NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan-Jangan

Langit masih berwarna biru pekat menuju abu-abu pagi itu. Ayam jantan milik Pak RT baru saja berkotek sekali, seolah masih mengantuk untuk memulai tugasnya. Di gang sempit depan rumah Yumna, embun masih betah menempel di daun-daun jambu. Namun, ketenangan subuh itu mendadak pecah oleh suara deru mesin mobil yang halus namun terdengar sangat mahal.

Ngiit... Jreeng... Braak

Dua buah mobil MPV mewah berwarna

hitam mengilap, yang ukurannya hampir memakan seluruh badan gang, berhenti tepat di depan pagar kayu rumah Yumna yang catnya sudah mengelupas. Tetangga sebelah, Bu Siti yang sedang mengeluarkan tempat sampah, sampai melongo dengan daster yang masih awut-awutan.

"Lho, itu mobil siapa? Panjang amat kayak kereta api?" bisik Bu Siti pada dirinya sendiri, matanya menyipit mencoba mengintip lewat kaca mobil yang gelap.

Di dalam rumah, Yumna baru saja selesai melaksanakan salat Subuh. Ia masih mengenakan mukena saat mendengar suara ketukan pintu yang tegas dan berwibawa. Bukan tipe ketukan "pinjam bumbu dapur" ala tetangga, tapi ketukan yang menuntut perhatian segera.

"Siapa sih subuh-subuh begini? Debt collector Desta?" gumam Yumna panik.

Ia segera melepas mukenanya, merapikan rambutnya yang berantakan, dan bergegas menuju pintu depan.

Begitu pintu dibuka, Yumna hampir saja pingsan. Di depannya berdiri empat orang pria berbadan tegap, mengenakan setelan jas hitam rapi seolah mereka baru saja keluar dari set film Men in Black. Di belakang mereka, berdiri seorang wanita seusia Yumna atau lebih, dengan pakaian sangat modis yang memegang sebuah tablet digital.

"Selamat pagi, Ibu Yumna. Mohon maaf mengganggu waktu istirahat Anda, kenalkan saya Clarissa," ucap wanita itu dengan senyum profesional yang kaku. "Kami adalah utusan Tuan Evander Sky Moreno."

Yumna mengucek matanya. "Hah? Utusan siapa? Pak Bos? Ada apa ya? Saya belum telat masuk kantor, kan? Kan saya lagi cuti nikah..."

"Tuan Evander menginstruksikan agar Ibu Yumna beserta seluruh keluarga inti untuk segera berkemas. Kami diperintahkan untuk menjemput Anda semua pagi ini juga. Dua hari ke depan, Anda dan keluarga akan menginap di Presidential Suite Hotel Grand Hyatt, tempat resepsi akan dilaksanakan," jelas wanita itu panjang lebar.

Ayah dan Ibu Yumna muncul dari balik pintu dengan wajah yang tak kalah linglung. Ibu bahkan masih memegang centong nasi karena tadi sedang memanaskan lauk sisa semalam.

"Apa? Pindah ke hotel? Sekarang?" tanya Ibu dengan mata berbinar sekaligus bingung. "Tapi barang-barang seserahan gimana? Burung perkutut Ayah siapa yang kasih makan? Terus katering yang kemarin dipesan gimana?"

"Semua sudah diatur oleh tim Tuan Evander, Ibu. Barang-barang Anda akan dipindahkan secara khusus. Untuk burung perkutut, Tuan sudah menyewa jasa perawat hewan untuk datang ke sini setiap hari," jawab utusan itu dengan tenang.

Yumna mengerutkan kening. Sifat curiganya muncul. Meskipun ia sudah tanda tangan kontrak, tapi pindah subuh-subuh begini rasanya seperti sedang dalam program perlindungan saksi mata.

"Bentar, bentar. Saya nggak percaya. Mana mungkin Pak Evander se-impulsif ini? Jangan-jangan kalian ini komplotan penculik yang mau jual organ tubuh kami?" selidik Yumna, matanya menatap tajam para pria berjas itu.

"Kami memiliki surat tugas resmi, Ibu Yumna," jawab si wanita tenang.

"Enggak! Saya mau konfirmasi dulu ke orangnya langsung!" Yumna berbalik masuk ke rumah, mengambil ponselnya yang ada di atas meja makan.

Ia dengan percaya diri membuka aplikasi WhatsApp, mencari nama "Evander" di kontak. Namun, jempolnya mendadak kaku. Ia menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong selama hampir satu menit.

Glek.

"Eee... Ibu... Yah..." Yumna menoleh ke orang tuanya dengan wajah bodoh.

"Kenapa, Nak? Jadi telepon?" tanya Ayah.

"Gimana mau nelpon... Yumna baru sadar kalau Yumna nggak punya nomor HP-nya si Bos," bisik Yumna dengan nada sangat mengenaskan.

Ibu melotot. "Lha! Calon suami sendiri kok nggak punya nomornya?! Kamu ini calon istri atau calon penonton bayaran?!"

"Ya kan selama ini di kantor komunikasinya lewat email atau lewat sekretarisnya, Bu! Masa staf marketing punya nomor pribadi CEO? Yang ada saya dikira mau tebar pesona!" bela Yumna.

Yumna mencoba mencari di grup kantor, tapi nihil. Nomor Evander adalah rahasia negara. Ia mencoba mencari di kartu nama yang pernah ia simpan, tapi yang ada hanya nomor kantor. Di tengah kebingungannya, ponsel Yumna tiba-tiba bergetar. Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar.

"Halo?" ucap Yumna ragu.

"Kenapa belum masuk ke mobil? Kamu mau membuat jadwal saya berantakan?" suara dingin, berat, dan sangat berwibawa itu langsung membuat bulu kuduk Yumna meremang.

"Pak... Pak Evander?"

"Siapa lagi? Cepat berkemas. Saya tidak suka menunggu. Kamu punya waktu lima belas menit atau saya sendiri yang akan masuk ke sana dan menyeretmu keluar hanya dengan daster yang kamu pakai itu."

Klik. Sambungan diputus secara sepihak.

Yumna melongo. "Sombong banget! Belum sah aja sudah hobi ngancem!"

"Siapa yang telepon, Nak?" tanya Ibu penasaran.

"Si Kulkas Dua Pintu, Bu! Katanya kita disuruh cepet-cepet. Kalau nggak, dia mau nyeret kita pake daster!"

Mendengar itu, Ibu langsung heboh. "Aduh! Ayah, cepet ganti baju! Pake batik yang paling bagus! Jangan pake kaos partai! Yumna, masukin kebaya kamu ke koper! Jangan sampe ketinggalan, nanti kamu nikah pake daster beneran!"

Suasana rumah sederhana itu mendadak jadi kacau balau. Yumna berlarian ke sana kemari memasukkan baju-baju ke dalam tas ranselnya yang sudah mulai dekil. Ibu sibuk membungkus mukena dan alat salat, sementara Ayah bingung mencari sandal kulitnya yang hilang sebelah.

Sementara itu, di luar rumah, para tetangga sudah berkumpul di pinggir jalan. Bu RT yang mulutnya terkenal sepedas cabai rawit itu berdiri paling depan dengan tangan bersedekap.

"Itu Yumna mau dibawa ke mana ya? Kok mobilnya mewah banget? Jangan-jangan dia terlibat kasus investasi bodong?" bisik Bu RT pada Bu Siti.

"Bukan, Bu RT! Katanya Yumna mau nikah sama orang kaya raya! Tadi saya denger ada yang nyebut-nyebut nama Moreno!" jawab Bu Siti antusias.

"Halah, palingan juga cuma akting biar nggak malu karena Desta selingkuh. Kita liat aja nanti di pelaminan, beneran orang kaya apa cuma sewa harian," sahut Bu RT sinis.

Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka. Yumna keluar dengan tas ransel besar di punggungnya, diikuti Ayah yang menjinjing koper tua, dan Ibu yang membawa tas jinjing berisi rantang (yang katanya buat jaga-jaga kalau makanan hotel nggak enak).

Para pria berjas hitam itu dengan sigap mengambil alih barang bawaan keluarga Yumna. Pintu mobil dibuka secara otomatis, memperlihatkan interior mobil yang sangat mewah dengan kursi kulit yang bisa diputar dan kulkas kecil di dalamnya.

"Mari, Ibu Yumna, Bapak, Ibu. Silakan masuk," ucap sang utusan.

Yumna menoleh ke arah Bu RT dan tetangga lainnya yang menonton dengan mata melotot. Tiba-tiba, rasa bangga muncul di hatinya. Ia sengaja membetulkan letak ranselnya dan melambaikan tangan dengan gaya ala Miss Universe yang baru menang.

"Duluuu semua! Saya mau ke hotel dulu ya! Mau check-in buat nikahan! Dadah Bu RT!" teriak Yumna dengan nada yang dibuat-buat manis tapi menusuk.

Ibu juga tidak mau kalah. "Iya Bu Siti, nanti kalau mau sisa wagyu dari hotel, saya kirimin pake ojek online ya!"

Mobil mewah itu pun perlahan bergerak meninggalkan gang sempit, meninggalkan aroma parfum mahal yang tertinggal di udara dan wajah-wajah tetangga yang kini dipenuhi rasa iri yang amat sangat.

Di dalam mobil, Yumna bersandar di kursi yang sangat empuk. Ia menatap ke luar jendela, melihat rumah mungilnya semakin menjauh. Pikirannya kembali melayang pada Evander.

Dua hari lagi... batin Yumna. Dua hari lagi aku akan jadi istri pria itu. Hidupku benar-benar berubah karena satu malam mabuk Amer dan klakson telolet.

Namun, di sela-sela rasa mewahnya, Yumna merasa ada yang janggal. Kenapa Evander harus menjemputnya subuh-subuh begini? Dan kenapa harus menginap di hotel dua hari sebelum hari-H? Apakah ini hanya bagian dari akting, atau ada sesuatu yang disembunyikan sang CEO dingin itu?

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!