NovelToon NovelToon
Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Dibuang Suami Dan Dinikahi Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:75.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kolom langit

Dia pikir, dibuang oleh suaminya sendiri akan membuat hidupnya berantakan dan menderita. Namun, takdir berkata lain, karena justru menjadi awal kebahagiaannya.

Daniza, seorang istri yang bagi suaminya hanya wanita biasa, justru sangat luar biasa di mata pria lain. Tak tanggung-tanggung, pria yang menyimpan rasa terhadapnya sejak lama adalah pria kaya raya dengan sejuta pesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beraninya Kamu!

"Alvin, kamu ini benar-benar, ya?" Ibu Elvira menggeram murka. "Bisa-bisanya kamu menghamili istri orang!" lanjutnya setengah bergumam. Daniza spontan mendongak.

"Maaf, tadi Ibu bicara apa?" tanya Daniza karena ia memang tidak mendengar jelas gumaman Ibu Elvira.

"Saya tidak minta kamu bicara! Sebaiknya kamu pindah duduk saja di sofa sana, saya tadi sudah menghubungi sekretaris Alvin untuk menyuruh dia ke sini," ucap Ibu Elvira.

Daniza sedikit mengerutkan dahinya. Namun, ia tak berani bertanya lebih karena Ibu Elvira terlihat sangat marah. Wanita itu hanya mampu tertunduk takut, sambil bermonolog dalam hati ada apakah gerangan yang terjadi.

Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Alvin datang ke butik dan langsung masuk ke ruangan mamahnya. Daniza masih setia duduk di sofa saat Alvin membuka pintu.

"Ada apa, Mah? Kenapa Mamah minta aku ke mari di jam sibuk seperti ini?"

"Diam kamu!" Sebuah bentakan terdengar melayang tajam. Mama Elvira bangkit dari kursi dan meraih gagang sapu yang sudah disiapkan tadi.

Alvin terpaku di tempat dengan alis saling bertaut. Menerka dalam benak apa yang membuat sang mama tampak sangat murka. Alvin yang memang kerap mendapat sambutan sapu itu pun sudah menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sementara Daniza langsung berdiri dari duduknya saat menyadari adanya sinyal bahaya.

"Kurang ajar kamu, Alvin! Apa kamu benar-benar mau mempermalukan keluarga kita?" teriak sang Mamah.

"Ada apa si, Mah? Tumben mode galaknya kumat!" Alvin yang tak tahu di mana salahnya spontan mencibir. Ia menatap Daniza dengan senyuman manis sambil menggerakkan alis naik turun. "Ada apa?" bisik lelaki itu.

"Aku juga tidak tahu! Tiba-tiba aku dipanggil ke sini dan disuruh menunggu Kak Alvin," balas Daniza dengan suara lebih lirih. Berbeda sekali dengan Alvin yang sejak masuk tadi selalu slengean, wanita itu terlihat gemetar sambil sesekali menarik napas panjang.

Alvin langsung memang sikap waspada ketika melihat mamanya mendekat dengan gagang sapu di tangan. Ia menutupi tubuh kecil Daniza dengan tubuhnya yang tegap dan tinggi menjulang.

"Mah, tunggu! Ini ada apa?"

Namun, rupanya mama Elvira yang begitu dikuasai amarah dan kecewa tak lagi peduli dengan pertanyaan Alvin.

"Anak tidak tahu diuntung kamu! Kurang ajar! Berani kamu melakukan dosa seperti ini!" teriak sang mama sambil menghantamkan gagang sapu ke punggung putranya.

Alvin hanya dapat menutupi kepala dengan lengan, sambil berusaha melindungi Daniza agar tidak ikut terkena amukan Mamanya.

"Awh, sakit ini, Mah!"

"Sakit? Memang kenapa kalau sakit? Mau bilang Mamah ibu tiri lagi? Kamu ini punya otak tidak sih, Alvin?"

"Ya punya, Mah! Otaknya masih bisa mikir, kok," gerutu Alvin.

Sebuah jawaban yang semakin menyulut kemarahan sang mama. Puas memukul dengan gagang sapu, wanita itu menyandarkan benda tersebut di dinding.

"Kalau otak kamu masih bisa mikir kenapa kamu bisa melakukan perbuatan tercela seperti ini?"

"Perbuatan tercela bagaimana, Mah? Justru mama yang panggil aku ke sini cuma buat dianiaya."

"Masih berani jawab lagi!" Kali ini telinga Alvin yang menjadi sasaran empuk sang mama. "Kamu merasa punya otak, kan? Seharusnya kamu paham kenapa Mama suruh kamu ke sini?"

Alvin menggeleng cepat, sambil berusaha melepas tangan mamanya. "Ya enggaklah, aku cuma punya otak, bukan punya mata batin yang bisa nebak isi pikiran Mamah," balas anak itu ketus.

Ibu Elvira mendesahkan napasnya berat. Tatapannya tertuju pada Daniza yang sejak tadi menundukkan kepala tanpa berani mengangkatnya sedikit pun. Ia kemudian memfokuskan pandangannya kepada Alvin kembali.

"Jadi sekarang kalian mau bagaimana? Terus terang Mamah angkat tangan kalau sudah begini caranya! Kalian memalukan!"

Sontak Daniza mendongak. Menatap Alvin dengan wajah bingung luar biasa. Sama halnya dengan Daniza, Alvin juga menatap wanita itu keheranan.

"Memangnya kenapa si, Mah? Apanya yang memalukan?" tanya Alvin masih dengan sikap santai.

Membuat aliran darah Mama Elvira terasa mengalir lebih cepat.

"Alvin!" Teriakan Mama menggema di ruangan itu.

***

1
Mini Amora
thorrrr.... lanjut thorrrr

panjangin lagi bonchap nya yaa thor😍
Mini Amora
gak kaleng² om jabrik sih
Mini Amora
udah baca aku thor👍
Mini Amora
ampun dehhh, kelakuan abang adek ini🤣
Mini Amora
ampun deh mama el..... 👍👍👍
Mini Amora
mama el sakit Eric
wajar klo kamu gak tenang
Mini Amora
saudara kandung tohhh Alvin n Erik
Mini Amora
🤣🤣🤣🤣🤣

ampun dahhh bikin ngakak
Mini Amora
😄😄😄😄😄😄
Mini Amora
gengsi bgttttt sih...
rindu tp cuma dipendam aja
pingsan kan🤭
Mini Amora
hadeuhhhhh😄😄😄
Mini Amora
gorong² ouhhhhh gorong²🤣🤣🤣
Mini Amora
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mini Amora
klo gak peka dikodein yaaa langsung gas aja Alvin... dipaksa mau gtu loh😄
Mini Amora
ouhhh Alvin... kelakuanmu dulu saat sekolah bener² 🤣🤣🤣
Mini Amora
ayo dokter Allan bantu Alvin
kan sama²🤭
Mini Amora
ampun deh mama el n Alvin.... ibu n anak yg bikin ku terkekeh slalu🤣
Mini Amora
ouhhhhh Alvin.... good
Mini Amora
mama el kerennnn👍
Yunita Asep
kok gk di tamatin sih thorr... gantung nih jadi ceritnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!