NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 : Saat Takdir Memilihku

Aarrrrgh!!

Tiba-tiba saja Devan terbangun di suatu tempat yang di penuhi kabut, dia menoleh ke arah sekitar namun pandangan nya terbatas.

"Dimana ini?" gumam Devan

Namun saat di tengah kebingungan Devan melihat setitik cahaya, sehingga dia mengikuti cahaya itu, Tibalah dia di sebuah bukit kecil, terlihat seorang pria tua berjanggut putih memegangi tongkat nya, menatap ke arah Devan, Devan terkejut melihat sosok tua itu "Siapa kau, dan dimana aku" tanya Devan

Pria tua itu tertawa kecil dan menatap ke arah Devan "Aku ki Amar pemilik sebelum nya dari gelang yang kau kenakan anak muda, dan ini adalah alam spiritual mu, ketika kau telah mencapai satu tingkat, maka kau tentu akan bisa berada disini, ini hanya permulaan anak muda, karena perjalanan mu masih panjang", jawab Pria tua itu.

Lalu sebuah cahaya masuk kedalam kening Devan sehingga membuat nya kembali tersadar, dengan keadaan berkeringat serta napas terengah. Malea serta yang lain nya melihat itu tentu sudah tau, mereka berusaha menenangkan Devan yang masih terduduk memegangi kepala nya yang terasa pusing.

"Tenang lah tuan itu hanya sebuah proses pemindahan kunci alam spiritual dari pemilik sebelum nya" jelas Malea

Devan hanya mengangguk lalu dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Singkat Cerita Devan duduk di balkon rumah nya sembari menikmati kopi dan sebatang roko di tangan nya. Setelah selesai dia beranjak ingin berjalan-jalan mencari udara segar dengan mobil nya, Devan memacu mobil nya perlahan menuju sebuah tempat.

Di lain tempat terlihat Seorang gadis sedang di marahi seorang wanita paruh baya, dia menunduk karena sedang dicaci maki "Bodoh banget jadi anak kamu vi! udah ibu bilang cari cowo yang banyak duit bukan kaya si Devan, sampai kapan kamu kaya gini bodoh!" teriak wanita paruh baya itu yang ternyata sedang memarahi vivi.

Vivi menunduk lalu dia mendongak menatap sang ibu lalu menjawab "Apa salah nya dengan Devan bu!, dia laki-laki baik, udah lah bu vivi cape!" jawab Vivi berlalu pergi keluar rumah.

Melihat anak nya pergi wanita setengah tua itu geram dan marah-marah tak jelas, "Dasar anak gak tau diri!" gumam wanita itu.

Sungguh tak tau ibu nya Vivi dengan Devan yang saat ini, jika saja dia tau Devan yang sekarang, mungkin dia akan malu jika dia masih menghina sosok Devan, Terlihat Vivi duduk di sebuah taman menatap ke arah danau seraya melamun kan sesuatu di benak nya.

"Seandainya aku dulu masih bersamamu van" gumam Vivi Alangkah terkejut nya Vivi saat suara pria terdengar di belakang Vivi menimpali ucapan nya,

"Yaa jika saja dulu kita masih bersama apa yang akan kau lakukan" ucap pria itu yang tak lain adalah Devan.

Sontak Vivi menoleh dengan wajah yang sudah memerah lalu dia menunduk malu dan memalingkan wajah nya,

"S-sejak kapan kamu disini van?" ucap Vivi pelan dengan kondisi jantung yang sudah berdegup kencang.

Devan tertawa kecil saat melihat expresi dari Vivi, kemudian duduk disebelah Vivi sebelum menjawab, Devan menatap ke arah danau "Sejak barusan, belum terlalu lama, sungguh kebetulan sekali bukan kita bertemu kembali, apakah kau masih sering kemari?" tanya Devan seraya mengingat masalalu bersama Vivi di tempat ini.

Vivi menoleh sesaat ke arah Devan lantas menjawab "Aku kemari jika aku sedang merasa lelah saja dengan semua ini" jawab pelan Vivi.

Devan membaca Vivi dia seperti menyembunyikan sesuatu pada Devan "Apakah ibu mu masih sering menjodohkan mu dengan pria itu?" tanya Devan kemudian, karena dia teringat bahwa Vivi dulu akan di jodohkan oleh ibu nya pada pria tua, dan itu lah penyebab hubungan Devan dan Vivi berakhir.

Vivi tercenung saat mendengar ucapan Devan ternyata Devan masih mengingat kejadian dulu "Ternyata kau masih mengingat hal itu vin" Ucap Vivi.

Devan hanya tersenyum sebagai jawaban, lalu lama mereka berbincang disana bersenda gurau mengingat masa lalu mereka, Namun dari kejauhan ternyata Devan di ikuti oleh Hilma mantan kekasih nya yang selingkuh, Hilma menatap penuh penyesalan karena ulah nya sendiri,

"Apakah kau kembali bersama dengan nya van? Apa kau secepat itu melupakan aku?" gumam Hilma, lalu dia beranjak pergi meninggalkan tempat itu, karena percuma saja dia menunggu disini hanya merasakan sakit dan penuh penyesalan saja.

Devan mengantarkan Vivi untuk kembali pulang, namun Vivi seperti enggan, lalu Devan mengajak Vivi ke sebuah restoran terlebih dulu, Vivi ingin menolak namun dia juga masih ingin menikmati kebersamaan nya dengan Devan yang jarang terjadi.

Singkat cerita Devan sudah duduk bersama Vivi di sebuah restoran, Vivi masih tak menyangka dengan perubahan lelaki yang di sukainya itu. "Kau hebat Van ternyata ucapan mu dulu akan berubah menjadi kenyataan" batin Vivi.

Devan dan Vivi berbincang selagi menunggu makanan mereka datang, namun perhatian Devan sedikit teralihkan saat melihat Malea dan yang lain nya, Malea memandangi sebuah mesin kasir serta yang lain nya memperhatikan mesin coffe, hal itu membuat Devan sedikit ingin tertawa namun dia hanya bisa menahan nya saja.

"Syafir ini begitu mengagumkan, lihat lah ini" ucap Malea seraya menunjukan mesin kasir, Syafir menghampiri nya mata dia berbinar penuh dengan rasa penasaran dengan benda2 yang ada di dunia Devan, Syafir dan Malea memencet-mencet tombol kasir itu hingga error, dan Yunsi serta meylin dan Ayumi memainkan mesin coffe, sehingga air coffe kekuar berserakan membanjiri meja tempat Mesin coffe itu tersimpan.

Kasir dan seorang barista menjadi binggung dengan hal itu, bulu kuduk mereka merinding karena merasakan kehadiran seseorang disana "Ini kenapa ya ko jadi error, mesin Coffe juga nyala sendiri, hihh merinding gua!" ucap seorang kasir.

Sementara Malea dan yang lain nya hanya menertawakan itu, karena mereka tak bisa di lihat oleh manusia biasa, Devan melihat itu hanya menggelengkan kepala, kelakuan para wanita nya itu memang terlihat norak, namun itu mungkin wajar saja mereka baru bisa keluar dari gelang giok yang Devan kenakan setelah ratusan tahun lama nya, tentu masa kini sudah lau sangat modern, Sehingga banyak hal yang asing bagi Malea serta yang lain nya, Vivi melihat keanehan itu hanya menganggap nya hal biasa, Tak lama pesanan mereka datang, Devan menikmati makanan nya, sama hal nya dengan Vivi.

Sungguh momen yang sudah lama tak di rasakan oleh Vivi, sungguh hal ini membuatnya bahagia. Lagi-lagi sosok Hilma ada namun bukan karena dia membuntuti Devan, mungkin ini hanya sebuah kebetulan saja.

"Malang nya nasib ku!" batin Hilma saat melihat ke arah Devan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!