Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 malam
Malam kian merangkak naik dan kian larut ketika sebuah bayangan seseorang nampak berdiri tegak di ujung sebuah anjungan salah satu kapal yang bersandar di dermaga.
Hembusan angin dingin yang berhembus brutal menerpa rambutnya yang panjang dan membuat helaian helaian rambut itu berkibar.
Suara deburan ombak menghantam karang dan bebatuan menjadi alunan musik yang terdengar indah di telinga seseorang itu.
Gelap.....
Tak ada satupun lampu yang menerangi tempat itu.
Namun gelap saja tak cukup membuatnya takut.
seseorang itu tetap berdiri tegak di atas kedua kakinya dengan tatapan lurus ke depan.
Wajahnya datar dan dingin,
Tatapannya tajam tak berkedip,
Netra seseorang yang berdiri di anjungan itu menatap tajam dan lurus ke arah kejauhan di hadapannya sana di mana hamparan kerlap kerlip lampu ibu kota nampak terhampar indah.
Keningnya nampak berkerut ketika raungan suara sirene mobil mobil polisi yang sejak tadi meraung raung mulai terdengar kian menjauh.
" heug...." Seseorang itu terdengar menarik nafas pelan dan menghembuskannya juga dengan pelan.
Think....
Suara notifikasi pesan masuk terdengar samar,
Ia merogoh saku jaket hodienya dan mengambil ponselnya.
Benar...
Sebuah pesan masuk,
Matanya menatap serius membaca pesan yang masuk.
( bayaranmu sudah kukirim, senang bekerjasama denganmu )
bunyi pesan itu dan kemudian di susul dengan pesan yang lain.
( aku sangat senang bekerja sama denganmu,
aku sungguh ingin bisa bertemu dan berkenalan denganmu.
Semoga di kemudian hari kita bisa saling bertemu dan saling mengenal )
Seseorang itu hanya menghela nafas tanpa berniat untuk membalas pesan itu.
Tak lama sebuah notif lain turut masuk dan itu adalah sebuah notif yang memberi tahunya jika seseorang telah mengirim sejumlah uang ke dalam rekeningnya.
Sejumlah uang dengan nilai nominal yang tidak sedikit.
Kening seseorang itu kian berkerut.
150 juta....
Nilai nominal yang cukup besar, segera salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas.
Sungguh nilai yang cukup fantastis baginya. Sedikit lebih besar dari yang mereka janjikan.
Ia menghela nafas lega......
Tak butuh banyak waktu ia sudah mampu mendapatkan uang itu.
Ia merasa puas dan tak menyesal sama sekali meski demi mendapatkan uang itu, nyawanya yang menjadi taruhannya.
Tak ingin berlama lama di tempat itu, ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku hodienya.
Menutup kepalanya dengan jaket hodienya itu .
Setelah itu, ia terlihat memutar tubuhnya dan berjalan cepat hingga seperti melompat kecil keluar dari area kapal kecil itu.
Tak butuh waktu lama seseorang itu telah berada di atas sebuah motor sport berwarna hitam lengkap dengan helmnya yang juga berwarna senada dan sukses menutupi semua kepala juga wajahnya.
Deru suara motor segera terdengar ketika ia mulai menghidupkan mesin kendaraan bermotor itu,
dan kemudian menarik gas dengan kuat.
Ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan masuk ke dalam jalan raya beraspal meninggalkan dermaga yang sunyi dan gelap juga sepi.
Dia seorang perempuan, namun nyatanya.....
Suasana yang bak pemakaman itu tak membuatnya gentar apalagi takut.
Dia.....
Gadis dengan wajah datar dan dingin, tampilan wajah yang tak seharusnya di miliki oleh seorang gadis seusianya.
Gabriela Calista,
Gadis berusia 20 tahun, usia di mana kebanyakan gadis gadis seusianya di sibukkan dengan urusan cinta,
Tapi dia....
Gadis yang akrab di panggil dengan nama Biel itu justru sibuk melakoni profesinya malam ini sebagai kurir obat obatan terlarang.
Di siang hari ia akan menjadi seorang pelayan sebuah kafe.
Dan ketika malam hari, jika tidak mengirim sebuah pesanan maka ia akan bekerja sebagai pelayan atau bahkan menjadi seorang bar tender di sebuah bar yang cukup besar di kotanya tinggal saat ini.
Sunyi...
Jalan yang ia lintasi terasa sunyi, tak ada satupun kendaraan lain yang ia temui turut melintas di sana ataupun berpapasan dengannya.
Motor sport itu terus melaju tanpa ragu hingga lampu merah di kejauhan terlihat menyala.
Di sanalah.....
ia baru melihat sebuah mobil sedan yang berhenti.
Biel pun menghentikan motornya tepat di sisi mobil itu dengan tatapan yang tak beralih sedikitpun dari jalan di hadapannya.
Sementara itu di dalam mobil, dua orang yang duduk bersisihan nampak melihat ke arahnya.
" Ndan....menurutmu, apa yang sedang dia lakukan dini hari seperti ini ?! " tanya salah satu orang di dalam mobil itu.
Sementara orang yang ia tanya hanya terdiam.
Netranya sibuk menatap sosok berpakaian serba hitam di atas motor di sisi mobilnya itu.
" coba kau tebak....dia laki laki atau perempuan ?! "
seseorang yang duduk di sisi bangku pengemudi itu mencondongkan tubuhnya dan berkata sedikit pelan pada seseorang yang duduk di depan kemudi itu.
Seseorang di depan kemudi yang sejak tadi memang juga terus menatap ke arah pengendara motor itu masih diam, ia menurunkan kaca mobilnya.
Dan bersamaan dengan itu, seseorang di atas motor itu menoleh padanya.
Tatapan mata keduanya bertemu walau terhalang kaca helm yang di pakai pengendara itu.
Jantung laki laki di depan kemudi itu tiba tiba saja terasa berdesir.
Tatapan mata itu seolah tak asing baginya .....ia seperti pernah melihat tatapan mata seperti itu dulu.
Tapi dimana ?! Ia lupa ......
Kedua bola matanya terus menatap dan seolah tak bisa berkedip menatap mata yang tersembunyi di balik kaca berwarna gelap itu.
Ia menatap kian dalam ke dalam kaca helm itu seolah ia ingin melihat dengan jelas siapa pemilik netra yang hanya bisa ia lihat dengan samar itu.
Cukup lama keduanya saling menatap sebelum akhirnya pengendara motor itu lebih dulu memutus tautan mata keduanya dan kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menembus kesunyian jalan raya karena lampu merah yang telah berganti hijau.
Di dalam mobil,
Dua orang di sana mengikuti kepergiannya degan tatapan mata mereka masing masing.
" ndan...."
" perempuan....dia perempuan " jawab seseorang di depan kemudi itu dengan tegas dan yakin seolah paham dengan apa yang akan di ucapkan seseorang di sisinya itu, Sementara netranya masih terus menatap lurus kedepan ke arah motor sport tadi melaju pergi dan kini tak lagi ia lihat meski itu hanya sekedar bayangannya saja.
" kau yakin Ndan ?! "
" aku yakin "
" jika benar dia perempuan, memangnya apa yang sedang dia kerjakan malam dini hari seperti ini ?! "
" menurutmu ?! " sang komandan ganti bertanya.
" mungkinkah dia.....?! "
" kupu kupu malam ?! "
" apalagi yang di kerjakan perempuan di malam hari seperti ini jika bukan itu ?! "
" dengan penampilannya yang seperti itu jika benar dia kupu kupu malam,
menurutmu apa ada laki laki yang berani mendekatinya ?! "
Seseorang di sisinya menarik kedua alisnya ke atas dan menghela nafas.
" jika laki laki itu adalah aku....maka aku akan berpikir dua kali untuk memesannya,
memesan perempuan seperti itu, bisa bisa....bukan kenikmatan dan kepuasan yang kuperoleh,
Tapi patah tulang..... " jawabnya kemudian
Pletak...
Sebuah pukulan sampai pada kepalanya.
" aww.....Ndan...." ia meringis ketika kepalanya di ketok.
" mesum saja otakmu itu.....berhenti berpikir yang tidak perlu "
sentak sang komandan dan sukses membuat seseorang itu nyengir.
Entah kenapa ia tak suka rekannya itu berkata seperti itu tentang pengendara tadi.
Dalam hati ia menertawakan dirinya sendiri, ia tak tahu siapa pengendara itu.
Ia bahkan tak mengenalnya.....tapi kenapa hatinya sudah merasa tak terima ada opini buruk tentangnya.
" Sebaiknya kau laporkan padaku tentang bagaimana kabar penyergapan malam ini ?! " ucapnya kemudian.
" kita kehilangannya lagi Ndan...." jawab seseorang di sisinya kemudian dengan nada lesu dan dengan masih mengusap kepalanya.
" lagiii .....?!!! " Seseorang yang di panggil komandan itu terpekik sebelum akhirnya ia menarik nafas dalam.
" Ris....pasti ada pengkhianat di dalam kelompok kita,
jika tidak....bagaimana kita bisa selalu kehilangannya " ucapnya kemudian.
Dia adalah Komandan Erik, kepala polisi yang menangani kasus peredaran narkoba.
Sudah hampir enam tahun ia bekerja sebagai abdi negara dan baru dua tahun belakangan ini ia di pindah tugaskan di bagian narkoba dan di kota ini....
Ia baru beberapa bulan di pindahkan ke kota ini.
Seseorang di sampingnya yang bernama Aris menoleh dan menatapnya.
" pengkhianat.... ?! " cicitnya pelan seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Tapi jika di pikir pikir, mungkin yang dikatakan komandannya itu memang benar.
Setelah susah payah dan bekerja keras demi memperoleh informasi tentang operasi pengiriman.
Dan ketika rencana telah di susun dengan begitu rapi,
Nyatanya mereka tetap gagal dan kehilangan target.
jangankan berhasil menangkap pelaku,
menggagalkan saja mereka tak sanggup.
Pecundang .....
Itulah yang Erik dan timnya rasakan selama ini.
Erik mengepalkan tangannya erat,
" mungkin dia memang sangat licin dan sangat mengenal betul kondisi kota ini Ndan......
Sementara kita ?! Kita orang baru di kota ini " jawab Aris kemudian menenangkan sang atasan.
" ya.....
mungkin kau benar Ris...... tapi tidak ada salahnya jika sejak hari ini kita harus lebih berhati hati lagi.
Seperti katamu, kita orang baru di kota ini juga di jajaran kita saat ini.
Kita belum banyak tahu tentang bagaimana sepak terjang orang orang yang bekerja dengan kita saat ini selama ini.
Berhati hatilah sejak saat ini......"
" baik Ndan.......