Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Nara ! Nara ! Nara !
Teriak ibunya untuk membangunkannya.
"Ayo bangun nanti terlambat ke sekolah" ucap ibunya sambil mengetuk pintu kamarnya.
Nara yang mendengar teriakan ibunya langsung bergegas turun dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Iya mah, tunggu sebentar "ucapnya.
Lalu ibunya berkata" kalau begitu ibu tunggu di bawah untuk sarapan kamu cepatlah bersiap-siap" ucap ibunya.
"iya mah" ucap Nara.
Setelah ibunya turun ke bawah iya cepat-cepat mandi dan bersiap-siap seperti biasanya lalu pergi turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah dan ibunya.
"Ayo cepat sarapan nanti kamu terlambat loh" ucap ibunya.
"Iya mah "jawab Nara.
Lalu ayahnya bertanya kepada Nara" kamu mau ayah antar atau naik taksi "tanya ayahnya.
"Aku naik taksi aja ayah "jawab Nara.
"Ya sudah kalau begitu ayah pesankan taksi ya" ucap ayahnya.
"Hmm Oke ayah" jawab Nara.
Setelah sarapan ia bergegas keluar rumah untuk menunggu taksi. Tidak lama dari situ taksi pun datang dan Nara langsung naik ke mobil. Di perjalanan menuju sekolah iya mulai berpikir apakah sebaiknya ia memberitahukan kepada ayahnya bahwa ia sering di-bully di sekolahnya atau tidak ,dia begitu sangat bingung. Dia tahu bahwa usaha ayahnya untuk menyekolahkannya begitu sangat besar dan dia tidak ingin membuat ayahnya kecewa tapi dia juga sudah tidak tahan karena dibully. Tak terasa saja dia sudah sampai di sekolah.
"Nona kita sudah sampai "ucap pak sopir.
"Oh terima kasih ya pak "ucap Nara.
Lalu ia membayar dan turun dari taksi itu. Lalu berjalan masuk ke gerbang sekolah. Nara berjalan di lorong sekolah ,semua mata tertuju padanya semua siswa siswa melihatnya.
"Bukankah itu si buruk rupa" ucap salah satu siswa.
Nara hanya berjalan tanpa menghiraukan semua desus-desus itu. Sesampainya ia di kelas seperti biasa dengan wajah murung ia duduk di kursinya. Ternyata Sisil telah sampai duluan di sekolah.
"Hei Nara kenapa kau murung" tanya Sisil.
"Seperti biasa aku diejek di lorong sekolah" jawab Nara.
"Ayolah tidak perlu sedih anggap saja hanya angin lewat" ucap Sisil untuk menenangkan Nara.
"Hmmm" ucap Nara.
Tidak lama dari situ salah satu siswa berteriak" hey hey Bu Tiara sudah datang ayo masuk dan duduk di tempat masing-masing".
"Berdiri , beri salam "ucap salah satu murid.
"Pagi Bu" ucap semua murid menyusul.
"Ayo duduk semuanya "ucap Bu Tiara.
"Hari ini kita kedatangan murid baru jadi jaga sikap kalian dan perlakukan teman baru kalian dengan baik" ucap Bu Tiara.
Semua anak serentak menjawab" baik bu ".
"Ayo silakan masuk nak "ucap Bu Tiara.
Lalu keandra berjalan perlahan memasuki pintu ruang kelas . Saat melihat Kiandra serentak semua siswa berteriak karena ketampanannya termasuk Milka.
"Ahhhhh ganteng banget" ucap Milka.
Lalu Kiandra berdiri di depan papan tulis menghadap ke para siswa-siswa.
"Ayo perkenalkan nama kamu "ucap Bu Tiara.
"Hai teman-teman perkenalkan nama saya Keandra Pratama .Saya dari Bandung semoga kita semua bisa menjadi teman yang baik" ucap Keandra.
Seketika semuanya berteriak "hai juga Keandra".
Sedangkan Nara hanya duduk menghayal dan menghadap jendela dia tidak memperhatikan siapa anak baru itu dan dia tidak peduli bahkan tidak melihat wajahnya sekalipun.
Saat Sisil sadar bahwa Nara sedang melamun ia buru-buru menyadarkan Nara.
"Hai Nara kamu sedang melamun apa, lihat itu murid barunya ganteng banget loh "ucap Sisil.
Nara yang kaget karena dibuat Sisil langsung menoleh ke anak baru itu.
"Haaaa bukannya itu cowok yang aku tolong kemarin, ternyata dia anak dari pemilik perusahaan terbesar nomor 1 di dunia "batin Nara.
Nara begitu sangat kaget dengan apa yang ia lihat. Karena melihat Nara yang begitu kaget Sisil jadi bingung.
"Hei Nara kenapa kamu terlihat kaget apakah kamu terpesona dengan ketampanannya" Ucap Sisil.
"Bukan, dia itu cowok yang aku tolong kemarin" jawab Nara.
"Haaaaa ,dia cowok yang kamu tolong kemarin" jawab Sisil
Iya ,begitu kaget dengan apa yang Nara ucapkan
"Bukankah ini kesempatanmu minta saja balas budi "kepadanya ucap Sisil.
"Tidak, aku tidak mau itu adalah hal yang sangat memalukan bagiku" jawab Nara.
"Baiklah kalau begitu tapi dia begitu sangat tampan menurutmu di mana dia akan duduk" ucap Sisil
"Entahlah" jawab Sisil.
Tak lama kemudian, Bu Tiara selaku wali kelas mereka mempersilahkan Keandra untuk duduk.
"Baiklah Keandra jadi kamu ingin duduk di sebelah siapa "tanya Bu Tiara.
Lalu Milka berteriak "Keandra duduk di sini saja "ucapnya.
Tasya juga tak mau kalah dia juga berteriak "jangan Keandra Kamu bisa duduk di sampingku "ucapnya.
Tetapi Keandra tidak meresponnya sedikitpun, saat ia menoleh ke pojok dekat jendela ia melihat Nara.
"Tunggu bukannya itu wanita yang kemarin menolongku" batinnya.
Lalu Keandra bilang kepada Bu Tiara
"Aku duduk di sebelahnya saja "ucap Keandra.
"Baiklah silakan duduk "ucap Bu Tiara.
Mereka semua kaget hah kenapa Keandra mau duduk di samping si buruk rupa itu.
Karena Nara yang sering melamun dan lebih sering menatap keluar jendela, ia tidak sadar bahwa Keandra sedang berjalan ke arahnya.
Iya sangat kaget ketika Keandra meletakkan tas di samping bangkunya.
"Apakah aku boleh duduk di sini "tanya Keandra.
"Haaa "Nara kebingungan.
"Tentu saja boleh" ucapnya lagi.
Lalu Keandra pun duduk di sampingnya sisil yang memperhatikannya dari bangku depan langsung tertawa.
"Wah sepertinya Nara akan mendapatkan balas budi dari keandra "batinnya.
Di sisi lain, Milka yang sudah lama mengagumi Kiandra begitu cemburu melihat Keandra bersama Nara. ia bingung kenapa keandra lebih memilih duduk di samping Nara daripada di sampingnya. padahal jelas-jelas dia lebih cantik daripada Nara.
Setelah itu ,pelajaran pun dimulai Bu Tiara menjelaskan materi dan semua siswa-siswa mencatatnya. beberapa saat kemudian Bel istirahat pun berbunyi.
Kring ! kring ! kring !
"Baiklah, karena jam pembelajaran sudah selesai maka pelajaran kita hari ini ibu cukupkan sampai di sini ,silahkan semuanya istirahat ucap "Bu Tiara.
Karena Keandra masih baru jadi ia belum mempunyai buku catatan yang lengkap. karena kasihan melihat Keandra Nara berinisiatif untuk meminjamkan bukunya kepada Kiandra.
"Kamu mau pinjam catatanku "tanya Nara.
"Apakah kamu tidak keberatan aku meminjam catatanmu" jawab Keandra.
"Tentu saja tidak" jawab Nara.
Baru Nara ingin memberikan buku itu kepada keandra ,tetapi Milka tiba-tiba datang ia langsung melempar buku Nara ke lantai dan memberikan buku catatannya kepada Keandra.
"Kiandra kamu lebih baik pakai buku catatanku saja ,takutnya kalau kamu pakai buku catatannya nanti jeleknya malah ketularan sama kamu lagi "ucap Milka.
Nara begitu sakit hati dengan perlakuan Milka, tetapi dia hanya bisa diam. Baru Nara ingin mengambil bukunya ,tetapi Keandra sudah mengambilnya duluan.
"Tidak perlu Milka aku pakai bukunya saja" ucap Keandra.
Milka yang merasa malu ,karena tawarannya tidak diterima itu pun segera bergegas meninggalkan Keandra dan duduk kesal di bangkunya.