NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:175
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Dominasi Mutlak di Atas Panggung

​DANGGG!

​Dentuman gong raksasa bergema membelah angkasa, membakar atmosfer di seluruh Arena Agung Pegunungan Shiwan. Sorak-sorai puluhan ribu penonton mendadak membisu saat atmosfer pertempuran di atas panggung batu raksasa merambat naik secara drastis.

​Di atas arena seluas puluhan meter itu, lebih dari lima puluh murid perwakilan dari 10 Keluarga Utama saling berhadapan. Aura Ki berbagai warna—dari merah membara, hijau beracun, hingga perak berkilauan—meledak bersamaan, menciptakan hembusan angin kencang yang menerbangkan debu-debu batu.

​Namun, pemandangan paling mencolok terjadi di sudut barat panggung.

​Sesuai dugaan, tiga klan papan atas—Klan Ma, Klan Baek, dan Klan Lu—tidak bergerak secara terpisah. Begitu gong berbunyi, lebih dari dua puluh murid elit dari ketiga klan tersebut langsung memutar posisi, membentuk formasi Pengepungan Segitiga yang mengunci rapat pergerakan tim Klan Cheon.

​"Hancurkan sampah-sampah Klan Cheon itu dulu!" teriak Ma Cheon-Wo yang berdiri di barisan depan dengan luka bekas kekalahannya yang telah pulih. "Jangan beri mereka kesempatan buat menyerah!"

​Baek Mu-Jin yang berdiri di sisinya menyeringai kejam sambil mengacungkan pedang perak barunya. "Bocah Cheon Ryeon itu milikku! Aku bakal menguliti tangannya di depan semua Tetua!"

​Di tribun penonton khusus, Jaegal So-yeon menyandarkan badannya ke kursi kayu ukir. Jarinya mengusap ujung kipas sutranya dengan cermat.

​Pengepungan tiga arah dengan jumlah dua puluh lawan tiga, analisis So-yeon dalam hati. Secara teori taktik Murim, tim yang dikepung hanya punya waktu kurang dari sepuluh detik sebelum benteng pertahanan mereka runtuh total. Bagaimana caramu keluar dari jebakan ini, Cheon Ryeon?

​Namun, di tengah kepungan aura membunuh yang sangat pekat itu, Cheon Ryeon sama sekali tidak bergeming. Wajahnya tetap tenang bagaikan permukaan danau es.

​"Jin-Bao, Son-mi," panggil Ryeon dengan suara datar yang sangat jernih di tengah riuh arena. "Gunakan Formasi Pertahanan Tiga Titik Kinetik."

​"Siap, Bos!" seru Jin-Bao dan Son-mi serempak.

​Tanpa ragu sedikit pun, Gong Son-mi melangkah satu sentimeter ke depan Ryeon, menghentakkan palu komposit raksasanya ke lantai batu.

​BOOM!

​Di saat yang bersamaan, Jin-Bao melompat ke belakang Son-mi, merogoh kantong pinggangnya dan melemparkan tiga selongsong tanah liat khusus ke udara di atas kepala mereka.

​"Serang!" teriak puluhan murid elit Klan Ma dan Baek sambil menerjang bersamaan dari tiga arah, melepaskan tebasan pedang dan hantaman telapak api secara serentak.

​SWOOSH!

​Lambaian energi Ki yang sanggup merubuhkan dinding batu meluncur deras menghantam posisi tim Klan Cheon!

​Para penonton di tribun menahan napas. Beberapa tetua klan bahkan sudah menggelengkan kepala, menganggap tim Klan Cheon bakal hancur berkeping-keping seketika.

​Tapi apa yang terjadi berikutnya membuat seluruh isi arena melotot tidak percaya.

​CZZZZZ!

​Selongsong tanah liat yang dilemparkan Jin-Bao pecah di udara, menyemburkan gas khusus yang langsung bereaksi dengan hawa panas dari Telapak Api Klan Ma. Gas itu menciptakan Reaksi Depresurisasi Suhu—seketika itu juga memadamkan kobaran Ki api dan menurunkan daya ledak serangan musuh hingga 50%!

​Sisa dorongan serangan kinetik yang meluncur lalu dihantam langsung oleh permukaan palu komposit Son-mi.

​TRANGGG!

​Dengan penerapan hukum distribusi beban yang diajarkan Ryeon, Son-mi tidak menahan benturan itu dengan otot tangan saja. Dia memutar pinggulnya 30 derajat, menyalurkan seluruh sisa energi dorongan puluhan musuh itu langsung ke lantai panggung di bawah kakinya!

​CRACK! CRACK!

​Lantai batu di bawah kaki Son-mi retak seribu, memercikkan puing-puing batu ke udara, sementara tubuh Son-mi dan timnya... tidak bergeser satu milimeter pun!

​"A-apa?! Serangan kita ditahan begitu saja?!" pekik salah satu murid elit Klan Lu ketakutan setengah mati.

​Sebelum mereka sempat menarik kembali senjata mereka atau menyadari apa yang terjadi, suara dingin Ryeon bergema dari balik debu.

​"Giliran kita."

​Ryeon bergerak.

​Kecepatannya tidak mengandalkan ledakan Ki yang bising, melainkan murni efisiensi biomekanika percepatan saraf. Dalam hitungan mikrodetik, Ryeon sudah meluncur menembus celah rapat di antara barisan musuh bagaikan bayangan hitam.

​TAK! TAK! TAK!

​Jari-jari Ryeon meluncur kilat menotok titik-titik simpul saraf di bawah ketiak dan leher para murid elit Klan Ma dan Baek. Setiap totokan disertai Sistem Kompresi Kinetik yang langsung mengunci sirkulasi Dantian lawan secara instan.

​"Ugh!"

​"A-tanganku lemas!"

​Satu per satu murid elit yang paling dibanggakan klan-klan atas roboh beruntutan ke lantai panggung bagaikan deretan kartu domino yang tumbang!

​Di saat yang sama, Son-mi mengayunkan palu kompositnya menyapu kaki musuh dari samping, sementara Jin-Bao menembakkan jarum-jarum pemicu kejang saraf dengan presisi matematis yang luar biasa.

​Pertarungan yang tadinya dikira bakal jadi pembantaian atas Klan Cheon... mendadak berubah jadi panggung pembantaian sepihak oleh tiga anggota Ordo Roda Bintang!

​Hanya butuh waktu kurang dari dua menit.

​Dua puluh lima murid elit dari Klan Ma, Klan Baek, dan Klan Lu tergeletak kejang-kejang dan tidak sadarkan diri di atas panggung batu yang retak-retak.

​Di tengah panggung yang kini lengang, Ma Cheon-Wo dan Baek Mu-Jin terduduk gemetaran di tanah, wajah mereka pucat pasi seputih kertas. Seluruh pasukan elit yang mereka banggakan telah dilumpuhkan tanpa tersisa.

​Ryeon melangkah pelan mendekati Ma Cheon-Wo dan Baek Mu-Jin, menatap mereka dari atas dengan mata hitam yang dingin dan dalam.

​"Kalian selalu bangga dengan status klan dan jumlah pasukan," ucap Ryeon datar, suara jernihnya bergema menembus keheningan seluruh arena. "Tapi di hadapan logika dan efisiensi sejati... kekuatan kalian tak lebih dari sampah yang rapuh."

​Ryeon mengangkat kakinya dan menyenggol lembut titik saraf di leher kedua orang itu, membuat Ma Cheon-Wo dan Baek Mu-Jin langsung pingsan tak sadarkan diri di tempat.

​Keheningan yang luar biasa mencekam melingkupi seluruh Arena Agung Pegunungan Shiwan.

​Puluhan ribu penonton, para murid klan lain, hingga para Tetua Tinggi di tribun kehormatan berdiri membeku dengan mulut terbuka lebar. Tidak ada satu pun suara bisikan yang berani memecah keheningan itu.

​Di tribun penonton khusus, Jaegal So-yeon perlahan berdiri dari kursinya. Kipas sutra di tangannya terlepas sedikit, matanya yang tajam menatap sosok Cheon Ryeon di tengah panggung dengan binar kekaguman dan keterkejutan yang amat sangat.

​Dia tidak menggunakan jurus pusaka... dia mengendalikan seluruh medan pertarungan dengan kalkulasi reaksi dan struktur tubuh musuh! batin So-yeon, dadanya berdebar kencang. Siapa sebenarnya kau, Cheon Ryeon?!

​Di tribun kehormatan, Tetua Utama Akademi perlahan mengangkat tangannya dan menepuk tangannya pelan.

​PROK... PROK... PROK...

​Suara tepuk tangan tunggal itu membuyarkan kebekuan seluruh isi arena. Seketika itu juga, sorak-sorai dan teriakan gemuruh puluhan ribu penonton meledak bagaikan badai yang mengguncang seluruh Pegunungan Shiwan!

​"PEMENANG BABAK ELIMINASI... TIM KELUARGA CHEON!" teriak Instruktur Dokgo dengan suara gemetaran lewat pendorong Ki.

​Ryeon berdiri di tengah panggung yang hancur, menyapu jubah hitamnya yang berdebu. Di dadanya, pin Roda Bintang bersinar makin terang disiram cahaya matahari siang.

​Langkah pertamanya untuk menundukkan Akademi telah tuntas. Dan kini, seluruh benua Murim mulai menyaksikan awal dari era baru yang dipimpin oleh sang Jenderal Sains.

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!