*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*
Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.
Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.
Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.
Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...
Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Ilusi Dewa-Iblis
Di pusat Labirin Gravitasi, lempeng-lempeng tembaga yang sebelumnya melayang tanpa arah telah lenyap. Yang terbentang di hadapan Lin Xuan kini adalah dataran obsidian yang luas. Di ujungnya berdiri sebuah gerbang raksasa setinggi ribuan tombak. Pusaran hitam dan putih berpendar di dalamnya, memancarkan aura kuno yang membuat ruang di sekitarnya terus bergetar.
Itulah gerbang menuju Inti Yin-Yang, jantung Kuali Pembelah Surga.
Kilatan cahaya perak melintas sebelum Lin Xuan mendarat di atas dataran obsidian. Tatapannya tertuju pada gerbang tersebut. Energi penciptaan yang mengalir dari dalamnya begitu murni hingga Tungku Daging di dalam tubuhnya ikut bergetar.
Level 11 sudah berada di depan mata.
Namun sebelum ia sempat melangkah, ruang di seberang dataran tiba-tiba terkoyak.
Racun pekat menyembur dari celah itu. Mo Xie keluar sambil menggenggam Sabit Tulang Hitam, disusul Xue Ling’er dengan gaun merah darah yang berkibar diterpa gelombang energi.
Keduanya kembali berhadapan. Mo Xie mengangkat sabitnya.
“Rupanya kau keluar lebih cepat dariku.”
“Kuali itu milikku. Jangan berharap bisa melewatiku.”
Lin Xuan menyeringai.
“Kau boleh mencoba mengambilnya. Asal tulang punggungmu tidak patah lebih dulu.”
Aura keduanya segera bertabrakan. Hukum Tolak dan Hukum Kehancuran beresonansi, sementara Darah Yin Xue Ling’er mengalir perlahan ke tubuh Mo Xie.
Namun sebelum pertarungan pecah, seluruh dataran tiba-tiba bergetar.
Gerbang hitam-putih di hadapan mereka meledak.
Bukan ledakan yang menghancurkan. Melainkan kelahiran sesuatu.
Yin dan Yang di dalam gerbang berkumpul dengan liar. Energi dari segala penjuru tersedot ke dalam pusaran hingga ruang di sekitarnya bergetar hebat. Tekanan mengerikan turun dari langit dan membuat Lin Xuan serta Mo Xie seketika mengubah ekspresi.
Itu bukan tekanan kultivasi.
Yang membuat mereka terkejut adalah aura tubuh makhluk yang sedang keluar dari gerbang.
Sosok raksasa setinggi dua puluh meter perlahan melangkah keluar.
Tubuhnya terbagi menjadi dua sisi. Sisi kanan bersinar keemasan seperti tubuh dewa purba, sedangkan sisi kirinya tersusun dari tulang merah darah yang diselimuti Racun iblis.
Dua kepala tumbuh di atas bahunya. Salah satunya menyerupai dewa tanpa wajah, sementara yang lain berbentuk iblis bertanduk.
Hun Yuan mendadak terdiam.
Lin Xuan menyipitkan matanya.
“Ilusi Dewa-Iblis.”
Makhluk itu adalah penjaga Inti Yin-Yang, lahir dari kekuatan Kuali Pembelah Surga dan mewarisi jejak kehendak penciptaannya.
“Tekanan tubuhnya...”
Untuk pertama kalinya, ketenangan Lin Xuan sedikit berubah.
Mo Xie menggenggam sabitnya lebih erat.
“Kekuatan Tulang nya yang kurasakan sepertinya jauh lebih kuat setidaknya di Level 12.”
Perbedaan antara Level 10 dan Level 12 bukan sekadar selisih dua tingkat. Pada tingkatan ini, tubuh telah ditempa hingga mencapai batas yang sulit dibayangkan. Setiap bagian tubuhnya mengandung kekuatan yang jauh melampaui mereka berdua.
Ilusi Dewa-Iblis mengangkat tangannya.
Seketika, ruang di seluruh dataran obsidian terkunci. Bahkan kehampaan di sekeliling mereka seolah berubah menjadi penjara yang tidak memungkinkan siapa pun melarikan diri.
Mo Xie tidak menunggu lebih lama. “Jangan halangi jalanku!”
Tubuhnya melesat seperti anak panah.
Tulang Surgawi Tahap ke-10 meledak dengan kekuatan penuh. Darah Yin Xue Ling’er mengalir ke tubuhnya untuk menekan beban yang ditimbulkan kekuatan tersebut, sementara Sabit Tulang Hitam di tangannya membesar dan diselimuti racun pemutus karma.
“Mati Kau!”
Tranggg!
Sabit menebas leher sisi iblis. Namun bilah itu berhenti tanpa meninggalkan luka sedikit pun.
Mata Mo Xie melebar.
Tubuh Level 12 itu terlalu kuat. Bahkan Sabit Tulang Hitam miliknya tidak mampu menembus kulitnya.
Kraaak!
Daya pantul dari tubuh raksasa itu menghantam balik dengan kekuatan dahsyat. Retakan menjalar di sepanjang bilah sabit, sementara kedua lengan Mo Xie bergetar hebat hingga darah menyembur dari kulitnya.
Tubuhnya terlempar dan menghantam dataran obsidian.
Boom!
Kawah besar terbentuk. Mo Xie memuntahkan darah hitam.
Lin Xuan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia segera menyadari bahwa serangan tajam tidak akan berguna. Satu-satunya kekuatan yang masih bisa diandalkannya adalah Hukum Tolak.
Tubuhnya melesat menuju sisi emas Ilusi Dewa-Iblis. Cahaya perak berkumpul di lengan kanannya sebelum tinjunya menghantam dada monster itu.
“Hukum Tolak!”
Doom!
Namun hasilnya sama.
Tubuh Ilusi Dewa-Iblis bahkan tidak bergeser. Hukum Tolak yang menghantamnya justru memantul kembali.
Lengan kanan Lin Xuan bergetar hebat. Retakan tulang terdengar dari dalam tubuhnya sebelum ia terlempar ratusan meter dan akhirnya berhenti di atas lantai obsidian.
Darah perak mengalir dari sudut bibirnya.
Dalam dua serangan saja, Mo Xie dan Lin Xuan sama-sama terluka, sementara Ilusi Dewa-Iblis bahkan belum benar-benar bergerak.
Makhluk itu menundukkan kedua kepalanya sebelum perlahan mengangkat kaki.
Ia hendak menginjak mereka hingga menjadi debu.
Lin Xuan mengusap darah di sudut bibirnya. Di sisi lain, Xue Ling’er membantu Mo Xie berdiri.
Kedua pria itu saling menatap.
Tanpa perlu mengatakannya, mereka sama-sama memahami kenyataan yang ada di hadapan mereka. Kekuatan Level 10 tidak mampu menembus tubuh Level 12. Seberapa kuat pun serangan mereka, tubuh monster itu tetap tidak tergoyahkan.
Namun mata Lin Xuan perlahan menyipit.
Ia tiba-tiba memikirkan sebuah kemungkinan.
Jika satu kekuatan mendorong dari satu arah sementara kekuatan lain menarik dari arah berlawanan pada titik yang sama, tekanan yang dihasilkan tidak lagi sama. Bahkan tubuh sekuat apa pun akan kesulitan menahannya.
Tolak dan Tarik.
Daging dan Tulang.
Yang dan Yin.
Tatapan Lin Xuan beralih kepada Mo Xie.
Mo Xie pun menatapnya.
Tidak ada kata yang diperlukan.
Mereka telah bertarung selama beberapa pertemuan dan terlalu memahami gerakan serta niat satu sama lain. Dalam sekejap, keduanya menangkap rencana yang sama.
Lin Xuan akan menggunakan Hukum Tolak untuk mendorong satu titik pada tubuh Ilusi Dewa-Iblis. Pada saat yang sama, Mo Xie akan menggunakan kekuatan kehancurannya untuk menarik dan merobek titik yang sama dari arah berlawanan.
Jika berhasil, dua kekuatan yang berlawanan itu mungkin mampu merobek pertahanan Level 12.
Mo Xie bangkit dengan susah payah. Ia mendorong Xue Ling’er ke belakang, lalu kembali menggenggam Sabit Tulang Hitam dengan tangan kirinya.
“Menjijikkan.” Ia meludah darah sebelum menatap Lin Xuan. “Aku harus bekerja sama denganmu.”
Lin Xuan tertawa pelan. “Anggap saja latihan.”
Cahaya perak kembali menyala di sekujur tubuhnya. “Setelah ini, kita kembali menjadi musuh.”
Racun Mo Xie mulai beresonansi dengan aura Lin Xuan. Dua kekuatan yang berlawanan perlahan menemukan irama yang sama, seolah-olah Yin dan Yang yang selama ini saling bertentangan akhirnya menemukan titik pertemuan.
Di atas mereka, telapak kaki Ilusi Dewa-Iblis turun dengan tekanan yang mampu menghancurkan segalanya.
Lin Xuan dan Mo Xie kembali saling bertukar pandang.
Tidak ada lagi keraguan. Dalam saat yang sama, keduanya melesat.
Dua musuh, Dua kutub yang berlawanan.
Untuk pertama kalinya, Daging dan Tulang berdiri di sisi yang sama. Dan sasaran mereka adalah makhluk mengerikan yang berdiri dua tingkat di atas mereka.