NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:94.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sebagai pendamping hidup yang tidak boleh diketahui oleh khalayak ramai, Risa juga tidak bisa merasakan rasanya check up kandungan ditemani dengan suami, kecuali satu kali saat pertama kali ia periksa. Itu pun Cakra harus dipaksa dulu oleh Yuni, ibunya. Setelahnya, Cakra tidak pernah mau menemani Risa pergi ke dokter kandungan.

Karena apa? Ya karena Cakra takut. Takut akan ada orang yang melihatnya bepergian bersama Risa, netizen masih saja berisik mempertanyakan alasan perceraiannya dengan Disa.

Meski begitu, Risa beruntung karena Yuni selalu rutin menemani Risa pergi ke dokter kandungan. Wanita itu selalu antusias setiap kali menemani Risa, terlihat tidak sabar ingin segera menggendong cucunya yang ada di perut Risa.

Kebahagiaan yang ia rasakan semakin meluap saat tahu jenis kelamin janin calon cucunya adalah perempuan.

"Terima kasih ya, Risa, mama rasanya nggak sabar mau ketemu dia," kata Yuni, mengusap sayang perut buncit Risa. Mereka sudah selesai melakukan pemeriksaaan. Dan kini sedang berjalan bersama menuju parkiran dengan lengan yang saling menggamit.

"Iya, Ma, Risa juga udah nggak sabar pengen cepat-cepat dia lahir," balas Risa. "Tapi, Ma, Risa sedih karena Mas Cakra nggak pernah mau nganterin Risa periksa ke dokter," papar Risa dengan wajah sendu.

Kemarahan dan kecemburuan saat melihat Cakra pernah mengantar mantan istrinya check up, masih bergumul di dadanya. Sementara terhadap dirinya, istri sahnya yang sekarang, Cakra tidak pernah mau melakukan hal yang sama.

"Haaahh, si Cakra itu," Yuni mendesah kasar. "Dia terlalu menjaga reputasi dan nama baiknya, makanya dia nggak mau kelihatan berduaan sama kamu." Ia menepuk lembut bahu menantunya yang ia sayang itu. Tanda bahwa ia menyuruh Risa untuk bersabar walau tanpa suara.

"Tapi sebagai istri yang lagi hamil, Risa juga pengen, Ma, pergi berduaan sama suami. Pengen dianterin periksa ke dokter, pengen makan di luar bareng, pengen staycation bareng. Masa Mas Cakra mau nganterin Disa periksa, tapi gak mau nganterin Risa, Ma."

"Beneran Cakra kayak gitu?" Yuni menghentikan langkahnya, otomatis Risa pun ikut berhenti.

"Iya," Risa mengangguk, meyakinkan bahwa apa yang ia katakan memang benar. Jangan lupakan wajahnya yang menunjukkan raut kesedihan.

"Risa liat sendiri kok Mas Cakra pergi ke rumah sakit bareng sama Disa. Iya sih, Risa tahu, Disa juga sedang hamil anaknya Mas Cakra. Tapi kan yang menjadi istrinya sekarang itu Risa, wajar nggak sih, Ma, kalau Risa berpikir Mas Cakra tuh nggak adil."

"Keterlaluan Cakra!" umpat Yuni tertahan. Ia segera mengusap-usap lengan atas Risa, sambil berkata, "Kamu tenang aja, nanti biar mama yang bicara sama Cakra."

Begitu saja, kedua sudut bibir Risa langsung melengkung ke atas. Boleh saja ia belum sepenuhnya memenangkan hati Cakra, tetapi Risa sudah menjadi pemenang satu-satunya di hati ibu mertuanya. "Terima kasih ya, Ma."

"Iya, udah jangan sedih mikirin Cakra terus. Mama nggak mau cucu mama kenapa-kenapa. Kamu harus happy!"

"Iya, Ma."

Kedua wanita berbeda usia itu melanjutkan lagi langkah mereka yang sempat terhenti.

"Kamu udah beli perlengkapan bayi, Sa?" tanya Yuni, suaranya lembut penuh perhatian. Ia harus selalu menjaga mood Risa supaya Risa selalu bahagia.

"Belum, Ma."

"Nanti kapan-kapan kita beli bareng ya. Beli di toko yang terkenal dan lengkap. Beli yang mahal dan berkualitas, pokoknya untuk cucu pertama perempuan Mama, semua barang-barangnya harus yang premium."

Risa mengangguk setuju, tentu saja, "Iya, Ma."

......................

Setelah dari rumah sakit memeriksakan kandungan Risa, mereka berdua pergi ke restoran terkenal. Memesan makanan yang enak-enak dan sudah pasti harganya mahal.

"Risa ke toilet dulu, ya, Ma," pamit Risa sembari menunggu pesanan mereka yang tengah dibuat.

"Mau mama antar?" tawar Yuni dengan nada khawatir.

"Nggak usah, Ma, Risa bisa sendiri kok."

"Hati-hati kalau begitu ya, Sa."

Risa segera pergi mencari keberadaan toilet yang ada di restoran tersebut. Ia merasakan desakan yang kuat dari bawah sana untuk segera dikeluarkan. Begitu sampai di toilet, Risa masuk ke dalam salah satu bilik.

Menyelesaikan urusannya di kamar mandi tak sampai lima menit, namun begitu ia keluar dari bilik, seseorang mendesak dan mendorongnya untuk kembali masuk.

Risa memberontak, ingin melepaskan diri dan berteriak, namun mulutnya dibekap oleh tangan lebar nan kasar. Siapa orang ini? Risa yakin, seseorang yang membekapnya di kamar mandi ini adalah seorang laki-laki.

"Diem, ini aku!" bisik orang itu.

Risa sangat mengenali suara itu. Andre.

Menyadari wanita yang dibungkam sudah tidak memberontak lagi, Andre melepaskan tangannya yang membungkam mulut Risa.

"Andre! Ngapain kamu?" sergah Risa dengan panik. "Aku ke sini bareng sama mertua aku, kalau dia lihat kita, gimana?"

Mata Andre langsung tertuju pada perut Disa, tangannya tergerak mengusapnya. "Aku cuma mau mastiin kalau kamu sama anak ini baik-baik aja," kata Andre.

"Aku akan selalu baik-baik aja! Kamu jangan nemuin aku lagi!"

"Sa!" Andre membentak pelan. "Kalau keluarga suami kamu tau anak ini bukan keturunan dari mereka, bagaimana? Kamu nggak takut itu terjadi?"

"Nggak akan ada yang tau kalau kamu nggak buka mulut."

Andre menghela napas panjang, betapa keras kepalanya wanita di hadapannya ini. Yang Andre lakukan selanjutnya adalah memeluk Risa erat.

"Aku takut kamu kenapa-kenapa, Sa. Aku sayang sama kamu, ayo ... Hidup sama aku lagi, dan kamu akan selalu aman."

Risa terdiam, tidak membalas ucapan Andre, tidak juga membalas pelukannya. Bersama Andre, Risa selalu merasa menjadi wanita yang sangat diinginkan, namun Risa tidak bisa terus hidup bersama pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang menjanjikan itu.

Realistis saja, yang pertama dan utama dalam kelangsungan hidup itu adalah uang, bukan cinta. Demi kelangsungan hidup itu, Cakra yang telah menjadi pilihan hidup Risa. Bukan Andre.

......................

"Siapa Andre?"

Risa langsung membeku saat Cakra tiba-tiba memberikan pertanyaan itu. Pertanyaan yang seketika membuat Risa merasa terancam. Risa memasang wajah bingung, berpura-pura ia tidak tahu menahu.

"Apa Mas?"

Cakra meletakkan ponsel yang semula ia genggam ke atas nakas. Baru saja, orang-orang suruhannya memberikan informasi tentang Andre, orang yang menjadi salah satu perantara kalung Risa yang saat ini menjadi milik Disa.

Pria itu turun dari tempat tidur, berjalan mendekati Risa yang sedang duduk di meja riasnya. Tangannya yang semula sedang memakai skincare, terhenti mendadak.

"Siapa Andre itu, Risa?" Cakra mengulang lagi pertanyaannya, menatap Risa di cermin. Suaranya sama sekali tidak ditinggikan, bahkan pelan dan rendah, tetapi di telinga Risa justru terdengar menakutkan.

"Aku ... Nggak kenal siapa Andre, Mas...." jawab Risa gugup.

Cakra tersenyum miring, ia membelai pipi Risa, kemudian mencengkram lembut dagu Risa. "Jangan bohong, Cantik. Siapa Andre? Kenapa kamu ngasih kalung yang aku belikan sama dia? Hm?"

Seketika, jantung Risa mencelos. Nyaris lepas dari tempatnya saking terkejutnya. Keringat dingin mulai bermunculan, padahal kamar mereka sudah dilengkapi dengan AC. Tangannya yang ada di pangkuan, bergetar.

Dari mana Cakra tahu tentang Andre?

"Mas .... " air mata Risa mulai merebak, memenuhi matanya yang saling bertatapan dengan Cakra di cermin.

"Siapa Andre, Risa? Kamu kenal dia, kan?"

Risa tidak menjawab, menangis sesenggukan.

"Jawab dong kalau aku tanya."

"Dia ... Temen, Mas. Temen aku." Risa menjawab dengan napas tersengal-sengal sebab sambil mengontrol tangisnya. Kepalanya ia tundukkan.

"Teman? Kenapa kamu nangis kalau Andre cuma teman kamu?" Cakra berbisik di telinga Risa. "Teman atau mantan?"

Risa berbalik, meraih tangan Cakra kemudian menciumi punggung tangan suaminya.

"Aku minta maaf, Mas. Aku minta maaf."

"Kenapa kamu ngasih kalung itu buat mantan kamu, Ris? Kamu ada perjanjian apa sama dia? Jelasin sama aku!"

...****************...

1
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Biar kan Disa tinggal di rumah sendiri nanti kambuh liarnya kalian yang rugi,tapi semoga beneran sadar dan niatnya berubah ke perilaku baik tidak goyah
sunaryati jarum
Itu murni kesalahan ayah kalian dan Bu Wati yang selalu menghindar jika di temukan Bu Rahmi ,dan ibu pasti menjelekkan - jelekkan ayahmu dan keluarga barunya.
sunaryati jarum
Semoga Risa beneran berubah menjadi baik.Dan tidak berniat mencelakai Disa dan ibunya apalagi anak,- anaknya
Vivi Zenidar
semoga Risa bisa berubah dan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik
Ma Em
Disa lbh baik Risa jgn tinggal dgn mu takut nya nanti Risa cuma jadi duri pada hubungan Disa dgn Rayyan .
Yunita Sophi
mungkin ibu nya Risa menjelek jelekan ayah nya agar Risa membenci ayah nya
Vivi Zenidar
Akhirnya..... bisa ketemu RIsa
Retno Harningsih
up
Ma Em
Semoga Saja Risa beneran sdh sadar dari kesalahan nya jgn pura2 baik tapi nanti akan berbuat jahat lagi .
Retno Harningsih
up
Yunita Sophi
sukurlah mereka akhir nya bertemu...
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah akhirnya ketemu
Vivi Zenidar
Alhamdulillah.... akhirnya ketika Risa
Maa Yanti Maa Yanti
raasaain loo cakraaa
Maa Yanti Maa Yanti
thorr ku sayang 💕😍 udh jdiian Rayyan ama dista biar s cakraaa nyeseeeellll bngett aplgi tau klau anak dri s ulet bulu itu bukn anak nya 🤣🤣🤣🤣
Vivi Zenidar
semoga Risa mendapatkan jalan keluar untuk semua permasalahannya
Yunita Sophi
semoga bu Rahmi menerina Risa dgn baik...kasian nasib nya Risa kurang beruntung..
Ma Em
Kalau Risa baik tdk jahat pada Disa dia berhak ditolong tapi kalau jahat hanya untuk membuat Disa dan Bu Rahmi celaka lbh baik dihindari saja biarkan Risa dgn hdp nya sendiri
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!