NovelToon NovelToon
Tabir Terakhir

Tabir Terakhir

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Tamat
Popularitas:367
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Seorang ahli data di sebuah perusahaan teknologi raksasa (mirip Google atau SpaceX) menemukan sebuah baris kode aneh di dalam AI tercanggih dunia. Kode itu bukan dibuat oleh manusia, tapi tertanam jauh di dalam lapisan sistem paling dasar. Saat ia mencoba menelusurinya, ia menemukan bahwa kode itu terhubung dengan frekuensi suara dari palung terdalam di Samudera Hindia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akar akar Keheningan

Hutan Aokigahara tidak pernah benar-benar sunyi; ia bernapas dengan cara yang salah. Saat kaki Hendrawan menginjak lumut tebal yang menutupi batu vulkanik di kaki Gunung Fuji, ia merasa seolah-olah sedang berjalan di atas tumpukan mayat yang masih memiliki detak jantung. Kompas di tangannya berputar liar bukan karena anomali magnetik biasa, tapi karena batuan di bawahnya mengandung bijih besi yang telah diprogram dengan frekuensi statis tingkat rendah.

"Kalian masih di sana?" bisik Hendrawan ke arah earpiece miliknya.

"Kami di sini, Hendrawan... tapi sinyal kami terdistorsi oleh kepadatan ion di hutan ini," suara Liora terdengar timbul tenggelam, seperti siaran radio dari tahun 40-an. "Kau sudah mendekati titik nol. Cari pohon yang akarnya membentuk pola heksagonal. Itu adalah pintu masuk ke 'The Analog Vault'."

Hendrawan menyeka keringat dingin di dahinya. Ia bukan prajurit seperti Liora. Ia adalah seorang analis data yang kini harus menembus hutan paling terkutuk di dunia sendirian. Di punggungnya, ia membawa tas berisi perangkat manual. Di tempat ini, komputasi kuantum tidak berguna; semuanya digerakkan oleh roda gigi kuno dan tabung vakum.

Tiba-tiba, semak-semak di depannya berdesis. Dari balik bayangan pepohonan yang rimbun, muncullah sosok-sosok yang membuat Hendrawan membeku. Mereka nampak seperti manusia, namun tubuh mereka dibalut oleh kain kafan yang sudah menguning dan menyatu dengan kulit. Mata mereka dijahit dengan kawat tembaga, dan dari mulut mereka keluar suara dengung yang menyerupai transmisi telegraf.

"Hendrawan, jangan bergerak!" suara Adam memperingatkan dengan nada mendesak. "Itu adalah The Hollow . Mereka tidak melihat dengan mata, tapi mereka merasakan getaran listrik dari perangkat yang kau bawa. Matikan semua sistem digitalmu sekarang!"

Hendrawan dengan cepat menekan tombol kill-switch pada tablet dan komunikatornya. Seketika, hutan menjadi gelap total. Ia berdiri mematung dalam keheningan yang menyesakkan. Sosok-sosok The Hollow itu mendekat, mengendus udara dengan gerakan patah-patah seperti boneka rusak.

Beberapa inci dari wajah Hendrawan, salah satu dari mereka berhenti. Hendrawan bisa mencium bau logam berkarat dan tanah basah dari tubuh makhluk itu. Ini adalah sisa-sisa subjek Unit 731 yang gagal dalam eksperimen "Telepati Radio" tahun 1944. Mereka dibuang di sini karena otak mereka telah menjadi antena hidup yang tidak bisa dimatikan.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, makhluk-makhluk itu menjauh, tertarik oleh denyut energi dari sebuah gardu listrik tua di kejauhan.

Hendrawan mengembuskan napas panjang. Tanpa bantuan digital, ia kini harus mengandalkan insting dan peta kertas yang telah ia cetak sebelumnya. Ia menemukan pohon dengan akar heksagonal tersebut—sebuah mahakarya rekayasa genetika kuno di mana pohon-pohon dipaksa tumbuh mengikuti bentuk sirkuit.

Di tengah akar-akar itu, terdapat sebuah lubang menuju bunker beton yang nampak sangat primitif. Hendrawan menuruni tangga besi yang berkarat, masuk ke dalam perut bumi. Di dalam, ia disambut oleh pemandangan yang aneh: ribuan tabung vakum raksasa yang menyala dengan cahaya oranye yang redup, dihubungkan oleh ribuan kabel yang dilapisi kain, bukan plastik.

"Inilah dia," gumam Hendrawan. "Server Analog pertama dunia."

Di tengah ruangan, sebuah mesin tik otomatis sedang mengetik sendiri di atas gulungan kertas panjang. Setiap huruf yang diketik adalah koordinat peluncuran nuklir yang sedang disiapkan oleh faksi sisa di Alpen.

"Hendrawan... kau harus memutus pita magnetiknya..." suara Adam kembali muncul melalui pengeras suara tua yang ada di dinding bunker. "Sistem ini adalah 'Jam Induk'. Jika kau merusak ritmenya, perintah peluncuran di Alpen tidak akan pernah mencapai target karena perbedaan sinkronisasi waktu."

Hendrawan mendekati mesin raksasa itu. Namun, sebelum ia sempat menyentuh pita magnetik, sebuah suara berat terdengar dari sudut ruangan yang gelap.

"Kau pikir menghancurkan masa depan itu mudah, anak muda?"

Seorang pria tua dengan pakaian militer Jepang kuno duduk di atas kursi kayu. Tangannya memegang sebuah pedang katana, namun yang mengerikan adalah lengannya , lengan itu sepenuhnya terbuat dari mekanik kuno dengan roda gigi yang berputar di balik lapisan kaca.

"Aku adalah Kolonel Sato, penjaga terakhir dari sejarah yang kalian coba hapus," kata pria itu sambil berdiri perlahan. "Area 51 adalah mainan. Bulan adalah khayalan. Di sinilah, di bawah hutan bunuh diri ini, takdir manusia yang sebenarnya ditulis dalam tinta dan darah."

Sato tidak menyerang dengan senjata api. Ia menekan sebuah tuas di dinding, dan tiba-tiba, seluruh ruangan mulai bergetar dengan frekuensi yang membuat otak Hendrawan terasa seperti diperas. Ini adalah senjata akustik "Infrasonik" yang dirancang untuk menghancurkan organ dalam manusia tanpa meninggalkan bekas.

Hendrawan jatuh berlutut, hidungnya mulai berdarah. Ia tidak punya senjata untuk melawan frekuensi ini. Namun, di tengah kesakitannya, ia teringat sesuatu. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah garpu tala yang ia ambil dari laboratorium musik kuno di Borobudur.

Ia memukulkan garpu tala itu ke lantai beton.

Suara denting murni itu memotong kebisingan infrasonik milik Sato. Untuk sesaat, terjadi interferensi destruktif. Gelombang suara itu saling membatalkan.

"Sekarang, Hendrawan! Masukkan virus analognya!" teriak Liora melalui getaran di dinding.

Hendrawan melemparkan segenggam serbuk besi bermagnet ke dalam gulungan pita yang sedang berputar. Serbuk itu seketika merusak data magnetik yang tersimpan di sana. Mesin tik otomatis itu mendadak menggila, mengetik huruf-huruf acak sebelum akhirnya macet dan terbakar.

Di Alpen, layar kendali nuklir mendadak menampilkan pesan: TIME OUT - SYNC LOST.

Sato berteriak murka dan menerjang Hendrawan dengan katananya. Namun, karena sistem analog di bunker itu mulai meledak, lengan mekaniknya terkunci. Hendrawan berhasil menghindar dan berlari menuju pintu keluar.

Saat ia memanjat kembali ke permukaan hutan, ia melihat langit Aokigahara mulai berubah warna. Sinyal nuklir telah dibatalkan. Namun, kemenangan itu membawa konsekuensi baru. Dengan rusaknya "Jam Induk" di Jepang, seluruh sistem koordinat dunia menjadi kacau.

Kapal-kapal di laut kehilangan navigasi, pesawat di udara mulai mengalami malfungsi instrumen. Dunia baru saja dijatuhkan kembali ke Era Pra-Satelit.

"Adam, Liora... apa yang baru saja aku lakukan?" tanya Hendrawan sambil menatap tangannya yang gemetar.

"Kau baru saja memberikan manusia hal yang paling berharga sekaligus paling menakutkan, Hendrawan," jawab Adam. "Kau memberikan mereka Ketidakpastian. Tidak ada lagi yang bisa memprediksi masa depan melalui algoritma. Sekarang, manusia harus saling bicara lagi jika ingin tahu arah."

Namun, di tengah kekacauan koordinat global itu, radar manual di bunker yang masih menyala menunjukkan sebuah pergerakan dari arah Samudera Pasifik. Sebuah objek masif yang tidak terdeteksi sebelumnya sedang bergerak menuju Jepang.

Objek itu bukan milik Elit. Objek itu bukan buatan manusia. Ia adalah sesuatu yang selama ini "tertidur" karena ditekan oleh frekuensi global, dan sekarang, karena frekuensi itu mati, ia telah Bangun.

Pembaca kini menyadari: Unit 731 bukan hanya bereksperimen pada manusia, tapi mereka sedang menjaga agar "sesuatu" di bawah bumi tidak terbangun. Dan sekarang, Hendrawan baru saja mematikan alarmnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!