NovelToon NovelToon
Grandmaster Yang Terlupakan

Grandmaster Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:89.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Lin Qian adalah sosok misterius yang menyembunyikan kekuatan dahsyatnya di balik kehidupan sederhana sebagai pemilik Pusat Seni Bela Diri di Kota Yunzhou. Di matanya, kehidupan fana adalah pelarian dari dunia persilatan yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Namun ketenangan itu terusik ketika murid kesayangannya, Han Yu, hampir tewas akibat konspirasi licik Han Bojin dari Kamar Dagang Yunzhou. Kejadian itu memaksa Lin Qian keluar dari bayang-bayang ketenangan dan menunjukkan secuil kekuatan sesungguhnya—kekuatan yang bahkan membuat seorang Kaisar Bela Diri sekelas Ye Bei berlutut ketakutan hanya dalam hitungan detik.
Kini, berbagai pihak mulai melirik keberadaan Lin Qian. Ada yang ingin berlindung di bawah naungannya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang—karena ketidaktahuan—berani mengusiknya.
Semuanya akan segera menyadari satu kebenaran yang sama:
Ada langit di atas langit. Dan langit itu bernama Lin Qian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Rencana Sang Patriark yang Kalah

Setelah amarahnya yang meluap-luap sedikit mereda, Ning Xuanwu duduk dengan wajah muram dan penuh kepahitan.

Kehilangan satu lengan, seluruh harta sekte, dan harga dirinya—semua itu membuatnya sadar betapa besar jurang kekuatan yang memisahkannya dari pemilik aula bela diri yang tampak biasa itu.

"Guru, mohon tenangkan diri," kata Yao Linger dengan hati-hati. "Kita harus menyusun rencana untuk langkah selanjutnya. Bagaimana menurut Anda sebaiknya kita bertindak?"

Ning Xuanwu mengangkat kepalanya, menatap murid kesayangannya dengan pandangan berat.

"Linger, hari ini adalah hari paling kelam dalam sejarah Sekte Xuanwu. Mulai sekarang, masa depan dan kelangsungan hidup seluruh sekte... berada di tanganmu."

"Tergantung pada saya?" Yao Linger terkejut, matanya membelalak tak percaya.

"Benar." Ning Xuanwu mengangguk pelan, lalu melirik ke arah aula bela diri yang jauh di kejauhan dengan wajah pucat. "Kau tidak mengerti betapa mengerikannya tempat itu. Di balik bangunan sederhana itu, ada empat Leluhur Bela Diri—ditambah satu sosok yang setidaknya tingkat Santo Bela Diri. Bahkan mungkin seorang Dewa Bela Diri."

"Apa?!"

Serempak seluruh pengikut yang mendengarnya terkejut hebat. Fakta itu seketika memadamkan sisa niat balas dendam yang masih membara di hati mereka. Ternyata musuh yang selama ini mereka remehkan adalah keberadaan yang bisa memusnahkan mereka hanya dengan satu jentikan jari.

"Selama ribuan tahun, kita dan Sekte Lingxue saling berperang namun tetap menjaga keseimbangan kekuatan," lanjut Ning Xuanwu dengan suara parau. "Namun sekarang, keseimbangan itu hancur total. Tianhe, musuh bebuyutan kita, ternyata sudah berhubungan dekat dengan sosok agung itu dan mendapatkan perlindungannya. Jika suatu hari nanti Tianhe mendapat keberuntungan lebih banyak dari sana, Sekte Xuanwu kita akan musnah tanpa sisa!"

"Jadi... apa rencana kita, Guru?" tanya Yao Linger dengan suara bergetar.

"Dendam hari ini tidak bisa dibalas. Harta karun yang hilang tidak bisa diambil kembali. Di hadapan kekuatan absolut, kita tidak punya hak untuk menuntut apa pun," jawab Ning Xuanwu tegas namun pahit. "Satu-satunya cara bertahan hidup adalah kita juga harus mendekati sosok itu, mendapatkan perlindungannya, dan menyejajarkan posisi kita dengan Sekte Lingxue."

"Tapi Guru, kita sudah menyinggungnya hebat sekali. Bagaimana mungkin dia mau berurusan dengan kita?"

"Itulah sebabnya aku memintamu untuk tetap tinggal di sini," Ning Xuanwu menatap wajah cantik muridnya, lalu berkata perlahan namun berat. "Kau dulu pernah menemuinya dengan menyamar. Dia belum pernah melihat wujud aslimu. Aku memerintahkan mu... dekati dia, bangun kepercayaannya, dan jadilah orang yang dipercayanya. Jika kau bisa memenangkan hatinya, itu bukan hanya kemuliaan bagimu, tetapi juga penyelamat bagi seluruh Sekte Xuanwu."

Yao Linger menggigit bibirnya ragu. "Saya tidak keberatan, Guru. Tapi... dia bisa mendapatkan kepercayaan dari siapa pun yang dia inginkan. Mengapa dia harus memilih saya?"

"Kita harus mencoba," jawab Ning Xuanwu tegas. "Kita tidak punya pilihan lain."

Dengan beban berat di pundaknya, Yao Linger akhirnya setuju dan memutuskan untuk tetap tinggal di Kota Yunzhou, bersembunyi sambil mencari kesempatan mendekati Lin Qian. Sementara itu, Ning Xuanwu dan sisa pasukannya yang hancur berbalik pulang, membawa trauma mendalam yang tak akan pernah hilang.

Di tempat lain, di kediaman megah Sekte Lingxue, suasana justru sangat tegang dan penuh amarah.

Patriark Tianhe baru saja keluar dari pengasingan dan mendengar laporan bahwa murid Tetua Ketiga, Yu Wujie, telah bertindak gegabah dan hampir menimbulkan bencana besar dengan menantang Lin Qian di Kamar Dagang Baofeng.

Wajah Patriark Tianhe memerah padam, urat-urat di lehernya menonjol. Aura menekan menyebar ke seluruh ruangan.

"Tetua Ketiga! Kau harus memberi aku penjelasan! Yu Wujie berani menyinggung Sang Senior? Apakah dia sudah bosan hidup? Aku seharusnya membunuhnya sekarang juga!"

Tetua Ketiga langsung berlutut gemetar, wajahnya pucat pasi. "Mohon ampun, Patriark! Saya mohon berikan dia kesempatan. Saya bersedia membayar harga berapa pun!" Ia tahu betapa mengerikannya sosok yang telah dihina oleh muridnya itu—kesalahan ini cukup untuk memusnahkan seluruh Sekte Lingxue.

"Dia itu anak haram mu, kan?" tanya Patriark Tianhe dingin.

Tetua Ketiga menunduk malu. "Anda sudah tahu... Ya. Karena saya terluka parah dulu dan tidak bisa memiliki keturunan lain, dia adalah satu-satunya anak saya. Saya mohon, selamatkan nyawanya demi pengabdian saya selama bertahun-tahun."

Dengan tekad bulat, Tetua Ketiga mengayunkan tangannya sendiri.

*Sret!*

Satu lengannya putus dan jatuh ke lantai, darah segar membasahi tempat itu.

"Jika ini belum cukup, saya akan potong lengan yang lain juga! Asalkan dia selamat."

Melihat pengabdian dan rasa sakit yang tulus itu, Patriark Tianhe menghela napas panjang dan perlahan menenangkan auranya. Ia melayangkan tenaga untuk menutup luka Tetua Ketiga.

"Hhh, baiklah. Aku maafkan kali ini. Tapi ingat, ini bukan karena belas kasihan ku,...tapi karena Sang Senior itu sendiri yang menganggap masalah itu sepele dan tidak mempedulikannya," kata Patriark Tianhe berat. "Jika dia sedikit saja marah, apalagi kau, seluruh Sekte Lingxue tidak akan mampu melindungi sehelai rambut pun dari kepala Yu Wujie."

"Terima kasih! Terima kasih, Patriark!" Tetua Ketiga bersujud berulang kali.

"Tapi ingat baik-baik," peringat Patriark Tianhe tajam. "Jangan pernah membocorkan sedikit pun identitas atau keberadaan Sang Tuan kepada siapa pun. Jika ada gangguan terhadap ketenangannya, kau akan membayarnya dengan nyawamu sendiri. Dan awasi muridmu itu dengan ketat!"

Setelah diampuni, Tetua Ketiga segera membebaskan Yu Wujie.

Namun bukannya sadar dan berterima kasih, hati Yu Wujie justru dipenuhi kebencian yang membara. Saat mendengar bahwa Peng Ying—gadis yang ia dambakan—telah diusir permanen dari sekte karena terlibat dalam kekacauan itu, matanya menyala penuh dendam.

"Aku tidak akan menerima ini!" geramnya dengan wajah gelap. "Aku baru saja membawanya masuk, belum sempat menikmatinya, dan sekarang dia hilang begitu saja? Tidak peduli apa pun yang terjadi... aku akan mendapatkannya kembali. Dan aku akan membuat semua orang yang meremehkanku menanggung akibatnya!"

Kebodohan dan ambisi buta nya itu, tanpa ia sadari, perlahan-lahan mendorongnya semakin dekat ke jurang kehancuran yang sebenarnya.

 

1
Aloy Winaryo
malu
Pecinta Gratisan
mantap🤑
strivee
smpsnjs
Azkiya Faiha
mantap semoga terhibur,maaf baru liat dan balas semua koment,maklum baru pulang tugas di pedalaman
Pecinta Gratisan
mantap thor perang lawan one peace + Akatsuki bantai
Pecinta Gratisan
mantap💞
Pecinta Gratisan
mantap
Duta25
Permisi kakak-kakak, mau ngasih tahu kalau aku udah rilis novel yang berjudul "Akulah Yang Terkuat"😄 Nah ini nyeritain tentang seorang anak bernama Ardan Varger yang terkenal sombong dan angkuh, dengan cita-citanya untuk menjadi ahli bela diri terkuat 🔥. Mampukah ia mencapai impiannya? Pertanyaan itu bisa terjawab dengan mulai ngikutin kisahnya dalam novel ini☺
jadi buat kakak-kakak jangan lupa mampir yah ke novelku, makasih atas perhatiannya 🙏😁
Muhammad Ridwan
yg mengherankan juga kenapa sistem tidak menjelaskan kpd dia thor?
Aloy Winaryo
guru
Muhammad Ridwan
selalu begini thor, sengaja banget ga dberi kesempatan menjelaskan, sehingga MC ga kunjung sadar dgn kekuatan orang d sekitar nya
Aloy Winaryo
sembrono
Muhammad Ridwan
akan lebih seru nanti klo MC dah sadar, buat dia untuk sedikit menahan kekuatan nya thor, biar seru, biar ga langsung ilang musuhnya
Muhammad Ridwan: setidaknya biarkan musuhnya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka
total 1 replies
@Lion_001
bukanya lin qian udh hidup ribuan tahun sebelumnya,kk masih logo dn polos sekarana
Siska
sejauh ini yang saya amati seperti cerita dari manhua Tuan Yi, apakah benar thor🤔
Pecinta Gratisan
mantap🤑
Azkiya Faiha
makasih,semoga terhibur🙏🙏🙏😄
Pecinta Gratisan
mantap thor cerita nya👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahaha... dipanggil ayah besar🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣ditampar oleh beruang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!