NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33: Malam Kemegahan dan Awal keabadian

Malam harinya, perayaan berlanjut di Grand Ballroom hotel bintang lima paling mewah di kawasan Senayan. Ruangan raksasa berarsitektur klasik itu disulap menjadi taman keabadian bernuansa crystal gold & emerald. Ribuan tangkai mawar impor dan alunan musik simfoni dari orkestra ternama menemani ratusan tamu VIP dari berbagai penjuru dunia—para pengusaha papan atas, jajaran menteri, hingga perwakilan diplomatik negara sahabat.

​Di atas pelaminan megah yang berdiri tinggi, Reynand Aristha dan Aira Anindita tampak bagaikan raja dan ratu malam itu. Aira berganti mengenakan gaun malam pengantin berpotongan ballgown berwarna champagne gold yang dipenuhi rajutan kristal halus, membuat penampilannya begitu memukau dan berkilau di bawah lampu pendar kristal.

​Reynand, yang mengenakan tuksedo rapi dengan bros emerald senada, tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Aira. Setiap kali ada kolega bisnis yang datang memberikan selamat, Reynand dengan bangga mengenalkan Aira.

​"Selamat, Tuan Aristha, Nyonya Aristha," sapa Lord Arthur Sterling yang terbang langsung dari Singapura, menyalami keduanya dengan senyum penuh rasa hormat. "Kalian adalah pasangan yang sangat luar biasa. Dunia bisnis Asia Tenggara ada di tangan yang tepat di bawah kepemimpinan kalian berdua."

​"Terima kasih atas kedatangan Anda, Lord Sterling," jawab Aira dengan bahasa Inggris yang lancar dan gestur anggun yang sangat teruji.

​Nyonya Rosalinda berdiri tak jauh dari pelaminan, menyaksikan putra dan menantunya dengan binar mata penuh kebanggaan dan kedamaian. Rasa cemas yang dulu sempat menghantuinya atas masa depan Aristha Group kini telah sirna sepenuhnya.

​Tepat tengah malam, seluruh rangkaian pesta resepsi yang melelahkan namun penuh kebahagiaan itu akhirnya usai.

​Sebuah mobil limusin hitam membawa Reynand dan Aira menuju penthouse pribadi Reynand yang telah dihiasi taburan kelopak bunga mawar merah dan pendar lilin-lilin aroma terapi lavender yang menenangkan.

​Pintu penthouse terkunci rapat, menyisakan keheningan privat yang hangat di antara mereka berdua.

​Aira melangkah pelan menuju balkon, menatap pemandangan pendar lampu kota Jakarta dari lantai teratas. Gaun mewahnya menjuntai indah di atas lantai kayu. Napasnya terhela pelan, membuang seluruh kelelahan fisik setelah seharian berdiri menyapa ratusan tamu.

​Langkah kaki tegap terdengar mendekat dari belakang.

​Reynand melepaskan jas tuksedonya, menyisakan kemeja putih yang kancing atasnya telah dibuka melonggar. Lengan kekarnya terulur melingkari pinggang Aira dari belakang, menarik tubuh lembut istrinya rapat ke dalam dadanya yang hangat. Reynand menyandarkan dagunya di bahu Aira, membiarkan napas hangatnya menyapu lembut leher jenjang Aira.

​"Akhirnya kita hanya berdua, Nyonya Aristha," bisik Reynand dengan suara baritonnya yang dalam, serak, dan sarat akan gairah serta kelembutan.

​Aira tersenyum manis, menyandarkan kepalanya ke dada bidang Reynand. Jemari lentiknya membelai lengan kekar sang suami yang mendekapnya erat.

​"Terima kasih untuk hari yang sangat indah ini, Suamiku," sahut Aira pelan, memutar sedikit tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.

​Reynand menatap manik mata bening Aira yang memantulkan pendar lilin malam. Jemari kokoh Reynand menangkup kedua pipi Aira, mengusapnya dengan kehangatan tiada tara.

​"Kamu adalah takdir terbaik dalam hidupku, Aira," ujar Reynand tulus, matanya memancarkan ikatan cinta yang tak tergoyahkan. "Mulai malam ini dan selamanya, tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita. Aku akan mendedikasikan seluruh hidupku untuk membahagiakanmu."

​Aira berjinjit sedikit, mengalungkan kedua tangannya di leher tegap Reynand. "Dan aku akan selalu berada di sampingmu, Reynand... dalam setiap helai napas dan langkah perjalanan kita."

​Reynand menundukkan wajahnya, memagut bibir Aira dalam ciuman hangat penuh gairah, kelembutan, dan janji keabadian. Di bawah pendar bintang-bintang ibu kota, perjalanan baru kehidupan Reynand Aristha dan Aira Anindita resmi dimulai sebagai pasangan suami istri yang tak terpisahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!