NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Bukan kembali ke lantai sepuluh, melainkan lantai sebelas?

Ilyar mendelik tajam pada Heidan yang baru saja mengantarnya ke lantai sebelas, mempertemukannya pada dua Warden tua. Sipir muda itu hanya berdiri di ambang pintu masuk lantai sebelas karena tidak mampu menahan tekanan di sana. Sementara, Jaise dan Haimer cukup terkesan karena Ilyar tidak terpengaruh dengan tekanan di lantai sebelas yang sejarusnya terasa berat dan mencekam bagi pendatang baru.

Tidak lagi dijerat rantai borgol, sekarang Ilyar merasa bebas. Meski memang masih kesal karena Solomon bertindak semaunya, tapi dia sadar bahwa itu semacam bantuan baginya.

"Apa Solomon sudah memberitahu tentang kami?"

Ilyar mengerutkan dahi, menengok ke belakang, tetapi Heidan sudah tidak ada disana. Melihat raut wajah kebingungan dan tidak tahu menahu Ilyar, mereka hanya mengembuskan napas. Pada akhirnya, percakapan kembali dimulai dari perkenalan diri keduanya.

"Kami sudah dengar jika sebelumnya kamu ditugaskan bersih-bersih di lantai delapan dan sembilan. Apalagi sempat mengalami insiden mengerikan akibat ulah Serpeis, tapi setelahnya kamu dan makhluk itu tampak akur," ujar Jaise.

Ilyar mengusap tengkuk agak canggung. "Itu semua berkat guruku."

"Dia pasti Warden yang hebat."

Ilyar mengangguk antusias. "Ya. Namanya Valeris. Dia mengajarkan banyak hal padaku!"

Valeris... yah, mereka kenal tahanan tingkat tinggi satu itu. Kemampuannya dalam mengendalikan makhluk magis memang lantas diacungi jempol. Jaise dan Haimer sudah mencari tahu tentang semua tahanan yang sebelumnya berprofesi sebagai Warden.

Awalnya, mereka menginginkan Valeris untuk membantu di lantai sebelas, tapi Solomon tidak mengizinkan hal itu karena tidak mempercayai yang lain.

Ilyar Justina Valgard, murid dari Valeris sekaligus orang yang dipercayakan Solomon untuk menerima ajaran mereka sebagai Warden.

Semua orang bisa menjadi Warden, apabila mau berusaha. Hanya saja, menjadi Warden termasuk pekerjaan berbahaya karena mereka harus menghadapi hewan magis. Jika ada sedikit kesalahan dalam menjinakkan hewan biasa saja bisa berada dalam situasi bahaya, apalagi menghadapi hewan magis.

Mengingat dia bahkan mampu bertahan setelah bermandikan bisa Serpeis, Jaise menurunkan keraguannya dan mulai memberitahu apa yang seharusnya Ilyar lakukan selama berada di lantai sebelas.

Tidak seperti di lantai delapan atau sembilan, ruang tahanan hewan magis di lantai sebelas tidak perlu dibersihkan karena mereka cerdas, tahu di mana seharusnya membuang kotoran. Tugas Ilyar hanya cukup mengantar makanan ke sembilan dari 25 ruang tahanan yang ada di sana.

Ilyar terkesiap. Dia berpikir semua ruangan itu sudah penuh, tapi ternyata baru dihuni sembilan hewan magis? Jaise lantas mengatakan jika hewan magis tingkatan ini sulit ditemukan dan ditangkap. Mereka masih berkeliaran dan diam-diam menebar kekacauan di luar sana kemudian ada pula yang berhasil kabur dalam perjalanan dibawa ke Dakrossa.

Baiklah, hanya memberi makan!

Jaise dan Haimer lantas memandu Ilyar untuk berkeliling di lantai sebelas dan saat itu pula sekujur tubuhnya bergidik. Baiklah, dia tarik lagi perkataan hanya memberi makan!

Pada setiap koridor yang terhubung ke ruang tahanan yang berisi hewan magis, penampilannya tampak berputar-putar kemudian gelombang ener begitu kuat ketika mereka semakin dekat.

Padahal setengah perjalanan saja belum ada, tapi tungkainya mendadak lemas dan dia jatuh terduduk sambil memegang perut. Mual dan pening menderanya.

tipis. Jaise dan Haimer menatap Ilyar lalu tersenyum

"Kamu harus berlatih untuk ini agar bisa masuk ke sana mengantar makanan." Jaise dan Haimer sudah mengeret Ilyar yang tidak berdaya ke ruang tengah.

Pandangan Ilyar yang agak kabur berpendar untuk memandnagi lorong-lorong batu yang mengelilingi ruang tengah lantai sebelas. Sial! Dia berpikir sudah cukup kuat untuk menahan energi sebesar itu.

***

Untuk mampu melalui lorong menuju ruang tahanan masing-masing makhluk magis di lantai sebelas, Ilyar mendorong diri untuk lebih keras mengembangkan ener pada inti core-nya.

Sudah sepekan berlalu dan dia belum mampu berdiri di depan pintu salah satu ruang penjara, meski begitu sudah berhasil menempuh separuh perjanalan di lorong.

Semakin kuat jumlah enernya, maka dia mampu melindungi diri dari gelombang energi hewan magis. Jika pun mampu menggapai pintu setelah memperkuatnya, Ilyar yakin dia hanya akan bertahan sampai depan pintu.

Energi sekuat itu berasal dari dalam. Berarti, energi yang sekarang berusaha dia kalahnya tidak ada apa-apanya denhan energi dalam ruang tahanan setiap makhluk magis.

Kemudian, sepekan berikutnya dia kembali mencoba untuk menaklukkan lorong. Selama dia belum berhasil, Jaise dan Haimer yang memberi makan hewan-hewan itu, jadi Ilyar tidak terlalu khawatir selama berlatih.

Hah... hah...

hah

Tsk! Ilyar berdecak sembari berjalan agak sempoyongan. Entah berapa kali dia hampir jatuh kalau tidak menyandar pada dinding lorong. Jika sudah merasa kepayahan melanjutkan langkah, dia akan melampiaskan sedikit keiriannya pada api sihir biru yang tersemat di sepanjang lorong. Kobaran api biru terlihat begitu tenang dan percaya diri untuk tetap membagikan cahaya, dia juga ingin seperti itu.

Kuat dan tenang! Keirian semacam itu tidak menyurutkan semangatnya, justru memecutnya untuk lebih berusaha. Dia terus melangkah meski lututnya sudah gemetar dan keringat bercucuran di sekitar pelipis dan leher. Sial! Dia memaki tatkala pandanganganya seperti dipelintir. Seraya memejamkan mata, Ilyar memaksakan diri.

Pada akhirnya, usahanya membuahkan hasil.

Dia berhasil mencapai ujung lorong, di mana sebuah pintu batu megah dengan permukaan diukir mantra-mantra kuno besar terpampang di hadapannya.

Apa-apaan pintu ini?

Ilyar sampai menjulurkan leher lebih panjang untuk melihat ketinggian pintu lalu menoleh ke belakang secepat kilat. Padahal lorong hanya setinggi dua meter, tapi pintu tahanan di hadapannya mungkin setinggi lima meter dengan lebar kurang lebih dua setengah meter. Ilyar memijat pelipis, tidak tahu perkiraannya benar atau tidak.

Ukh! Sial! Huek!

Pada akhirnya dia jatuh terduduk, menunduk dan muntah karena sudah tidak mampu menahan kentalnya energi di depan pintu.

"Hah ... aku benar-benar lemah," gumam Ilyar sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Tidak lama setelahnya, Jaise dan Haimer datang. Memgembuskan napas melihat Ilyar tergelatak di depan pintu penjara yang mengurung seekor naga, salah satu yang paling kuat di lantai sebelas. Pantas saja membutuhkan waktu sampai dua pekan hanya untuk mencapai ujung lorongnya.

"Selanjutnya tinggal mengajari dia beberapa hal untuk menjadi Warden sesungguhnya," ucap Jaise yang kemudian diangguki Haimer.

Mereka kemudian membawa Ilyar ke dalam ruang kecil yang hanya dilengkapi ranjang kayu. Kamar yang disediakan khusus untuknya selama berada di lantai sebelas.

"Anak ini semakin lama makin mengerikan," kata Haimer.

"Kenapa begitu?"

"Kita tidak tinggal di lantai sebelas selama seharian, tapi dia sudah dua pekan di sini. Meski gelombang energinya tidak kuat sampai ruang dasar dan kamar ini, energi-energi dari sembilan hewan magis menguar bebas di lantai sebelas, siapa pun itu butuh waktu lebih lama untuk penyesuaian, tapi lihatlah ... " Haimer menatap Ilyar lebih serius.

"Bukankah dia mengembangkan enernya saat tertidur? Aku jadi tahu mengapa dia mampu melewati ini dan alasan Vyr tidak menyerang ketika disentuh olehnya," lanjut Haimer.

Sebelumnya, Solomon sudah memberitahu mereka jika Vyr tidak terusik ketika disentuh Ilyar, padahal hewan magis satu itu menolak setiap sentuhan ketika dipindahkan. Bahkan hanya ditatap saja langsung menjadi agresif. Itulah salah satu alasan mengapa Solomon menyarankan Ilyar untuk berada di lantai sebelas.

"Dia mengumpulkan ener di alam bawah sadar, di mana biasanya jiwa berkelana ke alam roh dan Vyr termasuk salah satu makhluk roh tingkat tinggi. Mereka sudah hidup cukup lama dan mencapai puncak spiritual tinggi. Mereka bahkan disebut pelindung manusia, tapi karena sifat buruk manusia di masa lalu keturunannya jadi membenci manusia. Jika dia menaruh perhatian khusus pada seorang manusia setelah sekian lama memendam kebencian, maka ada sesuatu yang berbeda dari manusia itu," jelas Haimer.

Jaise diam seraya menatap lekat Ilyar yang tampak begitu damai ketika terlelap. "Mungkin sesuatu yang telah lama hilang selama ratusan tahun silam dia temukan dalam diri gadis ini. Aku penasaran bagaimana keduanya akan saling terhubung," kata Jaise diakhiri senyum tipis.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!