NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Penampilan Ribka berubah.

Mirza membawa ibunya ke pusat perbelanjaan. Mall yang cukup terkenal di jantung kota Medan. Ribka terus mengepit tasnya, karena takut akan dijambret.

"Mama santai saja. Kalau Mama tegang seperti ini, malah menarik perhatian para penjambret, Ma." bisik Mirza ke ibunya.

"Eh, i-iya. Ini pertama kalinya Mama kesini. Dan bawa uang sepuluh juta Mir. Mama takut," ungkap Ribka jujur.

"Tidak apa-apa, Ma. Ada Mirza. Mama tenang saja dan ikuti Mirza." Ribka mengangguk. Menarik nafas panjang sebelum akhirnya melangkah memasuki mall. Seraya menggandeng lengan Mirza. Sesekali dia menatap kesekeliling.

 Dua puluh tahun pernikahannya dengan Raymond, belum sekalipun suaminya mengajaknya jalan-jalan. Yang diajak selalu keluarganya. Dia hanya menjaga rumah. Selalu begitu. Wajar kalau gemerlapnya kota membuat Ribka canggung.

Mirza membawa ibunya ke kounter HP. Sudah saatnya HP jadul ibunya di ganti.

"Ma, ponsel Mama Mirza ganti, ya. Biar Mama bisa mengakses lebih banyak berita lewat medsos."

Ribka menahan lengan Mirza. " Buat apa Nak. Ponsel Mama masih bagus dan bisa digunakan." protesnya.

"Iya, tapi kita ganti dengan Androit Ma."

"Tapi Mama gak pandai makainya."

"Iya, Mirza ajari nanti. Gampang kok. Mama pilih yang mana. Ini pasti cocok sama, Mama." pilih Mirza dari salah satu ponsel yang dipajang.

Usai membeli ponsel, Mirza membawa ibunya juga ke butik. Membeli beberapa pakaian. Supaya koleksi pakaian ibunya tidak melulu daster.

"Ma, kita mampir kesana ya." Mirza menunjuk sebuah BEAUTY SALON. Mamanya harus mendapat perawatan dulu, biar fresh. Mirza menggamit lengan ibunya.

"Mirza, kita mau kemana lagi? Kaki Mama udah capek kau bawa kesana kemari." protes Ribka.

"Mama tenang saja dan nurut ke Mirza aja. Pokoknya seharian ini kita keliling mall ini, Ma. Nanti Mirza akan bawa Mama ke spa, biar segar." Mirza menggenggam jemari ibunya. Masuk ke salon.

Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka. Mereka tersenyum melihat pasangan ibu dan anak yang saling tarik menarik. Satu ingin keluar satunya lagi memaksa masuk.

"Tapi kenapa harus kemari. Mama malu." Ribka bertahan tidak mau masuk. Terlebih saat melihat beberapa perempuan muda yang tersenyum ke arah mereka.

"Mirza, Mama gak pantas masuk kemari, Nak. Lihat tuh mereka liatin kita terus Nak."

"Ma, sudah saatnya Mama memikirkan kebahagian Mama. Ayo Ma! Mirza sudah janji mau membahagiakan Mama seharian ini." akhirnya Ribka masuk meskipun masih ragu.

"Mbak, coba Mamaku dipermak dulu biar lebih cantik." ucap Mirza ke pemilik salon.

"Mirza, apa-apaan ini?" protes Ribka saat dirinya disuruh duduk dan pemilik salon membuka gulungan rambutnya.

"Udah, Mama nurut saja." Mirza mengerling nakal. Ribka akhirnya pasrah saja dengan semua rencana Mirza terhadap dirinya.

Rambut Ribka dipotong, pendek sehingga terlihat lebih segar. Bukan hanya rambut, wajahnya juga difacial. Berkali-kali Ribka menahan mual saat mencium aroma berbagai obat yang digunakan ke rambutnya. Karena tidak terbiasa dan memang baru kali ini.

Semua aksi protesnya berujung sia-sia.

Hari itu Mirza mengubah penampilan ibunya yang selama ini tidak terurus. Tujuannya hanya satu, untuk membuat papanya menyesal.

Setelah dua jam lebih, semua proses ritual kecantikan selesai. Ribka keluar dari ruang ganti. Mengenakan salah satu pakaian yang tadi dipilihkan Mirza.

Ribka dibawa ke depan cermin besar. Dengan mata tertutup Mirza membimbing ibunya ke depan cermin.

"Buka matanya Ma." bisik Mirza saat sudah di depan cermin. Ribka membuka kedua matanya perlahan. Dan terkejut melihat bayangannya di cermin. Awalnya samar saat kedua matanya baru terbuka. Tapi perlahan semakin jelas. Ribka sangat terkejut saat melihat bayangan dirinya.

"Mirza, apa yang kamu lakukan kepada Mama, Nak?" desisnya lirih. Di depan cermin Ribka melihat bayangannya yang berbeda dengan penampilannya selama ini. Wajahnya terlihat glowing dan segar. Efek rambut yang dipotong pendek. Dan juga polesan make up yang terlihat natural.

Ribka seolah tidak.percaya bahwa bayangan itu adalah dirinya. Dikepalnya tangannya, untuk menyadarkan dirinya tidak sedang bermimpi.

Mirza menghampiri." Bagaiamana hasilnya Ma. Cantik bukan? Mirza hanya membuka topeng Mama, yang selama ini menutupi wajah Mama." bisik Mirza tersenyum puas melihat perubahaan ibunya yang terlihat jauh lebih cantik.

"Ibu sangat cantik. Meskipun diusia Ibu yang sudah paruh baya." puji pemilik salon.

"Aduh Mirza, Mama malu Nak." Ribka memegangi rambutnya yang kini berubah pendek. Wajahnya jadi terlihat lebih muda dan segar.

"Kira-kira Papa akan jatuh cinta gak melihat Mama berubah seperti ini?" gurau Mirza lirih.

"Jadi ini rencana kamu yang sebenarnya ya?" beliak Ribka.

"Gak, Mirza hanya ingin membuat Papa menyesal telah menyia-nyiakan Mama selama ini." ucap Mirza tajam. "Terserah Mama mau balas dendam. Mirza gak akan turut campur."

"Apa kamu tidak takut. Papa akan menuduhmu, telah menggunakan uang itu untuk Mama?"

"Terserah Mirza mau diapain. Uang itu kan sudah milik Mirza. Ayo, Ma kita makan dulu. Setelah itu kita nonton." Mirza menggandeng ibunya keluar dari salon.

"Mirza, kamu tidak perlu lakukan semua ini untuk Mama." Lagi, Ribka protes. Karena sudah hampir seharian mereka di luar rumah. Sebentar lagi malam akan turun.

"Mama khawatir sama siapa? Papa dan keluarganya?" Ribka mengangguk. Dia memang mau pulang cepat-cepat untuk menyiapkan makan malam bagi keluarga. Walaupun sesekali dia tidak ingin melakukannya. Tapi karena sudah terbiasa, pikiran itu spontan saja melayang ke rumah. Melakukan kebiasaannya di waktu-waktu seperti ini.

"Ayolah, Ma. Aku ingin kencan dengan cinta pertamaku malam ini. Lupakan saja rumah sejenak, Ma. Biar mereka yang urus diri sendiri." goda Mirza nakal pada ibunya. Seraya mengulurkan tangannya. Ribka tertawa tanpa suara. Tapi tak urung menyambut uluran tangan Mirza.

Diam-diam sudut matanya mengumpul air mata, yang berusaha ditahan jangan sampai keluar. Mirza melihat itu. Dan tidak ingin ibunya larut dalam kesedihan.

Layaknya seperti kencan dengan sang kekasih. Mirza memperlakukan ibunya dengan lembut. Menarik kursi lalu mempersilahkan ibunya duduk. Semua hal yang dilakukan Mirza, jauh di kedalaman hatinya. Ribka menangis.

Semua perlakuan itu harusnya dia dapatkan dari suaminya. Bukan dari anak angkatnya. Selama ini hanya Mirza yang peduli kepadanya. Meratukan ibunyanya dan selalu menjaga perasaannya.

Andai Jason masih tetap bersamanya dan tumbuh dewasa dalam pengasuhannya. Apakah dia juga akan memperlakukan ibunya seperti ini? Tentu saja, bahkan mungkin lebih dari perlakuan Mirza. Sebab darah yang mengalir di tubuhnya adalah darahnya juga.

"Mama mau pesan apa?" Mirza memperlihatkan buku menu yang diberikan pramusaji. Ribka bingung mau milih apa. Semua makanan terlihat asing di matanya.

"Terserah kamu saja Mir. Mama ngikut kamu saja." bisik Ribka lirih.

"Oke, Mbak. Kami pesan set menu saja. Dengan menu utama steak daging sapi." Mirza menunjuk foto sebagai sajian pembuka dan desert. Pramusaji mencatat pesanan Mirza, dan tersenyum ramah sebelum pergi menyiapkan pesanan.***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!