NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Runtuhnya Gerbang Roda Besi

Surga Kedua - Dataran Kematian, Luar Kota Roda Besi.

Langit kelabu Surga Kedua seolah tertekan oleh hawa membunuh yang begitu pekat hingga awan debu logam berhenti berputar.

Dari ufuk selatan, sebuah gelombang hitam bergerak mendekat. Puluhan ribu kultivator fana gabungan dari tiga ratus pasukan asli pimpinan Mo Han dan ribuan pasukan elite dari tiga belas faksi bayangan Jurang Kabut Hitam berbaris dalam formasi yang membungkam daratan. Tidak ada sorak-sorai. Hanya ada derap langkah kaki yang selaras, dikendalikan oleh ketakutan absolut pada pria berjubah hitam yang memimpin di garis depan.

Di kejauhan, Kota Roda Besi menjulang tinggi. Tembok raksasanya ditempa dari campuran baja bintang dan perunggu, dipenuhi ratusan formasi pertahanan yang memancarkan cahaya merah membara. Menara-menara pengawasnya menyemburkan pilar-pilar api tembaga ke udara, simbol arogansi Klan Api Tembaga yang menguasai wilayah tersebut selama ribuan tahun.

Di atas tembok kota, kepanikan mulai menyebar bak wabah.

"Ketiga belas faksi bayangan! Mereka bersatu!" teriak salah satu komandan penjaga, suaranya bergetar melihat lautan panji musuh yang mengepung kota. "Bagaimana mungkin tikus-tikus selokan itu berani menyerang kita secara terbuka?!"

Di tengah kepanikan itu, udara di atas tembok tiba-tiba terdistorsi. Sesosok pria paruh baya dengan rambut semerah darah turun dari langit. Ia mengenakan zirah bersisik naga yang memancarkan tekanan luar biasa, menekan udara hingga terdengar bunyi retakan beruntun.

Ini adalah Pemimpin Klan Api Tembaga, Tong Zun. Kultivasinya berada di tingkat Setengah Langkah Dewa Sejati. Ia telah memadatkan separuh hukum alam ke dalam tulang-tulangnya.

"Diam!" raung Tong Zun. Gelombang suara dari raungannya meremukkan gendang telinga beberapa penjaganya sendiri. Matanya yang merah menyala menatap lautan pasukan di bawah tembok kotanya.

Tong Zun memfokuskan pandangannya pada sosok pemuda berambut putih yang berjalan di paling depan, didampingi oleh seorang wanita yang memancarkan keanggunan yang membekukan.

"Jadi kau pelarian dari alam bawah yang membunuh Tetua Lie dan mencuri tambang fosil kami," geram Tong Zun, suaranya bergema menembus dataran. "Dan kau memimpin anjing-anjing liar ini untuk menyerang kotaku? Kau pikir jumlah bisa menutupi celah antara Dewa Fana dan Dewa Sejati?!"

Di bawah sana, pasukan gabungan Shen Yu berhenti melangkah, tepat sejauh lemparan anak panah dari tembok kota.

Shen Yu mendongak, menatap Tong Zun. Mata kirinya yang bercincin perak tidak memancarkan emosi apa pun. Ia tidak tertarik beradu mulut dengan orang mati.

"Mo Han," panggil Shen Yu santai.

"Hamba di sini, Tuan!" Mo Han bergegas maju, menunduk dalam-dalam.

"Katakan pada pasukan bayangan ini, barang siapa yang mundur satu langkah saat gerbang itu hancur, Dantian mereka akan terbakar menjadi abu," perintah Shen Yu.

Ia memutar lehernya, otot-otot Tulang Besi Naga Bintang-nya berderit pelan, menghasilkan suara gesekan logam murni.

"Aku tidak butuh kunci untuk masuk."

Tanpa memadatkan Dao apa pun, Shen Yu menghentakkan kaki kanannya.

BLAAAAAAAAR!

Tanah baja di bawahnya meledak membentuk kawah selebar puluhan tombak. Daya ledak dari kekuatan fisiknya saja menciptakan badai angin yang menyapu ratusan kultivator di sekitarnya.

Tubuh Shen Yu melesat ke depan bagaikan peluru kosmik berwarna hitam legam, menabrak tekanan udara Surga Kedua, langsung menuju gerbang utama Kota Roda Besi yang tebalnya mencapai sepuluh tombak.

"Orang gila! Dia mencoba menabrak Formasi Perisai Tembaga Mutlak dengan tubuh fana?!" Tong Zun membelalak tak percaya. "Aktifkan meriam formasi! Hancurkan dia!"

Ratusan pilar api tembaga ditembakkan secara serentak dari atas tembok kota, mengarah tepat ke tubuh Shen Yu yang melayang di udara. Setiap pilar api itu cukup untuk melelehkan ahli Dewa Fana Tahap Akhir menjadi uap.

Shen Yu menyeringai buas. Ia mengangkat tangan kirinya, membiarkan Api Ketiadaan meledak dari telapak tangannya dan menyelimuti seluruh tubuhnya.

Pilar-pilar api tembaga itu menghantam tubuhnya, namun tidak ada ledakan. Api kosmik yang membanggakan itu tersedot, ditelan, dan ditiadakan seketika oleh Ketiadaan yang menyelimuti jubah hitamnya.

"M-Mustahil!" jerit para penjaga kota.

Dalam seperseribu detik, Shen Yu tiba di depan gerbang raksasa berlapis formasi tingkat tinggi tersebut. Ia menarik kepalan tangan kanannya ke belakang. Otot lengan kanannya mengeras, memancarkan kilau perak dan baja hitam dari Tulang Besi Naga Bintang.

"Hancur."

DHUAAAAAAAAARRRRRR!

Benturan kepalan tangan Shen Yu dengan gerbang besi raksasa itu menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan setengah dari tembok barat kota. Formasi Perisai Tembaga Mutlak pecah berantakan seperti kaca tipis. Gerbang besi setebal sepuluh tombak itu melengkung ke dalam, lalu meledak menjadi ribuan kepingan baja mematikan yang menghujani bagian dalam kota, membantai ratusan penjaga yang berlindung di baliknya.

Hanya dengan satu pukulan fisik murni, gerbang kebanggaan Klan Api Tembaga musnah.

Di atas tembok yang mulai runtuh, wajah Tong Zun pucat pasi. Ia menyadari bahwa tubuh pemuda ini menolak logika Surga Kedua.

"BUNUH! BUNUH MEREKA SEMUA!" Tong Zun melolong, mencabut tombak raksasa yang terbakar oleh api darah dari punggungnya. Ia melompat turun dari tembok yang hancur, melesat bagaikan meteor api langsung menuju Shen Yu yang baru saja mendarat di atas puing-puing gerbang.

Melihat gerbang hancur, Lin Xue menghunus pedang teratainya, matanya memancarkan kedinginan absolut. "Habisi setiap orang yang berani memegang senjata!"

Dipimpin oleh Lin Xue, lautan puluhan ribu kultivator bayangan itu menerjang masuk ke dalam kota bagaikan air bah yang mematikan, memulai pembantaian berskala besar di jalanan Kota Roda Besi.

Di tengah kekacauan itu, arena pertarungan terbentuk di antara puing gerbang.

Tong Zun menghunjamkan tombak berapinya dari atas, memadatkan setengah hukum Dewa Sejati ke ujung senjatanya. Udara di sekitar Shen Yu terkunci mutlak. Ruang itu sendiri terbakar, memaksa setiap sel di dalam jangkauannya untuk meleleh.

"Seni Pemusnah Surga: Tombak Penelan Dunia!"

Shen Yu mendongak. Ia tidak menghindar. Tangan kirinya menjulur ke atas, menangkap langsung ujung tombak yang membawa kekuatan penghancur tersebut.

TRANG! SSSSSSS...

Api tembaga itu berkobar ganas, mencoba membakar lengan Shen Yu. Namun, kulit baja hitamnya tidak tergores sedikit pun. Ketiadaan secara otomatis melahap setengah hukum Dewa Sejati yang terkandung di dalam tombak itu.

"Setengah Langkah Dewa Sejati?" Shen Yu menyeringai mengejek, menatap wajah Tong Zun yang berjarak hanya sebilah tombak dari wajahnya. "Kau hanya separuh matang. Dan separuh matang adalah yang paling menjijikkan."

Mata kiri Shen Yu yang bercincin perak berputar tajam.

"Satu Detik Kehampaan."

Waktu di sekitar Tong Zun mendadak terhenti, lalu mundur satu detik ke belakang secara paksa. Momentum serangan tombak Tong Zun terputus seketika, membuat tubuh pria itu terpaku tanpa pertahanan di tengah udara.

Itu adalah celah yang fatal.

Shen Yu melepaskan cengkeramannya pada tombak, mengepalkan tinjunya, dan menghantam dada Tong Zun dengan kecepatan kilat.

KRAAAK!

Zirah naga kebanggaan sang Pemimpin Klan remuk. Tangan Shen Yu menembus langsung ke dalam dadanya.

Tong Zun memuntahkan darah segar yang bercampur dengan pecahan organ dalamnya. Hukum Dewa Sejati di dalam tubuhnya memberontak, mencoba menyembuhkan lukanya, namun Api Ketiadaan milik Shen Yu merambat masuk melalui lukanya, memadamkan hukum alam tersebut dari eksistensinya.

"K-Kau... bukan manusia..." rintih Tong Zun, matanya perlahan kehilangan fokus.

"Di dunia fana, mereka memanggilku Tiran. Di alam ini, kalian bisa memanggilku Kematian," bisik Shen Yu tanpa belas kasihan.

Shen Yu merobek lengan kanannya keluar dari dada Tong Zun, membawa serta Dantian dan jantung pria itu, lalu meremasnya hingga menjadi debu kosong.

Mayat Tong Zun, Pemimpin Klan Api Tembaga yang ditakuti, jatuh terkapar di atas reruntuhan gerbang kotanya sendiri. Pertarungan antara dua penguasa itu hanya berlangsung dalam tiga tarikan napas. Kesenjangan mutlak.

Shen Yu mengibaskan darah dari tangannya. Ia melangkah naik ke atas pilar tertinggi dari tembok kota yang masih tersisa, memandang lautan api dan darah yang kini menelan Kota Roda Besi.

Pasukan bayangannya membantai tanpa ampun. Tanpa pemimpin mereka, para elit Klan Api Tembaga kehilangan semangat juang dan dibantai habis-habisan.

Shen Yu mengangkat tangan kanannya ke udara. Hawa Ketiadaan meledak menutupi langit kelabu Surga Kedua, menciptakan fenomena gerhana hitam raksasa di atas kota tersebut. Seluruh pertarungan terhenti. Semua mata mendongak, menatap bayangan pemuda berambut putih yang berdiri tegak di atas reruntuhan.

"Klan Api Tembaga telah menjadi abu!" deklarasi Shen Yu, suaranya dipenuhi arogansi yang meremukkan jiwa setiap makhluk di bawah sana. "Kota ini, dan seluruh wilayah yang ada di bawah bayangannya, kini adalah milikku!"

Ia menatap pasukannya yang bersujud di atas genangan darah, dan para sisa penduduk kota yang gemetar ketakutan.

"Mulai hari ini, nama tempat ini adalah ibu kota Sekte Malam Abadi. Barang siapa yang berlutut, akan kuberi kekuatan untuk merobek langit. Barang siapa yang menentang, tidak akan memiliki masa depan untuk disesali!"

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!