NovelToon NovelToon
Its Always Been You, Fraya

Its Always Been You, Fraya

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Juno Bug

Damian Harding terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Ia adalah pusat semesta Milford Hall—ditakuti, dipuja, dan tak pernah ditolak.

Sampai Fraya Alexandrea datang.

Gadis Indonesia yang tak tertarik pada popularitas, tak gentar pada reputasi, dan tak mau tunduk pada nama besar Harding.

Penolakan Fraya bukan sekadar luka bagi Damian—itu menjadi tantangan. Apa yang dimulai sebagai permainan ego perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap.

Rindu. Candu. Obsesi.

Dan di sekolah elite yang penuh rahasia itu, tidak semua cinta datang dengan cara yang indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juno Bug, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Cost of Betrayal

Fraya melangkah menyusuri lorong menuju area rekreasi yang lebih mirip klub eksklusif daripada fasilitas sekolah. Di tangannya, cangkir kopi berukuran large dari kafetaria masih mengepulkan uap panas. Langkahnya mantap, mengabaikan debaran jantungnya yang berpacu liar.

​Ia bukan tipe pencari masalah, tapi melihat Florence hancur telah membangunkan sisi lain dalam dirinya yang selama ini ia kunci rapat.

​Begitu pintu bar terbuka, aroma alkohol ringan dan parfum mahal langsung menyergap indranya. Fraya menyapu pandangan ke sekeliling ruangan yang remang itu, hingga matanya terpaku pada gerombolan cowok di sudut ruangan. Di sana, Axel sedang tertawa keras, seolah dunia berada dalam genggamannya. Di sampingnya, Damian Harding tampak bersandar malas dengan mata terpejam, sementara Louis Partridge dan Russo sibuk menimpali lelucon Axel.

​Fraya berjalan mendekat. Suara sepatu ketsnya di atas lantai kayu memicu perhatian kecil, namun ia terus maju hingga berdiri tepat di depan meja mereka.

​Axel berhenti tertawa. Ia menatap Fraya dengan tatapan meremehkan yang sudah sangat akrab bagi gadis itu. "Well, lihat siapa yang datang. Si jenius dari Asia. Mau minta tanda tangan atau mau kusembunyikan di balik loker lagi?"

​Teman-temannya tertawa, kecuali Damian yang kini membuka mata, menatap Fraya dengan dahi berkerut—seolah sedang mencoba membaca isi pikiran gadis itu.

​"Aku ke sini bukan untuk lelucon murahanmu, Axel," suara Fraya terdengar tenang, namun mengandung getaran yang mengancam. "Aku ke sini untuk menanyakan satu hal. Florence Hunt. Does the name rings anything to you?"

​Seketika, tawa Axel lenyap. Ia bertukar lirik dengan Russo sebelum kembali menatap Fraya dengan senyum miring yang menyebalkan. "Oh, si gadis Skotlandia itu? Dia manis, memang. Tapi hey, di Milford, segalanya bergerak cepat. Dia hanya hiburan singkat untuk minggu yang membosankan."

​"Hiburan?" desis Fraya. "Kamu memintanya backstreet, berjanji tidak akan menyakitinya, lalu mencampakkannya setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau?"

​Axel mengedikkan bahu dengan sangat santai, seolah yang ia bicarakan adalah cuaca, bukan perasaan seseorang.

"Jangan terlalu serius, Alexa. Dia sendiri yang mau percaya. Di dunia ini, yang lemah akan selalu dimanfaatkan. Itu hukum alam."

​Axel kemudian menoleh ke arah teman-temannya. "Kalian dengar itu? Gadis ini mencoba menjadi pahlawan untuk si cengeng Florence. Hei, Axel tidak pernah menjanjikan kejelasan pada siapa pun, kan?"

​"Tapi dia pacarmu!" bentak Fraya, suaranya mulai meninggi.

​"Pacar?" Axel tertawa sinis. "Aku tidak punya pacar. Dia hanya salah satu dari sekian banyak cewek yang mengemis perhatianku. Kamu mau menjajalnya juga? Aku punya slot kosong untuk minggu depan."

​Kalimat terakhir Axel memicu siulan nakal dari Russo, namun Louis tampak tidak nyaman, dan Damian—Damian hanya diam dengan tatapan yang semakin tajam tertuju pada Fraya.

​Fraya merasakan panas menjalar dari dadanya hingga ke telinga. Penghinaan itu bukan hanya untuk Florence, tapi untuk seluruh harga diri perempuan yang pernah Axel injak-injak.

​"Kamu benar, Axel. Yang lemah akan selalu dimanfaatkan," Fraya berbisik, mendekat ke arah Axel hingga cowok itu bisa mencium aroma kopi yang kuat.

"Tapi kamu salah satu hal. Aku tidak lemah."

​"Oh ya? Lalu apa yang akan kamu lakukan, Alexa? Mengadu pada Mrs. Witherspoon?" tantang Axel dengan wajah congkak yang hanya berjarak beberapa inci dari Fraya.

​Fraya tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menatap Axel dengan tatapan paling dingin yang pernah ia miliki. Detik berikutnya, ia mengangkat cangkir kopinya tinggi-tinggi.

​"You really deserve this, Idiot!"

​Byur!

---

---

---

Siraman kopi itu mungkin hanya mengenai Axel, namun efeknya seperti ledakan yang melumpuhkan lima cowok di bar tersebut. Mereka mematung, terjebak dalam keheningan yang menyesakkan, hanya bisa menatap Axel yang basah kuyup dan Fraya yang berdiri tegak dengan mata yang menyala-nyala.

​"You really deserve this, idiot!" tandas Fraya pedas.

​Axel berbalik, wajahnya merah padam menahan malu sekaligus murka.

Sambil mengusap wajahnya yang lengket secara kasar, ia meraung, "WHAT THE FUCK DID YOU DO TO ME!? HOW DID YOU—"

​Kata-katanya terhenti di udara saat matanya menangkap sosok Florence yang berdiri di samping Fraya. Gadis itu tampak hancur; matanya bengkak, menatap Axel dengan campuran rasa takut, kecewa, dan amarah yang mendalam.

​"Masih mau tanya kenapa kamu pantas disiram kopi?" desis Fraya. "Kamu tidak sadar kalau kelakuan brengsekmu itu lebih kotor dari tumpahan kopi ini?"

​"Kamu temannya si bodoh ini?" Axel menuding Florence dengan dagunya, tatapan meremehkannya kembali muncul.

​Seketika, kesabaran Fraya habis. Tanpa memedulikan risiko, ia menyambar kerah kemeja Axel yang basah, menariknya hingga wajah mereka sejajar. Teman-teman Axel—kecuali Damian yang masih terpaku—refleks maju untuk melerai, namun aura Fraya saat itu benar-benar mengintimidasi.

​"Bukannya minta maaf, kamu malah menghinanya bodoh?!" teriak Fraya tepat di depan wajah Axel. "Yang bodoh itu kamu! Kamu tidak pantas mendapatkan Florence!"

​Dan sebelum Axel sempat membalas, Fraya melayangkan tinju keras tepat di hidung cowok itu. Brak! Axel tersungkur mundur, hidungnya mulai mengucurkan darah segar. Fraya merasakan tangannya berdenyut, namun kepuasan batinnya jauh lebih besar.

​Ia merogoh saku jasnya, mengeluarkan tiga buah benda tipis, lalu melemparkannya tepat ke wajah Axel yang masih merintih. Damian, yang menyaksikan dari kejauhan, refleks menutup mulut saat melihat apa yang dilemparkan Fraya: Tiga buah kondom.

​"Kalau kamu ingin terus tidur dengan perempuan lain, setidaknya gunakan itu untuk keselamatan mereka. FOR THEIR FUCKING SAKE. NOT YOU. Jangan biarkan kebodohanmu merusak hidup orang lain. Cukup Florence yang terakhir."

​Kalimat itu telak menghantam harga diri Axel. Ia terdiam seribu bahasa. Fraya segera menarik Florence keluar dari bar dengan langkah lebar. Namun, di ambang pintu, Fraya berhenti dan menoleh kembali ke arah Axel yang sedang dibantu berdiri oleh teman-temannya.

​"Dan kalau kamu berani mendekati Florence lagi," suara Fraya merendah, dingin dan mematikan. "Bukan cuma hidungmu yang akan kupatahkan. Tapi kupastikan apa yang ada di antara kakimu tidak akan pernah bisa digunakan oleh perempuan mana pun lagi."

​Begitu Fraya menghilang di balik pintu, bar itu tetap hening. Namun bagi Damian Nicholas Harding, sesuatu dalam dirinya mendadak bergeser. Keterpanaan yang asing menjalar di seluruh sarafnya, membuatnya kelu tak berfungsi.

1
Ris Andika Pujiono
aku baca cerita ini seperti ninton film
bukan sekedar cerita receh. Sayang sekali baru dpt sedikit peminat. padahal kalo ditilik dari sisi kualitas cerita ngga kalah dari cerita2 best seller di Toon penulisannya rapi, cara berceritanya elegan. kak terus semangat menulis ya 🥰💪💪
Ris Andika Pujiono: asyik bisa ditungguin dong. sampai tamat 😎🥰🫰
total 4 replies
Ris Andika Pujiono
kaan Alana keluar 😔😎
Ris Andika Pujiono
kini aku punya hobby baru
nungguin up date ceritamu
kereeeeen 🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
omG sepertinya akan banyak masalah diantara mereka 😔😔😔😔😔
terima kaaih kak udah upp
Ris Andika Pujiono
kasian Damian 🥲
Ris Andika Pujiono
awas lu Damian sampe nyakitin Fraya 😎
Ris Andika Pujiono
yg baca senyum2 sendri thor
sungguh ceriamu bagusss 🙏😍
Ris Andika Pujiono
semoga semoga kalian baik2 saja Fraya & Damian
Ris Andika Pujiono
seruuuuuuu aku suka ceritamu kak
up terus ya tiap hari sampai tamat
janji 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
Frayaaaa 🥲
Ris Andika Pujiono
cetita bagus begini g ada yg like sih🥲
Ris Andika Pujiono
Damiaaaan jatuh cintaaa
baca sambil ngabuburit
Ris Andika Pujiono
ehemmmm
Ris Andika Pujiono
🥰🥰🥰🙏
Ris Andika Pujiono
Fraya?????
Ris Andika Pujiono
semoga happy ending
Ris Andika Pujiono
awesome💪💪💪💪💪
Ris Andika Pujiono
kok baru nemu sih. jgn sampai hiatus yaa aku tungguin sampai tamat🥰
Ris Andika Pujiono
wow i like it ... 💪
Ris Andika Pujiono
cie cie cieeeeee 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!