NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlibat Pertempuran Di Kota Beixuan

Lebih cepat dari perkiraan awal, siang hari ini Song Jiao tiba di Kota Beixuan.

Antrian panjang mengular karena banyaknya arus orang yang ingin memasuki Kota.

Ada jutaan jiwa orang tinggal di Kota Beixuan, dan di kota inilah terdapat banyak pandai besi, membuat Kota Beixuan dijuluki sebagai Kota Pandai Besi.

Menjelang sore barulah Song Jiao bisa memasuki Kota Beixuan, dan langsung saja dia disambut dengan keramaian sebuah kota.

Di dalam kota ada larangan menunggangi kuda bagi rakyat jelata maupun pendekar, jadi terpaksa Song Jiao turun dan menuntun kuda putih berjalan tepat di sebelahnya.

"Lebih ramai dari Kota perbatasan yang pernah aku lihat di kehidupan sebelumnya."

Suara Song Jiao terdengar lirih, dan begitu memasuki kota, hal pertama yang ingin dilakukannya adalah menukarkan batangan emas miliknya dengan pecahan uang yang lebih kecil.

Begitu menemukan tempat yang dicari, Song Jiao langsung saja menukarkan dua batang emas yang senilai dengan sepuluh ribu tael perak, setara dengan satu juta wen (koin tembaga).

Song Jiao menerima 99 lembar uang kertas yang setiap lembarnya senilai 100 tael perak, lalu sebanyak 100 tael perak segera disimpan ke ruang ajaib, begitu juga dengan seluruh uang kertasnya.

Dengan begini tidak akan ada pencuri yang bisa mengambil uang Song Jiao, dan begitu urusan tentang uang terselesaikan, kini sudah waktunya menemukan tempat penginapan.

Belum juga menemukan penginapan yang sesuai keinginannya, Song Jiao dikejutkan dengan bola api raksasa yang melayang jatuh belasan langkah di depannya, membuat suasana kota yang tenang seketika berubah menjadi kacau.

"Ada serangan musuh!"

Teriakan yang mengabarkan tentang terjadinya serangan musuh terdengar, membuat orang-orang yang sebelumnya beraktivitas di luar, cepat mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing, membuat suasana jalanan yang semula ramai menjadi sangat sepi.

"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat!"

Dari apa yang baru didengarnya, Song Jiao mendengar bahwa musuh yang kali ini datang jauh lebih besar, lebih kuat, dan persenjataan mereka juga lebih lengkap, terlihat dari ketapel yang bisa menembakkan bola api raksasa sampai ke dalam kota.

Ingin pergi juga tidak bisa, dikarenakan gerbang Kota telah ditutup dengan alasan demi keamanan.

Seketika Song Jiao terjebak dalam situasi peperangan, tapi sedikitpun dia tidak terlihat panik, tetap tenang, dan hal pertama yang dilakukannya adalah mencari tempat sepi, lalu menyimpan kuda putihnya ke dalam ruang ajaib.

Makhluk hidup bisa disimpan ke tempat itu, tapi siapapun makhluk hidup yang masuk ke ruang ajaib, dia akan langsung pingsan, dan itu juga yang dialami oleh kuda putih.

Tanpa adanya kuda putih yang sedikit membuatnya tidak leluasa bergerak, kini Song Jiao bergerak lincah menuju benteng utara Kota Beixuan, tempat dimana perang sedang berlangsung.

Sepanjang perjalanan menuju ke tempat itu, Song Jiao berpapasan dengan prajurit Keluarga Qin, dimana mereka sedang menyisir Kota, berharap menemukan pendekar yang bisa membantu memerangi musuh, dan tentu saja para pendekar akan menerima bayaran jika bersedia membantu.

Baik pendekar pria maupun wanita, asalkan bersedia membantu, prajurit keluarga Qin dengan senang hati akan menerima bantuan para pendekar.

"Nona tidak terlihat seperti pendekar berpengalaman. Apa Nona tetap ingin terlibat dalam perang ini?"

Prajurit keluarga Qin yang menerima pendaftaran para pendekar yang datang untuk ikut memerangi musuh, dia merasa sosok pendekar wanita di depannya hanya akan mati sia-sia jika ikut berperang.

Sementara itu sosok pendekar wanita yang tidak lain adalah Song Jiao, dia hanya tersenyum begitu mendengar ucapan prajurit.

"Cukup tulis nama Li Jiao dan berikan aku sebuah pedang!"

Selama ada senjata di tangan, Song Jiao yang tengah menyamarkan namanya, dia yakin pedang di tangannya akan menjadi senjata paling mematikan di medan perang, meski itu hanyalah pedang yang biasa digunakan oleh prajurit biasa.

Pada akhirnya nama Li Jiao ditulis oleh prajurit yang bertugas mendata identitas para pendekar, dan terakhir dia memberikan sebuah pedang pada Song Jiao.

"Semoga di masa depan kita masih berkesempatan bertemu kembali, Nona!"

"Itu sudah pasti!"

Song Jiao mengambil pedang, lalu dia juga mendapatkan pakaian pelindung yang terbuat dari jerami, sebuah pakaian pelindung yang biasanya hanya digunakan sebagai penghangat tubuh, tapi kali ini terpaksa digunakan dalam sebuah peperangan.

"Sebenarnya aku tidak perlu, tapi aku akan tetap memakainya!"

Selesai memakai pakaian pelindung yang apa adanya, Song Jiao tiba-tiba mendengar suara teriakan...

"Pintu gerbang runtuh, pasukan Kavaleri Berat Kekaisaran Xue Long menerobos masuk ke dalam kota!"

Baru juga suara teriakan terdengar, kini Song Jiao mendengar suara derap langkah kuda yang begitu cepat dan dalam jumlah besar.

Menoleh, Song Jiao melihat ke arah sumber suara, dan pada saat itu juga dia melihat bagaimana pasukan Kavaleri Berat Xue Long membunuh siapa saja yang bukan bagian dari mereka, tidak peduli anak-anak, wanita, maupun para orang tua tidak berdaya.

Jika situasi seperti ini terjadi di masa lalu, Song Jiao pasti tidak akan peduli.

Tetapi karena saat ini jiwanya menempati tubuh salah satu Putri keluarga Kekaisaran yang telah kehilangan status, Song Jiao merasa marah melihat rakyat Huangtian yang tidak bersalah mati di tangan musuh.

"Amarah yang aku rasakan sepertinya tidak akan mereda sebelum mereka semua mati!"

Meminta satu lagi pedang dari prajurit yang memberinya senjata, dengan dua pedang di tangannya, Song Jiao mulai bergerak liar menyerang ke arah musuh.

Gerakannya sangat-sangat cepat, dan dalam sekejap mata dia berhasil menumbangkan tidak kurang dari lima kuda milik pasukan Kavaleri Berat Xue Long, dan membunuh kelima penunggang kuda dalam satu kali tarikan napas.

"D-dia sangat kuat!"

Prajurit yang sebelumnya khawatir Song Jiao datang hanya untuk mengantar nyawa, kini dia dibuat terperangah oleh apa yang diperlihatkan oleh gadis itu.

Tetapi apa yang dilihatnya baru tidakan awal yang dilakukan Song Jiao, dan seiring berjalannya pertempuran, dia akan semakin dibuat takjub, kagum, dan pada akhirnya akan memuja Song Jiao yang sangat luar biasa.

Kuat, cepat, dan mematikan. Saat ini gadis itu telah menjelma menjadi Dewi Kematian di medan perang.

Jika musuh datang kepadanya, musuh pasti mati!

Dan jika tidak ada musuh yang datang mendekatinya, maka dia akan pergi memburu musuh, dan sekalipun dia tidak pernah membiarkan lolos buruannya.

Jika diperhatikan lebih mendalam, medan perang tiba-tiba saja seolah menjadi area bermain bagi Song Jiao, tapi arena bermain bagi gadis itu justru merupakan neraka bagi siapapun yang menjadi musuhnya.

Datang padanya berarti mencari kematian, dan jika berusaha menghindarinya, maka Song Jiao akan berubah menjadi Dewi Kematian, yang setiap kemunculannya akan memberikan kematian pada siapapun yang menjadi musuhnya.

1
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
Sekar
yah kabur
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
thor up yg banyak💪💪💪💪💪
Leni Ani
manyap thor💪💪💪👍👍😘☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!