NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 25: Tekanan di Toko Sembako

Aroma karung goni yang lembap dan debu beras menyengat hidung Kirana begitu dia melangkah masuk ke dalam kantor kecil di sudut gudang distributor sembako tempatnya bekerja.

Jam dinding murah di atas meja kerjanya menunjukkan pukul delapan pagi. Di hadapannya, tumpukan nota penjualan harian sudah menggunung, menunggu untuk diinput ke dalam sistem komputer tua yang sering kali macet.

"Kirana! Sini kamu!"

Suara cempreng nan melengking itu berasal dari Koh Aliong, pemilik toko distributor yang terkenal pelit dan berwatak keras.

Pria tambun itu berjalan mendekati meja Kirana sambil menggebrak meja dengan gulungan kertas manifes pengiriman.

"Iya, Koh? Ada apa yang salah?" tanya Kirana dengan suara pelan, tubuhnya sedikit tersentak karena terkejut.

"Kamu ini kerjanya pakai otak atau pakai dengkul, hah?!" bentak Koh Aliong di depan staf gudang lainnya. "Ini nota pengiriman ke toko seberang kenapa selisih dua ratus ribu?

Kamu salah input kode barang! Gara-gara kelalaian kamu, sopir truk saya hampir berantem sama pemilik toko di sana! Kamu tahu kan, di sini kalau ada selisih uang, langsung potong gaji!"

Air mata Kirana mendadak menggenang di pelupuk matanya. Dua ratus ribu rupiah. Bagi Kirana yang dulu, uang segitu hanyalah ongkos tip untuk pelayan restoran. Namun sekarang, uang dua ratus ribu adalah biaya makan mereka bertiga selama tiga hari di kamar kos.

"Maaf, Koh... komputer saya tadi sempat freeze saat saya memasukkan data. Saya janji akan langsung memperbaikinya sekarang," ucap Kirana sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, menahan rasa malu yang teramat sangat karena ditonton oleh para kuli panggul gudang.

"Halah! Alasan saja kamu! Hari ini gaji kamu saya potong seratus ribu sebagai peringatan! Kalau besok-besok masih salah lagi, kamu angkat kaki dari sini! Banyak orang di luar sana yang antre mau kerja, gak usah sok penting!" ketus Koh Aliong sebelum berbalik badan meninggalkan ruangan dengan menggerutu.

Kirana duduk kembali di kursi plastiknya yang keras. Bahunya bergetar hebat saat tangisnya pecah tanpa suara. Dia harus mengetik di atas papan ketik yang berdebu dengan air mata yang terus menetes membasahi meja kerja.

Di tempat kerja barunya ini, tidak ada yang peduli bahwa dia adalah mantan istri seorang manajer keuangan, apalagi istri dari pewaris tunggal Pratama Group. Di sini, dia hanyalah buruh murah yang bisa dimaki kapan saja demi uang receh.

Kirana teringat bagaimana dulu Aldi selalu memastikan dia hidup nyaman, membelikan sarapan hangat, dan tidak pernah membiarkan satu kata kasar pun keluar di hadapannya. Kini, perlindungan itu telah sirna, digantikan oleh realitas hidup yang teramat kejam.

Di sudut kamar kos yang pengap, Ibu Ratna terus mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya. Penyakit lambungnya kambuh akibat stres berkepanjangan dan pola makan yang tidak teratur. Hanya ada beberapa butir obat warung murah di samping bantalnya yang kusam.

"Riko... ke mana kakakmu? Kenapa belum pulang?" tanya Ibu Ratna dengan suara lemas, matanya yang sayu menatap langit-langit kamar yang bocor. "Mama lapar, Nak... Mama mau makan bubur hangat, tapi uang di dompet Mama sudah habis sama sekali."

Riko yang sedang duduk di sudut lantai meremas ponselnya dengan frustrasi. Hatinya perih melihat kondisi ibunya, namun di sisi lain, dia juga merasa tidak berdaya karena status kuliahnya sudah resmi dibekukan oleh pihak kampus akibat tunggakan administrasi yang mencapai puluhan juta.

"Kak Kirana belum pulang kerja, Ma. Mungkin sebentar lagi," jawab Riko dengan nada suara yang bergetar.

Tiba-tiba, sebuah pesan teks masuk ke ponsel Riko. Pesan itu berasal dari Doni, salah satu teman lamanya di kampus yang terkenal memiliki pergaulan gelap di dunia malam.

"Riko, lu masih butuh duit cepat kagak? Ini ada bos gue lagi butuh kurir buat anterin 'barang sensitif' ke kelab malam di daerah kota. Sekali jalan lu dikasih bersih lima juta. Gimana? Lu cuma perlu ambil paketnya di loker stasiun."

Angka lima juta rupiah langsung membuat mata Riko terbelalak. Otaknya yang sudah buntu karena tekanan ekonomi mendadak kehilangan akal sehatnya. Dia melihat ke arah ibunya yang terus merintih, lalu melihat ke arah masa depannya yang hancur. Tanpa berpikir panjang mengenai risiko hukum, tangan Riko bergerak mengetik balasan.

"Gue ambil tawaran lu, Don. Kirim alamat lokernya sekarang."

Riko langsung berdiri dari lantai, mengambil jaket kusamnya yang tergantung di balik pintu.

"Riko, kamu mau ke mana malam-malam begini, Nak?" tanya Ibu Ratna cemas melihat gelagat anak bungsunya yang terburu-buru.

"Riko mau keluar sebentar, Ma. Mau cari pinjaman uang ke rumah teman buat beli obat dan makanan Mama. Mama tunggu di sini ya," bohong Riko, menahan rasa bersalah yang berkecamuk di dadanya.

Riko melangkah keluar dari gang sempit kosan dengan jantung yang berdegup kencang. Pemuda yang dulunya sangat manja, selalu meminta fasilitas mewah dan laptop gaming dari Aldi ini, kini melangkah menuju kegelapan dunia kriminal demi lembaran uang, tanpa menyadari bahwa keputusan nekatnya ini akan menyeret keluarganya ke dalam jurang penderitaan yang jauh lebih dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!