya🙏💪
Sri Supriatin
eeh happy rnding, terimakasih sdh membuat karya indah ditunggu karya srlamjutnya n sehat Thor 👍🙏🙏😍😍
Sri Supriatin
naga2nya.mau tamat yah🤭🤭
Fa Yun
terimakasih thor akhirnya happy😍
Fa Yun
bertemu kembali masihkah ada cinta yang lalu
Fa Yun
lupakan masa lalu bisakah 😕
Suriyah Lasminah Sari
akhir nya cinta dapat di miliki ,walawe pun ada luka,tapi akhir nya cinta yg menang (terimakasih mbak Santi sehat selalu buat mbak Santi )🙏
Reni Setia
selamat ya udah tamat karyanya
Mutia
13 tahun kemudian, brp umur mereka skrg, pasti dah diatas 30 ya ..kelamaan jumpanya
Enny Suhartini
terimakasih cerita nya kak 👍
Nha_A
😭😭 terimakasih thoorr ud ngasih kami cerita yang bagusss,suka sama cerita ini..aq gak pernah skip looh,semangat untuk karya berikutnyaa🥰💪😘
ryuka
makasih thor atas karya bagus nya.. 😍😍😍😍😍 semangat trus unt berkarya ya thorrr
Ita rahmawati
pesan yg Lucas tulis utk calon suami Ariana bikin sedih ih 🥺
endingnya bagus bgt,, selalu suka dg karyamu Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!