NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:588.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 33

Sesuai perintah, Zivana memanfaatkan jam istirahatnya untuk duduk di ruangan istirahat staf, merapikan analisis pasar lokal Yogyakarta dalam bentuk poin-poin terstruktur dengan bahasa yang lugas dan tajam. Tepat pukul 11.45, ia mengetuk pintu ruang eksekutif dan meletakkan dua lembar kertas ketikan rapi di meja Melvin.

Melvin yang sedang membaca dokumen di laptopnya mendongak sekilas, lalu melirik kertas tersebut.

"Sudah selesai?" tanya Melvin datar.

"Sudah, Pak. Saya sudah memetakan tiga poin utama masalah promosi beserta usulan solusinya yang lebih relevan dengan budaya lokal," terang Zivana percaya diri.

Melvin mengambil kertas itu, mencermatinya tulisan demi tulisan selama beberapa menit dalam keheningan yang menekan. Zivana berdiri tegap menunggu di hadapannya.

"Catatanmu rapi," komentar Melvin singkat tanpa mengalihkan pandangan. Namun, sebuah sudut bibirnya terangkat amat tipis, sebuah gestur langka yang bahkan sekretarisnya jarang lihat.

"Besok jam sembilan pagi, datang ke ruang rapat utama. Lepas seragam biru mudamu dan pakai pakaian formal yang layak."

Zivana tertegun sejenak, dadanya mendadak berdesir hangat.

"Maksud Bapak...?"

Melvin meletakkan kertas itu, lalu menatap lurus ke dalam mata Zivana dengan sorot yang tegas.

"Mulai besok kamu resmi jadi asisten analis junior untuk tim pemasaran khusus Yogyakarta. Jangan terlambat satu detik pun, Zivana."

Airmata haru menyenggol sudut mata Zivana, namun ia menahannya dengan sekuat tenaga. Ia mengangguk mantap dengan senyum paling cerah yang pernah ia pancarkan sejak menginjakkan kaki di kota ini.

"Siap, Pak Melvin. Terima kasih banyak. Saya tidak akan mengecewakan Bapak!"

Malamnya di kedai kopi, Naya hampir saja menjerit histeris saat Zivana menceritakan kabar gembira tersebut.

"DEMI APA, ZIVA?!" pekik Naya seraya mengguncang-guncang bahu sahabatnya.

"Kamu diangkat jadi tim analisis pemasaran oleh bos galakmu itu?!"

"Iya, Nay! Aku sendiri masih merasa seperti mimpi," kekeh Zivana seraya memeluk bantal sofa kedai.

"Besok aku sudah harus pakai baju formal, bukan seragam Office Girl lagi."

"Tuh kan, apa aku bilang!" Naya menunjuk wajah Zivana dengan bangga.

"Otak encermu itu emang nggak pantas cuma pegang kain lap! Zivana yang dulu cerdas dan berdikari akhirnya kembali!" Naya mendadak bangkit dari duduknya.

"Ayo! Malam ini kita harus cari kemeja formal terbaik buat kamu! Ini perayaan lembaran barumu!"

Melihat antusiasme sahabatnya, Zivana tak sanggup menolak. Di tengah kebahagiaannya yang pelan-pelan pulih, Zivana tersenyum hangat. Ia memandang langit malam Yogyakarta melalui jendela kedai.

Khaisar, Amora... Bunda sedang berjuang di sini, bisiknya lembut dalam hati. Bunda akan membuktikan bahwa Bunda bisa berdiri tegak, agar suatu hari nanti, kalian bisa bangga punya ibu seperti Bunda.

Pagi itu, suasana lantai sepuluh PT Mahardika Group mendadak gempar. Bukan karena amarah Melvin yang meledak, melainkan karena kemunculan sosok Zivana.

Wanita yang biasanya mengenakan seragam Office Girl biru muda dengan celana kain sederhana itu kini melangkah keluar dari lift dengan kemeja putih bahan silk yang jatuh sempurna di tubuhnya, dipadukan dengan celana kulot hitam high waist dan sepatu heels hitam lima sentimeter. Rambut hitamnya yang biasa dicepol kini terurai rapi bergelombang di bagian bawah, memancarkan aura anggun, tegas, dan berkelas.

Mbak Rina, sekretaris eksekutif, sampai menghentikan ketikannya dan melotot tak percaya.

"Ziva?! Ini beneran kamu?!"

Zivana mengulas senyum tipis yang manis. "Pagi, Mbak Rina. Iya, ini saya."

"Demi Tuhan, Ziva! Kamu cantik banget!" bisik Mbak Rina setengah menjerit seraya menghampiri Zivana dan memutari tubuhnya.

"Aku sampai pangling! Kamu Kelihatan kayak manajer dari kantor pusat Jakarta! Beneran deh, seragam OB kamu kemarin menutup potensi kecantikan dan karisma kamu!"

"Terima kasih pujiannya, Mbak Rina," kekeh Zivana lembut.

"Saya cuma menjalankan perintah Pak Melvin untuk berpakaian formal hari ini."

Tepat pukul 08.55 WIB, pintu lift eksekutif terbuka. Melvin melangkah keluar dengan setelan jas abu-abu gelapnya yang mewah. Pria itu berjalan penuh wibawa, namun langkah kakinya mendadak melambat saat matanya menagkap sosok Zivana yang berdiri di depan meja sekretaris.

Melvin tertegun. Sepasang mata elangnya menatap Zivana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ada binar terkejut dan sedikit takjub yang berkelebat cepat di matanya, sebelum akhirnya pria itu menetralkan kembali ekspresi dinginnya.

"Bagus. Kamu tepat waktu," ujar Melvin datar saat melintas di samping Zivana. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak tanpa menoleh.

"Bawa laptop dan dokumen analisismu. Rapat lima menit lagi di ruang konferensi utama."

"Baik, Pak Melvin," jawab Zivana siap.

Ruang rapat utama lantai sepuluh sudah dipenuhi oleh jajaran manajer dan kepala divisi pemasaran. Suasana di dalam ruangan terasa tegang dan penuh tekanan. Pak Roni, Manajer Pemasaran, duduk di kursi utama dengan wajah tegang menanti kedatangan sang CEO.

Pintu terbuka lebar. Melvin melangkah masuk, disusul oleh Zivana yang berjalan anggun di belakangnya seraya membawa map tebal.

Para manajer saling berbisik heran.

"Siapa wanita itu? Staf baru?" bisik salah satu kepala divisi.

"Bukannya itu Office Girl yang kemarin-kemarin sering ngepel di koridor?" timpal yang lain terkejut.

Melvin mendudukkan diri di kursi kebesarannya di ujung meja rapat. Matanya yang tajam mengabsen satu per satu jajaran manajemen di hadapannya.

"Selamat pagi," suara berat Melvin menggema, memutus bisik-bisik di ruangan.

"Hari ini kita akan membahas kegagalan strategi pemasaran produk baru kita di wilayah Yogyakarta. Pak Roni, silakan presentasikan perbaikannya."

Pak Roni berdiri dengan tangan gemetar, menyalakan proyektor dan mulai menjelaskan materi promosinya. Namun, baru tiga menit berjalan, Melvin mengetukkan pulpennya keras-keras ke meja.

TAK!

"Cukup, Pak Roni," potong Melvin dingin, tatapannya menghunus tajam.

"Kamu masih menggunakan konsep kaku yang sama. Kamu cuma mengubah warna desainnya, tapi substansi promosinya sama sekali tidak menyentuh mentalitas masyarakat lokal di sini. Mau sampai kapan timmu menyajikan ide dangkal seperti ini?!"

Pak Roni menyapu keringat dingin di dahi. "Maaf, Pak Melvin... tapi konsep urban modern ini sangat berhasil di Jakarta..."

"Ini Yogyakarta, Pak Roni! Bukan Jakarta!" tegas Melvin keras. Pria itu lalu menoleh ke arah Zivana yang duduk tenang di sisi kanan meja.

"Zivana, paparkan analisismu di hadapan mereka."

Ruangan seketika hening. Pak Roni dan timnya menatap Zivana dengan sorot mata meremehkan dan tidak terima.

"Maaf, Pak Melvin," sela Pak Roni dengan nada keberatan.

"Dia kan cuma mantan petugas kebersihan di lantai ini. Mana paham dia soal strategi marketing tingkat tinggi perusahaan kita?"

Melvin menyipitkan matanya, mengarahkan aura intimidasi yang begitu menekan ke arah Pak Roni. "Siapa kamu berani mengatur saya, Pak Roni? Di ruangan ini, yang menentukan siapa yang layak bicara adalah saya. Dan Zivana jauh lebih kompeten daripada kamu yang bergaji besar tapi tidak bisa membaca pasar."

Pak Roni kuncup seketika. Ia terdiam dan kembali duduk dengan wajah memerah menahan malu.

1
Rehaan Aamir
Laaahh Koq Jd Almarhumah Tiba2...Bukanya Siska Ntu Emak Kandungnya Melvin Ya????...Apa Bkln Ada Plot Twist Lagi????...
Katherina Ajawaila
itu sebab akibat gembel sja belagu korupsi uang kantor ngk kira" SMP 500 M, fi mana untung nya. ngj mikir itu keringat orgtua. tau nya enak aja. kalian itu bukan darah Hadinata ada pada kalian, tau diri numpak Merck 😎
Katherina Ajawaila
msk in aja k prodeo, ngk usah malu biar masing" punya rasa tanggung jawab 🤫
Katherina Ajawaila
kel, ngk jelas masing" kesenangan baru katain istri nya Melvin dia, janda rasa gadis kalau kamu Clarisa gadis pasti. rasa janda 🤭
Katherina Ajawaila
Zivana, encee otak nya tau ja sistem yg ada celah biar koruptor merajalela 😳
Katherina Ajawaila
Nunjak Clarisa sm Jason dan Siska, jelas" ngk ikatan darah bukan rendah hati, ini nunjak mau Kuasain, bagus ngk msk prodeo kalau ngk jd gembel 🤑
Rehaan Aamir
Dua2 Nya Pada BEGOOOOOOO...Yg Laki Gk Mau Jujuuuurrr Yg Perempuan Juga Knp Gk Lgsg Nanya Aja K Intinya Biar Gk Ada Salah Faham....
Katherina Ajawaila
telat Aidil bego, ngomong kaya sama org idiot ulang" 😎
Katherina Ajawaila
keren lah rencana nya semoga berjalan lancar biar tau diri Clarissa dan Jason sampah masyarakat yg numpang beken /Gosh/
Katherina Ajawaila
mantap calon suami yg posesif🤭
Katherina Ajawaila
jgn" kira tipe yg seperti Melvin ini yg bahaya, diam" menghanyutkan, senggol bacok ya kan🤫
Katherina Ajawaila
Aidil ko bodok kebanyak kena daging basi sih jd bego masa ngk bisa tuntut balik anak kandung di siksa. jd gemes liat Aidil 🤭
Katherina Ajawaila
kasihan anak ya biar ngk lahir dr rahim bunda tapi merasakan ksh sayang fi urus sm bunda. sedih juga /Puke/
Ds Phone
semua habis kena kaut
Katherina Ajawaila
Khaisar lebih punya prinsip dr pd papa nya yg hanya fi ksh kiss luluh, menjijikan. bekas_:org diluar sana udh mgk kepalai jd artis makanya balik lg, Aidil bego 🤑
Ds Phone
tahu matah masa pakai duit tak ingat duia
Katherina Ajawaila
Sivana hrs berani kalau sayang anak dia jgn liat Aidil., liat aja anak" yg merasa asing dgn ibunya, ngk brani bicara, terus terang sm Aidil, yg jd bodok" di atur Stela 🤑
Katherina Ajawaila
Ziva bego lg du tanya bukan jawab kalau kamu liat smuanya biar tau diri Aidil. ngk usah pakai ngumpat" jd ngk sakit hati sendiri, ngapain di pendem ntar jd penyakit 😎
Katherina Ajawaila
urusan nya buat bsk, lucu Aidil. bicaranya di telp ngj etis bener, toh mah plng kerja bicara lah di rmh. boleh jadi CEO di kantor pimpin perusahan tapi utk atas anin istri yg ngk jelas ngk bisa tegas, pret lah /Toasted/
Katherina Ajawaila
untung " blm di ambil perawan mu Ziva, rugi amat kalau punya suami plin plan, mmg nya bola pimpong🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!