Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.
Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.
Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.
"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."
Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.
Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.
Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Setelah Song Dahuan selesai berbicara, suasana menjadi hening.
Song Aran mengerlingkan mata pada Song Qing Bao. Mereka saling melempar senyuman tipis.
Meski cuma lima tahil perak, setidaknya Song Aran akan mendapatkan konpensasi lagi.
Akhirnya, keluarga Kang dan Song mencapai kesepakatan.
Seperti yang di putuskan Song Dahuan, mereka akan segera menyewa mak comblang untuk melamar dengan membawa lima tahil perak, lalu mengirim Zhao Jiao ke keluarga Kang.
Bisa dibayangkan, bagaimana kehidupan Jiao dikeluarga Kang nanti. Datang tanpa mahar, tapi diberi seserahan lima tael perak.
Belum lagi gadis itu sudah menorehkan aib, berbuat mesum dengan sang putra kebanggan.
Cuma dengan membayangkannya saja, Song Aran sudah sangat bahagia.
"Lihat, pembalasan sudah dimulai. Kau senangkan." batin Aran berkomunikasi dnegan jiwa si pemilik tubuh asli.
"Ayah, aku akan pergi ke dapur." pamit Qing Bao, sebelum berkata mengejek pada nyonya Kang.
"Bibi Kang, kami tidak akan menahanmu untuk makan malam, sebab kau harus cepat mencari mak comblang."
Tanpa mau melihat reaksi Kang Hua, Song Qing Bao melesat keluar. Tawanya sudah tak mampu ia tahan lagi, pertahanannya diambang batas.
Hari ini sungguh sangat menyenangkan..!
"Aku akan membantu kakakku" ucap Aran bangkit berlalu.
"Sekarang semuanya bubar, pergi dari sini..!" usir Song Dahuan.
Song Dahuan menangkap basah Jiao dan Yance tidur bersama di ranjang Song Aran, jelas ada sesuatu yang salah. Pasti kedua bajingan itu sudah bersekongkol ingin menjebak putri kandunganya.
Untung saja Aran itu pintar, kalau tidak mungkin Dahuan tidak akan punya muka untuk menghadap istri pertamanya, karena telah lalai menjaga putri mereka.
Karena skandal ini, lamaran pernikahan berlangsung sangat cepat. Bahkan sebelum makanan malam siap, mak comblang sudah datang dengan membawa seserahan lima tahil perak.
Mereka saling mengecek tanggal lahir, pertukaran hadiah pertunangan dilakukan dengan cepat.
Aran melompat riang, ketika menerima uang itu dari tangan ayahnya.
Zhao Jiao disuruh mengemasi barang-barangnya, sebab Yance akan segera menjemput.
Tanpa mahar, tiada tandu dan arak pengantin, tak ada perjamuan. Sungguh pernikahan terburuk, bahkan tak lebih baik dari pernikahan gadis keluarga miskin.
Mendengar tangisan pilu Jiao, Song Aran merasa ingin makan dua mangkuk nasi tambahan. Sungguh sangat membahagiakan.
Setelah selesai makan, Aran kembali ke kamar. Melihat Jiao masih terisak, ia pun terkekeh dengan dingin.
Aran menyingkirkan selimut dan seperai, melemparnya ke Jiao.
"Bawa itu, aku tidak sudi memakai barang kotor..!"
Jiao mendelik, matanya yang menangis terlihat memerah "Kau sudah menjebakku, kau yang menghancurkanku, kan..?"
PLAK
Song Aran menampar wajah Jiao "Aku menjebakmu..? apa aku tidak salah dengar..? bukannya kau yang ingin menghancurkanku..?"
Jiao terkesiap, matanya mendelik kaku. Dari mana Aran mengetahui hal itu..?
Song Aran tersenyum miring, melipat tangannya didada.
"Ngomong-ngomong, Yance sepertinya tidak ingin menikahimu. Kalau memang bajingan itu menyukaimu, kenapa dia yang datang keranjangku..?"
"Kau-----
"Apa mungkin dia menyesal telah memutuskan pertunangan kami ya..? Makanya menggunakan cara kotor ini.
Sebelumnya, Aran telah mendengar jika bukan Yance yang akan menggaulinya. Oleh sebab itu Jiao setuju dengan rencana yang dibuat Yance.
"Tutup mulutmu, jangan bicara sembarangan..!"
Tubuh Jiao gemetar hebat, darahnya mendidih, emosinya meletup-letup. Ia tak terima mendengar ucapan Song Aran tadi.
Meski pun Jiao memiliki keyakinan jika Yance tidak tertarik pada wanita gemuk ini, tapi tak bisa dipungkiri, dalam hatinya mulai meragukan itu.
Aran berdecih "tidak usah banyak bicara, cepat kemasi barang-barangmu. Setengah jam lagi, kau akan menikahi Yance sesuai dengan keinginanmu."
Zhao Jiao menggigil hebat karena marah, tapi ia tahu ini bukan saatnya untuk mengamuk.
Zhao Jiao menatap tajam Song Aran, lalu berlari keluar mencari ibunya.
Zhao Jie masih memiliki sedikit tabungan. Jiao bisa menikah tanpa mahar, tapi ia tidak mampu jika tidak mempunyai uang sendiri.
Tiga puluh menit kemudian, Yance tiba.
Tidak ada kemeriahan iring-iringan tandu, tanpa petasan, bahkan gaun pengantin pun tak ada.
Hah, ini yang dinamakan senjata makan tuan.
Setelah berpamitan, Yance dan Jiao meninggalkan kediaman Song dengan berjalan kaki menuju kekediaman klan Kang.
Song Aran kembali ke kamarnya dengan suasana hati yang baik. Tapi memikirkan pernikahannya besok, ia menjadi sedikit gelisah.
Upacara pernikahan di negeri ini jelas berbeda dengan negaranya diabad modern. Banyak prosessi yang harus dilewati.
Terlebih ia akan kembali menjalani malam pertama dengan menggunakan tubuh orang lain dan pasangan yang berbeda.
Song Aran kembali mengingat Xiao Jian. Pemuda yang usianya terpaut sembilan tahun dengannya.
Wajah khas asia, tingginya sejajar dengan Mateo. Kalau wajah mereka punya sisi ketampanan yang berbeda.
Apa Xiao Jian baik..?
Akankah lelaki itu setia padanya..?
Apa lagi di abad ini, lelaki memiliki banyak istri dan selir masih amat dinormalisasi.
Selain itu, apa dirinya akan menjadi ibu rumah tangga seperti wnaita lain dimasa ini.
Ikut keladang, mengurus semua pekerjaan rumah, melahirkan dan merawat anak sendiri. Belum lagi tinggal dengan mertua dan saudara lainnya.
Luar biasa, apa kira-kira Aran mampu...?
Ia wanita modern, semua serba pembantu. Meski pandai memasak, tapi kalau mencuci tanpa mesin, apa dia mampu.
Memikirkan hal itu, hati Aran di liputi kecemasan. Ia meringis ngeri, membayangkan mulut pedas mertua dan saudara ipar adalah maut.
Tok
Jendela kamar diketuk, menyadarkan lamunan.
Itu adalah sinyal yang telah disepakati dengan Song Qing Bao.
"Kakak, sudah larut malam, kenapa kau belum tidur..?" Song Aran membuka jendela, melihat wajah kakaknya yang agak melankolis.
"Kau akan menikah besok, aku masih belum bisa melepasmu pergi." ucap parau nelangsa Song Qing Bao.
"Kakak, keluarga Xiao tinggal di desa ini juga, kita masih bisa bertemu kapan saja." balas Aran tersenyum.
“Kakak, jika kau tidak istirahat dengan baik malam ini, kau tak akan kuat menggendongku keluar pintu rumah besok."
Song Qing Bao hendak membuka bibir, ketika mendengar suara kicauan burung.
“Ah, sebenarnya, Xiao Jian ingin berbicara denganmu sebentar. Apa kau mau menemuinya..? jika tidak, aku akan mengusirnya. Tapi kalau ingin pergi, aku akan membantu berjaga."
Panjang umur sekali pemuda itu. Baru juga dipikirkan, sudah langsung datang saja.
“Aku akan menemuinya,”
Song Aran setuju sebab ia ingin tahu kenapa calon suaminya itu datang, padahal besok mereka akan menikah.
Kalau rindu tidak mungkin kan..?
Sebab mereka tak memiliki kedekatan sebelumnya, karena fokus si pemilik tubuh asli cuma Kang Yance seorang.
Song Aran berjinjit ke luar halaman, melihat Xiao Jian bergerak lincah memanjat tembok lalu duduk di atasnya.
Song Aran berkedip pelan, ilmu beladiri abad ini sangat bagus.
Di dunia modern, sebagai ketua mafia, tentu Aran juga bisa beladiri, cakap menggunakan pistol dan berbagai senjata tajam.
Tapi melompat dengan ilmu meringankan tubuh secepat kilat begitu, jelas dia tidak menguasai.
"Cepat turun, nanti kau jatuh..!"