Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4 Berulah Kembali
"Apa-apaan ini?"
"Apa maksud dari perkataannya?"
"Apa barusan dia sedang memerintahkanku?"
"Memerintahkanku dan juga memberi ancaman kepadaku, apa katanya mengajakku ke rumah kedua orang tuanya dan jika aku tidak mau aku mengabarinya untuk menyesuaikan jadwal,"
"Padahal aku belum memberikan konfirmasi apapun kepadanya dan dia sudah seenaknya membuat keputusan," Leticha tidak henti-hentinya mengoceh.
"Baiklah!"
"Bertemu dengan kedua orang tuanya!" Leticha tiba-tiba saja tersenyum penuh dengan rencana sepertinya ada sesuatu ide cemerlang yang terlintas di dalam pikirannya.
"Huhuhuhu," Leticha terlihat bernyanyi-nyanyi sambil membuka artikel pada ponselnya dan ternyata wanita berusia 24 tahun itu sedang mengetik keluarga besar grup Antahva.
Karena grup tersebut sangat dikenal sudah pasti keluarga besar Rakash terlihat bagaimana keluarga itu berfoto, kedua orang tuanya juga terlihat agamis dengan sang Ibu memakai hijab dan terlihat satu wanita dewasa juga memakai hijab bersama seorang pria di sebelahnya dan tampak tampak dua anak kecil. Ada juga gadis remaja yang terlihat cantik dengan rambut ikalnya.
Leticha terus saja tersenyum seperti memiliki rencana yang benar-benar besar.
****
Leticha keluar dari kamarnya menggunakan dress mantel sepanjang lututnya dengan rambutnya dibiarkan digerai. Leticha menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, kemudian menuruni anak tangga.
"Kamu mau kemana Leticha!" langkahnya terhenti di ruang tamu ketika Richard, Liana dan Vanila berada di sana.
"Pak Rakash mengajakku untuk bertemu dengan keluarganya," jawab Leticha dengan santai.
"Leticha pria yang baru saja kamu panggil bapak itu akan menjadi suami kamu dan tidak sopan jika kamu memanggilnya dengan seperti itu," ucap Ricard.
"Justru memanggil dengan panggilan Bapak suatu hal yang paling sopan, usia kami terpaut begitu jauh dan memang sudah sepantasnya harus dipanggil dengan panggilan bapak," jawabnya dengan santai.
"Kamu akan bertemu dengan calon mertua kamu. Apa tidak sebaiknya kamu mengganti pakaian saja?" tanya Vanila mengomentari pakaiannya.
"Apa yang salah dengan pakaianku?" tanyanya mencoba untuk memeriksa sendiri.
Menurut Leticha pakaiannya sangat sopan menggunakan mantel berwarna hitam lengan panjang sampai selututnya.
"Kamu bisa memakai pakaian lebih panjang lagi, memakai hijab agar kedua orang tua calon suamiku menyukaimu, mengingat mereka juga merupakan keluarga dengan keturunan agamis yang sangat kental," ucap Vanila memberikan saran.
"Apa aku harus berpenampilan sepertimu?" tanya Leticha.
"Leticha, Vanila memang merupakan contoh yang harus kamu tiru," sahut Liana.
"Kalau begitu kenapa bukan dia saja yang menjadi istri dari pria itu, kenapa harus menyuruhku?" jawab Leticha.
"Vanila belum waktunya untuk menikah, dan selama ini Vanila tidak pernah membuat Papa khawatir. Papa lebih khawatir kepada kamu akan membuat nama keluarga ini semakin jelek," sahut Richard berterus terang.
"Oh," hanya jawaban singkat yang diberikan Leticha dan kemudian dia langsung pergi.
"Apa jangan-jangan Letisha sengaja berpenampilan seperti itu agar kedua orang tua pria yang menikah dengannya tidak menyukainya. Jangan sampai dan bisa-bisa aku akan disuruh untuk nikah dengan pria itu. Aku tidak ingin menikah dengan pria tua itu dan mungkin papa akan membujukku karena berurusan dengan bisnis," batin Vanila terlihat begitu khawatir.
Leticha memang selama ini bukan pertama kali dijodohkan, Ricard memang selalu berusaha mencarikan pasangan untuknya agar bisa mendidik Leticha menurutnya terlalu memiliki pergaulan bebas dan tidak bisa diberitahu, keras kepala dan selalu ingin menang sendiri.
Tetapi karena ini berurusan dengan bisnis ini jika sampai keluarga pria yang ingin dia jodohkan bersama putrinya tidak menginginkan Leticha, mungkin apa yang dipikirkan Vanila akan menjadi kenyataan.
****
Rakash keluar dari lift bersama dengan asistennya Andrew.
"Saya hari ini akan ke Bogor, kamu tangani pertemuan dengan klien, jika ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya. Kamu bisa menghubungi saya," ucap Rakash.
"Baik. Pak!" jawabnya dengan menganganggukan kepala.
Langkah Rakash terhenti ketika melihat ke arah lobby, yang mencuri perhatiannya siapa lagi jika bukan Letisha terlihat duduk santai dengan kakinya menyilang.
Pakaiannya sudah diganti dengan dress berwarna putih di atas pahanya, wanita itu selalu menampilkan keseksiannya bahkan di tempat umum. Letisha tampak begitu cuek dengan mulutnya sejak tadi mengunyah permen karet dan matanya tertuju pada ponselnya yang sejak tadi dia scroll.
"Saya permisi, Pak!" ucap Andrew membuat Rakash menganggukkan kepala.
Rakash menarik nafas panjang dan mumpung perlahan ke depan kemudian langsung berjalan menghampiri Leticha.
Leticha menyadari berdiri di sebelahnya dan langsung melihat pria tersebut.
"Hay!" sapanya dengan melambaikan tangan tampak tersenyum lebar.
"Kita sudah mau jalan?" tanyanya berdiri dari tempat duduknya terlihat begitu semangat.
Jangan harap pria di hadapannya itu harus meneliti penampilannya, seperti biasa mata Rakash akan teralihkan jika melihat wanita dihadapannya itu terlalu terbuka.
"Silahkan!" ucap Rakash mempersilahkan dengan tangannya membuat Leticha menganggukkan kepala dan kemudian langsung pergi terlebih dahulu.
Keduanya sudah berada di dalam mobil dengan sama-sama memakai sabuk pengaman.
Rakash sudah pasti gelisah dengan penampilan wanita di sebelahnya itu, belum lagi pergerakan wanita itu benar-benar membuatnya harus melihat wanita di sebelahnya.
"Ayo jalan, aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu calon mertuaku," ucap Leticha.
Rakash tidak banyak bicara melajukan mobil dengan kecepatan santai.
"Kamu menyukai musik tidak! Aku ingin mendengarkan musik," Leticha dengan sangat lancang langsung memencet tombol pada speaker yang ada di dalam mobil tersebut.
Rakash benar-benar harus menahan diri dengan gendang telinganya sakit karena suara tersebut terlalu kencang. Leticha tidak memiliki rasa malu bernyanyi-nyanyi mengeluarkan bakat terpendamnya di sebelah pria yang sejak tadi diam tanpa berekspresi.
Leticha masih berusaha membuat pria yang akan dinikahkan dengannya itu ilfil kepadanya, tetapi sayang sekali, Rakash memilih tidak berkomentar.
Tiba-tiba mobil berhenti membuat Leticha kebingungan melihat di sekelilingnya.
"Apa kita sudah sampai di tempat kedua orang tua kamu?" tanya Leticha
Suaranya jelas tidak kedengaran membuat Rakash mematikan musik tersebut.
"Bukankah kamu mengatakan rumah orang tua kamu berada di Bogor dan ini masih di Jakarta," ucap Leticha.
"Turunlah!" titah Rakash membuka sabuk pengamannya dan kemudian turun terlebih dahulu.
"Heh tunggu, apa itu tidak jadi pergi ke rumah kedua orang tua kamu?" Leticha bertanya-tanya dengan cepat membuka sabuk pengamannya dan menyusul pria tersebut yang ternyata berdiri di depan sebuah butik.
"Untuk apa kita ketempat ini? Apa orang tua kamu tinggal di sini?" tanyanya.
Rakash tidak menjawab dan memilih memasuki putik tersebut.
"Apasih!" kesal Leticha kembali mengejar calon suaminya itu yang sekarang terlihat memilih-milih dress.
"Hey, sebenarnya untuk apa kita berada di sini? Kamu mau ngapain sebenarnya?" tanya Leticha
"Ambilah satu pakaian yang cocok untuk kamu, aku tidak mungkin membawa kamu ke rumah kedua orang tuaku dengan pakaian seminim itu," jawab Rakash.
"Hah! apa yang salah dengan pakaianku dan aku sudah biasa memakai pakaian seperti ini, heh bukankah kamu sudah mengatakan kepadaku bahwa kamu tidak akan pernah mencampuri urusan pribadiku dan tidak akan pernah ingin merubah ku!" tegas Leticha.
"Saya tidak memiliki rencana untuk merubah kamu, tapi saya yakin kamu sendiri juga malu jika berpakaian seperti itu di depan kedua orang tua saya," ucap Rakash membuat Leticha terdiam.
"Jangankan di depan kedua orang tua saya, bahkan di depan kedua orang tua kamu juga tidak berani memakai pakaian seperti itu," ucap Rakash.
"Jika aku sampai memakainya, aku juga akan dihajar habis-habisan," batin Letisha.
Bersambung...