NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:78.8k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 04

Setelah beberapa saat, akhirnya Rhea bangun juga. Namun tangisnya kembali pecah saat mengingat akan apa yang dilihatnya tadi.

Hiks hiks

"Dek, Mbak nggak tahu harus ngomong apa. Tapi kalau mau nangis, ya nangis aja silakan. Puas-puaskan tangismu itu. Siapa yang tahu kalau mereka akan melakukan ini ke kamu, ke keluarga kita."

Lavia Ananta, istri dari Raditya Laksmana tak bisa menahan air matanya melihat sang adik ipar yang tengah hancur.

Meski hanya kakak ipar, tapi Lavia sangat menyayangi Rhea layaknya adik sendiri. Dia yang merupakan anak tunggal sangat suka memiliki adik ipar terlebih sama-sama wanita.

Lavia sungguh tidak menyangka bahwa Rhea akan mengalami kemalangan. Hubungan Rhea dan Oza tentu tak hanya seumur jagung. Mereka berpacaran selama satu tahun lalu memutuskan bertunangan. Selama satu tahun ini, Oza tak pernah punya gelagat mencurigakan. Dia terlihat sebagai pria yang baik, penyayang dan bertanggungjawab.

Hal itu lah yang membuat Radit setuju memberikan adiknya untuk dinikahi oleh Oza. Tapi cerita yang didengar tadi, membuat Radit dan Lavia tercengang, Radit juga sangat meradang dibuatnya.

Dada Radit sesak saat melihat koper milik Rhea yang berada di pojok kamar. Koper tersebut belum dibuka, bahkan tag bandara pun masih menempel.

Rhea belum sampai rumah, namun adiknya itu sudah memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya.

"Oza, apa itu mungkin? Kok bisa?" ucap Radit yang terlihat sulit memercayai cerita Oza dan Trisna.

"Aku ngak tahu Mas. Tapi lihat aja media sosial mereka. Rame banget. Sekarang semua orang juga bakalan tahu bahwa aku yang ditinggalin. Malu rasanya buat buka media sosial," sahut Rhea cepat.

Ditengah tangisnya, Rhea menunjukkan apa yang diunggah pada media sosial milik dua orang itu.

"Kenapa kamu yang malu? Mereka yang berkhianat. Seharusnya mereka lah yang malu. Bener-bener keterlaluan mereka. Kok ya mereka setega itu," pekik Lavia. Wanita itu meradang. Dia lantas mengambil ponsel Rhea dan menutup aplikasi media sosial yang tengah dilihat oleh adik iparnya.

"Bener-bener jahat mereka tuh," ucapnya lagi dengan tangan yang mengepal erat.

Lavia mendengus kesal. Ingatannya kembali pada waktu itu, tepatnya sebulan yang lalu. Waktu itu Oza datang ke rumah bersama Trisna.

"Akhirnya ya Mbak. Selamat buat kehamilannya. Jadi nggak sabar nunggu Rhea pulang. Nanti dinikahan kita, Mbak Lavia pasti akan stuning banget sama baby bumpnya."

Mata Oza berbinar ketika berkata demikian. Sorot matanya juga terlihat begitu merindukan Rhea saat mengucapkan nama sang tunangan.

"Aku sama Mas Radit juga nggak sabar nunggu Rhea pulang dan lihat kalian menikah."

Lavia menjawab ucapan Oza juga dengan senyuman. Ia mengusap perutnya lembut sambil membayangkan betapa senangnya Rhea jika tahu kakak iparnya ini hamil.

"Waaah bakalan seru ini. Senengnya mau ada ponakan euy. Ah ya Mbak, besok kalau Rhea nikah, aku mau bantuin nyari gaunnya ya. Warna biru, itu kesukaan Rhea. Aku juga bakalan nyariin MUA yang bagus, biar Rhea jadi wanita paling cantik dan paling bahagia di pesta pernikahannya."

Sahutan Trisna pun tak kalah antusias. Mata Trisna berapi-api. Wanita itu juga sesekali melihat ke arah Oza, meminta dukungan.

"Aku nggak nyangka mereka begitu," ucap Lavia setelah selesai mengingat kembali kedatangan Oza dan Trisna. Ia juga menceritakan kedatangan Oza dan Trisna kepada Rhea.

"Teganya Ya Allah," ucap Rhea.

Air mata Rhea kembali luruh. Rasa tak percaya juga masih bersemayam dalam dirinya. Tapi mata yang tadi melihat ke arah tenda biru dimana OZa dan Trisna berdampingan, merupakan sebuah bukti atas pengkhianatan mereka berdua.

Lavia dan Radit saling pandang saat melihat Rhea kembali menangis. Mereka tak mampu berkata apapun dan memilih untuk membiarkan Rhea meluapkan rasa sakitnya.

Radit juga memilih untuk melenggang pergi meninggalkan kamar Rhea. Hatinya sangat sakit melihat Rhea yang sedemikian sehingga tak bisa berlama-lama ada di sana.

Saat berada di luar kamar, Radit duduk di kursi yang terletak pada ruang makan. Ia berkali-kali mengusap wajahnya kasar. Bulu kuduknya berdiri setiap kali mengingat Rhea yang mencoba mengakhiri hidupnya.

"Maafkan aku, Rhe. Aku gagal menjadi seorang kakak," lirihnya.

"Mas," panggil Lavia. Ia menyusul Radit keluar dari kamar Rhea. Lavia menyentuh bahu suaminya, lalu mengusapnya lembut.

"Dia udah tenang?" Radit balik menyentuh tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat. Ia kemudian mengusapnya berkali-kali.

Lavia menarik kursi, ia duduk tepat di sebelah Radit. Lavia lalu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Rhea baru aja tidur."

Huuft

Radit menghela nafasnya. Seperti ada batu yang ada di dadanya, berat dan sesak.

"Aku gagal, Via," ucap Radit dengan suara yang serak, air matanya kembali mengalir. Di depan Rhea, dia berusaha untuk tidak menangis namun di depan istrinya, pria itu tak mampu menahan rasa sakit hatinya.

Lavia memilih diam, kata-kata yang akan ia lontarkan untuk saat ini tak akan mempan bagi Radit. Lavia memilih mendekap suaminya. Mengusap punggung Radit dengan lembut dan sesekali menepuknya.

"Sebagai Kakak, aku gagal mengenali pria brengsek yang mendekati adikku. Ayah dan Ibu dulu berpesan padaku, untuk menjaga Rhea dengan baik. Tapi apa, aku hampir kehilangan Rhea, Via. Adikku satu-satunya, aku ... ."

Air mata Lavia ikut luruh. Apa yang dikatakan Radit menusuk hatinya.

Lavia paham betul, Radit sangat menyayangi adiknya, begitu juga sebaliknya. Apalagi mereka sudah jadi yatim piatu sejak Radit masih duduk di bangku kuliah dan Rhea masih SMP. Keduanya menjadi saling mengandalkan satu sama lain semenjak itu.

Radit masih masih tak habis pikir mengapa Oza menikahi Trisna. Tak hanya kepada Oza tapi keluarganya dan juga Trisna. Terlebih Trisna adalah sahabat dekat Rhea. Mereka berteman tak hanya setahun dua tahun, melainkan sejak duduk di bangku SMA.

"Mas, semua ini sudah jadi takdir Allah, meski aku pun bingung kenapa bisa begini. Pesta pernikahan yang diunggah di media sosial sangat sempurna. Beberapa pihak yang terlibat juga di tandai. Ini berarti mereka menyiapkan dengan matang. Lalu sejak kapan?"

Lavia melerai pelukannya. Ia menatap suaminya dengan tajam. Mengajak Radit menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala mereka.

Lavia kembali mengambil ponselnya, dia membuka kembali akun media sosial milik Oza. Pesta pernikahan itu sangat megah dan meriah meski dilakukan di halaman rumah saja.

Semua dekorasi berwarna biru, yang mana langsung membuat Lavia kembali meradang.

"Ini adalah warna kesukaan Rhea. Lihat Mas, semua berwarna biru. Aku ingat banget kalau Rhea pernah bilang tentang warna yang akan dipakainya saat menikah."

Degh!

Dada Radit bergemuruh. Nafasnya memburu melihat senyum Oza. Bukan warna yang jadi fokus Radit, tapi senyum pria yang waktu itu datang menemuinya untuk meminta Rhea jadi istrinya.

Tapi sekarang, pria itu tersenyum cerah di pelaminan bersama wanita lain tanpa penjelasan dan tanpa pemberitahuan.

Trisna pun demikian. Sahabat dekat dari Rhea yang selama ini selalu mendukung Rhea, terlihat sangat bahagia.Wajahnya tak ada rasa terpaksa.

"Astagfirullah. Mereka sangat jahat."

Radit berucap tenang, tidak menggebu-gebu dan juga tidak mengutuk. Tapi Lavia tahu bahwa suaminya saat ini sedang sangat marah. Ia hanya berani menggenggam tangan Radit, tanpa berkata apapun.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Berarti hanya pemuas nafsu KLO JD jlnkan juga g bkln berkah
dewi rofiqoh
Ngehalu terus si oza
GiZaNyA
emang demit si Oza ini... cocoknya dia sama kuda Nil aja biar nyelem ngga usah liat daratan..
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
cinta ga mandang level
D_wiwied
saat ini kamu masih bisa tersenyum Za, apalagi setelah kamu jujur mengakui kalo kamu tdk pernah tertarik sm Trisna.. tp bentar lg senyummu bakalan jd air mata penyesalan setelah tau kebenaran ttg Rhea 😆🤣🤣
Rhea ga berhasil kekejar eeh yg kau dapat hanya penyesalan mendalam, lu kira kamu guanteng bangett gitu sampe2 mikir Rhea msh mau sm kamu?? percaya diri kali kau 😆😆
ElHi
Za.....ibu kamu itu jg seorang perempuan. Gada perempuan yg pantas direndahkan martabatnya dengan cara yg tidak gentle. Maaf sekalipun tak pernah kamu ucapkan utk Trisna..meskipun Trisna itu juga jahat dan dengki dengan Rhea...tapi kamu bermain2 dgn lembaga sakral pernikahan...artinya juga mempermainkan Tuhan.
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!