NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

"Kalau sudah tidak sakit, aunty tinggal dulu ya dek. Aunty harus meeting dulu. Bos aunty galak, nanti dia marah-marah kalau aunty telat" ucap Alya dan berlalu begitu saja meninggalkan Keysa.

Keysa menatap punggung Alya yang menjauh dengan langkah cepat, lalu mengernyit bingung sambil menepuk-nepuk pelipisnya. "Key lupa tanya nama aunty nya, ya ampun, udah pikun lupanya Key" gumamnya lirih, suara kecilnya nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk kantor. 

Tubuhnya yang semula terduduk langsung berdiri, matanya berkilat antara penasaran dan sedikit kecewa. Ia menoleh ke sekeliling ruangan, berharap bisa menemukan petunjuk tentang siapa wanita yang baru saja membantunya. Namun, hanya deretan meja dan komputer yang kosong menyambutnya. 

Keysa menghela napas panjang, merasakan kekosongan yang aneh, seperti kehilangan seseorang yang baru saja dikenalnya tapi sudah menghilang begitu saja. "Nanti tanya om Tony deh" bisiknya penuh harap, sebelum akhirnya melangkah pelan kembali ke ruangan papanya.

*

*

Ceklek....

Di ruang meeting yang hening, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Semua mata langsung teralihkan, membeku sejenak menanti siapa yang datang. 

Alya melangkah masuk dengan langkah gemetar, suaranya pecah saat berkata, "Maaf, saya terlambat"

Tatapan Arya menusuk tajam, seperti sengaja membakar ruang itu dengan api amarah yang membara di matanya. 

"Duduk!" perintahnya singkat, penuh tekanan yang membuat udara seketika jadi tegang. 

Alya menunduk cepat, membalas dengan suara kecil, "Terima kasih, tuan," sebelum bergegas menempati kursi yang kosong. 

Hatinya masih berdetak kencang, tapi setidaknya dia lega, Arya tidak melontarkan kemarahan yang dia takutkan. Namun, di balik kelegaan itu, aura ketegangan masih menggantung berat di udara, seolah pertarungan belum benar-benar usai.

Tak lama kemudian, meeting pun resmi dimulai.

Bagian keuangan masuk dengan wajah serius, membawa laptop, proyektor, dan tumpukan map tebal yang seolah-olah beratnya setara dengan utang perusahaan. Febri, kepala keuangan yang sudah botak separuh karena stres, membersihkan tenggorokannya sebelum memulai presentasi.

"Baik, Tuan Arya. Kita mulai dengan laporan keuangan tiga bulan terakhir," ujarnya dengan nada formal yang kaku.

Slide pertama muncul di layar grafik batang berwarna merah dan biru. Febri mulai memaparkan satu per satu pengeluaran dan pendapatan perusahaan dengan detail yang mengerikan.

"Pada bulan lalu, pendapatan naik dua belas persen berkat proyek baru, tapi pengeluaran operasional membengkak delapan belas persen karena biaya maintenance server dan ada catatan tambahan untuk biaya tak terduga lainnya."

Arya mengangguk pelan, berusaha fokus. Tapi pikirannya masih setengah melayang ke anaknya yang sedang mencari angin entah di mana. Tony yang duduk di sampingnya sesekali melirik pintu, khawatir Keysa tiba-tiba muncul lagi dengan pertanyaan yang lebih mematikan.

Febri melanjutkan, "Kita juga melihat adanya peningkatan signifikan di pos keperluan kantor. Termasuk kopi, cemilan, dan pengeluaran tak terduga sebesar dua setengah juta untuk permen dan es krim anak kecil?"

Semua mata langsung tertuju ke Arya.

Arya batuk kecil, pura-pura batuk biasa. "Itu... keperluan penting," gumamnya diplomatis.

Tony di sebelahnya berusaha menahan senyum sampai pipinya kram. Dalam hati ia berpikir, Ini baru babak pertama, Tuan. Kalau Keysa balik dan mulai wawancara karyawan perempuan di depan tim keuangan, meeting ini bisa berubah jadi acara speed dating keluarga.

Febri melanjutkan presentasinya dengan gagah berani, meski sesekali suaranya agak goyah. Ia menjelaskan cash flow, budget overrun, hingga proyeksi tiga bulan ke depan. Ruangan hening, hanya terdengar suara klik mouse dan sesekali helaan napas berat dari peserta meeting.

Tiba-tiba, dari arah koridor terdengar suara langkah kecil mendekat.

Arya langsung menegang. Tony menelan ludah. Febri yang sedang menjelaskan angka-angka penting pun melirik ke pintu dengan curiga.

"Apa itu...?" bisik salah satu staf keuangan.

Belum sempat ada yang menjawab, pintu meeting room sedikit terbuka. 

Ceklek....

Keysa mengintip dari celah pintu dengan ekspresi polos yang berbahaya, rambutnya agak acak-acakan karena kegiatannya tadi.

"Papa, udah celecai belum meetingnya? Key bocan. Mau tanya kalyawan yang cantik tadi..."

Seluruh ruangan langsung hening total. Febri jari telunjuknya masih menggantung di udara, slide berikutnya terlupakan. Beberapa karyawan wanita di ruangan saling pandang sambil tersenyum geli.

Arya menutup muka dengan tangan, setengah mati menahan malu.

Tony hanya bisa berbisik pelan, "Tuan... sepertinya rapat keuangan hari ini akan sangat berkesan."

Meeting yang seharusnya serius dan penuh data kini terancam berubah menjadi forum diskusi cari calon ibu tiri oleh seorang gadis kecil berusia tiga tahun. 

Arya hanya bisa menghela napas panjang sambil dalam hati berdoa semoga putrinya tidak membuat ulah. Bisa turun reputasinya sebagai bos killer.

"Masuk sayang, meetingnya belum selesai," ucap Arya dengan suara lembut yang hampir tak dikenali. Nada suaranya manis seperti madu, jauh dari nada tegas dan dingin yang biasa ia pakai saat memarahi karyawan yang telat submit laporan.

Semua karyawan di ruangan langsung melongo. Febri yang masih berdiri di depan layar sampai melupakan pointer di tangannya. Beberapa staf wanita saling pandang dengan mata membulat, seolah baru menyaksikan alien menyamar jadi bos mereka.

"Ini beneran Pak Arya?" bisik salah satu karyawan ke temannya.

"Iya, suaranya kok melting gitu," balas yang lain sambil menahan senyum.

Dengan langkah kecil yang ragu-ragu, Keysa akhirnya masuk ke dalam ruangan. Matanya melirik ke segala arah, tapi begitu melihat banyak orang asing yang menatapnya, ia langsung mempercepat langkah menuju papanya. 

Arya tak membuang waktu. Dengan gerakan cepat tapi penuh kasih sayang, ia mengangkat putrinya dan mendudukkannya di pangkuannya.

Keysa langsung menyembunyikan wajahnya ke dada Arya, malu berat. Tubuh kecilnya meringkuk seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan. Hanya rambutnya yang acak-acakan dan dua tangan kecilnya yang memeluk erat jas papanya.

Ruangan yang tadinya tegang karena angka-angka keuangan, mendadak berubah suasananya jadi hangat, dan sangat awkward.

"Lanjutkan presentasenya," titah Arya setelah memastikan Keysa sudah diam di pangkuannya. Suaranya kembali sedikit tegas, tapi masih ada sisa kelembutan yang membuat beberapa karyawan saling sikut.

Kini giliran Alya, salah satu analis keuangan wanita yang paling rajin di tim. Wanita berpenampilan rapi dengan kacamata tipis itu melangkah maju ke depan dengan sedikit gugup. Ia menatap Keysa sekilas, lalu buru-buru mengalihkan pandangan ke layar proyektor.

"Baik, Tuan. Saya akan mempresentasikan analisis tren pendapatan dan pengeluaran divisi marketing selama empat bulan terakhir," ujar Alya sambil menekan remote.

Slide baru muncul grafik garis warna-warni yang naik turun seperti roller coaster. Alya mulai menjelaskan dengan suara profesional, tapi sesekali matanya melirik ke arah Arya dan Keysa.

"Terlihat di sini, ada peningkatan signifikan di bulan kedua karena kampanye besar. Namun di bulan ketiga, terjadi penurunan karena..."

Alya terdiam sejenak. Keysa yang tadinya menyembunyikan wajahnya, sedikit mengintip dari balik dada papanya. Matanya yang bulat polos menatap Alya dengan rasa ingin tahu yang besar.

Alya tersenyum kecil, agak grogi. Dia baru tahu kalau anak kecil yang tidak sengaja dia tabrak tadi ternyata anak bosnya. "Karena biaya iklan yang membengkak. Tapi secara keseluruhan, kita masih di jalur positif."

Tiba-tiba Keysa mengangkat kepalanya sedikit dan berbisik keras ke telinga Arya, "Papa, itu aunty nya cantik nda? Cocok jadi mama Key?"

"Uhukk....."

1
Ariany Sudjana
coba untuk jujur Alya, Arya itu ingin tahu apa kamu pantas untuk jadi ibu sambung Keysa
Ipunk Hantu
lanjut KK thorrr
Ariany Sudjana
nanti kalau Keysa pindah sekolah, berarti Zara juga pindah yah? supaya bisa tetap bersahabat baik
Ariany Sudjana
dasar orang tua yang ga tahu diri, sudah tahu anaknya salah, masih juga dibela... ternyata Arya donatur sekolah, sudahlah pindahkan saja Keysa ke sekolah lain
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: betul klo masih dilanjutkan mentalnya akan berpengaruh
total 1 replies
Eliermswati
cpt sembh y ank cantik biar bs comblangin papa Arya lg😍smngt thor up nya
Indriani Kartini
mau donk pa arya🤭
Chi Hoong Yap
wah, Alya terima saja Arya.Arya juga tak kisah Alya janda.yang penting rahasia keysa tertutup tunggu keysa besar baru di beritahu.😍😍
Ivone
iklan nya banyaaak banget jarang up date
Iffanaya 😽
kok bisa guru nya pergi gtu aja gk ada minta maaf sama sekali ke pihak keluarga 😱 sekolah nya emang gk beres
Ariany Sudjana
ternyata keponakan Arya, masih dekat hubungannya berarti, dan sekolah harus dituntut, karena membiarkan perundungan terjadi dan tidak memberi tahu ke orang tua, ketika anak korban perundungan mengalami kecelakaan
Ariany Sudjana
ini sekolah bisa dituntut, murid kecelakaan kok tidak memberi tahu orang tuanya
Chi Hoong Yap
pasti Alya donor darah, mungkin keysa anak kakak Arya
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: kemungkinan begitu dan darah Alya cocok sama Keysa pihak sekolah harusnya menghubungi Arya mau bagaimanapun keadaan nya jangan anggap remeh luka anak kecil
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
eh kira² sapa td yg donorin darah buat keysa 🤔
Iffanaya 😽
next kk 🙌
Indriani Kartini
baru sadar pa Arya klau punya karyawan yg cantik dan bwt deg2an, knapa beru sekarang pa🤭🤭🤭
merry yuliana
💪💪💪🙏
merry yuliana
nah loh ayo tebak2an alya jawab apa 🤭....kasian keysa rindu kasih sayang seorang mama semoga kak thor cantik melancarkan jalan akya cepat jadi istri arya dan mama keysa😍💪💪💪🙏
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
jawab aja Alya kalo mau jadi Mamanya Key asal Papa Key juga setuju klo Aunty Alya jadi istrinya Papa otomatis jadi Mamanya Key🥳
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
next kk 💪💪
merry yuliana
lanjut kak🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!