Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paviliun Teratai Naga Kota Chiyou
Keesokan harinya, matahari telah naik cukup tinggi ketika Boqin Changing akhirnya keluar dari penginapan. Namun, bukannya melanjutkan perjalanan menuju pulau harta karun, langkah Boqin Changing justru membawanya ke bagian lain Kota Chiyou.
Di hadapannya kini berdiri sebuah bangunan toko yang cukup besar. Bangunan tersebut memiliki tiga lantai dengan papan nama besar tergantung di bagian depan, Paviliun Teratai Naga. Boqin Changing berdiri sambil memandangi papan nama tersebut selama beberapa saat.
Kemarin, ketika berjalan-jalan mengelilingi Kota Chiyou, ia sempat mendengar bahwa Paviliun Teratai Naga telah membuka cabangnya di kota ini. Itu berarti Paviliun Teratai Naga telah melebarkan sayapnya hingga ke wilayah Kekaisaran Houran. Sebuah perkembangan yang cukup menarik.
Boqin Changing tersenyum tipis.
"Sepertinya perkembangan Paviliun Teratai Naga jauh lebih cepat dari yang kuingat."
Dalam kehidupan pertamanya, Paviliun Teratai Naga memang berkembang menjadi salah satu jaringan perdagangan dan informasi terbesar di dunia. Namun sekarang, perkembangan itu justru terjadi jauh lebih awal.
Hal tersebut kembali membuat Boqin Changing menyadari satu hal. Dunia yang ia kenal sudah tidak sepenuhnya sama.
Banyak kejadian telah berubah. Banyak orang telah muncul lebih cepat. bahkan beberapa harta yang seharusnya baru muncul puluhan tahun kemudian sudah menjadi miliknya.
Boqin Changing akhirnya melangkah masuk ke dalam toko. Sebenarnya, jika mengikuti rencana awal, hari ini ia seharusnya sudah meninggalkan Kota Chiyou dan melanjutkan perjalanan menuju pulau yang tergambar di peta harta karun.
Namun setelah memikirkannya sepanjang malam, Boqin Changing memutuskan untuk tetap tinggal. Setidaknya untuk sementara.
Ia belum membuat keputusan mutlak mengenai apakah dirinya akan ikut campur dalam kehidupan Hang Xue atau tidak. Ia tidak ingin bertindak hanya berdasarkan ingatan kehidupan pertamanya.
Sebelum melakukan sesuatu, ia ingin mengetahui keadaan keluarga Hang saat ini. Bagaimana hubungan Keluarga Hang dengan keluarga bangsawan lainnya? Apakah Hang Xue sudah memiliki pertunangan? Siapa keluarga yang akan menjadi calon besannya? Yang paling penting, apakah pria yang kelak menjadi suami Hang Xue memang sudah muncul dalam kehidupan perempuan itu?
Boqin Changing ingin mengetahui semuanya terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi tersebut, ia tentu saja memiliki tempat yang paling tepat. Paviliun Teratai Naga.
Di permukaan, cabang Paviliun Teratai Naga di Kota Chiyou memang hanya sebuah toko yang menjual berbagai macam sumber daya untuk para pendekar. Pil, ramuan, senjata, bahan herbal, kitab bela diri, dan berbagai benda lainnya dapat ditemukan di tempat ini.
Namun Boqin Changing tahu betul bahwa itu hanyalah permukaannya. Di balik kegiatan perdagangan tersebut, Paviliun Teratai Naga juga mengumpulkan berbagai macam informasi. Berita mengenai keluarga bangsawan, pergerakan sekte, perubahan politik, kemunculan harta karun, bahkan berbagai rumor mengenai tokoh-tokoh penting.
Selama seseorang bersedia membayar harga yang sesuai, hampir tidak ada informasi yang terlalu sulit untuk didapatkan. Karena itulah Boqin Changing datang ke tempat ini.
Begitu memasuki bangunan, seorang pelayan segera menyambutnya.
"Selamat datang, Tuan Muda."
Pelayan itu membungkukkan tubuh dengan sopan.
"Apa ada sesuatu yang ingin Tuan Muda cari? Kami memiliki berbagai jenis pil, ramuan, senjata, bahan herbal, serta berbagai sumber daya untuk para pendekar."
Boqin Changing tersenyum.
"Aku tidak mencari barang."
Pelayan tersebut sedikit terkejut.
"Lalu, apakah Tuan Muda membutuhkan sesuatu yang lain?"
Boqin Changing mengatakan tujuannya.
"Aku ingin bertemu dengan kepala toko di tempat ini."
Pelayan itu terdiam sejenak.
Tatapannya secara tidak sadar mengamati Boqin Changing dari atas sampai bawah. Pakaian pemuda tersebut terlihat sederhana, tetapi kualitasnya jelas bukan sesuatu yang dapat dikenakan oleh orang biasa.
Aura yang terpancar dari tubuhnya juga membuat pelayan itu merasa bahwa pemuda di hadapannya bukanlah seseorang yang bisa diperlakukan sembarangan. Cara berdirinya tenang dan tatapannya santai. Ada semacam wibawa alami yang membuat orang lain secara naluriah merasa segan.
Tuan muda dari keluarga bangsawan besar? Itulah pikiran pertama yang muncul di kepala pelayan tersebut.
Ia segera tersenyum lebih sopan.
"Apakah Tuan Muda sudah membuat janji dengan kepala toko?"
Boqin Changing menjawab jujur.
"Belum."
Jawaban Boqin Changing membuat pelayan itu sedikit ragu. Biasanya, seseorang yang ingin bertemu kepala toko harus membuat janji terlebih dahulu.
Namun sebelum ia mengatakan sesuatu, Boqin Changing memasukkan tangannya ke dalam saku jubah. Sebuah benda kemudian dikeluarkan. Sebuah token.
Pelayan itu langsung memandang benda tersebut. Boqin Changing menyerahkannya.
"Berikan ini kepada kepala toko. Ia akan mengerti."
Pelayan itu menerima token tersebut dengan kedua tangannya. Begitu melihatnya dengan lebih jelas, matanya sedikit membesar.
Token tersebut memiliki lambang Paviliun Teratai Naga. Namun bentuk dan ukirannya sedikit berbeda dari token pengenal yang biasa digunakan Paviliun Teratai Naga di Kekaisaran Houran.
Pelayan itu jelas tidak pernah melihat token tersebut. Namun ia bukan orang bodoh. Ia dapat melihat bahwa bahan dan ukiran pada token itu jauh lebih istimewa dibandingkan token biasa. Terlebih lagi, ada tanda khusus yang menunjukkan kedudukan pemegangnya.
Pelayan itu menelan ludah. Sepertinya, orang di depannya memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam Paviliun Teratai Naga.
"Baik, Tuan Muda."
"Silakan ikut dengan saya. Saya akan mengantarkan Tuan Muda ke ruang khusus untuk menjamu tamu."
Boqin Changing mengangguk.
Pelayan itu kemudian menuntunnya melewati lantai pertama menuju sebuah ruangan yang jauh lebih tenang. Ruangan tersebut memang khusus digunakan untuk menerima tamu penting Paviliun Teratai Naga.
"Silakan menunggu sebentar, Tuan Muda. Saya akan segera memanggil kepala toko."
Setelah memastikan Boqin Changing duduk dengan nyaman, pelayan itu segera pergi.
...******...
Di ruangan kepala toko, seorang pria sedang berdiri sambil memegang beberapa lembar kertas. Penampilannya seperti pria berusia empat puluh tahun. Rambutnya diikat rapi, pakaiannya cukup mewah, dan wajahnya terlihat sangat serius.
Namun jika diperhatikan lebih dekat, kedua matanya justru bersinar penuh kegembiraan.
"Bagus sekali..."
Pria itu membaca salah satu laporan.
"Benar-benar menarik!"
Ia membalik halaman berikutnya. Senyumnya semakin lebar.
Di atas kertas tersebut tertulis berbagai informasi mengenai salah satu tokoh terbesar di dunia. Dewa Kematian, Boqin Changing. Salah satu dari Lima Raja Dunia.
Pria itu adalah kepala toko Paviliun Teratai Naga di Kota Chiyou. Namanya Taichu Wuji.
Ada satu hal yang perlu diketahui tentang pria ini. Ia adalah penggemar berat Boqin Changing.
Bahkan sejak beberapa tahun lalu, ketika nama Boqin Changing belum sebesar sekarang, Taichu Wuji sudah mendengar berbagai kisah mengenai pria itu. Setiap kali mendapatkan berita mengenai pencapaian Boqin Changing, pria itu akan merasa sangat gembira.
"Benar-benar luar biasa!"
Taichu Wuji mengepalkan tangannya.
"Dewa Kematian memang pantas menjadi Raja Dunia!"
Ia kemudian meletakkan laporan tersebut di atas meja.
"Dunia benar-benar telah berubah."
Tatapannya penuh kekaguman.
"Pei Hengwen telah jatuh dan Boqin Changing menggantikannya."
"Ini benar-benar zaman yang luar biasa!"