Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasar gelap sinyal
Pasar Gelap Sinyal terletak jauh di perut bumi Neo-Veridia, di bawah reruntuhan fondasi kota tua yang tak pernah tersentuh cahaya matahari. Di sini, bau jelaga dan logam berkarat menyatu dengan uap panas dari pipa-pipa pembangkit listrik liar. Ratusan pedagang bertopeng menjajakan barang-barang terlarang: mulai dari keping memori bajakan, implan syaraf ilegal, hingga jasa penghapusan kenangan traumatis tanpa izin pemerintah.
Rian melangkah berhati-hati, menundukkan kepala sembari mengikuti pendar cahaya hijau dari keping navigasi pemberian Kael. Di sekelilingnya, manusia-manusia dengan implan mekanis tampak sibuk bertransaksi di remang-remang lampu neon yang berkedip.
Navigasi itu mengarahkannya ke sebuah ceruk sempit di balik deretan kontainer bekas. Di sana berdiri sebuah pintu besi berat dengan ukiran simbol gelombang otak yang tercoreng cat semprot. Rian mengetuk pintu itu dengan pola tiga ketukan cepat dan dua ketukan lambat—kode akses yang diajarkan Kael.
Pintu berderit terbuka, memperlihatkan lorong remang-remang yang baunya seperti antiseptik dan cairan kimia. Rian melangkah masuk. Di ujung ruangan yang dipenuhi monitor melayang, sesosok wanita sedang melepas tudung gaun hitamnya.
Itu Maya.
Wajahnya penuh garis kelelahan, dengan mata cokelat tajam yang memancarkan kewaspadaan tinggi. Begitu melihat Rian melangkah masuk, jemarinya langsung bergerak cepat ke arah senapan pemicu gelombang mikro yang tergeletak di atas meja kerja.
"Kau..." suara Maya tertahan saat mengenali wajah Rian. "Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini? Dan kenapa Penjaga Kategori tidak menangkapmu?"
"Aku menghancurkan terminal daya di Archivia," jawab Rian tenang, meski dadanya bergemuruh. Ia menarik silinder merah dari balik jaketnya dan meletakkannya di antara mereka. "Dan aku membawa kembali barang milikmu."
Maya menatap silinder itu, lalu beralih menatap wajah Rian dengan pandangan tak percaya. "Kau... kau sudah mengaksesnya, bukan?"
"Aku melihat laboratorium itu. Aku melihat proyek yang kau sebut Oblivion," Rian mengambil satu langkah mendekat. "Dan yang paling penting, aku melihat diriku sendiri di sana. Pria dengan parut luka di pipi kiri. Katakan padaku, Maya. Siapa aku sebenarnya?"
Maya menghela napas berat, menyandarkan tubuhnya ke tepi meja baja. Senjatanya perlahan ia turunkan.
"Kau bukan sekadar Archivist biasa, Rian," bisik Maya, suaranya terdengar bergetar namun pasti. "Pria berparut luka yang kau lihat itu adalah Dr. Rian Vance, kepala perancang Proyek Oblivion—sebuah senjata peretas memori massal yang diciptakan untuk menghapus kesadaran seluruh warga Neo-Veridia agar pemerintah bisa mengendalikan mereka sepenuhnya."
Rian menggelengkan kepala, mencoba menolak kenyataan yang terdengar seperti mimpi buruk itu. "Itu tidak mungkin. Aku hanya orang biasa yang bekerja menyusun kristal memori selama delapan tahun terakhir!"
"Karena kau sendiri yang menghapus ingatanmu tiga tahun lalu!" potong Maya tegas. "Kau menyadarinya di detik-detik terakhir sebelum proyek itu diluncurkan. Kau mengkhianati ordermu, mencuri inti kode Oblivion, menyembunyikannya ke dalam silinder merah itu, lalu menguras memorimu sendiri agar mereka tidak bisa menyiksamu untuk mendapatkan kodenya."
Kata-kata Maya menghantam dada Rian seperti pukulan telak. Dunia seolah berputar. Semua kehidupannya yang tenang, pekerjaannya yang membosankan, dan identitasnya sebagai Rian sang Archivist—semuanya hanyalah sebuah kebohongan yang dirancang oleh dirinya sendiri.