Setelah kejadian Raka menyelamatkan warga desa Ciherang dari para korporat di kota, Raka Ardian mencoba peruntungan ke kota mencari kerjaan sambil menyelidiki perusahaan yang mengambil tanah warga Ciherang.
Berbagai kejadian suka dan duka dia hadapi.
Mampukan Raka bertahan di kota yang sering kali mengabaikan rasa kemanusiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djafar S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab27 LIBURAN MENDADAK KE BORNEO
Suasana di ruang makan pendopo Ciumbuleuit terasa begitu hangat keesokan harinya. Aroma sedap masakan perpaduan antara soto buatan Bibi dan beberapa menu tumisan kimchi lezat racikan Min-ji berpadu sempurna, mengundang selera siapa pun yang menciumnya.
Di meja makan, ketegangan akibat cerita Arga tentang teror di Kalimantan perlahan mencair berkat tawa renyah Min-ji yang dengan cepat akrab dengan Nadia.
Namun, di balik kehangatan sarapan pagi itu, sebuah perdebatan kecil tengah terjadi antara Raka dan Nadia.
"Tidak, Raka! Kau tidak boleh pergi ke Kalimantan sendirian untuk menghadapi kelompok preman Pak Prabowo itu!" protes Nadia sengit, meletakkan sendoknya dengan agak keras ke atas piring. Wajahnya cemberut, menatap Raka dengan sorot mata protes.
"Kau baru saja kembali dari Mandalagiri, sekarang mau pergi lagi ke pulau seberang menghadapi marabahaya? Jangan harap aku mau ditinggal sendirian lagi di Bandung!"
Raka menghela napas sabar, mencoba meredakan kekasihnya.
"Nadia, perjalananku ke Borneo adalah urusan pertikaian bisnis dan keamanan keluarga Arga. Tempat itu berbahaya, ada preman bayaran dan ancaman kekerasan. Aku tidak mau membawamu ke tengah medan perang."
Arga yang duduk di samping Min-ji tiba-tiba mengangkat tangan sambil tersenyum lebar.
"Eits !!, tunggu dulu, sepupu! Siapa bilang kita harus menempatkan Nadia di medan perang?"
Semua pasang mata di meja makan menoleh ke arah Arga.
Min-ji mengangguk antusias menyambung perkataan kekasihnya. "Benar kata Arga, Nadia! Kebetulan perusahaan ayahku memiliki sebuah penginapan pribadi dan resor ekowisata keluarga yang sangat indah, tenang, dan jauh dari kawasan pabrik yang sedang berkonflik.
Namanya kawasan "Lakeside Green Resort", terletak di tepi Danau Sentarum yang asri, dikelilingi bukit hijau dan udara yang sangat segar. Tempat itu sepenuhnya aman, steril dari preman, dan sangat cocok untuk liburan santai!"
Nadia langsung berbinar mendengar kata 'liburan' dan 'tidak ditinggal di Bandung'. Ia menatap Raka penuh harap sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. "Nah, dengar itu! Aku ikut ke Kalimantan, tapi bukan untuk ikut berkelahi atau jadi sandera.
Aku mau liburan di resor danau itu! Kalau kau melarangku, awas saja ya, aku akan ikut kalian langsung ke pabrik!" ancam Nadia setengah bercanda namun penuh tekad.
Raka tidak bisa berkata-kata lagi. Menolak keinginan Nadia yang sudah bulat sama saja dengan mencari masalah besar. Di sisi lain, membawa Nadia ke Kalimantan dengan jaminan ditempatkan di tempat yang jauh dari zona konflik dan dikawal oleh pengamanan ketat adalah kompromi paling masuk akal agar ia tetap bisa mengawasi keselamatan sang gadis sekaligus membantu Arga menumpas kelompok Pak Prabowo.
"Baiklah," ucap Raka akhirnya sambil menyerah dengan senyuman pasrah. "Kau boleh ikut ke Borneo, Nadia. Tapi kau harus berjanji untuk tetap berada di dalam kawasan resor bersama Min-ji dan tidak pergi ke mana-mana tanpa pengawalan."
Nadia langsung bersorak girang, mengepalkan tangan tanda menang, lalu tersenyum manis ke arah Raka. "Asyik! Liburan ke Kalimantan! Tenang saja, aku anak baik kok kalau diajak jalan-jalan!"
Dua hari kemudian, pesawat carteran privat yang disiapkan oleh keluarga Min-ji meluncur membawa keempat orang itu melintasi Laut Jawa menuju pulau Borneo. Setibanya di sana, sesuai rencana, Nadia dan Min-ji langsung diantar menuju resor tepi danau yang tenang, dikelilingi oleh pemandangan air yang jernih dan hutan hijau yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk ancaman preman.
Sementara itu, Raka dan Arga bersiap melangkah ke garis depan menuju kawasan industri pengolahan kayu untuk menghadapi langsung kelompok preman serakah pimpinan Pak Prabowo, menuntaskan masalah hingga ke akar-akarnya.